Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

[Pelajaran 4] Mulai dengan Beberapa Bidikan Percobaan

2014-03-20
3
3.52 k
Dalam artikel ini:

Fotografi dengan Digital SLR tidak sesulit yang Anda pikirkan setelah Anda menguasai dasar-dasarnya. Dengan memfokuskan secara tepat dan melepaskan shutter, seluruh dunia baru akan terbuka. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Halaman: 1 2 3 4

Pemotretan dalam Auto Mode

1: Tetapkan mode ke Auto

Putar tombol Mode Dial dan sejajarkan dengan tanda indeks Auto mode. Dalam mode ini, semua fungsi yang dibutuhkan dalam pengambilan foto secara otomatis ditetapkan ke pengaturan optimalnya.

2: Tetapkan sakelar focus mode pada lensa ke “AF”

Periksa sakelar focus mode pada lensa, dan sejajarkan ini dengan tanda indeks AF untuk mengaktifkan fungsi autofocus (fokus otomatis).

3: Lepaskan sungkup lensa

Lepaskan sungkup lensa dan bersiap untuk memotret. Lepaskan sungkup lensa jenis pegas dengan menjepit sakelar pelepasannya pada kedua sisinya.

4: Arahkan kamera ke subjek

Lihat melalui viewfinder dengan mata kanan, lalu arahkan ke subjek yang ingin Anda potret. Alih-alih memosisikan wajah Anda pada jarak jauh, pastikan melihat melalui viewfinder dengan melekatkan dahi Anda ke sini.

5: Fokuskan dengan menekan tombol shutter separuh ke bawah

Secara kasar, bingkailah subjek yang dituju dalam viewfinder. Berikutnya, secara perlahan, tekan tombol shutter separuh ke bawah. AF diaktifkan pada tahap ini.

6: Tetapkan fokus pada subjek

Setelah subjek masuk ke dalam fokus, titik AF pada spot terfokus di dalam viewfinder akan menyala merah, dan Anda akan mendengar bunyi “bip”.

7: Tekan tombol shutter sepenuhnya ke bawah untuk melepaskan shutter

Pada saat tombol shutter yang ditekan separuh ke bawah, susun bidikan, ikuti dengan menekan tombol sepenuhnya ke bawah. Gambar direkam saat shutter dilepas. Dengan ini, pemotretan pun selesai.

8: Bidikan diambil

Segera setelah bidikan diambil, gambar yang tertangkap akan muncul pada monitor LCD. Walaupun gambar ini menghilang setelah beberapa saat, yakinlah bahwa gambar sudah direkam.

Hal-hal kecil

Flash menembak secara otomatis dalam pemandangan rendah cahaya

Apabila subjek yang akan dipotret tampak gelap, built-in flash akan menyembul keluar dan menembak secara otomatis. Bahkan, ketika Anda memotret di luar ruangan, perhatikan bahwa flash dapat juga ditembakkan apabila cahaya tidak mencukupi atau dalam pemandangan cahaya latar.

Halaman: 1 2 3 4

Pemotretan dengan Fungsi Live View

1: Aktifkan fungsi Live View

Tekan tombol Start/Stop pemotretan Live View di belakang kamera.

2: Mulai pemotretan Live View

Gambar muncul dalam waktu nyata pada monitor LCD, dan kamera siap menangkap bidikan. Tidak ada yang dapat dilihat dalam viewfinder pada saat ini karena cermin (mirror) di dalam kamera membalik ke atas.

3: Arahkan kamera ke subjek

Tetapkan fokus sewaktu melihat pada monitor LCD. Sesuaikan komposisi sewaktu memeriksa monitor, saat Anda dapat menangkap gambar menurut yang Anda lihat.

4: Aktifkan AF dengan menekan tombol shutter separuh ke bawah

Tekan tombol shutter separuh ke bawah setelah Anda memposisikan subjek dalam komposisi. Tindakan ini akan mengaktifkan fungsi AF.

5: Tetapkan fokus pada subjek

Titik dalam fokus pada gambar diindikasikan oleh bingkai AF hijau, dan bunyi “bip” dikeluarkan.

Halaman: 1 2 3 4

6: Tekan tombol shutter sepenuhnya ke bawah untuk melepaskan shutter

Setelah tombol shutter ditekan dan ditahan separuh ke bawah, fokus akan dikunci sementara. Sambil mempertahankan keadaan ini, ubah orientasi kamera dan sempurnakan komposisinya. Setelah Anda siap, tekan tombol shutter sepenuhnya ke bawah. Shutter dilepas, dan gambar pun direkam. Pemotretan selesai.

7: Bidikan ditangkap

Segera setelah bidikan diambil, gambar yang tertangkap akan muncul pada monitor LCD. Walaupun gambar ini menghilang setelah beberapa saat, yakinlah bahwa gambar sudah direkam.

8: Mengakhiri pemotretan Live View

Setelah pemotretan selesai, tekan lagi tombol Start/Stop pemotretan Live View di belakang kamera untuk mematikannya.

9: Kamera kembali ke status siap-bidik

Setelah keluar dari fungsi Live View, menu ditampilkan pada monitor LCD. Setelah beberapa saat, tampilan layar menu menghilang secara otomatis.

Hal-hal kecil

Melacak wajah subjek potret dengan menggunakan Face+Tracking AF

Ada beberapa AF mode yang dapat dipilih sewaktu pemotretan Live View. Contohnya, Face+Tracking AF, yang merupakan pengaturan default pada sebagian besar model kamera, secara otomatis mendeteksi wajah manusia dalam gambar, dan melacaknya saat mereka bergerak. Jika tidak ada subjek potret dalam komposisi, fokus akan ditetapkan secara otomatis pada subjek di sekitar. Untuk kamera yang dilengkapi dengan sensor sentuh, fokus dapat ditetapkan pada titik yang sudah Anda ketuk.

Face+Tracking AF adalah sistem yang mengenali wajah manusia secara otomatis. Fokus dapat juga ditetapkan dengan cara mengetuk pada monitor LCD.

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami