Tips & Tutorials

Teknik Lampu Kilat #5: Dengan menggunakan Second-Curtain Sync Mode (Mode Sinkronisasi Tirai Kedua) untuk Jejak Cahaya Cepat dan Menggebu

Membidik pada kecepatan rana lambat dan cahaya dari lampu depan mobil yang melaju - dan cahaya belakang lampu mobil, akan tampak seperti jejak cahaya. Jika menggunakan lampu kilat yang dikombinasikan, Anda tidak saja akan menangkap jejak cahaya, tetapi bodi mobilnya juga, menghasilkan bidikan fenomenal yang terlihat seperti adegan dari film sci-fi. Tentu saja, Anda sebaiknya sudah menetapkan lampu kilat yang sesuai. Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan cara memanfaatkan mode Second-Curtain Sync (juga dikenal sebagai slow sync flash). (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

EOS 760D/ EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 18mm (setara 28mm)/ Manual exposure (f/3.5, 1 det.)/ ISO 400/ WB: Auto
Flash Exposure Compensation: EV-0,7

 

Tangkap keduanya, mobil dan jejak cahaya, menggunakan Second-Curtain Sync flash

*Prosedur Pemotretan
A: Tetapkan lensa Anda ke sudut yang selebar mungkin.
B: Gunakan tripod untuk memposisikan kamera Anda serendah mungkin.
C: Tetapkan kecepatan rana ke 1 detik.
D: Gunakan aperture maksimum dan tetapkan ISO speed ke AUTO.
E: Ubah pengaturan lampu kilat Anda ke Second-Curtain Sync.
F: Lakukan bidikan percobaan dan turunkan kecepatan rana jika jejak cahaya terlalu pendek.

 

Dengan menggunakan kecepatan rana lambat dan lampu kilat built-in, Anda dapat menangkap jejak cahaya dan mobil yang sedang melaju, lalu menghilang di gelapnya malam. Bidikan diambil dengan pengaturan normal untuk lampu kilat built-in, namun demikian, akan menunjukkan jejak cahaya ke arah depan mobil, membuat mobil terlihat seperti melaju terbalik, karena kamera ditetapkan ke First-Curtain Sync secara default, dan lampu kilat built-in langsung ditembakkan setelah pencahayaan dimulai.

Untuk membidik jejak cahaya di belakang mobil seperti mobil tersebut sedang melaju ke depan, lampu kilat built-in harus ditetapkan ke Second-Curtain Sync. Lampu kilat akan ditembakkan, tepat sebelum rana menutup, dan Anda akan menangkap jejak cahaya di belakang mobil.

Sesuaikan f-number dan kecepatan rana oleh Anda sendiri untuk bidikan ini, dengan menetapkan shooting mode ke Manual. Sebagai panduan, gunakan kecepatan rana 1/2 det.-1 det., tergantung pada kecepatan mobil yang sedang melaju untuk menangkap jejak cahaya yang lebih panjang. Pada kecepatan rana seperti ini, Anda akan mendapatkan gambar yang buram jika Anda membidik sambil memegang kamera, jadi, sebaiknya dudukkan kamera secara mantap pada tripod. Karena ini adalah bidikan malam, gunakan aperture maksimum dan dapatkan kecerahan yang diinginkan untuk bidikan itu dengan menetapkan ISO speed ke AUTO, dan biarkan kamera membuat penyesuaian yang diperlukan.

Saya merekomendasikan agar Anda menyusun bidikan dari sudut rendah dengan lensa wide-angle, untuk menangkap pergerakan mobil yang sedang melaju. Harap diperhatikan bahwa fotografi flash semacam ini mungkin akan mengganggu lalu-lintas reguler, jadi sebaiknya gunakan mobil teman Anda sebagai subjeknya. Dengan begitu, Anda bisa membidik sebanyak yang Anda inginkan sampai Anda menguasainya.

 

Contoh negatif: First-Curtain Sync (Sinkronisasi Tirai Pertama)

Contoh bagus: Second-Curtain Sync (Sinkronisasi Tirai Kedua)

 

Kedua contoh: EOS 760D/ EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 24mm (setara 38mm)/ WB: Auto

Kiri:  Manual exposure (f/5, 0,8 det.)/ ISO 100
First-Curtain Sync. Jejak cahaya yang tertangkap ke arah depan mobil, seperti mobil sedang melaju terbalik.

Kanan: Manual exposure (f/4.5, 1/5 det.)/ ISO 400
Second-Curtain Sync. Cahaya dari lampu depan mobil tertangkap ke arah belakang mobil, seperti mobil sedang melaju ke depan.

 

Hal yang perlu dicatat!

Menguasai ketepatan waktu lampu kilat Anda

Contoh negatif (1): Kecepatan rana ditetapkan terlalu lambat

Contoh negatif (2): Kecepatan rana ditetapkan terlalu cepat

 

Kedua contoh: EOS 760D/ EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS STM/ ISO 400/ WB: Auto

Kiri: FL: 38mm (setara 60mm)/ Manual exposure (f/8, 1 det.)
Pengaturan waktu lampu kilat sangat terlambat, karena kecepatan rana ditetapkan terlalu lambat. Hasilnya, hanya jejak cahaya yang tertangkap, karena flash ditembakkan setelah mobil keluar dari frame.

Kanan:  FL: 24mm (setara 38mm)/ Manual exposure (f/2.8, 1/15 det.)
Jejak cahaya terlalu pendek, karena kecepatan rana ditetapkan terlalu cepat. Akan lebih mudah untuk mengatur waktu flash saat mobil memasuki frame dengan kecepatan rana pesat, tetapi jejak cahaya akan pendek dan kurang dinamis.

 

Dengan Second Curtain Sync flash, diperlukan waktu beberapa saat sampai flash (lampu kilat) ditembakkan setelah Anda menekan tombol rana, jadi ini lebih sulit untuk menangkap mobil pada posisi yang Anda inginkan, dibandingkan jika Anda menggunakan lampu kilat normal. Ketepatan waktu flash bergantung pada kecepatan mobil yang melaju, jadi kiatnya untuk mendapatkan jejak cahaya yang indah dalam frame (bingkai) adalah melepaskan rana setelah mobil melaju 3-4m sejak memasuki frame. Bagus-tidaknya penembakan lampu kilat pada komposisi terbaiknya sewaktu kendaraan datang mendekat, sebagian besar bergantung pada kecepatan kendaraan itu sendiri. Ibarat kata pepatah: "Kalau Anda tidak langsung berhasil, coba dan coba lagi."

 

Menetapkan *EOS 760D ke Second-Curtain Sync

1. Munculkan quick menu

Tekan tombol [Q] untuk menampilkan layar Quick Control dan sorot “Built-in flash settings” (dilingkari).

 

2. Pilih Flash mode

Pilih “1st-curtain” di bawah “Normal flash firing” dari pengaturan flash built-in. Tekan [INFO.] untuk memunculkan pengaturan yang detail.

 

3. Pilih "2nd Curtain"

Tetapkan “Shutter sync.” ke “2nd curtain”. Balikkan kembali pengaturan setelah memotret.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

Teppei Kohno

 

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2003. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.