Tips & Tutorials

Mendapatkan Foto yang Lebih Baik dengan 3 Saran Sederhana ini!

Jadi, Anda sudah mulai memotret, tetapi tampaknya tidak bisa meningkatkan keterampilan Anda ke level berikutnya, dan sulit mengambil gambar tanpa memiliki kejelian fotografi. Namun begitu, sebelum Anda menyerah, pastikan Anda mencoba 3 saran berikut ini yang kami sampaikan dalam artikel ini, dan kami pastikan bahwa Anda bahkan tidak perlu mencemaskan soal f-number atau kecepatan rana. (Diedit oleh studio9)

Butir 1: Buatlah koleksi foto favorit Anda

Sebelum memulai, pikirkan dan kenali apa yang sesungguhnya membuat sebuah foto tampak hebat. Jika Anda mulai memotret tanpa bayangan yang jelas, Anda tidak akan memiliki sasaran yang ingin dituju.

Langkah 1: Himpun koleksi foto favorit Anda

 

Kumpulkan semua foto dari fotografer favorit Anda, atau bahkan, foto dari majalah atau situs web yang memukau Anda. Untuk permulaan, kumpulkan sekitar 50 foto.
Setelah mengoleksi 50 foto, catat langkah-langkah berikut ini. Cari terus foto yang lebih banyak lagi, lalu ganti foto dalam koleksi awal 50 foto dengan foto yang baru Anda temukan. Dengan begitu, 50 foto favorit Anda akan semakin mencerminkan preferensi Anda, dan foto-foto terdahulu yang hanya merupakan gagasan yang samar, kini akan mulai berbentuk.

Langkah 2: Kumpulkan 50 foto Anda sendiri

 

Berikutnya, pilih 50 foto yang Anda suka dari himpunan foto yang sudah Anda ambil. Seperti pada Langkah 1, setelah memilih 50 foto, ganti foto yang ada dengan yang baru.
Sekarang, Anda akan memiliki dua kelompok foto: satu kelompok terdiri atas foto yang mencerminkan gagasan Anda mengenai foto yang ideal, dan satunya lagi terdiri atas foto yang mencerminkan keterampilan fotografi Anda. Dengan cara ini, Anda akan dapat melihat secara jelas perbedaannya, di antara kedua kelompok tersebut. Anda juga akan dapat dengan mudah mengenali bidang yang perlu Anda tingkatkan.
Setelah ini dilakukan, terus saja mengganti 50 foto Anda sendiri dengan foto baru yang Anda ambil, sejak sekarang dan selanjutnya. Dengan terus melakukan ini, Anda akan dapat memperbaiki diri dan semakin dekat memperoleh 50 bidikan ideal yang Anda koleksi sejak awal.

Butir 2: Pikirkan tentang subjek dan keadaan sekelilingnya sebagai satu kesatuan

Ketika pertama kali Anda mulai memotret, memang mudah terlena untuk memfokuskan pada subjek, dan meluputkan keadaan di sekelilingnya. Namun demikian, foto bukan sekadar tentang subjek itu sendiri. Anda juga harus mempertimbangkan subjek secara relatif dengan keadaan di sekelilingnya.
Setelah menemukan subjek, sisihkan waktu untuk mengecek area sekeliling, dan memutuskan subjek apa yang akan diambil bersama dengan keadaan sekitarnya, atau, apakah ada yang harus disingkirkan. Dengan pemikiran ini, Anda akan dapat mengambil foto yang lebih bervariasi.
Karena begitu banyak situasi pemotretan yang berbeda-beda, saya akan memperkenalkan sebagian metode bagi Anda untuk memulai.

*Aturan Segitiga + Garis Diagonal

 

Setelah menemukan subjek utama (yang paling Anda inginkan untuk dibidik), cobalah menyusun komposisi sedemikian rupa sehingga subjek sekunder (yang ingin Anda bidik bersama-sama), membentuk garis diagonal dengan subjek tersebut. Pikirkan tentang menempatkan subjek secara diagonal yang berlawanan dengan sudutnya, dan menerapkan Aturan Segitiga.

Ikan paus besar, orca (subjek utama) diatur secara diagonal terhadap siluet ayah dan anak (subjek sekunder).

Karena bentuk tatakan di kiri bawah panjang dan sempit, saya juga menempatkannya dalam garis diagonal terhadap cangkir teh.

*Buatlah garis diagonal terhadap pemandangan di sekeliling

 

Jika hanya ada satu subjek, Anda juga dapat membuat garis diagonal terhadap pemandangan di sekelilingnya.

Dengan menempatkan bagian jalur—yang dikenal sebagai vanishing point (titik hilang)—pada titik persimpangan garis kisi-kisi dalam Aturan Segitiga, ini tampak seakan-akan pemandangan di sekelilingnya ditarik ke arah titik itu. Cobalah sebanyak mungkin untuk membidik pada sudut lebar untuk mendapatkan bidikan yang hebat.

Menggunakan bayangan untuk membuat garis diagonal, juga merupakan gagasan yang bagus!

Butir 3: Melangkah lebih dekat

Ketika pertama kali Anda mulai memotret, kadang Anda mungkin tidak dapat benar-benar memahami tentang jarak antara kamera (panjang fokus lensa) dan subjeknya, atau sejauh mana jarak Anda saat memotret.

*Ambil jarak sedekat-dekatnya, lalu bidik sambil melangkah mundur

Kecuali Anda memotret subjek pada jarak sekian ratus meter, maka, hanya dengan melangkah lebih dekat ke subjeknya, dapat secara hebat mengubah kesan foto apabila memotret subjek yang tampaknya berjarak sekian meter dari Anda. Contohnya, yaitu apabila Anda memotret pohon. Selembar foto akan memberikan kesan yang sama sekali berbeda apabila Anda sungguh dekat dengan subjeknya dan membidik dari jarak 20cm, dibandingkan jika Anda memotret dari jarak 1m dari pangkal pohonnya.

Bidikan yang diambil pada jarak 20cm dari pangkal pohon.

Bidikan yang diambil pada jarak 100cm dari pangkal pohon.

 
 

Perhatikan, betapa foto dapat berubah hanya dengan mengambil jarak yang lebih dekat ke subjeknya. Namun demikian, kebanyakan orang biasanya tidak akan mengambil jarak sedekat ini. Pokoknya, mereka tidak akan terlalu dekat ke subjeknya, kecuali memang mereka sudah terbiasa melakukannya.
Dari pengalaman, saya tahu bahwa kebanyakan orang tidak akan mau lebih dekat dengan subjeknya apabila Anda menyuruh mereka untuk maju lebih dekat, lalu membidiknya. Jadi, saya akan menyarankan ini: cobalah mendekati subjeknya yang memang berada di luar bingkai, lalu bidik seraya Anda berjalan mundur.

*Tetapkan zoom Anda—beri selotip agar diam

 

Saran lainnya yaitu selotip zoom Anda. Jika memiliki lensa utama, gunakan saja itu.
Meskipun mungkin Anda beranggapan bahwa dengan memiliki lensa zoom sejak semula adalah cara yang bagus untuk asyik memotret beragam foto, namun hal ini memiliki efek samping yang besar. Anda akan cenderung melakukan zoom in untuk mengambil bidikan close-up, alih-alih melangkah lebih dekat ke subjeknya.
Namun demikian, dengan maju selangkah lebih dekat untuk memotret subjek secara dekat tanpa melakukan zoom (lensa tetap pada ujung sudut lebar), hal ini berbeda dengan melakukan zoom in (zoom lensa dari sudut lebar hingga ujung teleskop) untuk memperbesar dan membidik subjeknya. Secara umum, gambar cenderung tampak lebih mengesankan apabila diambil dari jarak dekat pada sudut lebar.
Terlebih lagi, apabila menyesuaikan ukuran zoom, Anda cenderung tidak bergerak dari tempat Anda. Nah, jika zoom Anda disegel, dengan sendirinya Anda harus bergerak, tidak hanya ke depan dan belakang, tetapi juga ke kiri dan ke kanan.
Kembali ke Butir 2. Tindakan ini juga lebih memudahkan untuk menyusun komposisi, karena Anda dapat menyesuaikan hubungan posisional dari kedua subjek, hanya dengan bergerak ke kiri dan ke kanan.
Untuk alasan inilah saya menyarankan kepada mereka yang menggunakan lensa zoom untuk berlatih mengambil foto dengan cincin zoom yang diselotip.

Gunakan selotip untuk menjaga lensa diam pada posisi 50mm.

Dengan sengaja menonaktifkan zoom, Anda akan mulai menggunakan lensa zoom seperti cara Anda menggunakan lensa utama, dan Anda akan dapat memahami naluri jarak antara diri Anda dan subjeknya. Anda juga akan mengembangkan kebiasaan menyusun komposisi dengan berpindah posisi. Kit lensa umum memiliki rentang zoom 18-55mm, dan dengan metode ini, Anda dapat mencoba menetapkan panjang fokus pada tiga nilai tipikal, 24mm, 35mm dan 50mm pada lensa tunggal. Siapa tahu, bahwa Anda ternyata lebih suka membidik pada 50mm. Jika memang demikian halnya, ada baiknya untuk mendapatkan lensa utama 50mm.

Rangkuman: Cobalah memotret dari sudut pandang yang berbeda dari yang biasa Anda lakukan

 

Bagi mereka yang beranggapan bahwa mereka tidak mengalami kemajuan dalam fotografi, coba saja perhatikan foto yang berbeda-beda, membidik dengan sudut pandang yang berbeda, atau bahkan menggunakan metode fotografi yang berbeda, mungkin bisa menggugah keterampilan dan Anda akan mengalami kemajuan.

studio9

Situs web fotografi yang didirikan di Jepang pada tahun 2011. Dengan slogan "Menghadirkan fotografi lebih dekat ke Anda", situs ini menyediakan konten yang bermanfaat bagi setiap orang yang menyukai fotografi. Di samping konten web, studio9 juga mengadakan berbagai seminar dan lokakarya.

http://photo-studio9.com/

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.