Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Fotografi Hitam Putih: Sebuah Kajian Cepat

2016-07-15
8
7.72 k
Dalam artikel ini:

Canon EOS 70D, EF24-70mm f/2.8L II USM, f/2.8, 1/60sec, ISO 100

Mengapa memilih hitam-putih saat yang berwarna ada? Apa yang gambar hitam putih dapat lakukan sementara gambar berwarna tidak? Genre fotografi yang sudah berumur lebih dari dua ratus tahun, karena banyak sebab, ini tetap populer hingga saat ini. Selain sejarah yang kaya serta kualitas yang abadi, ada banyak lagi yang ditawarkan oleh fotografi hitam putih.

Kembali Ke Awal Kelahiran

Pada pertengahan tahun 1820-an, Nicephore Niepce, seorang penemu asal Perancis, berhasil mengombinasikan cara kerja kamera obskura dengan substansi yang berubah saat terkena cahaya untuk menciptakan gambar kamera pertama: ya, dengan cara itulah ia menemukan fotografi. Akan tetapi, istilah 'fotografi' adalah ciptaan Sir John Herschel pada tahun 1839, yang kemudian menjadi tahun kelahiran fotografi praktis. Selama Revolusi Industri, permintaan potret di kalangan kelas menengah meningkat, dan fotografi pun berkembang sangat cepat (lonjakan permintaan tidak dapat dipenuhi baik secara volume maupun biaya lewat lukisan minyak).

Jadi, seratus tahun pertama fotografi dipahat dalam corak monokrom. Fotografi berwarna juga sukses dikembangkan oleh para penemu dan fisikawan masa itu. Akan tetapi, pada awal kelahirannya, pemrosesan dan pencetakan film warna sangat mahal dengan kualitas yang sering mengecewakan. Baru pada tahun 1970-an lah fotografi berwarna mulai populer berkat ditemukannya film warna yang lebih baik dan pemrosesan foto yang lebih terjangkau. Selanjutnya, dunia media pun menjadi penuh warna. Perkembangan itu membuat film hitam putih merosot tajam.

Untung saja, dunia penuh warna, meskipun sangat membius, tidak serta-merta membunuh fotografi hitam putih. Gaya monokrom tetap menarik dan beberapa tahun terakhir makin disukai oleh banyak fotografer ternama. Akan tetapi, sebetulnya apa saja daya tarik fotografi hitam putih itu?

Canon EOS 70D, EF24-70mm f/2.8L II USM, f/2.8, 1/4000sec, ISO 100

Intensitas Visual

Aksen warna dapat menjauhkan perhatian pemirsa dari subjek foto jika objek beraksen bukanlah subjek utama. Foto hitam putih membuang warna serta konteks emosional apa pun yang ada kaitannya dengan subjek utama. Dengan membuang warna tersebut, fotografi hitam putih menyoroti detail tertentu di dalam komposisi yang sering dikaburkan oleh warna.  Drama dapat dipertegas lewat kontras yang lebih kuat dan vinyet yang lebih berat, dan menciptakan pernyataan visual yang lebih efektif.

Canon EOS 70D, EF50mm f/1.4 USM, f/1.4, 1/125sec, ISO 800

Aspek Edukasional​

Gaya hitam putih dapat menjadi alat yang hebat untuk memahami fotografi secara lengkap. Hitam putih membantu orang mempelajari konsep detail sorotan dan bayangan, menyesuaikan kontras gambar, menentukan lintang film dan pencahayaan, dan menangkap rentang nada yang tepat (lebih lebar untuk kontras lebih tajam, atau lebih sempit untuk area yang lebih terbatas antara nilai tercerah dan tergelap).

Canon EOS 70D, EF24-70mm f/2.8L II USM, f/2.8, 1/30sec, ISO 200

Romantisme Hitam-Putih

Orang bilang foto hitam-putih menghasilkan gambar abadi yang mengingatkan kita akan masa lalu. Hitam putih juga merupakan medium yang tepat untuk menyatakan sebuah gagasan saat waktu bukanlah sesuatu yang penting dalam sebuah foto. Sebagai contoh, warna membantu kita menilai waktu - daun berwarna merah dan kuning artinya musim gugur dan cahaya keemasan di langit artinya awal pagi dan senja menjelang malam. Membuang warna membebaskan gambar dari waktu.

Selain itu, kita umumnya tidak melihat sesuatu secara hitam putih saja (Akromatopsia). Itu berarti, interpretasi dunia secara monokrom membuatnya semakin menarik untuk dilihat. Kita pun berhenti sejenak untuk melihat lebih dekat, dan mengarahkan perhatian kita pada garis-garis, bentuk, serta pencahayaan dalam gambar.

Canon 70D, EF-S18-200mm f/3.5-5.6 IS, f/3.5, 1/40sec, ISO 200

Apa pun tema foto, pernikahan, jalan, atau pemandangan perbukitan, ada banyak alasan untuk memberinya perlakuan monokrom. Selalu pertimbangkan alasan-alasan berikut sebelum mengambil foto hitam putih. Akankah foto terlihat abadi? 

Akankah foto mengarahkan pandangan pemirsa ke subjek? Akankah foto selalu diingat? Dengan mempertimbangkan semua alasan di atas, fotografer dapat memperoleh lebih banyak lewat fotografi hitam putih.

"Saat Anda memfoto orang-orang dengan kamera warna, yang Anda ambil gambarnya adalah pakaian mereka. Tetapi, saat Anda memfoto orang-orang dengan kamera hitam putih, yang Anda ambil gambarnya adalah jiwa mereka!"

–Ted Grant, jurnalis foto dan penulis buku ‘Real Photographers Shoot Black and White. Sometimes Colour.’

AllSemua gambar diambil dengan Canon EOS 70D.

EOS 70D (Body)

Klik Di Sini Untuk Detail Lainnya

 

Darren Wong

Profil penulis

Darren bekerja sebagai penulis dan fotografer amatir di kala senggang, kedua aktivitas yang sangat ia cintai. Selain menulis dan fotografi, Darren juga sangat menikmati dan tidak pernah melewatkan secangkir kopi nikmat, desain yang menginspirasi, film bagus, serta perjalanan eksotik. Darren juga percaya bahwa percakapan yang bagus memperkaya jiwa penulis, karena tidak ada yang lebih menyegarkan selain bertukar gagasan. Untuk karya-karyanya yang lain, kunjungi  www.darrenwphotography.com
Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami