Close
Produk >> All Products

Kenali Lensa Canon Anda (2): Berbagai Fitur Berguna pada Lensa Telephoto & Macro

Sebelumnya, kita telah menjelajahi berbagai fitur yang akan Anda temukan pada sebagian besar lensa termasuk lensa kit dan lensa prima standar. Dalam artikel ini, kami mencermati secara dekat berbagai fitur yang akan Anda temukan pada dua jenis lensa khusus: lensa telephoto dan lensa makro.

Fitur yang dicermati
1) Distance scale
2) Focusing distance range selector switch
3) Multiple IS modes
4) Tripod mount rings
5) Focus preset button
6) Built-in Macro Lites
7) Zoom touch adjustment ring
8) Filter adjustment window
9) SA control ring

 

1. Distance scale (Skala jarak)

A: Magnification ratio (Rasio pembesaran)
B: Focal distance (Jarak fokus)

Skala jarak menunjukkan jarak fokus, misalnya, jarak dari sensor gambar ke titik fokus dalam satuan meter atau kaki. Tergantung pada model lensanya, ada kemungkinan lensa tersebut menunjukkan rasio pembesaran. Anda mengambil bacaan jarak fokus dari tanda indeks putih di bagian bawah skala. Misalnya, apabila skala pada ‘3m’, berarti subjek yang berjarak tiga meter dari tanda bidang fokus kamera akan berada dalam fokus.

Pada gambar di atas, lensa ditetapkan untuk fokus ke infinity (tak terhingga), dan rasio di ‘A’ mengindikasikan rasio pembesaran (ukuran subjek yang sesungguhnya dibandingkan dengan gambarnya pada sensor gambar). Rasio 1:5 mengindikasikan pembesaran 0.2x.

Pada lensa makro, pembesaran tertinggi sering tercapai pada jarak fokus terdekat dari lensa tersebut. Untuk mempertahankan ini, gunakan fokus manual dan tetapkan jarak fokus Anda sebagaimana mestinya. Setelah itu, Anda tinggal menggerakkan lensa secara bolak-balik, ke belakang dan ke depan sampai subjek berada dalam fokus.


Sekelumit riwayat

Panel skala jarak dibawa dari masa saat fokus manual merupakan kebiasaan, dan adalah sisa dari hari-hari ketika pemfokusan manual adalah hal yang standar, dan biasanya dikombinasikan dengan skala depth-of-field yang memungkinkan pengguna untuk memperkirakan seberapa banyak gambar akan terfokus pada aperture dan jarak fokus tertentu.

Perubahan teknologi seperti munculnya sistem fokus otomatis, lensa zoom, dan desain lensa yang ramping berarti bahwa lensa saat ini hanya menghadirkan panel skala jarak yang disederhanakan kalau lensa tersebut tidak memilikinya sama sekali. Tetapi, meskipun dalam bentuknya yang sederhana, skala jarak masih berguna apabila membidik dalam pemandangan yang sangat gelap dan subjek nyaris tidak terlihat di viewfinder, atau apabila Anda ingin memastikan bahwa Anda memfokuskan ke infinity (tak terhingga). Ini juga merupakan ukuran yang berguna untuk pemandangan di mana Anda ingin memfokuskan pada jarak fokus spesifik, khususnya apabila dipadukan dengan focusing distance range selector switch (Saklar pemilih kisaran jarak fokus).


Fakta menyenangkan (1): Distance scale in an LCD panel (Skala jarak di panel LCD)

EF70-300mm f/4-5.6 IS II USM memiliki panel LCD yang dapat menampilkan skala jarak, selain jenis informasi lainnya.


Fakta menyenangkan (2): Pada sistem EOS R, Anda dapat menampilkan skala jarak di EVF

Lensa RF tidak memiliki panel skala jarak, tetapi itu tidak berarti bahwa Canon memang sengaja membuatnya demikian. Anda masih bisa melihatnya di electronic viewfinder dan tampilan Live View apabila Anda memasangkan lensa RF—aktifkan saja dalam menu Setup (cari “Shooting info. display”). Itu adalah salah satu manfaat tampilan informasi EVF dan kemampuan komunikasi cepat RF mount.

Pahami hal ini: Garis luar warna merah pada tangkapan layar di atas, disebabkan oleh focus peaking, yang membantu Anda melakukan fokus manual dengan lebih efektif. Ketahui lebih lanjut mengenai hal ini di sini.

 

2. Focusing distance range selector switch (Saklar pemilih kisaran jarak fokus)

Saklar pemilih kisaran jarak fokus pada (dari kiri) RF100mm f/2.8L Macro IS USM, RF400mm f/2.8L IS USM, dan RF70-200mm f/4L IS USM.

Juga dikenal sebagai focus limiting switch (saklar pembatasan fokus) atau focus limiter (pembatas fokus), dan saklar ini memungkinkan Anda untuk membatasi AF sehingga hanya berfungsi dalam kisaran tertentu. Hal ini berguna untuk mengurangi pemburuan fokus dalam pemandangan di mana subjek selalu dalam kisaran tertentu, secara relatif dekat lensa, atau secara relatif jauh.

 

3. Multiple IS modes (mode IS Multipel)

Di samping image stabiliser switch (saklar penstabil gambar) yang memungkinkan Anda untuk mengaktifkan dan menonaktifkan in-lens image stabilisation (stabilisasi gambar dalam lensa), lensa telephoto profesional Canon juga menampilkan saklar pemilih mode penstabil gambar, yang memungkinkan Anda untuk memilih di antara 3 mode stabilisasi gambar yang berbeda (2 mode pada model lensa yang lebih lama) sewaktu melakukan handheld shooting (pemotretan genggam).


Mode 1: Still subjects (Subjek diam)

Mode ini mengoreksi keburaman yang disebabkan oleh pergerakan kamera pada segala arah.


Mode 2: Moving subjects/panning (“Panning mode”)

Dalam mode ini, lensa mendeteksi arah panning ketika Anda melakukan pan kamera secara horizontal atau vertikal, dan hanya mengoreksi pergerakan kamera yang terjadi pada arah tegak lurus dengan pan. Mode ini juga sesuai untuk subjek bergerak pada arah yang tidak terduga, misalnya, kendaraan.


Mode 3: Subjek dengan pergerakan yang tidak dapat diduga (“Sports mode”)

Pada IS Modes 1 dan 2, stabilisasi gambar terjadi pada saat Anda menekan separuh tombol rana, yang berarti bahwa ketika Anda mengamati subjek, penglihatan Anda melalui viewfinder akan distabilkan juga. Namun demikian, hal ini dapat menyebabkan penglihatan yang tidak wajar jika Anda melacak subjek yang bergerak tidak teratur. Mode IS 3 mengatasi hal ini dengan melakukan stabilisasi gambar hanya selama pencahayaan.

Dibidik pada EOS R5 dengan RF400mm f/2.8L IS USM. IS Mode 3 memang ideal untuk membidik subjek yang tidak terduga, seperti olahraga bola dan satwa di kehidupan alam liar.

 

4. Tripod mount rings (Cincin dudukan tripod)

A: Tripod mount ring (Cincin dudukan tripod)
B: Lock knob (Kenop gembok)

Panjang dan bobot lensa telephoto pada umumnya menghasilkan pengaturan yang agak berat di bagian depan. Menempatkan pengaturan tersebut ke tripod melalui bodi kamera, bukan hanya tidak stabil, tetapi juga menambahkan beban ekstra pada dudukan lensa. Untuk memastikan stabilitas terbaik, pengaturan seharusnya ditempatkan melalui lensa.

Sebagian besar lensa telephoto zoom dan super telephoto seri-L dikemas bersama dengan tripod mount ring (tripod collar) untuk tujuan ini. Tripod mount collar (Leher dudukan tripod) didesain agar Anda dapat memutar kamera dan lensa untuk membidik pada segala arah.


Mudah mengubah orientasi kamera

Anda hanya perlu melonggarkan kenop gembok pada dudukan, menyesuaikan kamera dan lensa ke posisi bidik yang Anda inginkan, kemudian mengencangkan lagi kenop gembok. Meskipun gambar di atas menunjukkan RF100mm f/2.8L Macro IS USM, namun hal yang sama juga berlaku untuk dudukan cincin tripod yang disertakan dalam kemasan sebagian besar lensa telephoto seri-L.

Catatan: Pada lensa lainnya, seperti RF100mm f/2.8L Macro IS USM atau lensa seri non-L, cincin dudukan tripod dijual secara terpisah. Sebagian lensa memiliki dudukan tripod built-in alih-alih cincin dudukan tripod yang kompatibel.

 

5. Focus preset button (Tombol pra-atur fokus)

Banyak pengguna lensa super telephoto membidik kehidupan alam liar atau aksi laga yang memerlukan lensa cepat tanggap untuk menangkap momen yang berlangsung sekilas. Ditemukan pada dudukan EF dan RF lensa prima super telephoto seri-L, fungsi ini memungkinkan Anda menyimpan dan memanggil kembali jarak fokus pra-atur sehingga Anda dapat langsung fokus pada jarak tertentu.

 

Fitur unik lainnya pada sejumlah lensa spesifik

6. Built-in Macro Lites

Ditemukan pada: EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM, EF-S35mm f/2.8 Macro IS STM

Pembidikan close-up dengan lensa makro, membuka mata Anda ke dunia yang sama sekali baru. Namun demikian, apabila perlengkapan Anda sangat dekat ke subjek, ini bisa cukup menyulitkan untuk mendapatkan cahaya yang cukup pada pemandangannya.

Jika Anda baru mengenal fotografi makro, Macro Lites built-in pada EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM dan EF-S35mm f/2.8 Macro IS STM, berarti bahwa Anda tidak perlu khawatir berinvestasi dalam perlengkapan pencahayaan tambahan yang secara spesifik untuk fotografi makro. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk sepenuhnya memanfaatkan jarak fokus terdekat, masing-masing 9,3cm dan 13cm.

Menekan tombol Macro Lite On akan mengaktifkan Macro Lites.


Terdapat dua pengaturan kecerahan. Gunakan tombol Macro Lite On untuk silih-berganti antara pengaturan Off (Nonaktif), Bright (Cerah) dan Dim (Redup). Anda juga dapat menggunakan cahaya kiri dan kanan secara independen. Untuk beralih di antara mode cahaya tunggal (single) dan ganda (double), tahan tombol Macro Lite On.

Lihat efek cahaya dan pelajari lebih lanjut mengenai lensa berikut ini:
Ulasan Foto EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM
Uji Lapangan EF-S35mm f/2.8 Macro IS STM

 

7. Zoom touch adjustment ring (Cincin penyesuaian Zoom sentuh)

Ditemukan pada: EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM, RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM

Dengan ring (cincin) ini, Anda dapat menyesuaikan torsi cincin zoom sesuai preferensi Anda. ‘SMOOTH’ membuat cincin zoom berputar secara mulus, sedangkan ‘TIGHT’ memerlukan torsi lebih untuk memutar ring (cincin).

 

8. Filter adjustment window (Jendela penyesuaian filter)

Ditemukan pada: RF70-200mm f/2.8L IS USM, EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM, RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM

Circular polarising filter (CPL) membantu mengurangi kilauan dan pantulan dari cahaya matahari, yang pada gilirannya akan membuat warna lebih pekat. Sementara itu, lens hood (tudung lensa) membantu mencegah cahaya matahari yang berlebihan memasuki lensa dan menyebabkan kilauan yang tidak diinginkan. Desain tudung lensa yang unik ini memungkinkan Anda melakukan dua hal sekaligus: menampilkan jendela yang dapat dibuka dan ditutup agar Anda dapat menyesuaikan CPL tanpa harus melepaskan tudung lensa. Tapi, jangan lupa menutup jendelanya sebelum membidik!

 

9. SA control ring (Cincin kontrol SA)

Ditemukan pada: RF100mm f/2.8L Macro IS USM

Cincin kontrol Spherical Aberration (Aberasi Sferis) memungkinkan Anda menyesuaikan kadar spherical aberration (SA), yang mengubah penampilan bokeh. Memutar cincin ke arah ‘-’ akan memuluskan garis luar bokeh latar belakang dan mempertegas garis luar bokeh latar depan, sedangkan memutar cincin ke arah ‘+’ menghasilkan efek "bubble bokeh" (bokeh gelembung) mirip seperti yang terdapat pada lensa vintage (antik).

SA Control ke arah ‘-’

SA Control ke arah ‘+’

 

---

Pelajari lebih lanjut mengenai lensa di:
In Focus: RF Lenses
In Focus: Lenses FAQs
Dalam Fokus: Dasar-Dasar Lensa

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!