Produk

[Bagian 2] Sistem AF High-density dan High-precision EOS 7D Mark II Unggul untuk Menangkap Subjek Bergerak

Pada bulan September, 2014, EOS 7D Mark II Canon memulai penampilan perdananya. Setelah lima tahun tidak terdengar kabar beritanya, perubahan apakah gerangan yang telah dibuat pada seri ini, dan apa yang sudah dipelajarinya? Dalam artikel ini, saya akan mengungkapkan pesona EOS 7D Mark II dengan memfokuskan pada enam fitur yang berbeda. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Halaman: 1 2

Fitur 1
Cakupan Lebar oleh 65 (All Cross-type) Titik AF

Berdasarkan pada tata letak titik AF pada EOS-1D X, EOS 7D Mark II diperlengkapi dengan 65 sensor f/5.6 cross-type seluruhnya, dengan sensor f/2.8 cross-type pada bagian tengah yang menerapkan pola silang diagonal. Titik AF ditambahkan untuk mencakup keempat sudut gambar, membantu fotografer untuk lebih mudah menangkap subjek mereka. Cakupan sensor AF dalam bingkai bahkan lebih lebar daripada EOS-1D X, sedangkan batas kepekaan rendah-cahaya sebesar -3EV (titik AF pusat) juga melampaui EOS 7D dan EOS-1D X.

EOS 7D Mark II

Merah: sensor f/5.6 cross-type diterapkan untuk semua 65 titik AF

Biru: Lima titik AF pada bagian pusat (f/5.6-type) disusun secara vertikal, masing-masing menerapkan pola zigzag

Hijau: Sensor f/2.8 dual cross-type dengan pola zigzag diterapkan untuk titik AF pusat

EOS 7D

Merah: sensor f/5.6 cross-type diterapkan untuk semua 19 titik AF

Biru: Tiga titik AF pada bagian pusat (f/5.6-type) disusun secara vertikal, masing-masing menerapkan pola zigzag

Hijau: Sensor f/2.8 dual cross-type dengan pola zigzag diterapkan untuk titik AF pusat

EOS-1D X

Merah: sensor f/5.6 cross-type

Biru: sensor f/5.6 untuk mendeteksi garis horizontal

Hijau: Pemfokusan dual cross-type dengan sensor f/2.8 dan f/5.6 cross-type

Oranye: Pemfokusan cross-type dengan f/4 (untuk mendeteksi garis vertikal) + sensor f/5.6 (untuk mendeteksi garis horizontal)

Fitur 2
EOS iTR AF untuk Mendeteksi Wajah dan Warna

Teknologi EOS iTR AF (Intelligent Tracking and Recognition) dikoordinasikan dengan sistem EOS iSA (Intelligent Subject Analysis) untuk mendeteksi subjek manusia dan subjek spesifik lainnya dalam bingkai dan melacaknya dengan titik AF. Sistem yang sama juga tersedia pada EOS-1D X, tetapi EOS 7D Mark II menerapkan algoritma pelacakan baru, yang pertama dalam seri EOS, untuk lebih jauh menyempurnakan performa pelacakan. Sistem EOS iSA adalah sistem AE baru yang menganalisis subjek untuk mengoptimalkan cahaya dan warna.

A: Sensor AE

Sensor pengukuran 150.000-pixel RGB+IR baru saja dikembangkan untuk mengendalikan EOS iTR AF. Dengan hitungan pixel yang lebih tinggi daripada EOS-1D X, jumlah zona selama pengukuran rendah-cahaya juga sudah ditingkatkan ke 252 dibandingkan dengan 35 zona pada EOS-1D X.

Fitur 3
AF Zona Besar Baru Saja Ditambahkan ke Mode Pemilihan Area AF

Mode pemilihan area AF pada dasarnya mewarisi sistem EOS-1D X, dengan tujuh mode yang tersedia seluruhnya, termasuk yang baru dikembangkan [Large Zone AF]. Semua mode pemilihan ini pada umumnya dibagi ke dalam mode “Single-point AF”, yang menangkap subjek dengan single AF point (titik AF tunggal), dan mode “Zone AF”, yang menangkap subjek dengan zona yang dibentuk oleh beberapa titik AF. Dengan jumlah titik AF yang lebih besar pada EOS 7D Mark II, zona di bagian pusat mencakup area yang lebih lebar pada arah horizontal dibandingkan EOS-1D X.

Zone AF

BARU Large Zone AF

Large Zone AF membagi area AF ke dalam tiga zona, yang membantu meningkatkan kemampuannya untuk menangkap subjek yang pergerakannya tidak dapat diduga, dibandingkan mode Zone AF konvensional.

Tes: Seberapa dahsyatkah EOS 7D Mark II dalam melacak subjek yang bergerak?

Alat Konfigurasi AF
"Kasus 2: Terus-menerus menelusuri subjek, mengabaikan rintangan yang ada"

Meskipun ada kelinci yang muncul tiba-tiba dalam bingkai sementara fokus ditetapkan pada panda, namun fokus tidak bergeser dari panda ke kelinci, walaupun kelinci lebih dekat ke kamera. Walaupun pada dasarnya AF menggunakan algoritma yang memberikan prioritas ke subjek yang terdekat, namun Anda dapat menyesuaikannya untuk meniadakan pengaruh yang disebabkan oleh rintangan, seperti diilustrasikan dalam contoh ini. Kepekaan pelacakan AF setara, atau mungkin lebih baik daripada EOS-1D X, dan juga memungkinkannya untuk mengubah karakteristik AF dalam pengaturan yang rinci (*Large Zone AF digunakan dalam contoh ini.).

Alat Konfigurasi AF
"Kasus 3: Langsung memfokuskan pada subjek yang mendadak memasuki titik AF"

Fokus ditetapkan pada panda dalam bingkai pertama, tetapi tatkala kelinci muncul dan mulai menimpali panda, fokus bergeser ke kelinci. Salah satu fitur EOS 7D Mark II yang paling menonjol adalah kemampuan pelacakan titik AF pada arah horizontal, dengan fokus yang ditetapkan pada subjek terdekat sepanjang waktu. Walaupun subjek mengenakan topeng hewan dalam contoh ini, namun sistem menanggapinya dengan cara yang sama untuk wajah manusia. Tes ini menunjukkan bahwa kemampuan pendeteksian subjek EOS 7D Mark II memang luar biasa dan sebanding dengan model profesional. (*65-titik AF pemilihan otomatis digunakan dalam contoh ini.)

Fitur 4
High Continuous Shooting Speed Kira-kira 10 fps

Mendukung high continuous shooting speed (kecepatan pemotretan bersinambungan yang tinggi) sekitar 10 fps adalah unit shutter dan cermin yang baru dikembangkan, serta peningkatan daya pemrosesan Dual DIGIC 6. Di samping penggunaan motor baru, desain bantalan bola telah juga diperkenalkan untuk mekanisme penggerak unit shutter. Pada waktu yang sama, mekanisme baru untuk menekan ikatan cermin juga diterapkan. Desain mekanis ini bekerja bersama dengan DIGIC 6 untuk mencapai “Kecepatan” dan “Kenyamanan”, yang merupakan slogan seri EOS.

EOS 7D Mark II sekarang dilengkapi dengan dua prosesor DIGIC 6, kemajuan dari desain Dual DIGIC 4 pada EOS 7D. Prosesor ini mampu memproses segala jenis informasi, termasuk mendukung high-speed continuous shooting pada kira-kira 10 fps.

Jumlah roda gigi untuk sistem penggerak sudah dikurangi untuk menurunkan voltase puncak selama pengisian shutter. Selain itu, frame speed (kecepatan bingkai) ditingkatkan dengan waktu pengisian yang lebih singkat, sedangkan shutter tetap sangat awet, mampu menahan hingga sekitar 200.000 pelepasan.

Fitur 5
Kualitas Gambar yang Tinggi pada High ISO Speed. ISO 16000 Sekarang termasuk dalam Kisaran Standar

Kisaran ISO speed standar pada EOS 7D Mark II sudah diperluas ke ISO 16000 untuk pengambilan gambar diam dan pembuatan film, sehingga dapat meminimalkan goyangan kamera dan keburaman subjek ketika pemotretan di lingkungan rendah-cahaya. Hal lain yang ikut memberikan kontribusi pada penyempurnaan performanya yaitu sensor Dual Pixel CMOS yang baru dikembangkan, serta daya pemrosesan gambar Dual DIGIC 6. Dengan ISO speed standar yang satu notch lebih tinggi daripada EOS 7D, lensa f/4 dan extender sekarang dimanfaatkan untuk penggunaan yang lebih baik, sehingga memperluas kisaran pilihan kombinasi antara shutter speed dan nilai aperture. Pengaturan ISO speed yang rinci juga didukung.

EF-S15-85mm f/3.5-5.6 IS USM/ FL:80mm (setara dengan 128mm dalam format 35mm)/ Aperture-priority AE (1/640 det., f/5.6, -1EV)/ ISO 16000/ WB: Auto

Pergerakan sekelompok ikan yang berenang melintasi tangki air "dibekukan" pada shutter speed 1/640 detik. Bahkan pada high ISO speed 16000, noise diabaikan sehingga membuatnya dapat digunakan untuk menangkap kisaran yang lebih lebar dari subjek yang bergerak dalam kondisi rendah-cahaya.

Fitur 6
Berbagai Kontrol Sekarang Dimungkinkan sambil Melihat melalui Eyepiece Intelligent Viewfinder II

Di samping garis kisi-kisi dan level elektronik, berbagai pengaturan, seperti shooting mode (mode pemotretan) dan white balance, juga dapat ditampilkan di dalam viewfinder, sehingga penggunanya dapat dengan mudah mengganti atau memeriksa pengaturan dengan menggunakan tombol sambil melihat melalui viewfinder. Item yang ditampilkan juga dapat disesuaikan. Walaupun menggunakan LCD transparan, namun layar pemfokusan dapat dipertukarkan.

Merah: Level elektronik

Biru: Grid Lines

Hijau: Level exposure

Oranye: Informasi Pemotretan

Untuk pertama kali dalam seri EOS, informasi pemotretan sekarang dapat ditampilkan di layar viewfinder. Dengan kemampuan untuk melihat informasi seperti status pengoperasian AF dan format perekaman, membantu untuk memberikan dukungan yang meyakinkan bagi sang fotografer selama pemotretan. Hal lainnya yang juga baru diperkenalkan ke seri EOS yaitu sistem “flicker detection” (pendeteksian kerlipan), yang mendukung pemotretan berdasarkan sumber cahaya artifisial.

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Win an EOS M100

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.