Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Yang Baru >> All Happenings

C3 AFA Singapore 2017: Menghidupkan Tokoh Favorit Melalui Fotografi

2018-01-04

Para penggemar cosplayer dan anime, sekali lagi berkumpul pada acara C3 AFA SG 2017 tahun ini, dan bilamana ada cosplayer, pasti selalu ada fotografer cosplay. Ikuti kami saat kami menyaksikan berbagai hal menarik pada acara ini dan mewawancarai sebagian fotografer mengenai motivasi mereka di balik hobi mereka.

Pikachu gerai foto Canon

 

3 hari yang penuh ceria bagi para pencinta anime dan cosplayer

C3 AFA diadakan selama 3 hari, dari 24 – 26 November 2017 di Suntec City Convention Center. Tahun ini menandai peringatan ke-10 tahun sejak diadakan pertama kali pada tahun 2008. Selain berbagai gerai barang dagangan yang biasa, dan pertunjukan panggung anime, acara tahun ini juga terdapat lebih banyak gerai makanan Jepang dan sejumlah tokoh terkenal dari industri anime.

Kerumunan pengunjung di acara C3AFA

Aula tempat acara digelar penuh sesak oleh para penggemar anime yang berburu untuk mendapatkan cendera mata anime favorit mereka.

Di sore hari, konser I Love Anisong dilangsungkan dan para penggemar anime bisa menikmati musik anime serta bertemu dengan para penyanyi favorit mereka secara dekat dan pribadi. Tiap malam para seniman terbesar di dunia anime akan bernyanyi sepenuh hati lagu tema pembukaan/penutupan anime yang populer.

 

Menciptakan kenangan abadi bagi semua orang

Sebagai pendukung utama acara megah ini, tidak lain adalah mitra imaging resmi C3 AFA, Canon Singapore, yang mengerahkan segala upaya dalam membantu membuat acara ini sebagai kenangan manis tak terlupakan bagi semua pengunjung.

Salah satu acara utama yang menarik di festival ini adalah Super Akiba Stage Canon, yang menjadi tempat diselenggarakannya sebagian besar pertunjukan serta sesi meet & greet (temu & sapa). Selain itu, setiap hari ada pertunjukan Pickachu menari yang mempertontonkan tarian yang terkoordinasi dan energetik untuk menggembirakan khalayak.

Tarian panggung Pikachu

Tidak hanya dengan satu, atau dua, tetapi empat Pikachu, para penggemar ikut menari bersama-sama di Super Akiba Stage.

 

Gerai fotografi populer juga kembali hadir tahun ini dengan hiasan latar dari berbagai game dan pertunjukan populer, seperti Super Mario dan Kemono Friends. Para penggemar bisa berfoto di berbagai gerai ini, kemudian mencetaknya di gerai pencetakan Canon menggunakan jajaran printer mengesankan yang layak dibanggakan, seperti PIXMA TS9170 dan SELPHY CP1300. Mereka bisa membawa pulang bingkai foto indah sebagai suvenir, secara gratis.

Gerai foto Canon

Para pengunjung bisa berfoto di gerai Canon bertema Kemono Friends.

 

Gerai Canon PIXMA

Setelah berfoto, para penggemar bisa mencetak foto mereka secara gratis atas perkenan Canon Singapore.

 

Di samping gerai foto terdapat gerai GIF baru yang hadir perdana pada acara AFA tahun ini. Gerai ini memajang jajaran yang terdiri atas 8 kamera DSLR Canon dalam formasi melengkung, sehingga pengunjung bisa mengambil beberapa foto secara serentak dari sudut yang berbeda-beda, kemudian dikonversikan menjadi gambar GIF bergerak. Para pengunjung bisa memilih untuk mencetak foto mereka, atau meminta agar gambar GIF dikirimkan ke smartphone mereka. Mereka juga berkesempatan berfoto dengan Pikachu di gerai fotografi Pokémon Canon, dan di sana mereka bisa tampil beberapa kali sebagai tamu sepanjang acara festival.

Gerai Foto Pikachu

Para penggemar Pokémon dari segala usia berkesempatan berfoto dengan dua Pikachu.

 

Membimbing para fotografer cosplay yang bercita-cita tinggi

Layanan lain yang disediakan Canon adalah gerai penyewaan perlengkapan, yang meminjamkan secara gratis kamera dan lensa kepada mereka yang ingin mencoba fotografi. Terdapat banyak pilihan kamera dan lensa termutakhir, seperti kamera mirrorless yang populer, EOS M10, serta lensa EF50mm f/1.2L USM dan EF28mm f/2.8 IS USM.

Gerai peminjaman kamera

Para pengunjung bisa melihat rangkaian lensa yang tersedia untuk dipinjam.

 

Menghadirkan tokoh fiksi ke dunia nyata

Tentu saja, konvensi anime tidak akan lengkap tanpa cosplayer penggemar yang tak terhitung banyaknya, yang setia hadir setiap tahun, mengenakan kostum dengan hiasan yang menyerupai tokoh favorit mereka. Dan di mana pun terdapat cosplayer, pasti ada fotografer untuk menghidupkan semua tokoh fiksi ini melalui fotografi mereka.

Para fotografer dari segala lapisan masyarakat dan tingkat kemahiran yang bervariasi, berkumpul di luar aula acara, di mana sebagian besar sesi foto cosplay berlangsung. Kami mewawancarai sebagian dari mereka untuk lebih memahami tentang apa yang terlintas dalam benak sang fotografer, saat mereka membidik.

 

"Saya mencoba menangkap cosplayer sebagai manusia bukan sekadar tokoh"

Wawancara Cosplayer Denis

EOS 5D Mark IV/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Aperture Priority AE (f/2.2, 1/128 det., EV+1,0)/ ISO 200/ WB: Auto
Foto oleh Dennis; Tokoh: Anastasia dari The iDOLM@STER

Semula fotografer konser K-pop, Denis, memulai fotografi cosplay sewaktu temannya di konser K-pop mengundangnya untuk bergabung dengan mereka pada AFA tahun lalu. Pada tahun kedua di acara AFA, Denis membekali diri dengan dua DSLR tercanggih dari Canon: EOS 5D Mark IV dan EOS 7D Mark II. Kamera yang disebutkan pertama, karena kualitas gambar full-frame yang dimilikinya, dan yang kedua, karena kecepatan pemotretan beruntun yang secepat kilat. Ketika ditanyakan mengenai cara ia membuat bidikannya yang unik, ia mengatakan, bahwa untuk menciptakan foto yang lebih bermakna, ia biasanya mencoba menangkap kepribadian cosplayer, bukan tokoh yang diperankannya.

Profil Denis

Denis dengan dua kamera DSLR tercanggih Semula, ia hanya seorang fotografer konser K-pop, dan sekarang ia juga menikmati fotografi cosplay.

 

"Bersikap lebih bersahabat dan terbuka terhadap cosplayer, dan mereka akan memperlakukan Anda dengan cara yang sama"

Wawancara Cosplayer Koko

EOS 5D Mark IV/ EF50mm f/1.2L USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/1.4, 1/160 det., EV±0)/ ISO 500/ WB: Custom
Foto oleh Koko; Tokoh: Red Saber (Mordred) dari Fate/ Apocrypha

Koko memulai fotografi 5 tahun yang lalu ketika ia pertama kali belajar tentang fotografi dalam suatu modul di universitas, dan semenjak itu tidak pernah sekali pun ia menggantungkan kamera. Ia menyukai EOS 5D Mark IV dan lensa EF50mm f/1.2L USM, dan mengatakan bahwa ia memilih kombinasi ini karena kualitas full-frame EOS 5D Mark IV yang mengagumkan serta bokeh membuai yang mengesankan, yang bisa ia peroleh dengan lensa 50mm. Setelah berpartisipasi dalam AFA selama beberapa tahun berturut-turut, saran Koko bagi para fotografer cosplay yang bercita-cita tinggi yaitu, "bersikap berani", dan jangan takut mendatangi para cosplayer dan meminta mereka untuk berpose.

Profil Koko

Koko, bersama dengan teman wanitanya, telah menghadiri beberapa acara AFA di waktu lalu untuk mengasah teknik fotografi cosplay-nya.

 

"Melalui fotografi cosplay, saya dapat keluar dari zona nyaman saya"

Wawancara Cosplayer Rachel

EOS 6D Mark II/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 30mm/ Manual exposure (f/3.2, 1/200 det., EV±0)/ ISO 800/ WB: Auto
Foto oleh Rachel Ng; Tokoh: Link dari The Legend of Zelda

Rachel selalu ingin mencoba fotografi potret wajah, dan pada akhirnya mendapatkan kesempatannya pada C3 AFA tahun ini. Belum lama ini, Rachel telah meningkatkan kameranya ke EOS 6D Mark II dan EF24-70mm f/2.8L II USM karena menurutnya, bahwa kombinasi ini tampaknya sebagai pilihan yang bagus bagi pemula kamera full-frame. Rachel khususnya menyukai monitor LCD Vari-angle LCD, yang apabila dipasangkan dengan Dual Pixel CMOS AF, ia dapat membidik dari sudut mana pun sesukanya, berikut fokus otomatis yang secepat kilat. Memulai fotografi cosplay telah memaksanya keluar dari zona nyamannya. Sebagai wanita pemalu, ia mengatakan bahwa ia harus memberanikan diri mendekati para cosplayer lainnya yang belum ia kenal.

Profil Rachel

Rachel bersama EOS 6D Mark II baru miliknya yang mengkilap. Monitor LCD Vari-angle membantunya membidik pada sudut yang biasanya tidak memungkinkan baginya.

 

"Cara terbaik untuk meningkatkan diri adalah terus-menerus memotret"

Wawancara Cosplayer Francis

EOS 600D/ EF-S24mm f/2.8 STM/ FL: 24mm (setara 38mm)/ Manual exposure (f/3.5, 1/100 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto
Foto oleh Francis Troy Cuenca; Tokoh: Lunafreya Nox Fleuret dari Final Fantasy 15

Francis berasal dari Filipina, dan sengaja terbang ke Singapura hanya untuk menghadiri acara C3 AFA SG 2017. Sejak memulai fotografi 3 tahun lalu, ia telah menghadiri sekian banyak festival dan konvensi anime yang bisa ia hadiri demi mempraktikkan keterampilan fotografinya. Ia menggunakan EF-S24mm f/2.8 STM , karena ia lebih suka untuk menyertakan sebanyak mungkin latar belakang dalam bidikannya. Francis memilih lensa ini karena menurutnya, lensa ini merupakan lensa pemula yang bagus ketika ia pertama kali memulai fotografi, dan bermaksud untuk meningkatkannya ke lensa sudut lebar yang lebih profesional kelak. Dengan mantranya, "Terus saja memotret", ia sangat yakin bahwa belajar dari kesalahan membantu memperbaiki fotografi Anda kelak.

Profil Francis

Francis dengan EOS 600D yang dimilikinya. Ia melakukan perjalanan untuk menghadiri segala macam festival anime demi menyempurnakan keterampilan fotografi cosplay-nya.

 

"Kami senang sekali memotret semua tokoh yang menarik"

Cosplayer Mario

EOS 60D/ EF16-35mm f/4L IS USM/ FL: 35mm (setara 56mm)/ Program AE (f/5.6, 1/125 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto
Foto oleh Janice Koh; Tokoh: Mario dari Super Mario

Tatkala acara 'Cool Japan' mempromosikan budaya Jepang, C3 AFA berupaya keras untuk memikat, baik para penggemar maupun non-penggemar anime serta manga, dua orang di antaranya adalah Ms. Janice Koh dan suaminya, Mr. See. Mereka memilih fotografi sekitar 5 tahun yang lalu dan telah menghadiri semua acara AFA selama beberapa tahun bersama kamera EOS 550D dan EOS 60D milik mereka. Walaupun mereka tidak menyaksikan anime, mereka menikmati kegiatan memotret semua tokoh menarik yang mereka jumpai pada acara itu.

Profil Janice

Ms. Janice Koh dengan suaminya, Mr. See. Pasangan suami-istri ini telah menghadiri AFA selama beberapa tahun terakhir, karena mereka sangat senang memotret berbagai subjek yang menarik.

 

Untuk artikel lainnya mengenai fotografi cosplay, bacalah artikel berikut ini:
Cosplayer Menjalin Ikatan Melalui Fotografi & Komunikasi di C3 AFA Thailand 2017
Menangkap Cosplayer pada AFA Singapore 2016
C3AFA Jakarta 2017: Festival Budaya Pop yang Menyatukan Cosplayer & Fotografer
Para Fotografer Beraksi di AFA Thailand 2016
Teknik Fotografi Cosplay (1): Perlengkapan Pencahayaan

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!