Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Astrofotografi: Apa yang Harus Dihindari Saat Memotret Bintang

2018-05-10

Dianggap sebagai salah satu genre fotografi yang paling teknis, astrofotografi terkesan menyulitkan bagi para pemula. Tetapi jika Anda sedang berupaya untuk mengabadikan langit malam dengan segala kemegahannya, hal ini tidaklah sulit seperti yang disangka! Astrofotografer Mahmood Alsawaf berbagi tentang kesalahan umum untuk dihindari, dan praktik terbaik untuk memotret bimasakti atau jejak cahaya bintang.

star trail taken using canon EOS 5D Mark III

EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/2.8L II USM lens, 16mm, 20sec, f/2.8, ISO3200
Di Luar Cakrawala

Apa saja kesalahan umum yang seringkali dilakukan oleh para pemula saat pemotretan astrofotografi?

1. Memotret Bimasakti dalam format JPG
Anda seharusnya selalu memotret dalam format RAW karena jika Anda memotret dalam JPG, Anda akan kehilangan banyak data penting yang akan Anda perlukan selama tahap pasca produksi. Untuk foto jejak cahaya bintang, Anda bisa memotret pajanan dasar dalam format RAW (sebelum gelap), lalu Anda bisa mengubah pengaturan kamera Anda menjadi format JPG kemudian untuk memotret bintang.

2. Pengaturan dalam kegelapan
Pergilah ke lokasi Anda sebelum matahari terbenam, pilih latar depan yang bagus dan atur kamera Anda. Anda mungkin tidak bisa berfokus dengan benar dalam kegelapan.

3. Perencanaan yang buruk
Hindari memotret dalam malam yang pekat dan berawan, atau saat bulan purnama atau muda/tua. Idealnya, seharusnya Anda memotret saat tidak ada bulan, dan Anda seharusnya selalu memeriksa kondisi cuaca dan siklus bulan sebelum berangkat.

4. Memotret di area dengan polusi cahaya yang parah
Menjauhlah dari kota untuk menghindari polusi cahaya karena meskipun langit cerah dan tidak ada bulan, polusi cahaya akan menghalangi Anda mendapatkan gambar yang bagus.

5. Terlalu banyak pengeluaran untuk peralatan Anda
Menganggap DSLR level dasar dan perangkat lensa Anda tidak cukup untuk memotret bintang? Salah! Cukup pastikan pengaturan Anda benar dan kondisi astrofotografinya tepat, dengan beberapa pengetahuan tentang pasca pengolahan, dan Anda akan mendapatkan foto indah yang Anda bayangkan.

EOS 5D Mark III, EF20mm f/2.8 USM lens, 20mm, 20sec, f/4, ISO400
Kesepian

Peralatan apa saja yang dibutuhkan seseorang untuk memulai?

Sebuah kamera DSLR dan lensa sudut lebar. Saya merekomendasikan EOS 7D atau EOS 60D, dengan lensa EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM atau lensa EF-S10-18mm f/4.5-5.6 IS STM sebagai perangkat serbaguna untuk memulai.

shooting star trails with EOS 5D mark III on tripod

EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/2.8L II USM lens, 29mm, 20sec, f/2.8, ISO3200
Sang Fotografer

Jika Anda ingin memotret jejak cahaya bintang, bagaimana cara mewujudkannya dan apa yang harus dihindari?

Untuk fotografi jejak cahaya bintang, pertama, fotografer harus menjauh dari kota untuk menghindari polusi cahaya. Fotografer juga harus memiliki kompas jika dia tidak tahu cara untuk mengidentifikasi empat arah (Utara, Selatan, Timur dan Barat). Hal ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan bentuk yang berbeda dari jalur jejak cahaya bintang pada tiap arah. Sebagai contoh, jika kamera menghadap Utara, Anda akan mendapatkan jalur jejak cahaya bintang berbentuk lingkaran.

photographer standing on top of cliff against a circular star trail

EOS 5D Mark III, EF100mm f/2.8L Macro IS USM lens, 1/90sec, f/8, ISO200 (foreground image)
EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/2.8L II USM lens, 25sec, f/2.8, ISO3200 (sky image)
EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/2.8L II USM lens, 1/2sec, f/9, ISO200 (image of myself)

Visi Baru 

Pengaturan kamera manakah yang seharusnya digunakan untuk mengabadikan bintang-bintang pada malam hari?

Memotret bintang pada langit malam memainkan konsep pajanan. Pajanan yang lama akan dibutuhkan untuk memungkinkan lebih banyak cahaya dalam pemotretan, dan pada saat bersamaan, jika pajanan Anda terlalu lama, kamera akan menangkap pergerakan bintang, sehingga menghasilkan pemotretan yang buram.

Untuk menghindari terjadinya jejak cahaya bintang (jika bukan itu yang Anda inginkan), Aturan 500 bisa membantu kita menentukan berapa lama pajanan yang seharusnya untuk jarak fokus lensa tersebut. Aturan ini terutama penting saat memotret Bimasakti.

Menerapkan Aturan 500:

500/jarak fokus = kecepatan rana yang tepat yang dibutuhkan
Mis.: 500/20mm = 25 detik (kamera bingkai penuh)

Bagaimanapun, perhatikan bahwa jika kamera Anda memiliki faktor pemotong, maka harus dimasukkan dalam perhitungan Anda. Ada beberapa kamera Canon yang memiliki faktor pemotong 1,6, jadi perhitungan Anda akan terlihat seperti ini:

500/jarak fokus, dikalikan dengan 1,6
Mis.: 500/20mm x 1,6 = 15 detik

picture of the stars using the Rule of 500

EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/2.8L II USM lens, 25sec, f/2.8, ISO6400
Jalan Impian

Apa saja aplikasi yang bisa Anda rekomendasikan?

Star walk dan Stellarium

Apakah ada saat-saat tertentu pada malam hari/tahun yang harus Anda hindari untuk pemotretan astrofotografi?

Fotografi Bimasakti bersyarat dan tergantung pada belahan bumi mana lokasi Anda. Sebagai contoh, di negara asal saya yaitu Irak, kami bisa melihat dan memotret Bimasakti sejak bulan Maret hingga akhir September hingga awal Oktober.

Untuk fotografi jejak cahaya bintang, waktu dalam sepanjang tahun tidak jadi masalah, tapi ingatlah kiat saya sebelumnya tentang kondisi cuaca dan fase bulan.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!