Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Teknik untuk Bidikan Dramatis Kelopak Bunga Saat Hujan

Kelopak bunga berguguran dari pepohonan, merupakan salah satu pemandangan sekilas yang bisa menghasilkan gambar nan abadi. Beginilah cara Anda dapat membidiknya secara sempurna, entah itu dengan latar gelap atau latar cahaya. (Dilaporkan oleh: Jiro Tateno, Takashi Karaki, Digital Camera Magazine)

 

Pemandangan 1: Bokeh telephoto dengan latar gelap

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 400mm/ Manual exposure (f/9, 1/400 det.)/ ISO 160
Foto oleh: Takashi Karaki


Kisah di balik bidikan

Bunga tampak indah saat mekar, tetapi bunga juga bisa terlihat sangat mengesankan apabila tertiup angin dan berguguran ke bumi. Dalam budaya Jepang, satu gambar yang sangat melambangkan musim semi adalah gambar “hanafubuki”—kelopak bunga sakura bersalju, dan inilah yang saya ingin bidikan saya mengungkapkannya.

 

Teknik 1: Cari latar yang gelap untuk membuat kelopak bunga menonjol

Kita cenderung mencurahkan perhatian hanya kepada subjeknya ketika kita membidik, tetapi latar belakang juga penting. Kelopak bunga sakura yang berguguran akan terlihat pucat dan tidak kentara jika latar belakangnya terlalu terang, seperti yang ditunjukkan bidikan di bawah ini.

Kelopak bunga yang pucat tidak akan menonjol pada latar belakang yang samar. Untuk memberikan kontras yang memadai, pilih lokasi yang menyediakan latar belakang yang gelap.

 

Teknik 2: Gunakan panjang fokus super telephoto untuk mengubah kelopak bunga yang berguguran menjadi bokeh yang melingkar

Untuk menciptakan kesan nan membuai dan bunga sakura yang berguguran terlihat bagaikan butiran salju yang jatuh, saya memutuskan untuk mengubahnya menjadi lingkaran bokeh. Ini juga menarik lebih banyak perhatian ke bokeh. Panjang fokus yang semakin panjang, bokehnya pun tampak semakin jelas. Dengan mempertimbangkan keseimbangannya dengan elemen lain dalam pemandangan, saya merasa bahwa hasil terbaik dicapai pada 400mm.


Dibidik pada 100mm

Pada panjang fokus yang lebih pendek, kelopak bunga yang berguguran akan menjadi terlalu kecil dan bokeh yang tercipta darinya tidak terlihat secara jelas.

Ingat: Anda secara efektif mengubah bunga yang berguguran menjadi bokeh latar belakang. Ingat untuk menempatkan fokus Anda di bagian belakang untuk mendefokus bagian depan. Di sini, saya memilih untuk membidik deretan pepohonan di sepanjang jalan, dan menempatkan fokus pada pepohonan yang paling belakang.

Pelajari lebih lanjut tentang menggunakan bokeh telephoto dalam artikel:
5 Hal untuk Mencoba Lensa Telephoto

Pelajari cara menghasilkan efek serupa dengan menggunakan lampu kilat pada hujan yang turun dalam artikel:
Teknik Lampu Kilat Built-in #6: Lingkaran Bokeh Ajaib di Hari Hujan

 

Langkah terakhir: Gunakan kecepatan rana cepat untuk membekukan kelopak bunga yang berguguran

Setelah menetapkan tempat pemotretan dan pembingkaian, Anda hanya tinggal menunggu sampai bunga mulai berguguran. Untuk membekukan kelopak bunga kecil seperti bunga sakura, Anda memerlukan kecepatan rana sekurangnya 1/400 detik. (Jiro Tateno menjelajahi kecepatan rana dalam Pemandangan 2 di bawah ini)

Jika Anda menangkap bidikan bunga sakura pada momen yang tepat, dan bokeh terlihat sebagaimana mestinya, Anda akan menghasilkan penampilan kelopak bunga bersalju nan abadi dan romantis di musim semi.

 

Pemandangan 2: Sudut lebar di latar gelap dengan sedikit buram gerakan

EOS 5D Mark IV/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 27mm/ Manual exposure (f/11, 1/160 det.)/ ISO 320/ WB: 4.900K
Foto oleh: Jiro Tateno

Dalam Pemandangan 1, kita belajar bahwa kelopak bunga yang pucat pada umumnya tidak akan menonjol pada latar belakang yang samar. Namun demikian, jika kondisi penerangannya tepat, Anda mungkin memiliki kontras yang cukup untuk menghasilkan bidikan yang baik, bahkan pada latar berwarna terang.


Kisah di balik bidikan

Cabang pepohonan yang terembus angin, kelopak bunga sakura yang berguguran ini berkilauan di latar belakang karena tertimpa cahaya matahari larut senja, mengubah lanskap biasa menjadi pemandangan yang dramatis. Untuk melestarikan kesan dramatis, saya bereksperimen dengan berbagai kecepatan rana untuk mengetahui, kecepatan manakah yang membuat bunga menonjol paling baik.

 

Teknik: Menemukan kecepatan rana yang terbaik

Kecepatan pada kelopak bunga yang berguguran, bergantung pada kekuatan angin, jadi Anda harus mempertimbangkan hal ini dan menyesuaikan seperlunya.


Terlalu cepat; kelopak bunga terlalu kecil

Bidik pada 1/125 det.

Apabila kecepatan rana terlalu cepat, kelopak bunga yang kecil akan terlihat seperti bintik-bintik—terlalu kecil untuk menonjol, khususnya dalam bidikan sudut lebar.


Terlalu lambat; tidak terlihat seperti kelopak bunga

Bidik pada 1/30 det.

Jika kecepatan rana terlalu lambat, kelopak bunga akan tampak sebagai torehan—bukan penampilan yang kita harapkan.


Tepat: Membuat kelopak bunga terlihat agak lebih besar

Kecepatan rana yang tepat, menangkap buram gerakan yang memadai untuk membuat kelopak bunga terlihat agak lebih besar dan lebih jelas.

Untuk bidikan ini, saya mendapatkan hasil yang ideal pada 1/160 detik. Karena saya juga sudah mempersempit aperture hingga f.11 untuk menangkap starburst, saya ubah kecepatan ISO untuk menyesuaikan pencahayaan.

Saran: Bergerak lebih dekat ke pohon, tidak saja membantu membuat kelopak bunga terlihat lebih besar, tetapi juga menyempurnakan perspektif sudut ultra lebar, yang berkontribusi pada dampaknya.

 

Mengenai teknik lainnya untuk membuat lanskap Anda terlihat lebih mengesankan, bacalah artikel berikut:
Bentangan Bintang yang Mencengangkan: Memotret Pemandangan Spektakuler Bunga Cherry yang Bermekaran dan Bimasakti di Malam Hari
Fotografi Lanskap Minimalis dengan Bentangan Langit
Lanskap yang Fantastis: Melapisi Filter GND dengan Filter Lain
2 Kiat Fotografi Lanskap yang Langsung Mengubah Penampilan Gambar di Tempat Pemotretan

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Jiro Tateno

Jiro Tateno

Lahir di Tokyo tahun 1975. Daru sekitar tahun 1990, ia menambatkan diri dengan alam melalui kegiatan memancing, dan fotografi. Dari tahun 1999, ia berkelana ke seluruh negeri, mengambil sejumlah foto dengan tema "Natural Beauty" (Keindahan Alam). Pada saat ini, ia memasok foto hasil karyanya untuk berbagai majalah, buku, poster, kalender dan lain sebagainya. Ia mengadakan pameran foto "Okinawa" pada tahun 2010, dan "Northern Lights - Journey of Light/ Iceland" pada tahun 2017.

 

Takashi Karaki

Takashi Karaki

Setelah mengantongi sejumlah pengalaman sebagai instruktur olahraga yang kemudian diikuti 10 tahun pengalaman dalam bidang produksi serta penyuntingan majalah, Karaki pindah ke Yonago City di Prefektur Tottori, dan di sana dia menjadi terkenal karena karya pemotretan lanskap wilayah San' di Jepang. Hasil karyanya telah dipublikasikan di Amazing Village, suatu buklet tentang desa yang serba-indah di Jepang. Hasil karyanya diproduksi melalui CANON x — kolaborasi Discover Japan pada tahun 2017, dan karya bidikannya mengenai awan berarak di Akechi Pass di Prefektur Tottori merupakan salah satu di antara 12 foto yang dipilih oleh Japan National Tourism Organization (JNTO) untuk mewakili Jepang.

Instagram: @karakky0918