Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

5 Pola Pencahayaan Dasar untuk Fotografi Potret

2020-07-29
1
946
Dalam artikel ini:

Pencahayaan yang tepat dan baik membawakan rasa, detail dan menambahkan kedalaman pada foto potret. Bila anda baru dalam mengambil foto subyek manusia, dan sedang mencari tips dan trik untuk mendapatkan ambilan foto yang menakjubkan, mengetahui 5 pola pencahayaan yang mudah ini akan berguna bagi anda. Unduh infografik yang mudah-dicerna di bawah ini dan baca seluruh artikelnya dimana kami membagikan karakteristik dari masing-masing pola pencahayaan, suasana yang dibawakannya dan pengaturan sederhana masing-masingnya.Pencahayaan yang tepat dan baik membawakan rasa, detail dan menambahkan kedalaman pada foto potret. Bila anda baru dalam mengambil foto subyek manusia, dan sedang mencari tips dan trik untuk mendapatkan ambilan foto yang menakjubkan, mengetahui 5 pola pencahayaan yang mudah ini akan berguna bagi anda. Unduh infografik yang mudah-dicerna di bawah ini dan baca seluruh artikelnya dimana kami membagikan karakteristik dari masing-masing pola pencahayaan, suasana yang dibawakannya dan pengaturan sederhana masing-masingnya.

 

Pencahayaan Terpisah

Karakteristik: Pencahayaan terpisah dikenali dengan efek separuh-terang separuh-gelap. Bayangan yang dijatuhkan seringnya kasar untuk mendapatkan hasil kontras yang besar antara sisi wajah yang berbeda. Detail pada sisi wajah yang tidak diberi cahaya mungkin bahkan bisa digelapkan total oleh bayangan.

Persiapan: Sumber cahaya diletakkan pada sudut 90 derajat pada salah satu sisi wajah subyek. Teknik ini direkomendasikan untuk digunakan dengan hanya satu sumber cahaya agar mendapatkan kualitas foto yang benar-benar dramatis.

Pro: Foto potret dengan bayangan yang menutupi bagian besar pada wajah menambah kesan misterius pada subyek. Hal ini karena dengan menggelapkan fitur wajah subyek akan mengarahkan para pengamat foto untuk membayangkan seluruh penampilan subyek dengan imajinasi mereka. Fitur ini juga meningkatkan ide dari sisi 'gelap' atau kegelapan yang digunakan pada film.

 

Pencahayaan Rembrandt

Karakteristik: Dinamai menurut seniman Belanda, Rembrandt Harmenszoon van Rijn, karena penggunaannya antara nilai bayangan dan cahaya dalam karya seninya, pencahayaan Rembrandt adalah pola pencahayaan yang terkenal untuk foto potret dan lukisan serupa. Dikenali dengan segitiga cahaya yang terbentuk di bawah mata pada sisi wajah yang tidak diberi cahaya.

Pengaturan: Letakkan sumber cahaya pada sudut 45-60 derajat menghadap ke arah subyek. Anda juga harus memiringkan sumber cahaya dengan sudut 45 derajat secara atas-bawah untuk menyinari ke bawah pada wajah subyek. Anda bisa memposisikan reflektor untuk memantulkan cahata pada sisi wajah yang tidak disinari untuk meningkatkan paparan/pencahayaan. Tips: Bereksperimenlah dengan memiringkan wajah subyek atau mengubah sudut sumber cahaya untuk mengubah dan mencocokkan bentuk dan ukuran segitiga yang anda sukai. Intensitas cahaya, jarak cahaya dari subyek dan bahan dari diffuser serta lapisan diffuser akan memengaruhi getaran pada segitiga cahaya.

Pro: Pencahayaan Rembrandt menciptakan kesan yang sangat dramatis karena kontras dari cahaya dan kegelapan. Seperti kesan yang diberikan oleh karya seni senimannya, pencahayaan ini sangat baik dilakukan pada lingkungan yang lebih gelap, bercahaya redup untuk membuat foto terlihat lebih menarik dan misterius.

 

Pencahayaan Kupu-Kupu

Karakteristik: Anda bisa mengenali pencahayaan kupu-kupu dengan adanya bentuk bayangan yang mirip dengan kupu-kupu yang terbentuk di bawah hidung.

Persiapan: Sumber cahaya diletakkan di atas dan tepat di belakang kamera. Cahayanya akan menyinari ke arah bawah pada wajah subyek dan memberikan bayangan di bawah hidung subyek.

Pro: Memenuhi ekspektasi akan representasi kupu-kupu yang cantik, pencahayaan kupu-kupu sangat melangsingkan wajah dan seringnya menciptakan efek wajah yang kecil. Bayangan yang terbentuk di bawah kontur wajah yang menonjol (tulang pipi, punggung alis dan rahang) untuk mengecilkan keluasannya. Sangat dimanfaatkan dalam pengambilan foto kecantikan dan potret busana.

 

Pencahayaan Luas

Karateristik: Sisi wajah yang disinari dengan baik lebih besar areanya dibandingkan dengan area yang berbayang dan sering diiringi oleh sedikit kemiringan wajah subyeknya. Pencahayaan luas adalah lawan dari Pencahayaan pendek.

Persiapan: Persiapannya sederhana. Sumber cahaya diletakkan pada sudut 45 derajat, subjek menghadapkan wajah menjauhi sumber cahaya pada sudut sekitar 75 derajat.

Pro: Pencahayaan luas melebarkan wajah. Berguna pada subyek yang wajahnya lebih kecil dan ingin memiliki persepsi wajah yang lebih penuh. Tips: Catatlah bahwa bayangan akan dijatuhkan pada sisi wajah yang paling jauh dari sumber cahaya dan harus dipertimbangkan untuk memilih sisi wajah yang mana yang paling baik anda perlihatkan bagi subyek foto.

 

Pencahayaan Pendek

Karakteristik: Sisi wajah yang diberi cahaya kecil dan sempit bila dibandingkan dengan area wajah yang tidak diberikan cahaya. Pencahayaan pendek juga merupakan lawan dari pencahayaan luas.

Persiapan: Sumber cahaya diletakkan pada sudut 45 derajat. Subyek memiringkan kepalanya sedikit ke arah sumber cahaya. Beberapa cahaya bisa mencapai sisi wajah yang lebih gelap tetapi akan menjadi paling menonjol pada sisi wajah yang lebih sempit.

Pro: Saat diposisikan dengan baik, wajah subyek akan terlihat lebih langsing dengan pencahayaan ini karena bayangannya akan menutupi sisi wajah yang lebih luas. Jumlah bayangan yang besar juga menambahkan kesan misteri dan ciri khas pada foto.

 

Sekarang karena anda mengetahui 5 pola pencahayaan dasar ini, lihatlah sebuah majalah dan aplikasikan pengetahuan anda dengan mengidentifikasi jenis pencahayaannya sendiri. Hal ini adalah cara yang baik untuk membuat diri anda familiar melalui latihan visual kecil ini sebelum anda mencobanya sendiri. Saat mencoba pola pencahayaan ini, bersiaplah untuk memindahkan subyek atau alat pencahayaan anda karena bayangan yang terbentuk akan berbeda dengan setiap perubahan kecil yang ada. Sebagai tambahan, jangan berhenti pada lima contoh ini. Terus mencari tahu pola pencahayaan lain yang lebih sulit secara online untuk mendapatkan pemahaman dan pengetahuan yang lebih dalam mengenai fotografi potret.

Unduh salinan infografik ini di sini.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami