Blog Fotografer

Memotret kemegahan lanskap bersama Edwin Martinez

EOS 5DS, EF16-35mm f/2.8L II lensa USM, f/2.8, 16mm, 15 detik, ISO 2000
Aurora Level 9 di Jokulsarlon (Laguna Gletser), Islandia

Karunia alam hadir dalam banyak cara, salah satunya adalah pemandangan indah yang luas, yang berbeda-beda secara dramatis di seluruh benua. Dari gletser murni di utara hingga keindahan Grand Canyon yang tandus, Edwin menceritakan tentang petualangan dan bagaimana ia berhasil memotret panorama dalam segala kemegahannya. 

EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/11, 16mm, 2.5 detik, ISO 100
Gelembung Es Metana, Danau Abraham, Alberta Kanada

Sebagai seorang fotografer lanskap, Anda dihadapkan dengan berbagai unsur alam. Yang paling sulit adalah kondisi medan dan cuaca; Anda selalu bertekuk lutut pada unsur-unsur tersebut. Waktu saya melakukan pemotretan gelembung es metana di Danau Abraham, Canadian Rockies, Alberta, pagi itu suhunya -15 hingga -20 derajat Celcius, [dan] saya harus berbaring di sebuah danau beku untuk memperoleh foto ini. Canon EOS 5DS selalu menjadi pekerja keras yang utama bagi saya, [dan bahkan] dalam suhu seperti ini, tidak ada masalah yang timbul - ia bekerja dengan sempurna. Pemandangan langsung dan simulasi paparan adalah fitur kunci dari [seri] 5D yang telah banyak membantu saya. Komposisinya lebih mudah dan Anda bisa mendapatkan histogram yang benar bahkan sebelum menekan tombol shutter.

Canon EOS 5DS R, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/11, 35mm, 0,5 detik, ISO 400

Ini adalah foto yang saya ambil di dalam sebuah gua es gletser di Taman Nasional Vatnajokull, Islandia dalam sebuah perjalanan bersama fotografer lainnya. Saya tidak pernah punya masalah dengan kamera, tidak seperti beberapa rekan-rekan saya yang lain yang memiliki sistem tanpa cermin yang membeku dan tidak bisa dijalankan.

Memotret lanskap mengharuskan Anda untuk menangkap detail, [dan] sistem 5D Canon selalu menghasilkan foto yang tajam dan jernih - sebuah full frame format dalam satu sistem yang memungkinkan Anda bergerak dan fleksibel di setiap sudut. Saya selalu bersyukur atas seri 5D yang tahan terhadap cuaca, saya pernah mengalami suhu di bawah nol, panas gurun yang ekstrim dan gelombang dahsyat dari pesisir, dan kamera ini tidak pernah mengecewakan saya. 

Canon EOS 5DS, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/16, 19mm, 60 detik, ISO 100
Potret istimewa ini diambil Milford Sound, Selandia Baru. Selain menghapus riak di atas air, saya bisa menangkap gerakan dari serbuk sari yang melimpah selama musim itu.

Dengan lanskap, setiap pemandangan selalu unik dan Anda akan perlu menerapkan teknik yang berbeda-beda, tergantung pada visi dan maksud. Salah satu teknik yang paling favorit bagi saya adalah paparan panjang pada lanskap pesisir. Anda bisa menghadirkan pemandangan yang nyata dengan kaca ibarat air dan awan. Bagi saya, sebagian besar paparan panjang perlu waktu sekitar 2 menit sampai 4 menit.

Canon EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/16, 16mm, 1,3 detik, ISO 160
Pantai Es, Jokulsarlon, Islandia

Terdapat tiga komponen yang saya cari ketika memotret lanskap baru, pertama adalah cahaya. Cahaya dramatis atau warna-warni merupakan komponen kunci, yang kedua yang menjadi elemen ikonis dalam lanskap seperti pegunungan, danau, dll. Terakhir, terdapat dinamika, yang berarti menangkap gerakan atau menghapusnya melalui paparan panjang. Sebagai contoh, gambar di atas ini diambil di pantai es Islandia yang terkenal, dengan bongkahan es besar hanyut menjadi garis pantai. Saya menggunakan rana lambat untuk menangkap detail gelombang dan menggunakan es sebagai elemen latar depan untuk menunjukkan betapa uniknya tempat ini.

Seperti yang dikatakan, warna dapat menghasilkan foto, dan fotografer lanskap berusaha memotret pemandangan selama waktu emas, tetapi Anda tidak selalu harus mengandalkan waktu emas untuk menghasilkan foto-foto yang hebat.

Canon EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/16, 16mm, 1,6 detik, ISO 100
Saya menunggu di tengah hujan es dan hujan lebat di Yellowstone untuk menghasilkan foto ini. Formasi awan yang Anda lihat dikenal sebagai awan mammatus, dan saya berhasil memotretnya setelah serangkaian 750 gambar secara terus menerus untuk memotret petir.

Warna digunakan sebagai latar belakang untuk meningkatkan frame visual, tetapi tantangan sebenarnya adalah menghadirkan pemandangan adegan tanpa warna-warna cerah. Saya selalu percaya pada perkataan Ansel Adams; "Tidak ada cahaya yang buruk, yang ada hanyalah fotografer yang buruk."

Canon EOS 5DS R, EF70-200mm f/4L lensa USM, f/7.1, 200mm, 1/800 detik, ISO 800

Saya memotret gambar ini di Dyrholaey, Vik, Islandia dan lagi-lagi, cuaca tidak kooperatif dan ada badai yang akan datang. Namun, saya menggunakan desain visual yang baik untuk menghadirkan suasana hati meskipun cuacanya suram.

Canon EOS 5DS R, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/11, 16mm, 5 detik, ISO200

Ketika merancang sebuah frame untuk fotografi lanskap, ada beberapa elemen utama yang saya perhatikan. Pertama, adalah lapisan ketertarikan, pemandangan harus memiliki berbagai lapisan elemen seperti latar depan dan latar tengah. Elemen ini menciptakan kedalaman dan membuat foto jadi lebih dimensional. Kedua, adalah penyertaan unsur ikonis, seperti gunung atau landmark yang mudah dikenali. Terakhir adalah penggunaan garis-garis dinamis, dan komposisi yang paling sukses untuk fotografi lanskap akan selalu memiliki geometrik ini.

Sebagai contoh, foto ini diambil ketika saya menguji Canon 5DS R di Filipina. Ini adalah foto dari Gunung Api Mayon, yang dikenal karena bentuk kerucutnya yang sempurna dan kesamaannya dengan Gunung Fuji. Saya menggunakan eceng gondok sebagai lapisan dan dilengkapi dengan garis diagonal serta keberadaan gunung berapi.

Canon EOS 5DS R, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/16, 16mm, 1/8 detik, ISO100

Menambahkan massa visual atau benda sebagai titik jangkar dalam foto Anda adalah praktik yang baik untuk desain yang efektif.  Benda ini tidak hanya ditambahkan sebagai lapisan yang menimbulkan ketertarikan tetapi juga menimbulkan kesan skala. Selama beda hidup ini menambahkan nuansa keseluruhan dari lanskap maka saya tidak keberatan untuk menempatkannya dalam frame saya. Ini adalah foto dari pemandu gua es kami di Vatnajokull, Islandia. Saya menunggu dia berjalan di pintu masuk dan mengambil gambar ini.

Suasana hati juga merupakan bagian yang sangat penting dari desain visual. Menggabungkan suasana hati tertentu menimbulkan dampak tambahan pada sebuah foto. Semua itu bermuara pada maksud dan teknik Anda. Penggunaan cahaya yang dramatis, teknik paparan dan cuaca berselang akan memberikan hasil yang positif.

Canon EOS 5D Mark III, EF24-70mm f/2.8L II lensa USM, f/16, 24mm, 1,6 detik, ISO 200

Ini adalah foto dari Antelope Canyon yang lebih rendah, dengan pencahayaan yang dramatis dalam gua dan penggunaan rana lambat untuk menangkap jatuhnya pasir, yang menghasilkan dampak yang besar pada bagaimana foto itu dihadirkan.

Canon EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/16, 16mm, 180 detik, ISO50
Hutan Pinus Bristlecone Kuno, California AS

Cara lain untuk meningkatkan suasana hati adalah penggunaan monokrom. Kurangnya warna menambahkan efek drama dan meningkatkan suasana hati.

Canon EOS 5DS R, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/16, 16mm, 8 detik, ISO 100
Penggunaan kondisi cuaca yang berselang juga merupakan cara yang baik untuk menambahkan suasana hati pada foto Anda. Foto ini diambil pada suatu pagi yang berkabut. Saya menggunakan rana lambat untuk menambahkan gerak dan meningkatkan efek drama.

Canon EOS 5DS, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/11, 26mm, 1/30 detik, ISO400
Foto ini diambil di Grand Canyon, Arizona. Saya ingin menghadirkan perspektif yang unik dari tempat wisata yang terkenal. Saya menjelajahi daerah tersebut selama sekitar satu jam untuk menemukan tempat dengan pohon-pohon besar yang ada dan menggunakannya sebagai bagian dari frame saya.

Tip lain untuk menangkap gambar yang unik dan menakjubkan: eksplorasi. Menangkap perspektif baru dari tempat yang biasa dikunjungi selalu MENJADI tantangan. Saya biasanya sudah berjelajah sendiri, tetapi memiliki pemandu punya kelebihan tersendiri karena menghemat waktu dan sumber daya. Saya melakukan perjalanan panduan fotografi secara personal melalui http://www.iceland-photo-tours.com/ , saya biasanya menunjukkan tempat-tempat ikonis kepada klien saya dan kemudian membiarkan mereka menjelajahinya sendiri.

Canon EOS 5DS, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/8, 16mm, 1/8 detik, ISO800
Potret diri dalam air terjun rahasia di Islandia.

Sebagai seorang fotografer profesional, sebagian besar investasi perlengkapan saya ditujukan pada kualitas. Saya menggunakan kamera full frame karena bisa menghasilkan gambar kualitas terbaik dan lensa seperti lensa miring geser Canon T-SE 17mm f/4L untuk arsitektur, lensa EF16-35mm IS USM untuk lanskap saya dan lensa Seri-L lainnya. Saya menetapkan tarif premium atas hasil karya saya karena saya menggunakan perlengkapan premium untuk menyelesaikan pekerjaan dan klien saya bisa melihatnya. Sejak peluncuran Canon EOS 5D Mark I, saya telah menjadi pengguna sistem full frame Canon. Saya percaya bahwa kualitas full frame Canon masih yang terbaik di pasar saat ini - sistem gerak yang memungkinkan Anda untuk melakukan pekerjaan format besar dan mendapatkan hasil terbaik.

Saya menyukai sistem 5D Canon yang dibuat untuk setiap tugas atau safari. Sistem ini bekerja dengan baik dan tidak pernah ada masalah saat berada di lapangan. Bagi saya, inilah kekuatan dari sistem ini.

Canon EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/4L IS lensa USM, f/16, 19mm, 20 detik, ISO100

"Lanskap hebat selalu megah; setiap lanskap yang saya temui adalah unik dan memiliki daya tarik tersendiri."

Edwin Martinez

Edwin Martinez dihormati secara luas sebagai salah satu fotografer lanskap yang terbaik di Filipina yang pernah ada. Pengalamannya yang luas dalam pemotretan tempat-tempat yang berbeda di negara asalnya dan luar negeri - di Islandia, Kanada, Amerika Barat, dan tempat lainnya - telah mengukuhkan keahlian Edwin di bidang fotografi. Dia adalah Duta Merek Canon Filipina, seorang fotografer galeri pro untuk Singh-Ray Filters dari Amerika, seorang kontributor petualang National Geographic dan secara konstan hadir dalam publikasi fotografi lokal dan internasional. Lebih lanjut, dia juga merupakan mitra utama dalam tur dan workshop nomor satu di fotografi Islandia, http://www.iceland-photo-tours.com. Edwin juga menjadi fasilitator dalam kursus fotografi lanskap perdana di Filipina, Chasing Light Workshop. Dia juga memimpin tur fotografi ke lokasi yang paling menantang dan menakjubkan di seluruh dunia. Edwin adalah pembicara dan instruktur yang paling dicari, dan juga memotret untuk beberapa perusahaan berprofil tinggi. Dia adalah inspirasi bagi fotografer generasi ini dan banyak yang menunggu foto-fotonya dari petualangan berikutnya.

https://www.facebook.com/EdwinMartinezPhotography
https://500px.com/EdwinMartinez
http://edwinmartinezphoto.com/

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Comments (1)

Wow!!... i want to be just like you sir and i'am a filipino...you're a pinoy pride!...

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.