Produk

[Bagian 1] Performa AF mencengangkan untuk Pembuatan Film

Untuk pertama kali dalam lima tahun, Canon telah meluncurkan model flagship format APS-C, EOS 7D Mark II. Dengan diperkenalkannya berbagai fitur, seperti Dual Pixel CMOS AF dan mendukung perekaman pada 60p, diperkirakan ada suatu lompatan exponensial pada performa movie-shooting model baru. Dalam artikel ini, kami akan memverifikasi performa kamera ini melalui bidikan aktual. (Diedit oleh: Yasushi Sugawara)

Halaman: 1 2

AF performa tinggi sesuai untuk menangkap objek bergerak

Belakangan ini, jumlah pencinta fotografi terus meningkat, apa pun genre-nya, entah itu rel kereta api, pesawat udara, burung liar, atau lanskap. Pertumbuhan pengguna kamera ini telah menggiring ke kompetisi yang tajam di antara para produsen serta kemajuan yang lebih cepat pada performa dan fitur kamera. Bersandar pada latar belakang ini, Canon telah meluncurkan model format APS-C baru, EOS 7D Mark II, perubahan model yang pertama sejak dirilisnya EOS 7D lima tahun lalu. Dengan focal length yang setara hingga sekitar 1,6 kali dari kamera full-frame, kamera ukuran APS-C sesuai untuk pemotretan telefoto, dan merupakan pilihan populer di antara para penggemar foto yang khususnya menyukai pemotretan burung liar, pesawat udara, dan olahraga.

Performa AF secara signifikan ditingkatkan pada EOS 7D Mark II, berkat diperkenalkannya Dual Pixel CMOS AF yang memfungsikan autofocusing (pemfokusan otomatis) berdasarkan phase-difference detection (pendeteksian perbedaan fase) oleh image sensor (sensor gambar). Selain itu, ini adalah model EOS pertama yang mendukung perekaman pada 60p. Fitur ini memungkinkan ekspresi pergerakan yang mulus, dan khususnya berguna untuk pembuatan film seperti burung liar dan pesawat udara. (*Mode AF akan beralih ke Contrast AF secara otomatis apabila 60p/50p dipilih dalam mode Full HD dan apabila extender dipasang.)

1

2

3

4

Mengambil bidikan subjek yang mendekati kamera dari depan, memang bisa menjadi suatu tantangan. Tidak hanya itu, permukaan air yang sangat kontras di latar belakang membuatnya semakin sulit. Namun begitu, AF pada EOS 7D Mark II mampu melacak pergerakan bebek dan mempertahankan fokus padanya. Memang mengagumkan, melihat kemajuan yang dibuat dalam performa AF selama movie shooting (pembuatan film).

Lensa yang digunakan: EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS STM/ 1920×1080/29.97p (IPB)/ (f/6.3, 1/500)/ ISO 100/ WB: Daylight

Saya mencoba kamera untuk terlebih dulu mengalami sendiri performa AF-nya yang istimewa ketika saya memfilmkan bebek yang terbang dari air. Sebetulnya, saya bukan pendukung AF fanatik, jadi dalam keadaan seperti dalam contoh itu, saya hanya akan memanfaatkan manual focusing (pemfokusan manual). Terdapat kontras yang kuat dalam pantulan yang jernih dalam air, jadi saya mengira, kamera tidak akan dapat mengenali bebek itu, yang merupakan subjeknya. Namun, EOS 7D Mark II membuktikan kalau saya salah. Saya belum pernah menjumpai kamera yang memungkinkan AF untuk bekerja dengan benar dalam situasi semacam itu, tetapi AF pada EOS 7D Mark II mampu mempertahankan fokus pada bebek sepanjang waktu, tanpa menghiraukan apakah subjek berada di tempat yang teduh atau di bawah sinar matahari.

Di waktu lalu, menangkap bidikan dengan fokus yang dipertahankan pada subjek yang mendekati kamera merupakan tantangan besar, karena memerlukan teknik yang sangat canggih dalam pemfokusan manual. Pada EOS 7D Mark II, Anda bisa yakin bahwa AF akan bekerja sebagaimana mestinya selama subjek yang dibidik ada di dalam frame (bingkai). Dengan kamera ini, para pengguna sekarang dapat dengan mudah menikmati bidikan bergerak tidak paralel.

MOVIE SAMPEL

Movie sampel ini diambil dengan menggunakan kemampuan EOS 7D Mark II. Kemampuan AF dijelaskan secara rinci dari 1:17 dan selanjutnya.

Kehadiran focus puller di dalam kamera?

Untuk mengambil bidikan bergerak yang serupa, saya membidik layangan hitam yang sedang terbang ke arah kamera. Fokus bergeser ke tiang listrik untuk sesaat ketika layangan hitam terbang di baliknya, tetapi kamera secara cepat menetapkan kembali fokus pada layangan hitam saat layangan terlihat lagi. Seyogianya, akan ideal jika kamera dapat mempertahankan fokus pada layangan hitam sepanjang waktu, tetapi memang pelacakan AF tidak mungkin bisa dilakukan pada subjek yang tidak terlihat. Namun demikian, saya tetap terkesan oleh penyesuaian fokus yang cepat kamera ini.

Bidikan layangan hitam di langit. Kamera mampu mendeteksi kondisi sekeliling dan secepatnya menggeser fokus dari layangan hitam ke tiang listrik, dan kembali lagi ke layangan hitam.

Yang lebih mengagumkan saya yaitu, ketika saya membuat video daun maple. Seperti diilustrasikan dalam foto di bawah, saat saya mengarahkan kamera agak sedikit ke kanan dari 1 ke 2, fokus bergeser ke daun maple di bagian tengah. Pergeseran fokus yang ideal, sesuai dengan proses panning terjadi, bahkan sebelum saya, sang videografer, menyadarinya. Saya merasa seakan-akan kamera memberi tahu saya, "Keadaan sekitar akan menjadi lebih baik jika Anda menetapkan fokus pada daun maple di belakang".

1

2

Saya dibuat kagum, bahwa kamera menggeserkan fokus ke daun maple di belakang, selama proses panning. Seakan-akan EOS 7D Mark II bisa membaca pikiran sang videografer.

Karena EOS 7D Mark II menangani berbagai situasi berbeda secara begitu tepat, saya menduga itu hanya kebetulan saja, jadi saya mencoba menangkap lagi daun maple yang sama. Kamera tetap menanggapi dengan cara yang sama. Saya merasa seakan-akan ada asisten kamera yang mampu membantu saya untuk menyesuaikan fokus.

Nah, EOS 7D Mark II tidak dapat menentukan setiap rinci AF, khususnya apabila menyangkut soal penyesuaian kecepatan pemfokusan. AF speed (Kecepatan AF) dapat dipilih pada layar menu, sehingga Anda bisa menentukan kecepatan yang paling akurat mencerminkan preferensi Anda.

Pengaturan untuk memanfaatkan sepenuhnya performa AF yang tinggi.

Performa AF pada EOS 7D Mark II yang mengagumkan ini dimungkinkan oleh Dual Pixel CMOS AF, yang mampu melakukan phase detection AF (AF pendeteksian fase) pada area luas yang memenuhi 80% layar Live View, baik secara vertikal maupun horizontal. Namun demikian, ini hanya bisa digunakan dalam mode 30p shooting (misalnya, mode progressive shooting pada 30 fps).

Untuk bidikan yang menggunakan lensa STM tipe lead-screw, suara pengoperasian selama AF dapat dikurangi hingga minimum. Kecepatan pemfokusan dapat juga ditetapkan ke salah satu dari lima level. AF speed tercepat dipilih secara default; ini serupa dengan pengoperasian speedy focusing (pemfokusan cepat) ketika Anda mengambil bidikan tak bergerak. AF speed paling lambat lebih sesuai untuk transisi fokus. Namun demikian, harap diperhatikan, bahwa AF speed maksimum dipilih secara default jika Anda telah menentukan AF method lainnya, bukan “FlexiZone – Single”, atau menggunakan lensa yang tidak kompatibel dengan Dual Pixel CMOS AF.

Sensor gambar: APS-C (kira-kira 22,4x15mm) CMOS sensor/ pixel count efektif kamera: kira-kira 20.2 megapixel
Dudukan lensa: Dudukan EF Canon
Format: MOV, MP4 (video), MPEG4 AVC/H.264 (audio); MOV: Linear PCM/ MP4: AAC
Media perekaman: SD/ SDHC/ SDXC memory card (kompatibel dengan UHS-I atau Ultra High Speed Class 1)
Metode AF: TTL secondary image-registration (pendaftaran gambar sekunder TTL), phase-difference detection (pendeteksian perbedaan fase) dengan sensor AF khusus
Pemotretan Live View: Dual Pixel CMOS AF/Deteksi kontras
ISO speed: Scene Intelligent Auto (pengaturan otomatis antara ISO 100 dan ISO 6400), pengaturan manual antara ISO 100 dan ISO 16000, dll.
Monitor: Monitor 3,0" TFT colour liquid-crystal (3:2)/ kira-kira 1,04 juta bintik
Viewfinder: Cermin balik cepat/ kira-kira 1,00x (-1 m-1 dengan lensa 50mm pada infinity)
Input/output: SuperSpeed USB (USB3.0), HDMI mini, mikrofon eksternal, headphone, remote control
Dimensi eksternal: (L)148,6 x (T)112,4 x (P)78,2mm
Bobot: kira-kira 820g (hanya bodi)/ kira-kira 910g (berdasarkan Pedoman CIPA)

Yasushi Sugawara

Mengambil foto segala macam benda hidup, termasuk burung, serangga dan tumbuhan, menggunakan teknik khusus, seperti time lapse (laluan waktu), high speed (kecepatan tinggi) dan fotografi tiga dimensi. Membuat footage (catatan kaki) untuk TV, footage untuk pameran, menulis untuk berbagai majalah, dan aktif dalam banyak bidang lainnya. Anggota Society of Scientific Photography. Penerima penghargaan, EARTH VISION Global Environmental Film Festival (2000). Penerima penghargaan, Japan Wildlife Film Festival (2001).

Video Salon

Video Salon memulai publikasinya pada tahun 1980, dan merupakan satu-satunya majalah mengenai perlengkapan videografi di Jepang. Dengan menargetkan ke para pembaca yang berkisar dari para amatir yang serius hingga tingkat profesional, majalah ini meraih reputasi yang mantap, bukan hanya karena informasi yang disajikannya mengenai kamera video dan perangkat lunak penyuntingan, tetapi juga tentang ulasannya mengenai videografi dengan kamera DSLR terbaru, serta saran dan tutorial dari sang pakar.

http://www.genkosha.co.jp/vs/

Diterbitkan oleh GENKOSHA Co., Ltd

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Win an EOS M100

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.