LOGIN/SIGN UP function is disabled for upgrade and maintenance. It will resume on 22/01/2022 10.30 AM SGT. Sorry for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products In Focus: Ulasan lensa RF- Part4

[Ulasan] RF600mm f/11 IS STM & RF800mm f/11 IS STM di Lanskap Perkotaan

Lensa super telephoto sepanjang 600mm dan 800mm kerap dikaitkan dengan kehidupan alam liar dan pesawat udara, tetapi lensa tersebut juga dapat menawarkan perspektif baru dalam salah satu tempat yang paling tidak diperkirakan: di kota. Fotografer perjalanan dan perkotaan yang berkedudukan di Bangkok, Don Amatayakul (@donamtykl) berbagi cara, bagaimana RF600mm f/11 IS STM dan RF800mm f/11 IS STM membantunya melihat dunia di sekitarnya melalui sepasang mata baru. (Dilaporkan oleh: Don Amatayakul)

1) Pendahuluan
2) Fitur favorit #1: Ukuran dan berat
3) Fitur favorit #2: Stabilisasi gambar
4) Fitur favorit #3: Control ring
5) Bagaimana lensa mengubah fotografi saya
6) Gambar lainnya
7) Spesifikasi RF600mm f/11 IS STM
8) Spesifikasi RF800mm f/11 IS STM

 

Perspektif baru, bahkan di tempat yang sama

Sebagai fotografer perjalanan dan perkotaan, saya ingin berbagi tentang keindahan berbagai tempat dengan warganya, dan melalui semua itu, mengubah cara mereka melihat segala sesuatu di sekitar mereka. Untuk mengutarakan perspektif yang berbeda tersebut, saya memiliki segudang lensa yang mencakup panjang fokus yang berlainan, lengkap dari ultra-wide angle, hingga standard, sampai telephoto.

Sebelum saya membeli semua lensa ini, lensa saya yang paling panjang adalah EF70-300mm f/4-5.6 IS II USM. Namun demikian, ada kalanya saya merasa bahwa perbandingan dan efek close-up yang ditawarkannya belum cukup. Saya selalu ingin lensa super telephoto, tetapi dulu, opsi yang ada hanyalah lensa yang mahal, berat dan tidak mudah untuk dibawa-bawa, jadi saya urungkan niat untuk memiliki lensa tersebut.

Kemudian, Canon merilis RF600mm f/11 IS STM serta RF800mm f/11 IS STM, dan saya berkesempatan mencobanya. Pertama-tama, saya khawatir mengenai aperture tetap f/11 karena saya berpendapat bahwa itu akan berdampak sangat parah pada bidikan saya. Tetapi, itu bukan masalah besar seperti yang saya duga, dan saya kemudian terkesan sehingga pada akhirnya, saya membeli kedua lensa itu. Saya memiliki kedua lensa itu selama kurang lebih satu tahun sekarang, dan menggunakan keduanya sekitar 40% hingga kini. Saya terutama menggunakan kedua lensa itu dengan EOS RP dan keduanya menunjukkan performa yang sungguh baik.

EOS RP/ RF800mm f/11 IS STM @ f/11, 1/500 det., ISO 320
Patung Buddha Raksasa di kuil Wat Paknam

Patung Buddha yang sedang meditasi ini setinggi 20 lantai. Kuil dan strukturnya yang megah ini merupakan wajah Bangkok sebagai arsitektur modern, dan efek kompresi pada 600mm serta 800mm, yang membuat sejumlah elemen di latar belakang, tampak lebih besar, membantu menyandingkannya tanpa membuat perbandingan keduanya terlihat kecil.


EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 1/200 det., ISO 500

Saya akhirnya lebih banyak memotret kereta api setelah membeli RF600mm f/11 IS STM dan RF800mm f/11 IS STM. Dengan lensa yang lebih lebar, Anda dapat menangkap bidikan kereta api, tetapi dengan lensa super telephoto, Anda dapat juga melihat orang-orang di dalam dan di sekitar kereta api, hingga ke ekspresi wajah mereka setiap kali menjumpai kereta api.


EOS RP/ RF800mm f/11 IS STM @ f/11, 1/3200 det., ISO 400

Tekstur perkotaan. Pembesaran pada lensa super telephoto menawarkan titik pandang yang sama sekali baru. Saya membidik lebih banyak bangunan secara close-up sekarang sejak memiliki kedua lensa tersebut.

 

Fitur Favorit #1: Ringkas dan ringan

Cukup portabel untuk dimasukkan ke dalam tas saya dan dibawa menjelajahi kota

Memotret pemandangan dan panorama kota, berarti harus banyak jalan, karenanya, saya ingin bawaan saya ringan, supaya bisa lebih banyak membidik secara nyaman dan waktunya bisa lebih lama. Apabila saya memilih perlengkapan untuk dibeli, ukuran, berat dan portabilitas adalah pertimbangan utama.

RF600mm f/11 IS STM dan RF800mm f/11 IS STM separuh ukuran versi L, dan dari segi berat, setidaknya 70% lebih ringan. Kedua lensa ini tidak saja ringan apabila dipasangkan dengan EOS RP, keduanya juga cukup portabel untuk dimasukkan ke dalam tas saya dan dibawa menjelajahi kota. Sangat nyaman kalau punya banyak opsi, karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan Anda temukan, dan kapan Anda akan memerlukannya.




Dibidik pada 600mm

EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 1/640 det., ISO 320
Kuil Fo Guang Shan Thaihua


Dibidik pada 29mm

EOS RP/ EF 17-40mm f/4L USM @ 29mm, f/7.1, 1/1600, ISO 320

Bangkok sarat dengan kuil yang serba mengesankan dan historis, juga detail arsitekturalnya yang rumit, tetapi untuk mendapatkan bidikan close-up tidaklah sesederhana seperti bergerak lebih dekat ke kuil tersebut. Dengan menggunakan RF600mm f/11 IS STM, saya dapat menangkap bidikan patung Guan Yin yang lebih kecil dari sudut terbaik.

 

Fitur Favorit #2: Stabilisasi gambar

Mempermudah pemotretan genggam

Stabilisasi gambar dalam lensa (hingga 5 stop pada RF600mm f/11 IS STM; hingga 4 stop pada RF800 f/11 IS STM) adalah fitur lainnya yang membuat lensa ini sangat mudah digunakan. Ini, bersama dengan desainnya yang ringan, mempermudah untuk melakukan bidikan genggam tanpa menggunakan tripod, bahkan dalam kondisi rendah cahaya.

EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 1/60 det., ISO 320
Ayunan Raksasa

Bidikan genggam sudut rendah dari Ayunan Raksasa (Giant Swing) di larut senja. Karena stabilisasi gambar dalam lensa, aperture tetap f/11 bukan merupakan masalah dalam kondisi rendah cahaya meskipun Anda tidak ingin menggunakan kecepatan ISO tinggi. Membidik pada 1/60 detik pada lensa telephoto non-stabilised biasanya akan menghasilkan goyangan kamera yang jelas, tetapi gambar ini tidak memiliki goyangan sama sekali.

 

Fitur Favorit #3: Ring kontrol

Akses langsung ke kontrol pencahayaan

Menurut saya, control ring (ring kontrol) adalah salah satu fitur terbaik yang pernah diperkenalkan Canon pada lensa. Dengan fitur ini, Anda dapat mengontrol satu pengaturan pencahayaan yang ditetapkan, namun demikian, Anda juga dapat memutar ring-nya sehingga tidak melewatkan momen berharga karena harus menelusuri menu kamera.

EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 1/500 det., ISO 2000

Masinis kereta api sedang naik ke kabinnya. Dengan menetapkan control ring untuk mengontrol kecepatan ISO, membantu Anda mengontrol pencahayaan secara cepat apabila Anda jeda sejenak di antara berbagai pemandangan dengan kondisi penerangan yang berbeda-beda.

 

Rangkuman: Mencermati pemandangan lebih dekat, semakin Anda memahami berbagai hal

Berbagai hal di sekitar kita terus berubah. Betapa mengagumkan, bahwa tempat yang sudah dikenal sekali pun, selalu tampak berbeda setiap kali Anda melihatnya. Dalam lima tahun sejak saya pertama kali memulai fotografi, pergi memotret telah banyak meningkatkan keterampilan fotografi saya, karena dengan melihat berbagai perubahan itu, membantu saya untuk lebih mencurahkan perhatian pada waktu yang berputar di sekitar saya. Pemahaman saya mengenai momen yang ingin saya tangkap dan menunjukkannya kepada orang lain, semakin lebih baik.


Pembesaran dan jarak fokus terdekat, mungkin perlu latihan untuk membiasakan diri, tapi upaya ini sepadan dengan hasil yang diperoleh.

Apabila melihat melalui lensa super telephoto seperti RF600mm f/11 IS STM atau RF800mm f/11 IS STM, pembesaran membuka mata Anda terhadap sejumlah aspek pemandangan yang tidak pernah Anda amati sebelumnya.

Pembesaran dan jarak fokus terdekat yang lebih jauh (4,5 meter untuk RF600mm f/11 IS STM, 6 meter untuk RF800mm f/11 IS STM) mungkin perlu waktu untuk menguasainya. Bersiaplah untuk berjalan-jalan dan menemukan sudut yang tepat serta memberi lebih banyak ruang antara Anda dan subjek. Tapi setelah Anda terbiasa, itu sangat menyenangkan, dan akan membawa fotografi Anda—serta pemahaman Anda tentang suatu tempat—ke tingkat yang baru.

 

Pemandangan lain di Bangkok pada 600mm dan 800mm

EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 1/320 det., ISO 100

Buddha raksasa di kuil Wat Paknam merupakan gambar ketenteraman pada jalanan yang ramai.


EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 1/500 det., ISO 320
Ayunan Raksasa

Ini dibidik dengan jarak sekitar 500m dari Ayunan Raksasa, yang setinggi 27 meter. Efek kompresi lensa memunculkan skalanya dengan cara lain.


EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 3,2 det., ISO 100
Pencahayaan yang lama pada bidikan genggam dengan RF600mm f/11 IS STM. Gambar tampak cukup tajam, bahkan pada 3,2 detik.


EOS RP/ RF800mm f/11 IS STM @ f/11, 1/400 det., ISO 800
Sudut ini membuat Anda merasa seperti sedang berdiri di atas rel kereta api, tetapi pada kenyataannya, itu diambil dari jarak yang sangat aman!


EOS RP/ RF600mm f/11 IS STM @ f/11, 1/320 det., ISO 160
Cahaya berinteraksi dengan panel kaca pada bangunan.


EOS RP/ RF800mm f/11 IS STM @ f/11, 1/500 det., ISO 320
Bayangan memperjelas detail arsitektural apartemen ini. Dari jauh, apartemen ini mungkin saja terlihat sama dan biasa, tetapi kalau dari dekat, Anda bisa melihat detail orang hidup.

 

RF600mm f/11 IS STM


Lens hood (Tudung lensa): ET-88B (dijual terpisah)


Konfigurasi lensa

A: Lensa DO


Spesifikasi utama:

Konstruksi lensa: 10 elemen dalam 7 kelompok
Jarak pemfokusan terdekat: 4,5m
Pembesaran maksimum: 0,14x
Diameter filter: 82mm
Ukuran: φ93 x 269,5mm (ketika memotret)/199,5mm (ditarik masuk)
Berat: sekitar 930g

 

RF800mm f/11 IS STM


Lens hood (Tudung lensa): ET-101 (Dijual terpisah)


Konfigurasi lensa

A: Lensa DO


Spesifikasi utama:

Konstruksi lensa: 11 elemen dalam 8 kelompok
Jarak pemfokusan terdekat: 6,0m
Pembesaran maksimum: 0,14x
Diameter filter: 95mm
Ukuran: φ93 x 351,8mm (ketika memotret)/281,8mm (ditarik masuk)
Berat: sekitar 1.260g

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Don Amatayakul

Don Amatayakul

Seorang fotografer lepas yang berkedudukan di Bangkok, Thailand, Don Amayatakul, pertama kali memulai fotografi pada tahun 2016 sebagai cara untuk mengabadikan momen yang tak terlupakan dan mengekspresikan perspektifnya ketika dia sering bepergian ke luar negeri. Tinggal di Bangkok, salah satu kota paling fotogenik di dunia, dengan sendirinya terbentuklah suatu minat pada fotografi perkotaan dan pemandangan kota, dan itu tumbuh dalam dirinya sehingga dia menganggapnya sebagai bagian dari dirinya sendiri. Melalui sejumlah gambarnya, dia berharap dapat membuat orang memperhatikan keindahan kota dan mengubah cara mereka melihat segala sesuatu di sekitar mereka.

Instagram: @donamtykl