LOGIN/SIGN UP function is disabled for upgrade and maintenance. It will resume on 22/01/2022 10.30 AM SGT. Sorry for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

4 Cara Untuk Meningkatkan Akurasi Warna Dalam Fotografi

2021-06-09

Untuk mendapatkan foto yang bagus dan menarik, seorang fotografer harus mempertimbangkan elemen-elemen seperti subyek, komposisi, dan pencahayaan sebelum menekan tombol shutter. Namun, jangan lupakan juga pentingnya peran akurasi warna, apalagi untuk fotografi komersial. Berikut adalah empat cara untuk meningkatkan akurasi warna Anda!

Memotret dalam Format RAW 

Dirancang untuk memberikan kualitas gambar terbaik, Anda tidak akan kesulitan mendapatkan nada dan warna yang tepat saat menggunakan kamera Canon. Saat menggunakan kamera untuk pertama kalinya, foto akan disimpan dalam bentuk file JPEG. Meskipun file ini akan memberikan warna menakjubkan untuk skenario prasetel (seperti mode lanskap, potret, makro, dan malam), para fotografer cenderung memilih opsi yang memberikan lebih banyak kendali atas warna dalam foto. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk menggunakan format RAW pada kamera Canon.  

Memotret dalam mode RAW akan melewati proses algoritma prasetel warna (dikenal sebagai JPEG) sehingga semua data yang diperoleh benar-benar utuh sebagaimana yang ditangkap oleh sensor kamera. Keunggulan utama memotret dalam format RAW adalah kemudahan dalam pengeditan foto tanpa mengorbankan kualitas. Dengan aplikasi olah digital pilihan, Anda dapat mengatur keseimbangan warna foto secara manual. 

RAW hanya memiliki satu kelemahan. Karena tidak mengalami proses pengompresan, ukuran file dari setiap gambar jauh lebih besar dari format JPEG. Namun, jangan khawatir karena kamera Canon memiliki versi RAW terkompresi yang disebut C-RAW (Compact Raw). Ukuran file yang dihasilkan akan jauh lebih kecil, memungkinkan Anda untuk mengambil lebih banyak foto tanpa mengorbankan kualitas.

 

Menyetel White Balance dengan Benar

Setiap sumber cahaya memiliki suhu yang berbeda. Itulah mengapa warna yang sama tampak berbeda dalam kondisi pencahayaan yang berubah. Untuk mengoreksi warna di bawah kondisi cahaya yang berbeda, kamera Canon mempunyai pengaturan Auto White Balance (AWB). Suhu warna cahaya akan diukur dalam Kelvin (K), dan pengaturan White Balance (WB) yang sesuai akan langsung diterapkan ke gambar.  

Saat menyesuaikan White Balance, Anda dapat memilih mode AWB atau menyesuaikan secara manual sebelum mengambil foto ataupun sesudah saat dalam tahap edit (jika Anda menggunakan file RAW). Manual White Balance atau menggunakan prasetel WB adalah opsi yang dapat dipilih saat Anda berada di dalam skenario menantang. Misalnya, lampu fluoresen dan halogen dalam ruangan yang sama.

Solusi untuk skenario ini adalah mengatur White Balance secara manual. Katakanlah, misalnya, Anda ingin mengambil foto matahari terbenam, tetapi warnanya terlihat terlalu dingin saat ditinjau kembali. Dalam hal ini, untuk menghangatkan gambar, yang perlu Anda lakukan adalah setel WB ke pengaturan Cloudy, Twilight, dan Sunset. Prasetel akan menyesuaikan Kelvin ke angka yang lebih rendah (6000 K) untuk memastikan suhu warna lebih hangat, sehingga ideal untuk foto matahari terbenam. 

Canon menyediakan beberapa opsi pengaturan White Balance untuk skenario umum seperti:  

  • AWB - Temperatur Warna: 3000 ~ 7000 K
  • Daylight - Temperatur Warna: 5200 K
  • Shade - Temperatur Warna: 7000 K
  • Cloudy, Twilight, Sunset - Temperatur Warna: 6000 K
  • Tungsten Light - Temperatur Warna: 3200 K
  • White fluorescent light - Temperatur Warna: 4000 K
  • Flash Use - Temperatur Warna: 6000 K
  • Custom - Temperatur Warna: 2500 ~ 10000 K

 

Layar Monitor Terkalibrasi 

Jika ingin mendapatkan konsistensi warna dalam setiap foto yang diambil, kami menyarankan Anda untuk menggunakan alat kalibrasi monitor. 

Perangkat kalibrasi monitor atau software kalibrasi warna adalah alat-alat yang dirancang untuk membaca pixel pada monitor secara akurat dan memperbaikinya sesuai dengan standar industri warna. 

Sebagai seorang fotografer, tentunya Anda ingin memastikan keakuratan warna dari hasil karya. Dengan mengkalibrasi monitor, gambar atau video yang diedit akan mencerminkan warna yang sesuai seperti saat dikirim ke tempat penerbitan. Para pengguna Canon juga memiliki alat bantu bernama Canon EOS Utility atau Digital Photo Professional (DPP). Software yang mudah dipakai ini memungkinkan fotografer untuk langsung menyambungkan kamera ke PC dan meninjau gambar di layar monitor yang sudah terkalibrasi.

 

Memotret dengan Kartu Abu-abu

Ringan dan ekonomis, kartu abu-abu adalah perlengkapan yang wajib dimiliki oleh semua fotografer. Kartu tersebut berfungsi sebagai titik referensi untuk memastikan bahwa foto Anda mendapatkan pencahayaan yang pas. Berikut cara menggunakan kartu abu-abu di kamera Anda:

Langkah 1: Ambil foto kartu sehingga memenuhi seluruh bingkai kamera.

Langkah 2: Masuk ke Mode Pratinjau.

Langkah 3: Buka menu kamera dan pilih "Gunakan data WB dari gambar ini untuk WB kustom", lalu tekan OK.

Langkah 4: Pilih Custom White Balance dari menu kamera. 

Anda juga dapat menempatkan kartu abu-abu bersama dengan obyek yang ingin difoto. Jangan lupa untuk memilih mode RAW sebelum memotret. Saat proses pengeditan foto dengan aplikasi olah digital, gunakan alat penetes mata untuk menyesuaikan White Balance, dan klik pada kartu abu-abu untuk mengoreksi perubahan warna

Hasil dari salah satu proses ini akan memastikan keseimbangan warna pada gambar. Ingat, jika Anda mengubah peraturan pencahayaan atau lingkungan, Anda harus mengkalibrasi ulang.

Unduh infografik ini di sini.
 

Untuk artikel serupa: 
Camera FAQ #13: Apa itu White Balance Correction ([WB Shift/Bkt.])? Bagaimana Saya Menggunakannya? 
Pendahuluan tentang Pencetakan Seni Lukis– Bagian 4: Bagaimana Cahaya Mempengaruhi Warna 
Pendahuluan tentang Pencetakan Seni Lukis – Bagian 3: Profil Warna dan Penyampaian Maksud