Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Inspirations >> Etalase Fotografer

Edisi Spesial Fotografi Pernikahan Canon: Fotografi Tinydot

Fotografi Tinydot terdiri dari empat orang fotografer – Yu Hsin, Jerald, Donn dan Timothy. Empat orang pendongeng cerita ini berusaha keras untuk menjauh dari fotografi pernikahan yang sama dan tidak unik, mencari inspirasi dari klien mereka bersamaan dengan menginspirasi mereka dari kerjanya. Etos mereka simple: berani dan berbeda; tuangkanlah setiap momen ke dalam satu kanvas visual; perhatikanlah setiap nuansa kecil dari cerita unik pasangan; dan pengaruhi hidupmu dengan kemampuan mereka merekam hidupmu.

A bride with her bridesmaids crowding around her

EOS R, RF35mm f/1.8 MACRO IS STM lens, f/1.8, 35mm, 1/1250 sec, ISO 2000

Bagaimana caara seseorang menjadi fotografer pernikahan?

Yu Hsin: Pertama jadilah seorang fotografer yang baik dulu. Mempunyai sebuah kamera tidak membuatmu menjadi seorang fotografer pernikahan.

Jerald: Magang dan belajarlah pada fotografer favorit anda.

Donn: Perlu waktu untuk menjadi seorang fotografer pernikahan, jadi jangan pernah menyerah.

Timothy: Ambil foto-foto pernikahan. Tada!

Apa saja tips terbaik anda dalam fotografi pernikahan?

Yu Hsin: Memiliki hati yang baik. Selalu mau untuk bekerja keras dan menciptakan sesuatu yang berarti dan spesial bagi klien anda.

Jerald: Latihan akan memberikan kesempurnaan. Semakin sering anda mengambil foto, semakin banyak anda belajar.

Profile shot of bride in chinese traditional wedding dress

EOS 5D Mark IV, EF50mm f/1.2L USM lens, f/2.0, 50mm, 1/200 sec, ISO 1600

Bagaimana cara seorang fotografer “mengambil momen”?

Di Tinydot, kami sangat percaya akan merekam momen, dibandingkan dengan menciptakan atau mendesain momen tersebut. Hal ini membutuhkan banyak kesabaran dan menunggu. Juga melibatkan banyak visualisasi sebelum pengambilan foto. Bersama dengan pengalaman anda dalam menemukan diri anda di tempat yang tepat dan waktu yang tepat akan membantumu mendapatkan momen pasangan yang kuat dan tulus. Dengan teknologi saat ini, banyak orang bisa “mendapat momen”, tetapi butuh usaha lebih dalam kerja keras, ketekunan, dan latihan untuk menyampaikan ceritamu dengan foto-fotomu.

Bride hugging mum in tears

EOS 5D Mark IV, EF50mm f/1.2L USM lens, f/1.8, 50mm, 1/200 sec, ISO 1600

Bagaimana cara anda harus memulai sebuah bisnis fotografi?

Bisnis fotografi pernikahan pada akhirnya hanya itu saja – sebuah bisnis. Hal yang selalu menjadi kontradiksi adalah fotografer melihat diri mereka sendiri sebagai seniman/kreator dulu sebelum fotografer. Kenyataannya saat ini adalah untuk bertahan dalam industri yang sangat kompetitif, seseorang perlu menjalankan bisnis fotografinya dengan dasar yang kuat. Hal tersebut meliputi pemahaman mengenai biaya yang diperlukan untuk menjalankan sebuah bisnis, keberlanjutannya, pemasaran dan penjualannya.

Tidak sulit untuk menjalankan bisnis fotografi, karena rintangan untuk memasuki bisnisnya rendah.Tetapi untuk menjaga bisnis ini berjalan dalam jangka panjang membutuhkan ketajaman dan perencanaan yang baik. Jalan yang biasa dilakukan untuk memulai bisnis fotografi adalah mendapatkan pekerjaan fotografi untuk membuat portofolio. Hal ini bisa dicapai melalui membantu teman saat pernikahannya, atau bekerja sama dengan fotografer pernikahan lainnya. Dari sana, yang bisa dilakukan adalah membuat diri dan pekerjaanmu dikenal – melalui berbagai saluran pemasaran. Hasil kerja tidak akan menjual dengan sendirinya. Hasil kerjamu perlu bisa menjadi yang menonjol di antara keramaian untuk meningkatkan kesempatan mu dalam mencapai sukses. Memahami dan menjual nilai rencanamu sangatlah penting.

Bride & groom in traditional Chinese wedding costume in a fun pose

EOS 5D Mark III, EF50mm f/1.2L USM lens, f/1.4, 50mm, 1/200 sec, ISO 100

"Jadilah rendah hati di setiap tingkatan apa pun kamu saat ini.Akan selalu ada sesuatu untuk dipelajari dan anda bisa selalu menjadi lebih baik bila anda mau menundukkan kepala dan menerima kritik untuk meningkatkan diri anda" – Timothy, Fotografi Tinydot

Tips SNAPSHOT: Cara Mengambil Foto Pernikahan Budaya

Cake-cutting ceremony at a wedding

EOS 5D Mark III, EF24mm f/1.4L USM lens, f/1.4, 24mm, 1/125 sec, ISO 160

  1. Lihat detailnya
    Apakah itu pernikahan Cina, Melayu, Latin atau Skotlandia, seorang fotografer pernikahan yang baik harus selalu awas dalam melihat detil – apakah ada warna yang baik; adakah benda yang cukup khas dalam budaya mereka; atau sesuatu yang menjadi ciri khas dari tradisi keluarganya?
     
  2. Penelitian
    Kaji dan lakukan pekerjaan rumahmu sebelum pemotretan pranikah/saat pernikahan. Akankah ada tikka khusus yang dipakai oleh pengantin wanita India? Atau apa saja beberapa hadiah pertunangan dalam pernikahan Cina? Detil-detil ini akan membantu untuk memandumu dan menciptakan seri foto-foto pernikahan yang akrab dan erat.
     
  3. Jangan malu untuk meminta bantuan
    Minta orang-orang yang hadir di pesta pernikahan untuk membantu Anda jika Anda tidak yakin barang mana yang lebih penting/menentukan daripada barang lainnya.

Untuk lebih banyak wawancara fotografi pernikahan, bacalah edisi-edisi spesial berikut:

Edisi Spesial Fotografi Pernikahan Canon: Brandon Ho dari Pixioo

Edisi Spesial Fotografi Pernikahan Canon: Trung Dinh

Edisi Spesial Fotografi Pernikahan Canon: Grace Tan dari Stories


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Tinydot Photography

Tinydot Photography
Tinydot photography is a Singapore-based wedding photography studio made up of four talented photographers – Yu Hsin, Jerald, Donn and Timothy. Their ethos is simple: be bold and different; make every moment a visual canvas; keep an eye out for the little nuances of unique stories; and impact your life with their gifts of documenting yours.