Tips & Tutorials

[Bagian 7] Teknik Flash Cepat di Luar Ruangan untuk Bunga dan Serangga

Bunga serba indah yang bermekaran dan berbagai serangga yang mendekatinya merupakan subjek yang memukau dan tanpa terduga bisa menjadi subjek bagus untuk dipotret. Karena ini terutama melibatkan fotografi di luar ruangan, Anda dapat menguasai penggunaan flash (lampu kilat). Dalam artikel ini, saya akan memperkenalkan sebagian teknik lampu kilat yang bisa Anda gunakan dalam fotografi di luar ruangan, ketika memotret pemandangan dengan cahaya remang-remang, atau dalam kondisi cahaya latar. (Dilaporkan oleh: Akira Ozono/ Yoshichika Ishii)

Halaman: 1 2 3 4

[1] Gunakan flash built-in (lampu kilat terpasang) untuk menangkap kecemerlangan matahari dan bunga-bunga dalam gambar yang sama

EOS 60D/ EF8-15mm f/4L Fisheye USM/ FL: 10mm/ Aperture-priority AE (f/22, 1/250 det, EV-3)/ ISO 100/ WB: Daylight (Foto oleh: Yoshichika Ishii)

Dengan bunga matahari besar sebagai subjek utama, saya mempersempit aperture dan mengambil bidikan ini dengan komposisi yang sepenuhnya memanfaatkan cahaya benderang matahari. Namun demikian, cahaya benderang tidak dapat ditangkap kecuali kecerahan langit dikurangi dan tidak kelebihan cahaya. Karena bunga matahari akan tampak seperti siluet jika difoto dalam keadaan seperti ini, saya menggunakan lampu kilat terpasang untuk menangkap bunga matahari yang tampak cerah. Saya menyesuaikan pembingkaian supaya cahaya dari lampu kilat tidak diblokir oleh sungkup lensa dan menciptakan ruang di atas bunga matahari untuk menghadirkan luasnya langit dalam gambar.

Agar dapat menggunakan lampu kilat sebagai sumber cahaya utama untuk bunga matahari, saya menyesuaikan pengaturan dan menetapkan kecepatan rana pada 1.250 det. Saya juga menetapkan kompensasi pencahayaan lampu kilat ke EV+3 karena lampu kilat terpasang memiliki intensitas cahaya yang rendah. Secara konsekuen, saya berhasil mengambil foto yang jelas, yang tidak mungkin bisa dicapai dengan cahaya alami saja.

Lampu kilat terpasang bisa amat sangat berguna, bahkan dalam fotografi di luar ruangan. Anda mungkin ingin memahami sepenuhnya, apa saja kemampuannya.

Pada EOS, apabila Anda mempersempit aperture dan menggunakan lampu kilat dalam mode aperture-priority AE (AE prioritas aperture), kamera secara otomatis menetapkan slow sync speed (kecepatan sinkronisasi lambat) yang menyebabkan latar belakang dapat juga ditangkap secara cerah. Inilah mengapa Anda sebaiknya menggunakan pengaturan yang disesuaikan sendiri dan menetapkan flash alignment speed (kecepatan kesejajaran lampu kilat) pada 1/250 det. Selanjutnya tetapkan mode pemotretan ke Manual, kecepatan rana ke 1/250 det. dan sesuaikan aperture ke f-number yang sesuai.

Anda juga dapat menyesuaikan intensitas lampu kilat dalam pengaturan yang disesuaikan. Kompensasi pencahayaan lampu kilat tidak akan dibatalkan, bahkan jika Anda mematikan daya kamera. Karena ini juga mungkin menyebabkan kegagalan yang tidak diharapkan, kembalikan pengaturan ke nilai default-nya setelah selesai memotret.

[2] Bidik seranggga secara cerah dalam kondisi rendah cahaya dengan cahaya dari diffuser (pelembut)

EOS 5D Mark II/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ Aperture-priority AE (f/7.1, 1/125 det)/ ISO 500 /WB: Auto (Foto oleh: Akira Ozono)

Kumbang badak tinggal di lingkungan yang remang-remang, sering ada cahaya benderang yang bersinar di latar belakang. Akibatnya, biasanya terdapat perbedaan besar pada kecerahan dalam pemandangan yang sama apabila memotret serangga tersebut. Namun demikian, dengan menggunakan lampu kilat sebagai sumber cahaya tambahan, Anda bisa membuat keseluruhan gambar terlihat lebih cerah.

Setelah menyesuaikan pencahayaan agar selaras dengan latar belakang yang cerah, cahaya lemah dari lampu kilat clip-on ukuran saku diarahkan ke kumbang badak melalui diffuser.

Diffuser, yang menyebarkan cahaya untuk mendapatkan efek kelembutan, digunakan dengan memasangkannya ke kepala lampu kilat. Foto diambil dengan Speedlite 430EX-RT. Dengan menggunakan adaptor bundled bounce (pantulan bersama) akan memberi Anda efek yang sama seperti efek dari diffuser.

Speedlite 430EX III-RT

Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

EOS 7D/ EF100mm f/2.8L Marco IS USM/ Aperture-priority AE(f/7.1, 1/80 det, EV{0.3)/ ISO 500/ WB: Daylight (Foto oleh: Akira Ozono)

Serangga permata memiliki ciri kilauan yang indah. Namun demikian, warna yang jelas tersebut, yang dapat dilihat secara kasat mata, tidak dapat ditangkap dalam keteduhan dengan cahaya alami saja. Gambarnya pun tidak dapat direproduksi baik dengan menggunakan cahaya buatan yang dipancarkan oleh lampu kilat kamera saja. Oleh karena itu, saya memadukan keduanya, cahaya alami dan cahaya dari lampu kilat kamera dalam bidikan saya.

Dengan menggunakan cahaya alami sebagai sumber cahaya utama, cahaya dari lampu kilat terpasang diarahkan ke area yang teduh pada tubuh serangga melalui diffuser. Diffuser menebarkan cahaya yang datang dari beberapa arah, sehingga memungkinkan warna struktural kumbang permata tertangkap dan direproduksi.

Sebagian diffuser juga dapat dihubungkan ke kepala lampu kilat terpasang, sehingga memungkinkan cahaya disebarkan dan dilembutkan.

Halaman: 1 2 3 4

[3] Dengan lampu kilat terpasang, subjek utama dan kedua dapat ditangkap secara jelas

EOS 60D/ EF8-15mm f/4L Fisheye USM/ FL: 15mm/ Aperture-priority AE (f/16, 1/80 det, EV-1)/ ISO 100/ WB: Daylight (Foto oleh: Yoshichika Ishii)

Saya ingin menangkap bunga kamelia yang sedang mekar di bawah sinar matahari serta pohon gingko emas yang berkilauan di latar belakang. Namun, karena terdapat perbedaan yang besar dalam pencahayaan antara latar depan dan latar belakang, maka, apabila pencahayaan disesuaikan agar selaras dengan bunga kamelia (subjek utama), pohon gingko (subjek kedua) menjadi kelebihan cahaya. Oleh karena itu, saya menangkap kedua subjek dengan menggunakan lampu kilat terpasang. Dengan sedikit memiringkan gambar secara keseluruhan, saya membuat gambar terlihat lebih hidup.

Untuk membuatnya terlihat seolah-olah ada pelat pemantul yang digunakan, saya memakai lampu kilat terpasang sebagai sumber cahaya tambahan. Saya mengurangi pencahayaan pada bidikan dan tidak melakukan kompensasi pencahayaan lampu kilat agar dapat sepenuhnya menghadirkan kontras antara langit biru dan pohon gingko. Kecepatan rana juga dibiarkan pada Auto. Kenyataan bahwa Anda dapat menyinari spot tertentu pada subjek akibat sudut lampu kilat terpasang yang sempit, juga merupakan suatu keuntungan.

Dalam foto ini, cahaya lampu kilat di-vignette karena lensa dan sungkup lensa menerpakan bayangan pada bunga-bunga. Anda sebaiknya memperhatikan ini ketika menggunakan lampu kilat terpasang.

Halaman: 1 2 3 4

[4] Menangkap capung sedang terbang dengan menggunakan Macro Twin Lite

EOS 7D/ EF8-15mm f/4L Fisheye USM/ FL: 10mm/ Manual Exposure (f/8, 1/15 det)/ ISO 250/ WB: Auto (Foto oleh: Akira Ozono)

Dengan menggunakan lensa wide-angle (sudut lebar), saya menangkap bidikan close-up capung jumbo yang datang untuk bertelur di selokan sungai yang lingkungan sekelilingnya teduh. Capung tidak dapat banyak bergerak ketika sedang bertelur dan ini adalah waktu yang sempurna untuk memotretnya. Jika Anda tahu kira-kira ke mana arah terbangnya, Anda dapat menyiapkan lampu kilat sebelumnya dan menunggu sampai tiba kesempatan untuk memotret.

Pergerakan capung ditangkap pada jarak dekat dengan Macro Twin Lite. Karena latar belakang cenderung mudah menjadi gelap dalam fotografi close-up, lampu kilat yang dipasang pada dudukan tripod mini diletakkan dekat bagian tepi untuk sedikit mencerahkan latar belakang tanpa cahaya lampu kilat masuk ke dalam gambarnya. Saya juga mempertimbangkan keseimbangan antara capung dan latar belakang ketika menetapkan intensitas cahaya.

Macro Twin Lite MT-24EX. Ini dapat menyebarkan cahaya ke seluruh subjek untuk menciptakan efek pencahayaan ketika memotret subjek kecil seperti serangga. Alat ini memiliki model multifungsi yang dilengkapi dengan kontrol multicahaya nirkabel serta fungsi lainnya.

Macro Twin Lite MT-24EX

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

Akira Ozono

Lahir di Osaka pada tahun 1976, dia adalah seorang fotografer serangga yang sudah mengambil sekian banyak gambar serangga dan alam sejak masih muda. Di samping memotret serangga di berbagai wilayah, dia telah melakukan pemotretan kehidupan liar di Kepulauan Bonin yang ditetapkan sebagai situs pusaka alam dunia.

Yoshichika Ishii

Lahir di Kanagawa Prefecture, Yokohama pada tahun 1967. Setelah bekerja di studio foto, dia menjadi seorang fotografer alam pada tahun 2000.

http://www2.ttcn.ne.jp/naturephoto/

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat semakin banyak seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.

Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.