Foto & Persona

5 Fotografer, 5 Resolusi Tahun Baru

Kita telah menuju tahun 2017, mari kita kilas balik tahun sebelumnya dan temukan apa yang telah dikerjakan oleh fotografer-fotografer kita dan apa yang mereka miliki untuk tahun baru ini. Temui Justin Mott - fotografer komersial dan jalanan, Joseph Mak - fotografer perjalanan, Lia Barnett - fotografer bawah laut, Raymond Phang - fotografer pernikahan dan Mark Gee - astro fotografer.

Ceritakan kepada kami tentang proyek favorit Anda pada tahun 2016?

Justin Mott:  Selama 3 tahun berturut-turut, saya menjadi fotografer residen di Photo Face-Off dan saya tidak pernah merasa bosan. Saya merasa terhormat karena Canon telah memilih saya pada acaranya di setiap musim, tidak hanya untuk pertunjukan, tetapi juga sebagai duta di Canon Photo Marathons di seluruh Asia Tenggara. Itu bukanlah gelar resmi saya, namun hal itu merupakan sebuah pengalaman luar biasa untuk membawakan pertunjukan tersebut dan bepergian ke seluruh wilayah, melakukan pertemuan dan mengenal orang-orang dari seluruh usia dan tingkat keterampilan yang membagikan kasih yang sama untuk fotografi.

Perjalanan di Asia Tenggara bersama Justin Mott dalam seri Justin Mott di sini: Warna-warni Kota Hue – Gaya Seni Memotret

 

Lia Barrett: Itu adalah pertanyaan yang sulit. Tahun 2016 adalah tahun yang sibuk bagi saya, karena saya menikah, melakukan pembicaraan di TED dan juga hamil, sehingga melakukan pemotretan merupakan sebuah tantangan. Namun saya harus katakan bahwa pemotretan favorit saya adalah bersama teman baik saya, Liz Parkinson dari Stuart Cove di Bahamas. Itu merupakan favorit saya karena Liz dan saya memiliki kebebasan dan waktu untuk menjadi kreatif sebisa mungkin sesuai yang kami inginkan. Kami memiliki persiapan keamanan yang baik, akses kepada sekumpulan bangkai kapal dan hiu. Sehingga banyak ide yang bermunculan di dunia fantasiku sendiri tersebut benar-benar terwujud. Di atas itu semua, Liz adalah seorang wanita air yang luar biasa, dia dapat melakukan penyelaman bebas dan menahan napasnya seperti seorang profesional, sehingga dia dapat melakukan semuanya dengan mudah dan menyenangkan.

Temukan lebih banyak foto dunia bawah laut hasil karya Lia Barrett yang luar biasa di sini: Surealisme Bawah Laut: Wawancara bersama Lia Barrett

 

Joseph Mak: Antartika adalah perjalanan pemotretan favorit saya pada tahun 2016. Itu merupakan destinasi impian saya dan saya bisa pergi ke 7 benua di dunia. Padang gurun dan level ekspedisi adalah salah satunya. Saya dapat menyaksikan ketenangan dari bagian dunia ini, mendengarkan suara retak dari es yang mengapung bahkan dapat mendekati pinguin serta satwa liar lainnya. Namun sebelum Anda menikmati keindahan Antartika, Anda harus melalui Selat Drake yang berbahaya selama 2 hari dan semua barang yang tidak diamankan dengan baik pasti jatuh. Ini adalah pengalaman yang harus dilalui seseorang agar dapat mengatakan: "Saya telah melewati Selat Drake dengan selamat".

EOS 5D Mark III, lensa EF16-35mm f/2.8L II USM, f/11, 16 mm, 1/320 detik, ISO640
Glasier di Antartika

 

Raymond Phang: Proyek favorit saya pada tahun 2016 adalah pemotretan yang saya lakukan untuk sebuah agensi iklan. Saya memiliki sebuah tim kreatif yang saling membagikan semangat yang sama, hubungan kompak yang baik melalui talenta bahkan terdapat percikan api! Selain itu, ada juga sebuah pemotretan pra-pernikahan di Jepang (Desember 2015) dan Korea (April 2016). Saya menyukai cuacanya! Namun tidak bisa mengatakan hal yang sama untuk pasangan pengantin yang kedinginan, namun meskipun gigi gemeretak, mereka tetap sangat antusias dan menikmati pemotretan! Ketika Anda bekerja bersama orang-orang yang memiliki energi positif yang tinggi, otomatis Anda juga akan merasa bersemangat dan termotivasi. Secara tidak langsung, hal itu membuat pekerjaan saya menjadi lebih mudah. Haha!

Saksikan lebih banyak foto yang menakjubkan dari Raymond di: Menangkap Keindahan Spontanitas Bersama Raymond Phang

EOS 5D Mark III, lensa EF16-35mm f/2.8L II USM, f/7.1, 19mm, 1/200 detik, ISO400
Eugene dan Karmen di Jepang

 

Mark Gee: Itu adalah ketika saya kembali ke Perkemahan Bushtops di Kenya, Afrika. Saya pergi ke sana setiap tahun dan setiap tahun selalu berbeda. Itu merupakan proyek favorit saya pada tahun 2016 karena tidak peduli seberapa banyak perencanaan yang telah Anda buat untuk pemotretan, Anda tidak akan tahu apa yang akan Anda dapatkan... Itu semua tergantung pada alam, tempat serta waktu yang tepat. Tahun lalu adalah tentang migrasi Wildebeest, sedangkan tahun ini, kami melakukan banyak interaksi dengan singa.

 

Apa yang menjadi sorotan karier Anda pada tahun 2016?

Justin Mott: Tahun lalu saya diundang sebagai seorang tamu kehormatan dan mentor pada Canon Photo Clinic di Jepang. Saya suka mengajar fotografi namun saya jarang mendapatkan kesempatan untuk melakukannya karena menjalankan bisnis pemotretan dan produksi video sehingga saya sangat sibuk. Perjalanan tersebut memungkinkan saya untuk menjelajahi Jepang dan memotret untuk diri saya sendiri dan juga terhubung dengan peserta fotografer amatir. Itu sungguh merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa.

EOS 5DS R, lensa EF-S24mm f/2.8 STM, f/8, 24mm, 1/400 detik, ISO100
Memandang langit Dubai

 

Lia Barrett: Mungkin yang paling menantang dan menjadi sorotan adalah pembicaraan TEDx di Nashville. Hal itu dilakukan di hadapan banyak audiens dan mungkin merupakan hal paling menakutkan yang pernah saya lakukan (saya bukanlah pembicara publik yang paling antusias di dunia). Namun untuk berdiri di hadapan seorang audiens, saya merasa sebagian besar dari mereka bukanlah orang lautan dan saya berbicara dengan mereka mengenai lautan, makhluk di dalamnya dan kebutuhan kita untuk memperhatikan kembali cara kita memperlakukan mereka adalah sebuah pengalaman yang menakjubkan dan bermanfaat sehingga saya menjadikannya sebagai hal terbaik pada tahun ini.

EOS 5D Mark III, lensa EF8-15mm f/4L Fisheye USM, f/9, 15mm, 1/60 detik, ISO400
Liz Parkinson di buritan kapal Ray of Hope yang dikelilingi oleh hiu karang Karibia

 

Joseph Mak: Mampu melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia untuk menyaksikan budaya lokal dan memiliki kesempatan untuk merasakan kehidupan bersama penduduk setempat! Beberapa perjalanan saya juga berupa ekspedisi, yang berarti kami harus berjalan dan berkemah, itu merupakan suatu pengalaman yang menakjubkan.

Lakukan perjalanan menuju ujung dunia melalui foto-foto Joseph Mak yang menakjubkan di sini: Fotografi Perjalanan: Menangkap Keragaman bersama Joseph Mak

EOS 5DS R, lensa EF35mm f/1.4L II USM, f/2.8, 35mm, 1/200 detik, ISO250
Berbaur bersama penduduk setempat

 

Raymond Phang: Saya menjadi juri untuk beberapa kompetisi fotografi dan menjadi salah satu penyelenggara untuk kamp fotografi yang digelar untuk pertama kalinya yang dikenal sebagai Shiokcamp. Acara tersebut berbeda dengan pelatihan fotografi pada umumnya. Namun pada tahun 2016, sebenarnya saya memaksakan diri untuk memperlambat langkah dalam kompetisi. Saya beristirahat dari kompetisi karena Anda harus menghargai kompetisi dan meluangkan banyak waktu untuk melakukan persiapan, yang tidak saya miliki pada tahun ini.

Kelahiran bayi perempuan saya pada awal Januari tahun ini juga membuat saya menyadari bahwa saya perlu mengatur waktu untuknya. Banyak teman saya mengatakan bahwa bayi tumbuh dengan cepat. Sebelum Anda mengetahuinya, mereka sudah bisa berlari! Oleh karena itu, sejak awal tahun ini, saya sudah mengumumkan untuk hanya memotret 30 pernikahan dan 5 pra-pernikahan berkonsep pada tahun 2016. Benar sekali, anakku sudah bukan bayi lagi dan akan segera menjadi seorang balita pada bulan depan dan kami akan harus mengejarnya dalam waktu dekat.

 

Mark Gee: Saya benar-benar berfokus pada perjalanan dan membagikan ilmu karya saya pada tahun 2016. Saya melakukan sejumlah pelatihan astro fotografi gratis hanya untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk keluar pada malam hari dan belajar astro fotografi - seperti yang saya lakukan di kampung halaman saya, Wellington, Selandia Baru yang menarik lebih dari 800 orang! Saya juga pergi ke sebuah sekolah di Kenya dan memberikan pelatihan fotografi kepada beberapa anak kecil. Hal tersebut sangat menakjubkan dan benar-benar merendahkan hati saya karena anak-anak yang saya ajari tidak pernah memegang kamera sebelumnya dan untuk memotret wajah mereka yang diterangi untuk pertama kalinya adalah hal yang tak ternilai! Sorotan lain pada tahun 2016 adalah menjadi pembicara pada Adobe Make It Everywhere Tour dan pergi ke Borneo untuk pemotretan film pendek astro fotografi untuk Canon Asia.

Kagum terhadap keindahan langit pada malam hari bersama foto-foto Mark Gee di sini: Astrofotografi: Wawancara bersama Mark Gee

 

Apa yang menjadi hal paling gila/berkesan bagi Anda ketika memotret pada tahun 2016?

Justin Mott: Beberapa minggu yang lalu saya mengalami patah kaki dan beberapa otot saya robek pada sebuah pemotretan iklan global di Sydney untuk klien terbesar kami, sebuah jaringan hotel terkemuka. Itu merupakan pemotretan bagian kedua untuk sebuah kampanye besar, bagian pertama adalah di Sydney dan bagian kedua adalah di Dubai. Pada hari terakhir pemotretan di Sydney, saya melakukan sebuah pemotretan percobaan dengan asisten saya. Saya tidak ingin terlalu lama di sini tapi saat itu saya akan melompat ke atas air mancur marmer, mendarat pada marmer yang licin dan kaki saya robek hingga ke otot. Itu merupakan sebuah pemotretan yang terlalu besar untuk ditunda karena kami memproduksi keseluruhan pemotretan dan izin, model, operator pesawat drone, dan lainnya yang telah dibayar. Setelah perjalanan saya menuju ruang gawat darurat, saya kembali pada pemotretan pada hari itu dan langsung menuju Dubai untuk menyelesaikan pemotretan bagian ke dua.

Tim saya berkumpul di sekitar saya untuk merawat saya dan membantu saya menghasilkan foto yang saya perlukan. Kami menyelesaikan pemotretan dan pada akhirnya saya sangat bangga terhadap apa yang sedang kami produksi. Itu merupakan sebuah pengalaman positif karena hal tersebut mengingatkan saya seberapa beruntungnya diri saya untuk memiliki sebuah tim yang luar biasa dan fotografi tidak selalu harus menjadi pekerjaan yang terisolasi.

EOS 5DS R, lensa EF-S24mm f/2.8 STM, f/3.2, 24mm, 1/8000 detik, ISO100

Lia Barrett: Mungkin hal yang paling gila yang pernah terjadi di tahun ini adalah ketika saya berenang di pulau besar Hawaii dan kami berada di antara sekumpulan paus pilot dan paus kepala melon. Hal itu seperti sebuah pameran paus, di sana terjadi kekacauan dan keributan di bawah permukaan lautan, yang membuat saya tidak tahu harus melihat ke mana. Semua terlihat begitu cepat namun itu merupakan sebuah pengalaman menyenangkan yang tidak akan pernah saya lupakan.

EOS 5D Mark III, lensa EF8-15mm f/4L Fisheye USM, f/11, 15mm, 1/100 detik, ISO400
Paun pilot dan paus kepala melon bertemu di pertengahan Samudera Pasifik di Pantai Kona

Joseph Mak: Saya akan mengatakan perjalanan ke Tanzania. Kami berburu bersama suku manusia gua! Mereka adalah manusia gua yang sebenarnya dan mereka bertahan hidup dari apa pun yang mereka buru. Suhu udara turun hingga 5 derajat di malam hari dan mereka tidur di gua dan membakar kayu agar tetap hangat.

Canon EOS 5DS R, lensa EF35mm f/1.4L II USM, f/1.6, 35mm, 1/125 detik, ISO1250
Manusia gua dari Tanzania sedang menikmati hari mereka

Raymond Phang: Memotret kecoa yang hidup dan bergerak dalam jarak dekat!

Mark Gee: Itu merupakan pemotretan di Kenya dan kami baru saja keluar pada malam hari untuk melihat apakah bisa menemukan singa untuk dipotret bersama galaksi Bima Sakti. Sebuah panggilan melalui radio mengatakan bahwa ada 3 singa yang baru saja membunuh mangsa mereka, sehingga kami tergesa-gesa menuju lokasi dan berusaha untuk mendekat untuk melakukan fotografi pada singa yang sedang memakan mangsa mereka di bawah langit pada malam hari. Hal itu sangat luar biasa untuk dipotret dan ditonton, mereka sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran kami. Saya harus mengakui bahwa jantung saya berdebar-debar saat melakukan fotografi pada adegan itu!

 

Jika Anda harus memilih satu foto yang sempurna untuk menyimpulkan tahun Anda, gambar seperti apakah itu?

Justin Mott: Ini, karena saya adalah orang yang narsis dan saya suka foto-foto saya sendiri bahkan meskipun saya tahu saya tidak tampan. Sebenarnya saya memilih foto ini karena semua jenis fotografi adalah tentang ketekunan dan mengatasi hambatan. Hal itu bisa berupa hujan pada seorang fotografer pernikahan, akses untuk seorang foto jurnalis, atau seorang klien yang sulit untuk seorang fotografer komersial. Pada akhirnya apa pun itu, Anda tetap harus memproduksi dan menyelesaikan pekerjaan sehingga foto ini adalah sebuah contoh ekstrim bagi diri saya sendiri, ini merupakan sebuah pengingat yang baik.

Lia Barrett: Menurut saya itu adalah foto sederhana dari Liz Parkinson yang berjalan di sebuah bangkai kapal. Hal itu seolah-olah dia sedang melakukan perjalanan menuju kemungkinan-kemungkinan baru dan tanpa batas. Hal itu merupakan apa yang belum saya temukan, namun bagi saya foto tersebut dapat menyimpulkan tahun ini dengan sempurna.

EOS 5D Mark III, lensa EF8-15mm f/4L Fisheye USM, f/13, 15mm, 1/60 detik, ISO250
Liz Parkinson berjalan di bangkai kapal Ray of Hope di Bahamas

Joseph Mak: Saya mengambil foto ini ketika di Kuba. Itu merupakan matahari terbenam paling indah yang pernah saya lihat. Kuba telah membuka ekonominya dengan cepat dan banyak turis yang mengunjungi Kuba, sehingga nuansa pedesaan akan segera hilang. Di sana terdapat sebuah adegan menarik yang saya saksikan: banyak penduduk Kuba yang berkerumunan di luar sebuah restoran, hotel dan beberapa sudut. Saya bertanya pada sopir saya, "mengapa mereka berkerumunan di luar? Apakah mereka sedang menunggu bus atau menangkap Pokemon?" Tidak, mereka sedang menggunakan WiFi. Hal itu sedikit membuka mata saya menjadi lebih luas.

EOS 5DS R, lensa EF24-70mm f/2.8L II USM lens, f/18, 47 mm, 64 detik, ISO50
Matahari terbenam di Kuba

Raymond Phang: Ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi di hidup saya! (:

Ketahui lebih lanjut tentang Raymond Phang, seorang pria yang merayakan kasih melalui pemotretan pernikahan konseptual dan menyenangkan di sini: Pemotretan Pernikahan: Wawancara bersama Raymond Phang

Adora

Mark Gee: Menurut saya itu adalah sebuah foto yang saya potret di Lembah Tasman, Gunung Cook, Selandia Baru. Gambar tersebut diambil di tengah musim dingin dan saya mendaki ke sana untuk memotret sebuah gambar selang waktu (time-lapse). Saya sendirian dan tidak ada siapa pun selama perjalanan beberapa mil, langit pada malam itu sangat luar biasa. Ketika saya mempersiapkan untuk pemotretan waktu selang, saya melihat ke arah yang berbeda dan saya adalah satu-satunya yang menyaksikan hal tersebut, sehingga saya mengabadikannya dalam sebuah fotografi.

Momen tersebut membuatku berdengung sepanjang malam dan mengingatkan saya kembali mengapa saya memulai pemotretan langit malam hari pada 9 tahun yang lalu. Itu merupakan sebuah momen yang sangat penting bagi saya, di saat beberapa semangat tersebut telah mulai merosot pada beberapa tahun terakhir, hal ini telah menghidupkannya kembali dan membuat saya bersemangat kembali tentang fotografi langit dan merencanakan petualangan baru.

 

Ceritakan kepada kami apa yang Anda miliki untuk tahun 2017? Apakah ada proyek yang sedang Anda nantikan?

Justin Mott: Tahun 2017, genap satu dekade saya tinggal di Asia Tenggara dan saya ingin menghabiskan beberapa waktu lagi untuk mengumpulkan hasil karya saya sendiri selama sepuluh tahun yang lalu dan mengadakan sebuah pameran untuk karya favorit saya. Saya ingin menggunakan waktu tersebut untuk merefleksikan karier dan pekerjaan saya, untuk menemukan cara menjadi lebih baik lagi untuk dekade berikutnya.

EOS-1D X Mark II, lensa EF35mm f/1.4L II USM, f/2.8, 35mm, 1/1000 detik, ISO200
Seorang geisha memegang payungnya dengan anggun

Lia Barrett: Pertama saya akan melahirkan bayi ini pada bulan Mei dan kemudian saya akan melakukan perjalanan (ketika saya sedikit lebih lega tentunya). Saya akan memulai tahun ini dengan beberapa eksplorasi di Maroko dan kami akan tentukan kemudian. Menurut saya, saya perlu memberikan kompensasi kepada diri sendiri untuk beberapa waktu yang digunakan untuk mengganti popok, sehingga ketika gerbang ayunan terbuka kembali, saya akan siap untuk pergi! Secara teoretis mungkin seperti itu...

EOS 5D Mark III, lensa EF8-15mm f/4L Fisheye USM, f/14, 15mm, 1/125 detik, ISO400
Shell Eisenberig, pemegang rekor penyelaman bebas Amerika untuk dua kali, menyelam bebas di antara ikan akule di sekitar pantai Kona

Joseph Mak: Saya menanti-nantikan perjalanan pada bulan Juli menuju Spanyol untuk menghadiri Festival San Fermin (membayangkan banteng berlarian di jalanan) untuk beberapa aksi yang mendebarkan dan kemudian ke Antartika dan Amerika Selatan pada bulan Desember 2017.

EOS 5DS R, lensa EF24-70mm f/2.8L II USM, f/3.5, 24 mm, 1/80 detik, ISO1250
Berkerumun di sekitar api untuk kehangatan di tengah musim dingin

Raymond Phang: Saat ini masih melaksanakan pekerjaan, akan saya ceritakan pada saat yang tepat.

EOS 5D Mark III, lensa EF85mm f/1.2L II USM, f/2, 85mm, 1/2500 detik, ISO100
Karmen di Jepang

Mark Gee: Ada beberapa hal untuk tahun 2017. Saya telah bekerja sama dengan beberapa mitra kreatif utama dan akan melakukan perjalanan menuju Spanyol dan Afrika, serta beberapa petualangan lokal di sekitar Selandia Baru dan Australia. Di sana akan ada lebih banyak pelatihan serta ceramah dan akhirnya saya bisa terbang di atas SOFIA NASA yang dimodifikasi dari pesawat Boeing 747 dengan teleskop di atasnya ketika pesawat tersebut mengunjungi Selandia Baru di pertengahan tahun depan (saya melewatkannya pada tahun lalu karena ada kerusakan pada mesin).

Namun satu proyek lain yang sangat saya nantikan adalah terbang di sebuah penerbangan sewaan dari Dunedin di Selandia Baru, menuju Lingkaran Antartika untuk fotografi Aurora Australis dari ketinggian 37.000 kaki. Penyewaan pesawat ini telah habis dipesan dan saya akan menjalankan pelatihan astro fotografi selama 8 jam penerbangan untuk pertama kalinya, itu adalah suatu hal yang sangat membangkitkan semangat saya!

 

Apa resolusi kalian untuk tahun 2017?

Justin Mott: Jangan melompati air mancur.

Lia Barrett: Oooh, itu bagus sekali. Saya ingin menghentikan paranoid saya tentang penyelaman air dingin. Sehingga saya mungkin tidak akan menyentuh es pada tahun 2017, setidaknya saya akan mulai untuk memikirkan ide tersebut.

Joseph Mak: Saya ingin membawa keterampilan fotografi saya ke level yang baru, khususnya mengembangkan gaya fotografi saya sendiri.

Raymond Phang: Mencapai sebuah terobosan baru dalam segi gaya dan mungkin mendapatkan kisah yang lebih menarik untuk disampaikan melalui fotografi.

Mark Gee: Untuk tahun 2017, resolusi saya adalah keluar dan bersenang-senang, pada waktu bersamaan juga mendorong diri saya keluar dari zona nyaman dengan proyek yang lebih kreatif dan menantang. Saya juga ingin melanjutkan keterlibatan saya dalam memberikan kembali fotografi kepada komunitas dan mudah-mudahan bisa menginspirasi orang lain.

 

Daftar dan dapatkan update terbaru tentang berita, kiat dan trik fotografi!

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.