Tips & Tutorials

Pendahuluan tentang Membuat Film pada Canon EOS (2): Pengaturan, Kerja Kamera & Suara dan Musik

Pengaturan kamera apakah yang seharusnya Anda gunakan apabila merekam video? Bagaimana menghindarkan cuplikan film yang bergoyang? Dan, sepenting apakah sesungguhnya audio dalam video? Berikut ini, kami akan membawa Anda menelusuri sejumlah topik dari seorang fotografer dan pembuat film profesional, Simeon Quarrie yang dicakup dalam serial tutorialnya, bagian 4 hingga 6 mengenai pembuatan film dengan kamera Canon EOS, yang belum lama ini dirilis oleh Canon.

Pendahuluan tentang Membuat Film pada Canon EOS

Klik di sini untuk Bagian 1: Yang Harus Diketahui oleh Setiap Pemula

 

4. Bagaimana pencahayaan untuk video?

Pengaturan pencahayaan adalah tema Tutorial Pembuatan Film 4, dan di sini Simeon Quarrie berbagai pengetahuan tentang cara menentukan pengaturan yang akan digunakan apabila merekam video dengan kamera DSLR.

Pertama-tama, gunakan gambar pada layar LCD di bagian belakang kamera untuk memeriksa, apakah pencahayaannya sudah memadai. Tampilan histogram dalam Live View, khususnya nyaman untuk ini.

Pemotretan atau perekaman dalam mode Manual memberi Anda kontrol terbaik atas cuplikan film—inilah mode pilihan Quarrie. Kecepatan rana adalah hal pertama yang ia tetapkan. Tidak seperti dalam fotografi gambar diam, di mana Anda mengubah pengaturan kecepatan rana pada tiap bidikan yang Anda ambil. Apabila merekam video, Anda harus berupaya menjaga kecepatan rana yang konsisten, yang secara umum, pada dua kali frame rate (laju bingkai). Misalnya, apabila merekam pada laju bingkai 25 bingkai per detik, kecepatan rana harus ditetapkan pada 1/50 detik. Kecepatan rana yang lebih pesat dari itu, akan menghasilkan efek staccato yang janggal. Setelah menetapkan kecepatan rana, tetapkan juga aperture. Semakin lebar aperture (semakin kecil f-number), semakin banyak cahaya yang memasuki lensa, sehingga gambar yang ditangkap tampak lebih cerah. Yang terakhir, tetapkan kecepatan ISO.

Selanjutnya, Simeon berbagi dengan kita, saran yang berguna untuk menghasilkan efek fokus sinematik yang dangkal dalam kondisi cahaya matahari yang benderang. Hal ini merupakan tantangan untuk dicapai, karena jumlah cahaya kerap memaksa penggunaan aperture yang lebih sempit, misalnya f/8, atau bahkan f/16, menghasilkan efek fokus yang dalam. Untuk mengimbangi ini, ia menyarankan penggunaan filter ND (Neutral Density) untuk mengurangi jumlah cahaya yang memasuki lensa, supaya Anda bisa membidik dengan aperture yang lebih lebar.

 

Tutorial Pembuatan Film 4: Bagaimana pencahayaan untuk video?

 

5. Pergerakan dan kestabilan kamera

Dalam tutorial video ke-5, Simeon Quarrie berbicara tentang pentingnya kerja kamera dan kestabilan kamera.

Untuk mencegah buram gerakan dan goyangan kamera, kita membekukan tubuh kita sewaktu kita memotret. Namun demikian, hal ini bisa sulit apabila kita merekam film dengan menggenggam kamera, khususnya untuk jangka waktu lama.

Untuk mengurangi goyangan yang tidak diinginkan ketika membuat film, sebaiknya menggunakan lensa yang memiliki mekanisme stabilisasi gambar built-in, seperti lensa dengan teknologi IS Canon. Kamera seperti EOS M5 dilengkapi dengan stabilisasi gambar dalam kamera 5-poros, yang juga aktif apabila Anda merekam video.

Jika merekam dari posisi tetap, gunakan tripod atau monopod. Tripod akan praktis untuk melakukan panning atau mengikuti bidikan subjek, karena memungkinkan Anda melakukan pan (menggerakkan kamera secara horizontal) dan memiringkan kamera. Monopod video memungkinkan Anda untuk bergerak secara cepat dan juga untuk melakukan pan atau memiringkan kamera. Sementara itu, slider (alat geser) kamera video, sungguh bagus untuk membuat cuplikan film objek statis, karena ini memungkinkan Anda untuk secara mulus menggerakkan kamera ke dalam, keluar atau ke kiri dan ke kanan pemandangan. Untuk merekam sambil berjalan, menggunakan sistem gimbal bisa membantu menjaga kamera tetap stabil dan mengurangi goyangan kamera yang disebabkan oleh pergerakan.

Apabila subjek bergerak dalam cakupan bingkai, dan apabila kamera itu sendiri yang bergerak, hasil "moving visual" (visual gerakan), menjadikan video lebih menarik.

 

Tutorial Pembuatan Film 5: Pergerakan dan kestabilan kamera

 

6. Penggunaan suara dan musik

Dalam tutorial video pembuatan film ke-6, Simeon Quarrie menjelaskan, bagaimana suara memiliki daya untuk menstimulasi penonton dan mendapatkan perhatian mereka. Suara memiliki peran penting dalam video yang tidak ada dalam fotografi. Malahan, dalam video, kualitas visual dan audio sama-sama penting.

Mikrofon internal kamera bisa menangkap noise operasi. Untuk kualitas audio yang lebih baik, sebaiknya Anda menggunakan mikrofon eksternal. Terdapat dua kategori mikrofon semacam itu—directional (searah), dan omnidirectional (seluruh arah). Mikrofon directional menangkap suara yang berasal dari satu arah, dan paling baik untuk perekaman suara. Sementara itu, mikrofon omnidirectional menangkap suara dari semua sudut secara bersamaan, sehingga ideal untuk merekam suara sekitar, misalnya, suara kehidupan kota dan alam. Dengan menggunakan mikrofon eksternal semacam itu, akan membantu memperbaiki kualitas suara atmosfer dan dialog.

Musik bisa membentuk cara penonton menafsirkan adegan. Musik latar belakang bisa mengubah makna visual, dan dengan menambahkan efek suara ke dalam cuplikan film sewaktu proses penyuntingan, bisa menyempurnakan video. Secara bersama, elemen audio ini membantu menciptakan suasana dan menarik pemirsa ke dalam dunia kisah dalam video.

 

Tutorial Pembuatan Film 6: Penggunaan suara dan musik

 

Seluruhnya ada 10 tutorial oleh Simeon Quarrie mengenai cara membuat film. Dalam artikel berikutnya, kita akan belajar lebih lanjut mengenai cara memilih lensa dan menggunakannya secara efektif, serta teknik untuk menyunting video.

Tutorial Pembuatan Film 1: Mengapa membuat video?
Tutorial Pembuatan Film 2: Cara Merajut Cerita
Tutorial Pembuatan Film 3: Pentingnya Frame Rate dan Resolution
Tutorial Pembuatan Film 4: Cara Mengekspos Video
Tutorial Pembuatan Film 5: Pergerakan dan Stabilisasi Kamera
Tutorial Pembuatan Film 6: Penggunaan Suara dan Musik
Tutorial Pembuatan Film 7: Memilih Lensa
Tutorial Pembuatan Film 8: Tetap dalam Fokus
Tutorial Pembuatan Film 9: Mengedit Video
Tutorial Pembuatan Film 10: Kesimpulan

 

Berikut ini sebagian artikel SNAPSHOT lainnya mengenai membuat video dan film:

Canon Singapore Mengumumkan Peningkatan Log Firmware Canon untuk EOS 5D Mark IV
Pengantar Pembuatan Film EOS untuk Pengguna EOS 5D Mark IV (Bagian 1)
Pengantar Pembuatan Film EOS untuk Pengguna EOS 5D Mark IV (Bagian 2)
Fitur Pembuatan Film yang Nyaman pada EOS 80D
Ulasan Bidikan Uji-Coba EOS 80D: Performa Pelacakan Subjek sewaktu Pembuatan Film

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.