Produk

Uji Coba Fotografi Perjalanan: Ulasan Profesional Mengenai PowerShot G5 X

PowerShot G5 X—kamera saku high-end yang paling banyak diperbincangkan, yang dilengkapi dengan sensor gambar besar tipe 1,0 inci dan EVF performa tinggi. Artikel ini menampilkan sejumlah foto musim semi tepi pantai di Jepang yang diambil oleh fotografer profesional yang selalu menekankan pentingnya viewfinder (jendela bidik) dan mendukung pendapat bahwa "foto sebaiknya ditangkap melalui jendela bidik kamera". Berikut ini, dia melaporkan tentang berbagai aspek PowerShot G5 X, termasuk kualitas gambarnya, koreksi cahaya latar, dan visibilitas jendela bidik. (Dilaporkan oleh: Haruki)

Halaman: 1 2

Termutakhir, kamera saku high-end autentik dengan EVF dan panjang fokus 24mm. Sempurna untuk gaya pemotretan saya!

Kamera saku high-end Canon, PowerShot G5 X, dilengkapi dengan sensor gambar besar tipe 1,0 inci dan lensa zoom 4,2x. Meskipun ukurannya mungkin tampak lebih besar dibandingkan kamera digital konvensional, namun terasa sebaliknya ketika saya memegang kamera ini di tangan saya. Kamera ini juga ringan, hanya berbobot tidak lebih dari 377g (termasuk baterai dan kartu memori).

Tidak hanya itu, kamera ini juga sesuai dengan gaya pemotretan saya secara sempurna. EVF adalah fitur yang praktis bagi orang seperti saya yang menyukai pemotretan di bawah kondisi cahaya latar. Sungguh menyenangkan untuk mengetahui bahwa saya bisa secara akurat menyusun bidikan dan menentukan arah fokus, bahkan saat saya melihat melalui jendela bidik. Selain itu, berkat monitor LCD belakang vari-angle, saya tidak perlu lagi untuk mengambil posisi tidak nyaman, misalnya, ketika saya mengambil bidikan sudut rendah atau sudut tinggi. Dengan kamera ini, sekarang saya bisa secara mudah menangkap subjek favorit saya—bidikan sudut rendah bayangan dan kaki orang.

PowerShot G5 X/ FL: 8,8mm (setara dengan 24mm dalam format 35mm)/ Aperture-priority AE (f/8, 1/320 det, EV±0)/ ISO 400/ WB: Shade
Pemandangan tepi pantai di senja hari dengan kereta api lokal yang melaju melintasi hamparan alam semesta. Meskipun pada situasi cahaya latar yang sangat benderang, yang menyulitkan pemotretan foto pemandangan, namun silaunya kurang kentara daripada yang saya perkirakan, dan teksturnya pun direproduksi sesuai dengan yang dimaksudkan.

Yang paling menyenangkan bagi saya adalah panjang fokus 24mm pada ujung sudut lebar. Saya menggunakan panjang fokus 24mm sebagai sudut pandang standar saya. Meskipun banyak kamera saku digital yang memiliki ujung sudut lebar 28mm, namun perbedaan kecil 4mm ini sungguh menakjubkan. Saya membawa PowerShot G5 X selama perjalanan tiga hari dua malam ke daerah pedalaman dekat laut. Kota pelabuhan seperti ini memiliki banyak tempat yang sempit, seperti lorong-lorong, dan ada banyak kejadian saat panjang fokus 24mm membantu saya menangkap area yang lebar dari jarak fokus yang dekat. Selain itu, dengan menggabungkan aperture maksimum f/1.8 pada 24mm, panjang fokus ujung telefoto 100mm dan sensor gambar besar tipe 1,0 inci, maka dimungkinkan untuk menetapkan fokus pada subjek utama sewaktu menciptakan keburaman latar belakang besar pada saat yang sama. Ini adalah efek yang di waktu lalu sulit dicapai oleh kamera digital saku konvensional.

PowerShot G5 X/ FL: 13,8mm (setara dengan 38mm dalam format 35mm)/ Aperture-priority AE (f/8, 1/1600 det, EV+1.0)/ ISO200/ WB: Auto
Saya menembakkan lampu kilat terpasang untuk menangkap bidikan ini dengan cahaya latar yang kuat. Saya menjumpai sekelompok anak-anak di desa pemancingan kecil saat menuju ke semenanjung Cape Sata. Ekspresi yang bebas penuh ceria pada masing-masing anak membangkitkan naluri nostalgia tentang kebersahajaan.

PowerShot G5 X/ FL: 8,8mm (setara dengan 24mm dalam format 35mm)/ Aperture-priority AE (f/5,6, 1/250 det, EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto
Setelah turun hujan, matahari yang terbenam, muncul di antara awan. Sambil berdiri di atas bukit memandang ke Laut Pedalaman Seto, saya berupaya keras menahan dingin dan angin yang berhembus kencang saat mengambil bidikan ini, sungguh kontras yang ironis dengan harapan kehangatan pasangan kekasih pada padlock (sambil tertawa).

PowerShot G5 X memiliki konfigurasi menu yang sama seperti EOS DSLR, yang memungkinkan saya menikmati bidikan bebas stres tanpa merasa canggung dengan pengoperasian kamera. Selama perjalanan tiga hari ini, tidak saja saya dapat memahami mengenai penekanan Canon mengenai detail kualitas tinggi pada bodi kamera, namun saya juga dibuat yakin bahwa PowerShot G5 X memang kamera digital saku premium autentik yang dilengkapi dengan banyak fitur untuk menangani pemandangan yang beragam.

Layar menu PowerShot G5 X. Menerapkan desain yang sama seperti kamera EOS, menu ini memudahkan untuk mengonfigurasi pengaturan fungsi.

PowerShot G5 X/ FL: 36,8mm (setara dengan 100mm dalam format 35mm)/ Aperture-priority AE (f/11, 1/125 det, EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto
Dua orang sedang beristirahat di Shimanami Kaido. Saya menetapkan lensa ke ujung telefoto saat memotret dari jarak jauh, tetapi dengan sengaja saya melakukan stop down aperture. Hal ini menciptakan efek kompresi perspektif yang meniadakan kesan jarak yang jauh.

PowerShot G5 X/ FL: 11mm (setara dengan 30mm dalam format 35mm)/ Aperture-priority AE (f/8, 1 det, EV-1.0)/ ISO200/ WB: Shade
Dogo Onsen di waktu malam. Saat saya mengambil bidikan ini, keadaannya sangat ramai, tetapi saya menggunakan kecepatan rana lambat 1 detik untuk memburamkan orang-orang. Saya juga menetapkan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) ke EV-1.0 dan white balance ke [Shade] untuk memberikan kesan keagungan arsitekturnya.

Butir 1: EVF built-in mendeteksi orientasi dan mendukung pemilihan fps

EVF kamera yang paling konvensional menampilkan informasi pemotretan dengan cara yang sama untuk gambar dengan orientasi vertikal maupun horizontal. Namun, pada PowerShot G5 X, tampilan informasi di EVF berputar secara bersama-sama dengan orientasinya.

A: Diopter Adjustment Dial
Mendukung penyesuaian diopter dengan cara yang sama seperti jendela bidik optik yang umum.

B: Eye Sensor
Monitor LCD belakang mati secara otomatis dan beralih ke tampilan EVF saat mata bersinggungan dengan eyepiece.

Orientasi layar di dalam EVF built-in beralih secara otomatis menurut orientasi (vertikal atau horizontal) EVF. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pratinjau subjek yang bergerak cepat dengan menetapkan tampilan LCD ke 120fps sewaktu gambar ditampilkan dalam mode full-screen (pengaturan default). EVF adalah fitur yang sangat berguna, yang membantu menangkap momen yang menentukan.

Butir 2: Monitor LCD vari-angle mendukung pemotretan pada sudut yang berbeda-beda

Saya sering memilih sudut rendah untuk menonjolkan kedalaman pada bagian tengah gambar. Monitor LCD vari-angle PowerShot G5 X memudahkan untuk menangkap bidikan sudut rendah dan tinggi. Selain itu, dengan monitor LCD high definition, gambar tampak lebih jernih dengan pantulan cahaya matahari yang dikurangi.

Butir 3: Tombol yang dapat disesuaikan untuk memanfaatkan kamera sesuai cara Anda sendiri

Anda dapat menyesuaikan kamera menurut preferensi Anda dengan menetapkan fungsi ke tombol dan dial berikut, atau mengubah informasi untuk tampilan.

C: Control Ring
Selain berbagai mode pemotretan dan kecepatan ISO, Anda juga dapat menentukan pengaturan aperture ke control ring (cincin kontrol) dalam mode Manual Exposure (Pencahayaan Manual).

D: Front Dial
Selain white balance, Anda juga dapat menentukan kontrol kecepatan rana ke dial depan dalam mode Manual Exposure (Pencahayaan Manual).

E: Movie Button
Memulai atau mengakhiri perekaman film.

F: AE Lock/Single-image Erase Button
Fungsi seperti tombol AF apabila memilih “AE/AF, no AE lock”.

G: AF Frame Selector/Story Highlights Button
Mengubah posisi titik AF apabila ini berfungsi sebagai tombol AF Frame Selector (Pemilih Bingkai AF), dan memungkinkan untuk mengatur Story Highlights (Pokok Cerita) apabila ini berfungsi sebagai tombol Story Highlights.

H: Quick Set Menu/Set Button
Tombol ini dapat digunakan untuk memilih item yang muncul dalam menu Quick Set (Penetapan Cepat), serta mengubah urutan item-item ini. Saya mengonfigurasikannya untuk memperlihatkan item menu yang menampilkan pengaturan kecepatan ISO.

I: Control Dial
Memanggil fungsi yang terdaftar, seperti mode pemotretan.

Saya memang sering perlu mengubah kecepatan ISO menurut pemandangannya, jadi saya menetapkan kecepatan yang paling umum saya gunakan ke “Quick Set menu/Set button”. Sementara itu, saya menetapkan pengaturan aperture ke control dial (dial kontrol). Sungguh menyenangkan bisa menggunakan PowerShot G5 X karena rasanya sama seperti menggunakan DSLR.

Haruki

Lahir pada tahun 1959 di Hiroshima, Haruki adalah seorang fotografer dan visual director. Ia lulus dari Faculty of Fine Arts, Kyushu Sangyo University, dan aktivitas utamanya berkaitan dengan karya potret untuk media, termasuk iklan, majalah dan musik.

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat semakin banyak seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.

Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.