Produk >> All Products In Focus: EOS M50- Part 3

Uji-Coba dan Pengujian 8 Fitur Utama EOS M50

Diumumkan Februari tahun ini, kamera mirrorrless baru dari Canon, EOS M50, tidak hanya kecil dan mudah digunakan, tetapi juga sarat dengan segudang fitur baru. Semua ini menyertakan prosesor gambar yang baru dan lebih baik, serta 4K movie shooting untuk pertama kali pada kamera mirrorless Canon. Apakah sepadan dengan kehebohannya? Kami membawa kamera untuk bidikan percobaan selama musim bunga sakura. (Dilaporkan oleh: Yuki Imaura)

EOS M50

 

1. Resolving power (daya pisah:resolusi)

Bunga magnolia menunjukkan resolving power EOS M50

EOS M50/ EF-M55-200mm f/4.5-6.3 IS STM/ FL: 142mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/320 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Manual

Bunga magnolia yang bermekaran. Kelopak bunga digambarkan dalam nada yang mulus pada kecepatan ISO dasar EOS M50, ISO 100. Dengan kualitas tersebut, sensor 24,1 megapiksel lebih dari memadai untuk menangkap gambar pemandangan yang layak diabadikan yang Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

 

2. Gradasi

Bunga yang disebut ‘Dame’s Rocket’, menunjukkan gradasi EOS M50

EOS M50/ EF-M55-200mm f/4.5-6.3 IS STM/ FL: 94mm/ Aperture-priority AE (f/7, 1/200 det., EV-0,3)/ ISO 250/ WB: Manual

Bunga ungu, dari spesies yang disebut ‘Dame’s Rocket’, sedang mekar tanpa kentara di rerumputan. Saya ingin menarik perhatian ke bunga ini dan kualitas cahaya di sekitarnya, jadi saya menggunakan tanaman bunga camellia Jepang di latar depan, menciptakan bokeh di latar depan.

Memang agak sulit untuk mendapatkan pencahayaan yang ideal untuk pemandangan seperti ini. Namun demikian, perhatikan, bagaimana gradasi warna yang direproduksi dengan baik dalam gambar ini, dari rerumputan yang diterpa sinar matahari, menembus siluet tumbuhan di latar depan. EVF pada EOS M50 mempermudah untuk mengonfigurasi pengaturan kamera sambil mengecek efek dalam waktu nyata, dan meningkatkan peluang Anda memperoleh bidikan yang bagus.

 

3. Layar LCD Vari-angle

Bunga Sakura dari sudut rendah

EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 15mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/160 det., EV+0,7)/ ISO 200/ WB: Manual

Bunga Sakura mekar di cabang pohon. Saya menempatkan kamera, tegak lurus pada cabang pohon menghadap ke atas. Layar LCD Vari-angle pada EOS M50 memberi Anda keleluasaan untuk membidik dari berbagai sudut kamera, termasuk sudut rendah pada kikisan tanah seperti ini.

 

4. Pemotretan beruntun

Shidare-zakura menunjukkan pemotretan beruntun kecepatan tinggi EOS M50

EOS M50/ EF-M55-200mm f/4.5-6.3 IS STM/ FL: 135mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/320 det., EV+0,3)/ ISO 640/ WB: Manual

Ujung cabang weeping sakura (‘shidare-zakura’) diambil tepat pada saat kereta api melintas di latar belakang. EOS M50 memiliki kemampuan pemotretan beruntun kecepatan tinggi hingga 10 fps apabila menggunakan One-Shot AF.

 

5. Performa High ISO speed

Bidikan bunga sakura pada ISO 1600 di bawah sinar bulan

Dibidik dengan ISO 1600
EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 15mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/5 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: Manual

 

Bidikan bunga sakura pada ISO 12800 di bawah sinar bulan

Dibidik dengan ISO 12800
EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 15mm/ Aperture-priority AE (f/4, 140 det., EV±0)/ ISO 12800/ WB: Manual

Pohon bunga Sakura yang bermekaran di bawah sinar purnama. Cahaya lampu LED di jalan membantu memastikan kondisi pencahayaan tidak terlalu gelap. Kisaran kecepatan Native ISO, dari ISO 100 hingga 25600 pada EOS M50. Sebagai fotografer profesional, saya senang menggunakan kecepatan ISO sekitar 1600 apabila mengambil bidikan di malam hari seperti ini untuk pekerjaan saya, karena ini menjamin nada yang mulus serta noise yang sesedikit mungkin. Tetapi, jika Anda memotret untuk penggunaan pribadi, kualitas yang Anda depatkan pada ISO 12800 mungkin akan cukup bagus.

 

6. Performa AF

Sakura dalam hembusan angin

EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 15mm/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/1.000 det., EV+1,3)/ ISO 200/ WB: Manual

Bidikan close-up sudut lebar, melihat ke atas, memandangi weeping sakura. Pemandangan yang berangin seperti ini sangat menantang untuk AF, dengan bebungaan yang berayun-ayun dihembus angin. Namun demikian, entah bagaimana, saya berhasil mengambil bidikan berkat performa kecepatan tinggi dari Dual Pixel CMOS AF.

Dengan cahaya latar dari sinar surya larut senja di latar belakang, gambar sangat mudah untuk kelebihan cahaya dan semburat sorotan cahaya (blowout). Namun demikian, semua ini ditekan dengan cara menggunakan mode Highlight Tone Priority.

 

Bunga Sakura dalam cahaya redup

EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 20mm/ Aperture-priority AE (f/5,6, 2 det., EV+0,3)/ ISO 200/ WB: Manual

Pemandangan taman ini di malam hari, ditangkap dengan kecepatan rana lambat. Pemandangannya gelap, meskipun ada cahaya dari lampu jalanan, tetapi saya masih bisa menggunakan fokus otomatis untuk semua bidikan tanpa masalah apa pun. EOS M50 dapat melaksanakan AF dalam kondisi pencahayaan yang segelap EV-2 berkat sensor gambar DIGIC 8 yang baru, dan Dual Pixel CMOS AF yang sudah lebih baik.

 

7. C-RAW

Bunga camellia Jepang yang besar dan berjatuhan, tergeletak pada hamparan tetumbuhan birdeye speedwell (veronica persica). Saya membidik gambar ini dalam format RAW tradisional dan C-RAW, dan membandingkan keduanya. C-RAW mempertahankan resolusi gambar yang sama seperti RAW tradisional, tetapi menghasilkan ukuran file yang lebih kecil. Gambar di bawah adalah file yang diekspor ke format JPEG, menggunakan fungsi post-processing (pasca-pemrosesan) dalam kamera. Saya tidak melihat perbedaan apa pun dalam kualitas gambarnya.

Gambar RAW yang diekspor sebagai JPEG

Dibidik dalam format RAW tradisional dan diproses dalam kamera
EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 32mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/100 det., EV-0,7)/ ISO 200/ WB: Manual

 

Gambar C-RAW yang diekspor sebagai JPEG

Dibidik dalam format C-RAW tradisional dan diproses dalam kamera
EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 32mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/100 det., EV -0,7)/ ISO 200/ WB: Manual

 

8. Movie Shooting (Pembuatan Film)

EOS M50 adalah kamera mirrorless pertama dari Canon yang mendukung 4K video, yang memberi Anda footage yang kaya pada kedalaman dan dimensinya. Frame rate 25p/24p jelas memadai untuk penayangan pada PC atau smartphone.

Pada EOS M50, perekaman 4K dilakukan dengan menggunakan area piksel 3840 x 2160 (UHD 4K standar) dari bagian tengah sensor gambar. Hal ini memberikan sudut pandang yang lebih sempit daripada gambar diam dan perekaman video Full HD pada panjang fokus yang sama. Jika perlu, bidik dengan sudut lebih lebar dan/atau coba menyesuaikan posisi berdiri Anda.

Kamera juga memiliki opsi movie shooting HD 100p/120p High Frame Rate yang memungkinkan Anda mengambil rekaman film dalam gerakan lambat 4x lipat. Waktu putar ulang menjadi 4 kali waktu perekaman, jadi sebaiknya jaga agar waktu perekaman singkat jika Anda ingin mendapatkan kemudahan selama pasca-penyuntingan!

4K movie direkam dengan menggunakan EOS M50

 

Film dengan high frame rate, direkam menggunakan EOS M50

 

Kesimpulan: Kamera dengan fitur lengkap, yang mudah digunakan

Secara umum, saya mendapat kesan bahwa EOS M50 adalah kamera yang diperlengkapi sangat baik. Kamera ini sarat dengan berbagai fitur yang diharapkan oleh para pengguna dari seri kamera mirrorless EOS M Canon.

Contohnya, kamera ini sangat mudah digunakan: Sama seperti kamera DSLR level pemula EOS termutakhir, item menu mudah dipahami, dan berbagai fitur seperti pasca-pemrosesan RAW dalam kamera memungkinkan Anda menjadi lebih kreatif tanpa harus menggunakan PC.

Ukuran kamera dan lensa yang ringkas serta tingkat kegagalan yang rendah sewaktu memotret dengan menggunakan EVF, juga merupakan sebagian contoh kekuatan EOS seri M, yang dimiliki EOS M50.

Pengguna yang menyukai tombol dan dial, mungkin sedikit ragu, karena kamera ini menampilkan desain yang sederhana. Namun demikian, meskipun dengan mempertimbangkan hal itu, saya tetap mengatakan bahwa EOS M50 memang kamera yang bagus dan mudah digunakan.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Watch

Digital Camera Watch

Menyampaikan berita harian yang terkait topik,misalnya tentang kamera digital dan perangkat periferal, serta perangkat lunak imaging. Juga menerbitkan berbagai artikel, seperti ulasan tentang penggunaan model kamera digital yang sesungguhnya, dan sampel foto yang diambil dengan menggunakan model baru.

http://dc.watch.impress.co.jp/

Yuki Imaura

Yuki Imaura

Lahir pada tahun 1986 di prefektur Saitama, Yuki Imaura adalah seorang fotografer lanskap. Dari menyunting berbagai majalah, ia sekarang bekerja secara freelance, memotret bermacam-macam lanskap alam di seluruh Jepang, dan hewan di kehidupan alam liar dengan bersemangat. Ia juga menulis untuk sejumlah majalah dan dosen dalam bidang fotografi.