Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

EOS-1D X Mark III: 5 Keuntungan bagi Fotografer Kehidupan Alam Liar yang Serius

Sebagai kamera DSLR unggulan baru Canon, EOS-1D X Mark III akan menghasilkan kualitas gambar, presisi dan kecepatan yang dibutuhkan para fotografer profesional, bukan hanya untuk pemotretan gambar diam, tetapi juga untuk perekaman video. Berikut ini sebagian alasan, mengapa ini akan meningkatkan keterampilan fotografi Anda dalam bidang kehidupan alam liar.

 

Fotografi Kehidupan Alam Liar: Salah satu genre fotografi paling menuntut

Fotografi kehidupan alam liar adalah salah satu dari genre fotografi yang paling menuntut, dan berikut ini ada dua alasannya:

1. Kehidupan alam liar tidak dapat diprediksi. Subjeknya tidak tinggal diam, dan tidak mau diperintah!  Dengan penelitian yang rajin mengenai perilaku hewan alam liar, Anda mungkin dapat mengantisipasi sebagian tindakannya. Namun demikian, pada umumnya, menangkap bidikan subjek alam liar bergantung pada seberapa cepat Anda—dan perlengkapan Anda—dapat merespons.

2. Kehidupan alam liar bisa ditemukan di segala macam lokasi. Hal ini bisa berupa apa saja, dari hutan yang gelap hingga padang gurun berdebu. Kamera Anda harus bisa diandalkan untuk tetap berfungsi secara normal, meskipun di bawah kondisi yang tidak bersahabat.


Dunia fotografi kehidupan alam liar bisa sangat menuntut, tetapi dengan peningkatan yang besar pada performa dan kemampuannya, EOS-1D X Mark III dapat membantu Anda menghasilkan bidikan kehidupan alam liar yang menginspirasi, bahkan bidikan yang dulu tidak pernah Anda perkirakan dapat ditangkap.

 

#1: Kecepatan pemotretan beruntun super cepat

16 fps (OVF), 20 fps (LV): Cukup cepat untuk menangkap momen yang menentukan

Fotografer kehidupan alam liar yang serius, tidak akan puas hanya sekadar membidik burung saat mengepakkan sayapnya—Anda pasti ingin menangkap momen yang berlangsung sekejap mata, saat kedua sayap mengembang sepenuhnya dalam bentuknya yang paling indah. Bahkan, jika Anda sangat mengenal subjek Anda sehingga bisa memprediksi apa yang akan dilakukan berikutnya hingga batas tertentu, hal ini tidak mengubah fakta bahwa momen yang berlangsung sepersekian detik—perbedaan satu bingkai per detik—dapat membuat perbedaan antara bidikan yang bagus dan bidikan yang luar biasa.

EOS-1D X Mark III mampu melakukan kecepatan pemotretan burst berikut ini:
- OVF: Hingga 16 fps (dengan pelacakan AF/AE)
- Live View: Hingga 20 fps (dengan pelacakan AF/AE)

Layak dicatat, bahwa 16 fps bukanlah keajaiban untuk pemotretan OVF, mengingat bagaimana cermin perlu bergerak ke atas dan ke bawah. Anda juga dapat mengambil lebih dari 1000 bidikan beruntun*, bahkan jika Anda membidik dalam format RAW + JPEG, yang berlangsung lebih dari 1 menit pemotretan beruntun berkecepatan tinggi secara non-stop.

*RAW+HEIF: kira-kira 350 bidikan/ C-RAW+HEIF: kira-kira 420 bidikan

Bidikan beruntun pada burung yang sedang terbang

Bidikan terbaik dari burung yang sedang terbang

EOS-1D X Mark III/ EF600mm f/4L IS III USM/ FL: 600mm/ Manual Exposure (f/4, 1/1250 det.)/ ISO 250/ WB: Auto


Pahami hal ini: Mekanisme cermin baru, mengurangi blackout viewfinder (jendela bidik)

Pada DSLR apa pun, akan ada saat ketika viewfinder menjadi gelap tatkala cermin bergerak ke atas. Tetapi, jika Anda bertanya-tanya, apakah kecepatan pemotretan beruntun pada EOS-1D X Mark III yang lebih cepat, juga berarti bahwa viewfinder lebih sering mengalami blackout, Anda tidak perlu cemas, karena: Canon telah mengambil langkah untuk menanggulangi hal ini. EOS-1D X Mark III menggunakan mekanisme cermin baru, yaitu cermin utama dan sub-cermin, masing-masing dikendalikan oleh motor berpresisi tinggi dengan torsi yang dahsyat, sehingga mengurangi blackout viewfinder.

Close-up singa betina sedang menguap

EOS-1D X Mark III/ EF600mm f/4L IS III USM/ FL: 600mm/ Manual Exposure (f/5,6, 1/500 det.)/ ISO 2000/ WB: Shade (Teduh)

 

#2: AF pada panjang fokus super panjang, bahkan dengan teleconverter

Fungsi AF normal, bahkan pada aperture maksimum f/8 (OVF) dan f/11 (Live View)

Sebagian hewan sangat peka dan akan melarikan diri dalam sekejap mata, saat mereka merasa kehadiran penyusup di dekatnya. Sebagian lainnya buas dan akan menyerang manusia.

Juga terdapat hewan yang paling mudah ditemukan di tebing yang tinggi, atau di angkasa.

Dalam situasi seperti ini, yaitu, sulit mendekati hewan secara fisik, lensa super telephoto bisa menjadi sahabat Anda. Anda mungkin memerlukan teleconverter (juga dikenal sebagai extender) untuk menghasilkan bidikan yang cukup bagus.

Teleconverter berguna untuk meningkatkan panjang fokus menurut pengaturan kekuatannya: 400mm dapat dengan mudah menjadi 800mm dengan 2x teleconverter.  Namun, perbesaran tersebut disertai dengan penurunan aperture lensa yang efektif. Contohnya, jika Anda menggunakan 2x teleconverter dengan lensa f/4, aperture maksimum Anda akan melambat dua f-stop dan menjadi f/8. Aperture yang lebih sempit berarti informasi cahaya yang tersedia berkurang, yang memengaruhi performa AF jika sistem AF tidak bisa bekerja dengan aperture sempit tersebut.

Pada EOS-1D X Mark III, hal ini tidak lagi menjadi masalah. Selama pemotretan OVF, sensor AF High-res yang baru dikembangkan, didukung oleh kekuatan prosesor DIGIC 8 khusus, hanya untuk mengkomputasi AF, berarti bahwa hingga 191 titik AF, termasuk hingga 65 titik tipe silang, kompatibel dengan pemfokusan pada f/8. Dengan kata lain, Anda dapat memasangkan Extender EF 2xIII ke EF600mm f/4L IS III USM, membidik pada 1200mm, dan dapat menggunakan AF meskipun pada aperture maksimum efektif yang lebarnya tidak lebih dari f/8.

Close-up burung di pohon

EOS-1D X Mark III/ EF600mm f/4L IS III USM + Extender EF 2xIII/ FL: 1200mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/1250 det., EV -0,7)/ ISO 3200/ WB: Auto

Jika Anda memotret dalam Live View, sistem AF Dual Pixel CMOS yang sangat sensitif dan akurat, mendukung pemfokusan pada aperture maksimum f/11 pada seluruh area AF. Bayangkan: Memotret hingga 20 fps dengan AF dan pelacakan AE pada panjang fokus 1600mm, menggunakan EF800mm f/5.6L IS USM dan Extender EX 2xIII, serta menangkap momen yang tidak diperkirakan, yang lebih dekat, lebih tajam dan lebih jernih.

 

#3: Smart Controller untuk kontrol titik AF seketika dan intuitif

Bekerja dengan sangat baik apabila dikombinasikan dengan sistem AF yang didasarkan pada teknologi pembelajaran yang mendalam

Kecepatan pemotretan beruntun ultra cepat akan tidak berarti kalau semua bidikan Anda ternyata di luar fokus. EOS-1D X Mark III memang layak membanggakan kecepatan dan presisi AF yang sudah lebih baik selama pemotretan OVF dengan sensor AF High-res barunya, yang memiliki sebanyak 191 titik AF, dan sistem AI Servo AF IV yang menyatukan teknologi pembelajaran yang mendalam.

Terdapat tujuh mode pemilihan area AF yang berbeda, yang dapat Anda pilih untuk menangani bermacam pemandangan dan subjek yang berlainan dengan lebih baik. Ini termasuk mode Single-point Spot AF (AF Spot Titik Tunggal), Zone AF (Zona AF), dan auto-area selection (pemilihan area otomatis). Banyak fotografer yang menggunakan Zone AF untuk melacak hewan yang bergerak cepat selama pemotretan beruntun, dan Smart Controller yang baru, membuatnya semakin mudah untuk memindahkan zona AF saat Anda membidik: Geserkan saja ibu jari Anda pada controller, dan sensor optiknya akan melacak pergerakan jari Anda dan memindahkan bingkai atau zona AF sebagaimana kesesuaiannya.

Ibu jari pada Smart Controller

 

#4: Fokus otomatis dalam lingkungan segelap EV -6

Semua lebih baik untuk menangkap hewan malam yang sedang beraksi

Banyak hewan malam, misalnya, hewan yang paling aktif saat malam hari. Untuk menangkap bidikan yang bagus hewan tersebut saat sedang beraksi, Anda akan memerlukan bantuan AF, tetapi kegelapan biasanya berarti, bahwa tidak cukup cahaya yang memasuki kamera agar AF dapat berfungsi.

Hal itu tidak perlu dicemaskan pada EOS-1D X Mark III yang memiliki batas pemfokusan cahaya rendah yang mencapai EV -4 selama pemotretan OVF dan EV -6 dalam Live View, sehingga AF dapat bekerja, bahkan dalam situasi yang gelap, dan Anda tidak dapat melihat subjeknya dengan jelas secara kasat mata. Anda bisa mengalaminya sendiri dengan membawa kamera itu ke safari malam hari, asyik bukan?

Jerapah di malam hari

EOS-1D X Mark III/ EF24-105mm f/4L IS II USM/ FL: 105mm/ Aperture-Priority AE (f/4, 1/4 det., EV -1,3)/ ISO 25600/ WB: Auto

 

#5: Tangguh dan awet, bahkan di bawah kondisi pemotretan yang tidak bersahabat

Anda tidak pernah tahu, ke mana fotografi kehidupan alam liar membawa Anda, tetapi EOS-1D X Mark III tidak akan mengecewakan Anda

EOS-1D X Mark III kokoh, kedap debu, kedap tetesan cairan, dan awet dengan eksterior magnesium aloi yang dilengkapi dengan perisai elektromagnetik yang kuat, memastikan bahwa kamera ini dapat bertahan dalam kondisi pemotretan yang tidak bersahabat. Mengingat bagaimana pemotretan beruntun yang lebih cepat akan menghasilkan jumlah rana yang lebih tinggi, daya tahan rana telah ditingkatkan. Malahan, unit rana kamera telah lulus ujian daya tahan rana hingga 500.000 siklus.

Masa pakai baterai juga layak dicatat: Meskipun kamera menggunakan baterai LP-E19 yang sama dengan pendahulunya, EOS-1D X Mark II, sistem manajemen daya baru ini membuatnya mampu lebih dari dua kali lipat jumlah bidikan dengan sekali pengisian daya.

  EOS-1D X Mark II
(Masa pakai baterai per pengisian daya)
EOS-1D X Mark III
(Masa pakai baterai per pengisian daya)
OVF* kira-kira 1210 bidikan kira-kira 2850 bidikan
Live View* kira-kira 260 bidikan kira-kira 610 bidikan
Video (4K 60P)** kira-kira 1j 40men kira-kira 2j 20men

* Apabila menggunakan baterai yang terisi penuh. Suhu normal (+23°C),
** Apabila menggunakan baterai yang terisi penuh. Suhu normal (+23°C), Movie Servo AF [No], (DCI 4K 60p)


Unit sensor bersih sendiri yang lebih baik

Apabila Anda berada di luar ruangan dan melacak hewan favorit Anda, tentu Anda tidak ingin mencemaskan sensor yang kemasukan debu, khususnya apabila Anda ingin mengganti lensa dengan cepat. Kekhawatiran Anda berkurang dengan adanya Self Cleaning Sensor Unit kamera yang akan menghalau debu pada sensor gambar dengan menggunakan getaran ultrasonik untuk menggetarkan kaca penyerapan inframerah di depannya. Ini baru saja diperbarui untuk menggunakan pelat kuarsa, yang menambah kedalaman getaran, karenanya meningkatkan kemampuan penghalauan debu.

 

Rangkuman

Kita telah berbagi lima fitur penting EOS-1D X Mark III yang akan menggembirakan para fotografer kehidupan alam liar yang serius, tetapi kamera ini sarat dengan fitur menarik lainnya, seperti pemotretan gambar diam atau still dan syuting video. Sebagai kamera DSLR EOS andalan Canon, kualitas gambar yang luar biasa, presisi dan kecepatan yang layak dibanggakannya, pasti bisa membantu Anda menangkap bidikan kehidupan alam liar yang jauh lebih bagus daripada sebelumnya.


Bacalah artikel berikut ini untuk mendapatkan saran dan tutorial lebih lanjut mengenai fotografi kehidupan alam liar:
Fotografi Kehidupan Alam Liar: 3 Teknik dari Fotografer Profesional
Teknik Lensa Super Telefoto - Siluet Alam Liar di Terik Sang Surya

Pelajari lebih lanjut mengenai EOS-1D X Mark III di:
EOS-1D X Mark III: Menguasai Permainan

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!