Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

Ulasan EOS M6 Mark II: Wisata Petualangan di Yogyakarta

Untuk liburannya kali ini, fotografer olahraga dan dokumenter, Annice Lynn tidak ingin direpotkan oleh perlengkapan berat tanpa mengorbankan kecepatan dan kemampuan penggambaran sebuah kamera. Dia berbagi dengan kita, bagaimana EOS M6 Mark II ukuran kecil ini terbukti bisa menjadi mitra yang sarat daya, dan membantunya mendokumentasikan petualangannya di Yogyakarta secara detail. (Dilaporkan oleh: Annice Lyn)

---

1. Perjalanan ringan
2. 32,5 megapiksel pernak-pernik rumit
3. Pemotretan beruntun hingga 14 fps
4. Pemotretan bawah tanah sedalam 60m dengan kondisi rendah cahaya
5. Rangkuman
6. Tiga hal untuk dicoba dengan EOS M6 Mark II
7. Gambar lainnya

---

Perjalanan ringan: Satu kamera dan tiga lensa, semuanya kira-kira seberat rata-rata laptop 13,3”

Sewaktu sedang bertugas sebagai fotografer dokumenter dan olahraga, perlengkapan siap bawa milik saya mencakup EOS-1D X, EOS R, EF50mm f/1.8 STM, EF16-35mm f/2.8L II USM, dan EF70-200mm f/2.8L IS III USM.  Sangat andal, semuanya memastikan saya menangkap momen penting dalam kualitas gambar yang istimewa.  Namun demikian, setiap perlengkapan itu sangat berat—kalau digabungkan, bisa menjadi beban berat dan merepotkan untuk dibawa-bawa. 

Pada liburan saya di Yogyakarta, Indonesia, khususnya dengan semua aktivitas yang sudah direncanakan, saya ingin melakukan perjalanan yang ringan dan tidak repot, tetapi masih bisa mengambil gambar berkualitas tinggi. EOS M6 Mark II yang dirilis baru-baru ini, mampu melakukan semua itu.

Selain EOS M6 Mark II, perlengkapan saya meliputi:

- External viewfinder EVF-DC2; 
- Tiga lensa native EF-M (EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STMEF-M32mm f/1.4 STM dan EF-M18-150mm f/3.5-6.3 IS STM)
- Dua baterai cadangan

Kalau digabung, beratnya hanya sekitar 1,2kg—sama dengan rata-rata berat laptop 13,3 inci. Saya juga menyadari bahwa saya mendadak punya ruang lebih di ransel untuk barang lainnya!

Sedangkan untuk kualitas gambarnya, saya sungguh terpana oleh kebolehan kamera mungil ini. Lihat saja sendiri gambarnya.

 

32,5 megapiksel pernak-pernik rumit

Candi Prambanan yang dibangun pada abad ke-10, Situs Warisan Dunia UNESCO, merupakan candi bagi penganut Hindu terbesar di Indonesia dan menjadi maha karya arsitektur. 

EOS M6 Mark II memiliki 32,5 megapiksel efektif yang pada saat ini merupakan jumlah piksel tertinggi dari semua kamera mirrorless Canon dengan sensor APS-C. Ini membantu saya menangkap candi secara keseluruhan dan pernak-pernik pahatan batu yang rumit dan halus pada dinding candi dalam satu bingkai. 

Candi Prambanan

EOS M6 Mark II/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 11mm (setara 17,6mm)/ Manual exposure (f/4.5, 1/640 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Saya baru saja keluar dari salah satu menara ketika melihat seorang turis sedang berpose pada anak tangga, sempurna untuk menunjukkan skala struktur yang sangat besar. Waktu start-up cepat dan AF pesat EOS M6 Mark II sangat penting untuk menangkap momen ‘picture-perfect’ (foto sempurna).

 

Tajam dan bening meskipun dikrop

Seorang dara remaja menggendong adiknya yang masih balita

EOS M6 Mark II/ EF-M32mm f/1.4 STM/ FL: 32mm (setara 51,2mm)/ Manual exposure (f/1.4, 1/1000 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Saya senang sekali berinteraksi dengan orang-orang sewaktu bepergian. Sebelum saya memotret anak-anak penjaga toko ini, saya menunjukkan sikap yang bersahabat dengan mereka untuk memberi tahu mereka bahwa saya orang baik-baik. Ukuran EOS M6 Mark II yang kecil memang tidak terlalu mengintimidasi, sehingga membantu mencairkan suasana.


Close-up wajah sang anak

Sungguh mengagumkan, betapa detail kulit tetap terlihat jernih meskipun pada close crop (krop dekat).


Saran: Kalau Anda pemalu, tetapi ingin memotret orang asing, ingatlah hal ini
Kamera adalah media yang hebat untuk menghubungkan orang dan memulai percakapan yang bersahabat. Setiap orang memiliki kisah, dan kalau Anda menyimak mereka dengan sikap hormat, orang cenderung mengapresiasi Anda. 

 

Pemotretan beruntun hingga 14 fps; pelacakan AF yang sangat akurat

Perjalanan ke Gunung Merapi dengan mengendarai jeep sungguh seru, kondisi jalan bergelombang, berbelok-belok, debu yang beterbangan, sungguh mengganggu visibilitas. Situasi seperti itu memang sempurna untuk menjajal kebolehan burst-shooting maksimum 14 fps EOS M6 Mark II—suatu fitur yang memikat bagi fotografer olahraga seperti saya.

Pemotretan beruntun 14 fps pada EOS M6 Mark II

Jeep di jalan berdebu

EOS M6 Mark II/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 21mm (setara 33,6mm)/ Manual exposure (f/5.6, 1/1.250 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto
Dari 14 fps burst

Saya tidak mengira sistem Dual Pixel CMOS AF pada kamera ini memiliki akurasi pelacakan sehingga subjek saya tetap tajam di semua bidikan burst. Ukuran kecil kamera memungkinkan untuk menyelempangkan tali pengikat di sekeliling saya dengan satu tangan ketika saya membidik jeep di belakang saya, dan tangan yang lain bebas untuk berpegangan erat pada jeep yang saya tumpangi. 

 

Pemotretan bawah tanah sedalam 60m

Cahaya Surgawi di Gua Jomblang

EOS M6 Mark II/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 11mm (setara 17,6mm)/ Manual exposure (f/4, 1/125 det., EV±0)/ ISO 4000/ WB: Auto

Membidik “Cahaya Surgawi” di Gua Jomblang sungguh merupakan tantangan, karena hanya bisa dijangkau setelah turun ke dalam gua secara vertikal sedalam 60m, dan mendaki setinggi 300m dalam kondisi gelap, jalannya licin dan berlumpur. Yang membuat saya gembira, perlengkapan saya tidak besar atau berat! Performa AF rendah cahaya yang luar biasa dari kamera EOS M6 Mark II, yang tetap berfungsi baik dalam situasi segelap EV -5, membantu saya menghasilkan bidikan tajam suasana di dalam gua, bahkan tanpa tripod. 

 

Rangkuman

EOS M6 Mark II memang hebat untuk fotografi wisata serta fotografi jalanan, dan menjadi kamera kedua yang istimewa bagi para fotografer profesional atau penggemar fotografi yang ingin:

- Melakukan perjalanan ringan tetapi masih memiliki fitur lengkap;
- Menghasilkan bidikan gambar yang detail dan berkualitas bagus;
- Dapat menggunakan lensa yang berbeda-beda, termasuk lensa EF/EF-S dengan adaptor dudukan; dan
- Menginginkan jangkauan ekstra yang diberikan oleh sensor APS-C.

Untuk tugas pemotretan olahraga yang dibayar, di mana sejumlah fiturnya, seperti OVF dan slot kartu ganda sangat penting, saya tetap mengandalkan EOS-1D X yang tepercaya. Namun demikian, untuk pemotretan olahraga tanpa diburu-buru oleh tenggat waktu, kecepatan dan keserbagunaan EOS M6 Mark II bisa menjadi pilihan yang istimewa.

 

Tiga hal untuk dicoba dengan EOS M6 Mark II

1. Berpasangan dengan EF-M32mm f/1.4 STM

Pasangan lensa favorit saya EF-M32mm f/1.4 STM, memiliki performa yang sangat cepat dan tajam, yang benar-benar menangkap emosi orang (lihat gambar anak-anak sebelumnya, dan foto seorang wanita di bawah ini. Resolving power (daya pisah:resolusi) yang dimilikinya sungguh istimewa, menghadirkan yang terbaik dari sensor gambar EOS M6 Mark II.

Bunga serba-merah

EOS M6 Mark II/ EF-M32mm f/1.4 STM/ FL: 32mm (setara 51,2mm)/ Manual exposure (f/1.4, 1/1.600 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Selain untuk potret wajah, EF-M32mm f/1.4 STM juga bagus untuk hal lainnya. Warna bunga yang serba- cerah di luar Gua Jomblang merupakan sambutan hangat setelah memotret candi dan gua dengan rona warna tanah. Perhatikan bokeh latar depan nan indah yang dihasilkannya.

 

2. Gunakan ini dengan EVF eksternal

Saya suka viewfinder (jendela bidik) yang memungkinkan kita berkonsentrasi mengenai apa yang ingin diciptakan. Kalau Anda seperti saya, Anda pasti sependapat bahwa jendela bidik elektronik EVF-DC2 (dijual terpisah), sungguh berguna.

Matahari Terbit di Candi Borobudur

EOS M6 Mark II/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL:11mm (setara 17,6mm)/ Manual exposure (f/22, 1/400 det., EV±0)/ ISO 125/ WB: Auto

Kami bangun pk. 03.00 dini hari untuk bepergian ke Candi Borobudur agar tiba di sana menjelang matahari terbit. Langit berubah setiap menit. Dengan menggunakan jendela bidik elektronik EVF-DC2 yang membantu saya berkonsentrasi pada pemandangan, dan dapat melakukan pratinjau efek dari pengaturan pencahayaan yang saya tentukan, sungguh membantu saya menangkap warna dan detail awan tanpa kelebihan cahaya.

 

3. Berbagi foto subjek potret wajah yang Anda bidik dan gunakan Wi-Fi/Bluetooth serta Canon Camera Connect

Bagi saya, memotret wajah merupakan suatu interaksi dengan subjeknya, dan bukan hal sekadar memotret lalu pindah ke tugas lain. Berbagi gambar dengan seseorang adalah cara yang bagus untuk tetap menjalin hubungan!

Dengan konektivitas Wi-Fi/Bluetooth dan aplikasi seluler Canon Camera Connect (Versi Inggris), Anda dapat dengan mudah mengunduh bidikan dari kamera ke smartphone Anda dan berbagi dengan mereka, langsung di tempat. Pilih antara mengunduh file full resolution atau yang lebih kecil, versi yang lebih ringan yang masih dapat diterima untuk penayangan pada layar komputer atau smartphone.

 

Gambar lainnya

Sunset (Senja)

EOS M6 Mark II/ EF-M18-150mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 47mm (setara 75,2mm)/ Manual exposure (f/5.6, 1/250 det.)EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Matahari terbit dari sudut lain di Candi Borobudur.

 

Seorang wanita tua sedang tertawa

EOS M6 Mark II/ EF-M32mm f/1.4 STM/ FL: 32mm (setara 51,2mm)/ Manual exposure (f/1.4, 1/1.250 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto

Seorang penjaja buah di kaki lima tampak tersenyum ketika saya memuji tentang energinya.

 

Sudut pandang rendah Gua Jomblang

EOS M6 Mark II/ EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 11mm (setara 17,6mm)/ Manual exposure (f/22, 1/80 det., EV±0)/ ISO 800/ WB: Auto

Menuruni Gua Jomblang.

---

Ketahui lebih lanjut mengenai EOS M6 Mark II di:
Tangkas x Serbaguna: EOS M6 Mark II
Abadikan Momen Penting dalam Olahraga dengan Canon EOS M6 Mark II

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Annice Lyn

Annice Lyn

Mantan pemain figure skating, Annice Lyn telah mengembangkan hasratnya terhadap fotografi sembari meraih gelar sarjananya dalam bidang arsitektur. Dia berpendapat bahwa seni fotografi mampu mangartikulasikan dan menuangkan berbagai fragmen waktu ke dalam pencitraan yang abadi. Wanita fotografer pertama yang berkedudukan di Malaysia, yang terakreditasi untuk meliput Olimpiade Olahraga Musim Dingin XXIII (PyeongChang 2018). Hasil karyanya telah terambil oleh Associated Press, AFP, Washington Post, USA Today dan berbagai platform berita online, baik secara lokal & internasional.  Sekarang, sebagai Duta Remaja Canon Malaysia EOS, dia ingin mendokumentasikan secara visual, terutama minatnya dalam bidang fotografi kemanusiaan, olahraga, dan karya seni visual yang disampaikan pada platform Anntopia miliknya.

Situs web: www.anntopia.net
Instagram: @annicelyn (Pribadi), @sportsbyannicelyn (Olahraga), @anntopia (Visual Arts)
Facebook: http://www.facebook.com/byanntopia