Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

[Impressions] PowerShot G5 X Mark II: Raksasa dalam Tubuh Mungil

Tampil perdana setelah peluncuran kamera pendahulunya empat tahun silam, PowerShot G5 X Mark II yang baru, dilengkapi sejumlah kemajuan yang layak dibanggakan, termasuk sensor gambar tumpuk yang baru sama sekali. Bagaimana performanya? Seorang fotografer profesional membawa kamera untuk berjalan-jalan, dan berbagi kesannya, terutama mengenai EVF pop-up dan kualitas gambar yang memukau.  (Dilaporkan oleh Masatsugu Korikawa, Digital Camera Magazine) 

Kapal yang sedang lego jangkar di pelabuhan, Canon PowerShot G5 X Mark II

 

Begitu banyak perbaikannya, nyaris bagaikan kamera yang sama sekali berbeda

Penjelasan di atas merangkumkan perasaan saya mengenai PowerShot G5 X Mark II, yang tampil perdana, 4 tahun setelah peluncuran pendahulunya, PowerShot G5 X.

Pertama-tama adalah ujung telephoto yang lebih panjang pada lensa: 120mm dari segi kesetaraan full-frame, versus pendahulunya yang hanya 100mm. 20mm tampaknya sedikit, tapi hasilnya sangat berbeda dalam efek kompresi perspektif.

Selanjutnya, terdapat peningkatan prosesor gambar ke DIGIC 8, yang menjanjikan kualitas gambar lebih baik, khususnya dengan sensor gambar tumpuk 1,0 inci (Baca lebih lanjut mengenai ini di sini).

Kemudian, ada permata pada mahkotanya: Viewfinder elektronik pop-up (EVF) yang membuat kamera terlihat lebih keren. Kamera pendahulunya menyerupai DSLR mini, tetapi PowerShot G5 X Mark II menerapkan gaya nan bersahaja namun berkelas, yang sebagian orang mungkin berpendapat “ini ideal untuk kamera saku premium”. Saat EVF masuk ke dalam bodi kamera apabila sedang tidak digunakan, tidak ada bagian apa pun yang menonjol keluar, sehingga lebih mudah dimasukkan ke dalam saku.


Kualitas Gambar: Satu kata—“Dahsyat”

Kualitas gambar sangat penting pada kamera, dan gambar yang dihasilkan PowerShot G5 X Mark II bisa dijelaskan hanya dalam satu kata: Dahsyat.

Gambar yang dibidik pada aperture maksimum pada ujung sudut lebar (f/1.8 pada kesetaraan full-frame 24mm) amat sangat tajam, tanpa ada artefak yang terlihat, atau penurunan kualitas gambar di bagian tepi.

Ketajaman yang istimewa ini, juga berlaku untuk gambar yang dibidik pada ujung telephoto (setara full-frame 120mm), yang jauh lebih unggul daripada yang dihasilkan oleh lensa zoom kamera saku pada umumnya. Menggunakan aperture maksimum pada panjang fokus itu (f/2.8), juga menghasilkan bokeh indah nan lembut. 

Pada ujung sudut lebar, ada distorsi laras, tetapi kadarnya sangat minimal sehingga nyaris tidak kentara. Selain itu, nyaris tidak ada tumpuan cahaya perifer (vignetting). 

Kualitas yang begitu istimewa, mungkin berkat teknologi pemrosesan yang digunakan pada kamera, dan pengguna seperti kita, langsung saja meraup berbagai manfaatnya.

Pelajari tentang aberasi optik, dan cara mengoreksinya dalam sejumlah artikel ini: Saran: Digital Lens Optimizer juga tersedia dengan perangkat lunak Digital Photo Professional.

EOS 5D Mark IV: Koreksi Aberasi Lensa—Mencermati Secara Dekat (Bagian 1, Bagian 2)


…tetapi, Anda mungkin ingin memiliki sejumlah baterai cadangan

Satu masalah yang saya alami yaitu masa pakai baterainya—baterai terkuras setelah pemotretan selama setengah hari. Mungkin, baterai dengan kapasitas yang lebih besar akan memerlukan bodi kamera yang lebih besar pula untuk menampungnya. Mereka yang bermaksud mengambil banyak foto sepanjang hari, pasti ingin memiliki baterai cadangan siap pakai.

 

Kesimpulan:  Raksasa kecil yang mampu menghasilkan karya serius

Jangan terkecoh oleh cahaya, ukuran bodi kamera ini: Meskipun pasti akan membuat kamera sekunder ini bermanfaat untuk jepretan biasa, namun kamera ini juga menghasilkan kualitas gambar yang istimewa, yang bisa dikatakan sebanding dengan gambar yang diambil dengan kamera full-frame. Malahan, saya akan menyebutkan si raksasa kecil yang mampu menghasilkan karya serius.

 

Tiga fitur lainnya yang penting


1. EVF pop-up

EVF pop-up

EVF ditarik masuk ke bodi kamera. Untuk menggunakannya, geser sakelar untuk menyembulkannya, kemudian tarik keluar ke arah Anda. Tayangannya terlihat cerah serta jernih, dan khususnya akan berguna untuk memotret di hari yang terang benderang, saat keadaan mulai sulit untuk melihat tampilan Live View pada monitor belakang. 


2. Bidikan close-up dengan bokeh yang indah

Bidikan close-up pada bunga dengan bokeh di latar belakang

Jarak fokus terdekat apabila dihitung dari ujung lensa yaitu 5cm dari ujung sudut lebar, dan 20cm pada ujung telephoto, sehingga Anda bisa cukup dekat ke subjek Anda.

Saran:  Untuk mendapatkan latar belakang buram yang indah pada bidikan close-up bunga dan subjek kecil lainnya, bidiklah dari jarak 20cm dengan menggunakan ujung telephoto.


3. Gambar yang tajam dengan lensa zoom 5x

Bidikan close-up detail pada aperture yang berbeda-beda

Kualitas gambar dari tepi-ke-tepi yang tajam seluruhnya, dari aperture maksimum (f/1.8), dan nyaris tidak berubah saat Anda menyempitkan aperture.

 

Gambar contoh

Kapal sedang lego jangkar di pelabuhan

PowerShot G5 X Mark II/ FL: 8,8mm (setara 24mm)/ Aperture-priority AE (f/3.2, 1/500 det., EV±0)/ ISO 125

Pelabuhan yacht di Negishi, Yokohama City pada hari cerah di musim panas. Ini dibidik pada ujung sudut lebar 24mm, dan ketajaman dari sudut-ke-sudut sungguh memukau: Garis halus pada sejumlah elemen di tepi, tetap utuh. Tidak ada vignyeting yang kentara.

 

Close-up bunga bakung Afrika

PowerShot G5 X Mark II/ FL: 44mm (setara 120mm)/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/800 det., EV±0)/ ISO 125

Rumpun bunga Agapanthus. Nama “Agapanthus” kurang-lebih berarti “bunga cinta”, tetapi dalam bidikan ini yang diambil setelah musim mekar di awal musim panas, tampaknya kesan cinta sudah mulai layu! Perhatikan, bagaimana gambar ini yang diambil pada ujung telephoto, juga terlihat tajam: Bahkan, detail halus di benang sari pun ditangkap dengan baik.

 

Rel kereta api di malam hari

PowerShot G5 X Mark II/ FL: 11mm (setara 30mm)/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/60 det., EV-1,0)/ ISO 12800

Ini dibidik pada pada ISO 12800. Apabila memotret di malam hari di lokasi yang agak gelap, meninggikan kecepatan ISO ke level ini akan memungkinkan Anda menggunakan kecepatan rana yang pesat untuk menghindari pemburaman akibat goyangan kamera. Ada sejumlah noise, tetapi kualitas bidikan masih bisa digunakan. Butiran terlihat cukup bagus dengan pemandangan khusus ini, memberikan kesan rabaan seperti pasir.

 

Kapal Nippon Maru sedang lego jangkar di dermaga

PowerShot G5 X Mark II/ FL: 44mm (setara 120mm)/ Aperture-priority AE (f/4, 1/500 det., EV-0,3)/ ISO 125

Bidikan ini, yang menunjukkan kapal museum Nippon Maru yang lego jangkar di Dermaga Osanbashi, dibidik dari atap Kantor Kanagawa Prefectural. Ujung telephoto 120mm memampatkan perspektif yang cukup untuk menghasilkan komposisi yang seimbang dengan baik.

 

Pelajari selengkapnya mengenai PowerShot G series di:
PowerShot G Series: Abadikan Keindahan dengan Mudah

Kalau Anda baru memulai perjalanan bersama kamera Anda, cari tahu lebih banyak mengenai konsep dasar kamera, seperti aperture (bukaan diafragma), kecepatan rana, Picture Style dan white balance di:
Dalam Fokus: Dasar-Dasar Kamera 

Atau belajar lebih lanjut mengenai komposisi, dalam artikel:
Dasar-dasar Komposisi: Pembingkaian, Horizontal dan Vertikal.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Masatsugu Koorikawa

Masatsugu Koorikawa

Lahir di Nara. Di samping mengambil potret wajah dan berbagai barang untuk majalah kamera serta musik, Koorikawa juga merilis karyanya dengan tema perairan Teluk Tokyo.