Produk

Teknik Pemotretan EOS M5: Bentangan Kota Malam Hari

EOS M5 dilengkapi dengan sensor gambar 24,2 megapiksel yang menghasilkan kualitas gambar tinggi yang tak terbantahkan dan layak dibanggakan, bahkan apabila digunakan untuk fotografi malam hari. Dalam artikel ini, mari kita cermati teknik yang memanfaatkan mode Creative Filter, slow shutter (rana lambat) dan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) untuk secara jelas dan mengesankan, membidik bentangan malam. (Dilaporkan oleh: Yoshiki Fujiwara)

EOS M5/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 11mm (setara 18mm)/ Manual exposure (f/16, 30 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto

Saya menyiapkan kamera saya pada tripod, tetapi pada hari itu, angin berembus begitu kencang sehingga tali kamera berkibar-kibar. Karena itu, saya melepaskan tali kamera untuk mencegahnya menyebabkan kamera bergoyang, dan saya persempit aperture ke f/16 untuk menonjolkan semburat cahaya dalam gambar.

 

Pemandangan 1: Menangkap cahaya dengan detail yang halus untuk menciptakan polesan akhir yang jelas

Gunakan "Art Vivid" dalam HDR

Apabila memotret bentangan kota di malam hari, memang akan sulit untuk menangkap perbedaan dalam kecerahannya, tergantung pada sejumlah faktor, seperti ada-tidaknya cahaya buatan. Bergantung pada pemandangannya, jika Anda membidik secara normal, white blowout mungkin terjadi kalau sumber cahayanya kuat, dan black crush dapat terjadi jika sumber cahayanya lemah. Karena itu, jika ingin menangkap cahaya kota secara detail, cobalah menggunakan HDR (High Dynamic Range) dalam mode Creative Filters.

Apabila memotret dalam HDR, kamera mengambil 3 bidikan secara total, satu bidikan kurang cahaya, satu bidikan dengan pencahayaan yang tepat, dan satu bidikan yang berlebihan cahaya. Semua ini kemudian dipadukan dalam kamera untuk menciptakan satu gambar dengan kisaran dinamis yang ditingkatkan. Pada EOS M5, Anda bisa memilih dari lima efek yang berbeda-beda. Efek yang saya rekomendasikan untuk fotografi malam adalah Art Vivid, yang mempertahankan suasana yang natural sekaligus meningkatkan warnanya sedikit.

EOS M5/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 11mm (setara 18mm)/ mode Creative Filter: HDR (f/4, 1/4 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: Auto

Bentangan kota malam hari yang sangat kontras, dibidik dengan HDR. Karena ini diambil tanpa white blowout, gambar tampak lebih jelas. Karena itu, Anda dapat melakukan bidikan yang tampaknya lebih dramatis daripada yang dilihat secara kasat mata.

 

Saran: Jika tidak menggunakan HDR, foto Anda dapat terpengaruh oleh white blowout dan black crush

EOS M5/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 12mm (setara 19mm)/ Manual exposure (f/8, 10 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto

Jika membidik secara normal, area foto yang lebih cerah mungkin menjadi terlalu cerah, dan area yang lebih gelap mungkin terkena dampak black crush. Warna Komedi putar di sudut kiri atas foto dihasilkan sebagaimana adanya apabila diambil dalam mode HDR. Namun demikian, white blowout terjadi apabila diambil secara normal.

 

Prosedur pemotretan

1. Siapkan kamera pada tripod.
2. Putar Mode dial dengan ke mode Creative Filter.

 

3. Tekan tombol [Quick Set], dan tetapkan shooting mode ke "HDR".

 

4. Putar Main dial untuk memilih "Art Vivid".

 

Pemandangan 2: Menangkap alur waktu dengan jejak cahaya

Gunakan kecepatan rana lambat

Jika mengambil bidikan mobil yang melaju dengan menggunakan kecepatan rana lambat, sorotan lampu mobil akan tampak seperti jejak cahaya dalam foto Anda. Apabila menangkap jejak cahaya, cobalah menemukan lokasi di mana mobil melintas pada kedua arah, supaya Anda dapat menangkap cahaya lampu depan dan lampu belakang, keduanya. Jika hanya cahaya lampu depan yang terlihat, Anda hanya akan dapat menangkap jejak cahaya putih. Untuk lebih menghidupkannya dengan sejumlah aksen warna, tambahkan jejak cahaya merah dan kuning, dengan memastikan bahwa cahaya lampu belakang mobil juga tertangkap.

Pengaturan standar untuk memotret jejak cahaya yaitu f/8, 10 det., dan ISO 800. Namun demikian, Anda bisa mengubah pengaturan menurut kecerahan lokasi, volume lalu-lintas, dan ekspresi yang dikehendaki. Yang juga sangat penting yaitu volume lalu-lintas, sekurangnya pada level tertentu selama 10 detik pemotretan. Pada foto di bawah, karena mobil melaju pada kecepatan lebih rendah saat melintasi persimpangan, saya menyempitkan aperture ke f/14, menurunkan kecepatan ISO ke 100, dan mempertahankan kecepatan rana yang lebih lama, 15 detik.

EOS M5/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 21mm (setara 32mm)/ Shutter-priority AE (f/14, 15 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Dibidik lewat ambang jendela sebuah bangunan. Pada sudut yang saya lihat dari atas, terdapat persimpangan, dan ternyata sulit untuk mengambil gambar tanpa pantulan dari jendela. Dalam kasus seperti ini, saya menggunakan papan reflektor untuk mencegah pemantulan. Namun demikian, jika Anda menggunakan sudut lebar untuk mendapatkan depth of field yang lebih dalam, Anda bisa menggunakan kain hitam yang besar.

 

Saran: Semakin pesat kecepatan rana, semakin pendek jejak cahayanya

4 detik

EOS M5/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 21mm (setara 32mm)/ Shutter-priority AE (f/5.6, 4 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Semakin pesat kecepatan rana, semakin pendek jejak cahayanya. Karena mobil berhenti di lampu lalu-lintas, maka penting untuk mengamati pergerakan mobil dan memilih waktu yang tepat untuk membidik.

 

Prosedur pemotretan

1. Siapkan kamera pada tripod.
2. Putar mode dial ke "Shutter-priority AE".

 

3. Tetapkan kecepatan rana ke 15 detik.
4. Arahkan kendali jauh, Remote Controller RC-6 (dijual terpisah) ke arah sensor remote control, dan gunakan remote.

 

Ingin menciptakan jejak cahaya yang unik? Beginilah cara Anda bisa menggunakan lampu kilat built-in dan jejak cahaya untuk membuat mobil terlihat seakan melaju secepat kilat:
Teknik Lampu Kilat #5: Dengan menggunakan Second-Curtain Sync Mode (Mode Sinkronisasi Tirai Kedua) untuk Jejak Cahaya Cepat dan Menggebu

 

Pemandangan 3: Menangkap semburat cahaya sebagai aksen dalam fotografi malam hari

Sempitkan aperture ke f/16

Pada fotografi malam hari, sumber cahaya yang benderang merupakan elemen yang bisa Anda gunakan untuk menambahkan aksen ke foto Anda. Apabila memotret pada aperture maksimum, sumber cahaya ditangkap sebagai sumber titik. Namun demikian, pada aperture f/11 hingga f/16, sumber cahaya menghasilkan guratan cahaya yang disebut starbursts, yang memungkinkan Anda menerapkan sebagian kilauan pada foto Anda. Ingatlah bahwa semakin sempit aperture dan semakin kuat sumber cahaya, semakin lama sinar cahaya starburst.

Bidikan ini diambil dengan aperture f/16. Perhatikan, bahwa semakin sempit aperture, semakin lambat kecepatan rana. Karena itu, untuk meminimalkan goyangan kamera, gunakan tripod yang stabil. Anda juga akan memerlukan remote control untuk menghindari goyangan kamera yang terjadi ketika melepaskan rana dengan tangan.

EOS M5/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 12mm (setara 18mm)/ Aperture-priority AE (f/16, 30 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto

Diambil sambil melihat melalui susuran pagar yang tampak di pinggir kanan foto. Saya menyiapkan kamera pada tripod yang tingginya lebih dari 2m. Meskipun saya berdiri di atas undakan tangga, kamera diposisikan lebih tinggi dari saya. Oleh karenanya, saya miringkan layar LCD vari-angle ke bawah supaya saya bisa menengadah melihat pada layar sewaktu membidik. Pada umumnya, remote control akan digunakan untuk melepaskan rana.

 

Saran: Jika aperture tidak cukup sempit, kamera tidak akan dapat menangkap starbursts yang indah

EOS M5/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 12mm (setara 18mm)/ Aperture-priority AE (f/4, 6 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto

 

f/4

f/16

 

Ketika saya menggunakan aperture f/4, nyaris tidak ada starbursts dalam foto. Karenanya, semakin sempit Anda menetapkan aperture, semakin panjang guratan starbursts. Anda juga sebaiknya memperhatikan bahwa pada kecepatan ISO yang sama, rana akan menjadi lebih lambat, semakin Anda menetapkan aperture yang lebih sempit.

 

Prosedur pemotretan

1. Siapkan kamera pada tripod.
2. Pasang tudung untuk mencegah cahaya yang tidak diinginkan, masuk ke lensa.
3. Putar mode dial ke "Aperture-priority AE".

 

4. Putar Main dial untuk menetapkan aperture ke f/16.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yoshiki Fujiwara

Semula, ia adalah seorang snowboarder profesional. Fujiwara mengambil kesempatan untuk memulai karier kedua sebagai fotografer setelah pensiun akibat mengalami cedera. Ia berupaya menemukan cara memanfaatkan cahaya alami untuk mendapatkan kesan kebeningannya. Ia memperoleh pengalamannya melalui otodidak yang pada akhirnya menuntunnya untuk menghasilkan foto yang terpilih sebagai salah satu dari “10 Viral Photographs of Tokyo Camera Club” 2014.

http://www.yoshiki-fujiwara.com/

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Win an EOS M100

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.