Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Cara Membuat Lampu Hias Natal Berkilauan dalam Foto Anda

Lampu hias memang cantik pada malam hari, tetapi sulit untuk menciptakan kembali kilauannya dalam foto. Berikut ini, kami uraikan teknik untuk menghasilkan kilauan itu—rahasianya adalah aperture-nya! (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

Lampu peri dengan semburat cahaya bintangahaya bintang

EOS 5D Mark II/ EF100mm f/2.8 Macro USM/ FL: 100mm/ Manual exposure (f/18, 5 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto

 

Jadikan semua lampu menjadi semburat cahaya bintang!

contoh semburat cahaya bintang 1aya bintang 1

Contoh 1:
EOS 760D/ EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 18mm (setara 28,8mm)/ Manual exposure (f/16, 6 det., EV+1)/ ISO 200/ WB: Auto

Prosedur pemotretan
1: Tetapkan mode ke Aperture-priority AE.
2: Tetapkan ke f-number yang lebih tinggi.
3: Tingkatkan exposure compensation.
4: Gunakan tripod apabila menyusun gambar.

Kiat untuk membuat semua lampu hias terlihat bagaikan intan yang berkilauan, sesungguhnya cukup sederhana—tingkatkan pengaturan f-number. Jika menggunakan aperture yang cukup sempit, gambar yang tertangkap akan menampakkan secara jelas, sinar pantulan cahaya yang keluar dari masing-masing sumber cahayanya, membuatnya tampak seperti bintang-gemintang. Hal ini dikenal sebagai “starburst effect” (efek semburat cahaya bintang).

 

Efek semburat cahaya bintang pada lampu (diperbesar)pu (diperbesar)

Berikut ini adalah penampakan yang diperbesar dari foto yang ditunjukkan di atas. Masing-masing cahaya telah diubah menjadi bintang kecil.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Sinar lampu ini terjadi akibat bilah aperture lensa (pelat yang membentuk lubang aperture). Ini semua dibentuk dengan membocorkan cahaya dari tempat di mana bilah aperture tumpang-tindih. Dengan meningkatkan nilai aperture akan menyebabkan cahaya bocor untuk membentuk lintasan cahaya, menegaskan efeknya.

Cara membuat bidikan Anda semakin bagus
Sinar lampu yang indah dapat dihasilkan dengan nilai aperture yang berkisar dari kira-kira f/11 hingga 16. Anda juga dapat meningkatkan kompensasi pencahayaan untuk membuat gambar lebih cerah, yang menjadikan cahaya lampu itu sendiri tampak lebih cerah dan lebih terlihat.

Karena nilai aperture ditingkatkan untuk menangkap gambar dengan sinar lampu di malam hari apabila terdapat kondisi rendah cahaya, maka, kecepatan rana pun akan melambat secara signifikan. Untuk menghindari goyangan kamera, Anda sebaiknya menggunakan tripod untuk menstabilkan kamera Anda ketika mengambil bidikan.

 

Saya meningkatkan f-number, tetapi bidikan saya masih tidak berkilauan. Mengapa?

Bidikan pada f/8a f/8

Contoh 2:
EOS 760D/ EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 18mm (setara 28,8mm)/ Manual exposure (f/8, 1 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto

Walaupun saya menetapkan nilai aperture ke f/8 untuk bidikan di atas, namun seluruh gambar tetap tidak menampakkan kilauan sebanyak gambar utama. Ada 2 alasan utama untuk ini.

1. Sinar cahaya yang meluas dari masing-masing titik sumber cahaya tidak tertangkap. Karena f-number yang saya tetapkan lebih kecil dari yang diperlukan untuk menciptakan sinar lampu yang memadai, saya tidak dapat menghasilkan efek kerlipan, seperti bintang yang berkilau. Tingkatkan f-number dan coba lagi. Mungkin perlu melakukan beberapa kali uji-coba!

2. Seluruh foto tampak gelap. Hal ini terjadi, karena saya tidak meningkatkan exposure compensation (kompensasi pencahayaan). Ingatlah, bahwa dengan meningkatkan kompensasi pencahayaan untuk pemandangan dengan sumber cahaya yang sangat benderang, sinar lampu bisa ditangkap dengan lebih nyata.

 

Ingat: Gunakan tripod apabila menangkap bentangan malam

Gunakan tripodod

Pemotretan genggam pada malam hari, meningkatkan kemungkinan keburaman akibat goyangan kamera. Apabila meningkatkan f-number untuk menciptakan starbursts, kecepatan rana diperlambat lebih jauh lagi, yang membuat gambar semakin rentan terhadap goyangan kamera. (Berikut ini, ikhtisar mengenai dasar-dasar pencahayaan.) Untuk mengimbanginya, bidik dengan menggunakan tripod. Gunakan self-timer supaya Anda tidak akan secara tak sengaja menyebabkan goyangan kamera saat menekan tombol rana.

 

Cara Mengubah Exposure Compensation

1. Mengubah shooting mode.

Dial mode kamera

Pilih salah satu, P mode, Av mode, atau Tv mode.

 

2. Pilih compensation exposure yang diinginkan.

Exposure compensation

Putar dial elektronik seraya menekan tombol exposure compensation. Positive compensation dilakukan dengan cara memutar dial ke kanan dan negative compensation dilakukan dengan memutarnya ke kiri.

 

3. Periksa nilai exposure compensation.

Exposure compensation

Periksa nilai exposure compensation yang sudah ditetapkan dari layar LCD belakang. Tetapkan lagi nilai jika nilai tersebut tidak menghasilkan efek yang dimaksud.

 

Untuk informasi selengkapnya mengenai saran dan gagasan, bacalah artikel berikut ini:
Dalam Fokus: Fotografi Malam(Versi Inggris)
Nightscape – Mengontrol Cahaya untuk Bidikan Indah
EOS M10 Pelajaran 5: Cara Menangkap Gemerlapnya Cahaya Natal
Fotografi Arsitektural #4: Memotret Bangunan di Malam Hari

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Teppei Kohno

Teppei Kohno

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2003. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp