Tips & Tutorials

Cara Mendapatkan Gambaran Terinci dari Kemeriahan dan Bentangan Alam pada Festival

Festival yang penuh sesak oleh orang di malam hari, merupakan peristiwa yang dicari untuk mendapatkan foto yang unik. Di samping menangkap foto bentangan malam, Anda juga dapat menyertakan gambaran rinci kemeriahan orang-orang dalam karya fotografis. Berikut ini, kami akan memperkenalkan sebagian saran pemotretan dari fotografer profesional untuk menggambarkan, bagaimana hal ini bisa dilakukan. (Dilaporkan oleh: Shintaro Sato)

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 33mm/ Manual exposure (f/7.1, 1/5 det.)/ ISO 800/ WB: Auto

Sanja Festival, yang diadakan di Asakusa, Tokyo, merupakan festival paling terkenal di Jepang. Pada malam festival, sinar lampu di darat tampak serasi dengan cahaya redup langit saat senja ketika kuil portabel kedua melewati daerah sekitar Kaminarimon (Gerbang Guntur) untuk memasuki pekarangan kuil. Baik penonton maupun pembawa kuil bersatu, menciptakan suasana meriah yang menjadi puncak acara.

Langkah 1: Susun bidikan dengan Tokyo Skytree di kejauhan, tengara kota, diposisikan di tengah

Langkah 2: Pilih kecepatan rana yang tidak menyebabkan subjek menjadi terlalu buram

Langkah 3: Amati pergerakan mikoshi (kuil portabel), lalu tekan tombol rana pada saat yang paling baik

 
 

Langkah 1: Susun bidikan dengan Tokyo Skytree di kejauhan, tengara kota, diposisikan di tengah

Saya mengambil bidikan Sanja Festival yang diadakan di Asakusa, Tokyo dari atap gedung. Saya memasangkan kamera pada tripod untuk mencegah agar pagar tidak menghalangi pandangan, dan berdiri pada undakan untuk melakukan pemotretan. Saya juga memasangkan kepala tripod khusus pada tripod untuk menangkap beberapa gambar untuk kemudian ditaut menjadi foto.

Di sini, saya menyusun bidikan dengan Tokyo Skytree di kejauhan pada bagian tengah. Memilih kecepatan rana lambat dapat menghasilkan foto menjadi buram pada hari yang berangin, jadi saya gunakan payung untuk melindungi kamera dari angin, lalu menunggu sampai mikoshi muncul.

Contoh di sini diciptakan dengan menggabungkan beberapa gambar, jadi saya mengambil bidikan lokasi sekitar sebelum menangkap mikoshi pada posisi yang terbaik. Apabila mengambil foto untuk digabungkan, pastikan area yang ditangkap dalam satu bidikan saling tumpang-tindih dengan kira-kira sepertiga hingga separuh area lainnya.

Langkah 2: Pilih kecepatan rana yang tidak menyebabkan subjek menjadi terlalu buram

Saya menetapkan kecepatan ISO ke nilai yang sedikit tinggi (ISO 800 dalam contoh ini), dan memilih f-number yang cukup besar supaya seluruh gambar berada dalam fokus. Saya memilih kecepatan rana yang cukup cepat untuk mikoshi dan para pembawa kuil yang bergerak , agar tidak terlalu buram. Kamera diletakkan jauh dari subjek, jadi saya dapat menghasilkan bidikan yang tajam seluruhnya dengan menetapkan fokus pada objek jauh. Selain itu, keburaman foto berbeda-beda dengan faktor, seperti kecepatan subjek yang bergerak dan jarak dari kamera ke subjek, jadi saya mengecek gambar pada monitor LCD belakang dan menyesuaikan kecepatan rana sebagaimana mestinya.

Langkah 3: Amati pergerakan mikoshi (kuil portabel), lalu tekan tombol rana pada saat yang paling baik

Setelah mikoshi bergerak ke tempat yang terbaik, saya mengambil beberapa bidikan pada posisi ini. Setelah memotret, saya menautkan gambar-gambarnya dengan gambar lain yang saya tangkap pada Langkah 1 dengan menggunakan perangkat lunak PTGui untuk menghasilkan karya final.

Barang Wajib Dimiliki
Manfrotto WTVR Spherical Panoramic Pro Head 303SPH

Saya menggunakan tripod Husky yang tingginya bisa disesuaikan, dan karena sudah ditetapkan agak tinggi, saya berdiri pada bangku dua undakan untuk membidik. Kepala tripod yang saya gunakan untuk menangkap gambar yang akan ditautkan menjadi foto, adalah Manfrotto’s 303SPH, dan saya memanfaatkan level-nya untuk mensejajarkan horizontalitas bidikan.

 
 
Shintaro Sato

Lahir pada tahun 1969 di Tokyo, Sato telah menghasilkan banyak karya yang merekam perubahan yang terus-menerus terjadi di Tokyo. Ia adalah pemenang Newcomer’s Award pada tahun 2009 berdasarkan Photographic Society of Japan Awards, serta pemenang 2012 Hayashi Tadahiko Award. Ia telah merilis tiga publikasi foto yang berjudul “Night Lights”, “Risen in the East” dan “Tokyo Twilight Zone” (semuanya oleh Seigensha Art Publishing).

 
Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat semakin banyak seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.

 

Diterbitkan oleh Impress Corporation

 
 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.