Tips & Tutorials

Nightscape – Mengontrol Cahaya untuk Bidikan Indah

Pada siang hari menjelang malam yang kelam, dan setelah matahari terbenam, adalah saat yang paling baik bagi para fotografer. Menangkap pemandangan cahaya yang mengagumkan di taman ria atau sinar kota dengan kamera Anda. Artikel ini akan memberi tahu Anda bagaimana fotografer profesional akan menggunakan kamera DSLR, EOS 100D yang memiliki kapabilitas cahaya rendah dan ekspresi tonal. Pelajari berbagai teknik untuk bidikan nightscape yang indah. (Dilaporkan oleh: Yurika Kadoi)

Halaman: 1 2

EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM/ FL: 22mm/ Manual exposure (5 det., f/11)/ ISO 100/ WB: Auto

Daya tarik taman ria ditangkap pada kecepatan shutter lambat. Saya menyesuaikan kecepatan dan memilih waktu exposure yang panjang untuk menciptakan beberapa jejak cahaya dalam gambar.

Teknik 1: Mengekspresikan Jejak Cahaya dengan Kecepatan Shutter Rendah

Memprediksi pergerakan untuk menangkap jejak cahaya

Dengan tripod, Anda dapat menetapkan waktu exposure yang panjang untuk menciptakan efek mengagumkan yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Contohnya adalah jejak cahaya yang ditangkap dengan kecepatan shutter lambat. Cahaya lampu depan mobil dan lampu bergerak lainnya meninggalkan jejak, sementara cahaya lampu gedung akan tetap diam, menciptakan suatu dunia menarik yang hanya dapat dipersembahkan oleh fotografi malam hari. Hal penting di sini yaitu memutuskan kapan melepaskan shutter. Anda harus menyusun bidikan sebelumnya dengan mempertimbangkan bagaimana sumber jejak cahaya akan bergerak, dan shutter harus dirilis pada saat cahaya mencapai titik yang sudah ditentukan. Kecepatan shutter harus disesuaikan menurut pergerakan subjek, jadi Anda dianjurkan untuk mencoba beberapa kecepatan sebelum memutuskan mana yang akan digunakan.

Periksa lokasi

Yang penting adalah mendapatkan gagasan tentang lokasi pemotretan sewaktu hari masih terang. Dengan cara ini, Anda akan dapat melakukan pemotretan dengan mudah.

[Handheld Night Scene] membekukan gerakan

Apabila mode [Handheld Night Scene] yang dipilih, maka kecepatan ISO tinggi dan shutter speed cepat secara otomatis ditetapkan yang membekukan pergerakan subjek tanpa menciptakan jejak cahaya.

Tidak ada jejak cahaya saat pergerakan berjalan lambat

Jika subjek Anda bergerak secara lambat atau sama sekali tidak bergerak, tidak ada jejak cahaya yang dihasilkan, bahkan pada shutter speed yang lambat.

Mencegah Goyangan Kamera dengan Tripod dan Remote Switch

Menantang manual exposure

Setelah menguasai pengoperasian EOS 100D, beranikan diri Anda untuk mengambil tantangan yaitu, memotret suasana malam (nightscape). Banyak orang tampaknya mengira bahwa menangkap bidikan malam bukan pekerjaan yang mudah. Pada kenyataan, hal itu tidak sesulit yang Anda kira, setelah Anda menguasai poin-poin yang penting. Sebelum pemotretan, siapkan tripod dan remote switch agar Anda dapat menstabilkan kamera dan melepas shutter secara halus tanpa menyebabkan kamera bergoyang. EOS 100D menawarkan mode [Handheld Night Scene], yang tidak memerlukan tripod. Namun demikian, untuk menangkap pemandangan secara cantik dengan sedikit noise, Anda disarankan untuk menyiapkan tripod dan remote switch. Poin lain yang penting adalah memeriksa lokasi pemotretan sebelum menjadi gelap. Pengaturan yang direkomendasikan untuk kamera yaitu mode Aperture-priority AE dan manual exposure. Para pengguna kamera cenderung menghindari penggunaan manual exposure karena ternyata sulit menanganinya. Namun demikian, mode exposure ini ideal untuk nightscape karena tidak banyak fluktuasi di sekitar kecerahan pada malam hari. Jika Anda menggunakan tripod, gunakan ISO 100 atau 200, dan pengaturan aperture f/8 sebagai basisnya, kemudian menyesuaikan tingkat exposure dengan cara memelintir sedikit kecepatan shutter.

Pengaturan EOS 100D yang Direkomendasikan untuk Nightscape!

  • Tripod + Remote Switch
  • Aperture-priority AE atau Manual Exposure
  • Low ISO Speed
  • Fungsi Live View

Teknik 2: Menekankan Night View dengan Aspek Rasio [16:9]

EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 24mm/ Manual exposure (6 det., f/8)/ ISO 200/ WB: Auto

Untuk pemandangan Yokohama dari jarak jauh, saya memilih rasio aspek [16:9] untuk memotong bagian langit yang gelap gulita di bagian atas, sehingga dapat menekankan night view (pemandangan malam) dan menampakkan sepasang sejoli.

Memotong langit yang gelap

Setelah senja turun, langit menjadi sangat gelap. Hindari langit gelap agar tidak memenuhi sebagian besar komposisi, karena dapat mengorbankan suasana warna-warni pemandangan malam. Metode efektif dalam kasus ini adalah mengubah rasio aspek. Untuk gambar berorientasi horizontal, memilih [16:9] akan memotong bagian langit yang kabur di bagian atas dan daratan yang gelap di bagian bawah. Bagian atas dan bawah diselubungi pada gambar Live View, sehingga Anda dapat memeriksa komposisi sebelum membidik.

Langit hitam pekat dengan [3:2]

Dengan menampakkan sepasang sejoli di bagian depan yang tercakup dalam komposisi, tercipta ruang kosong yang besar di bagian atas dan bawah. Langit hitam pekat meninggalkan kesan berat.

Fungsi Live View yang Nyaman

Fungsi Live View khususnya berguna apabila menangkap gambar dengan menggunakan tripod. Dengan EOS 100D, Anda tinggal mengetuk titik pada layar monitor LCD untuk menentukan tempat penetapan fokus. Tampilan grid dapat juga digunakan untuk memastikan gambar Anda tampak rata.

Teknik 3: [Daylight] white balance menambah sentuhan hangat

EF-S55-250mm f/4-5.6 IS II/ FL: 65mm/ Manual exposure (1,6 det., f/11)/ ISO 400/ WB: Daylight

Saya memilih [Daylight] untuk menambah nada hangat yang menonjolkan dekorasi kawasan Pecinan Yokohama yang gemerlap.

Mencoba pengaturan white balance yang berbeda

Kesan foto malam dapat dikontrol dengan cara menyesuaikan nada warna. Untuk mereproduksi warna aslinya, pilih opsi [Auto] white balance. Namun demikian, jika tujuan Anda adalah mengekspresikan suasana tempat tersebut, cobalah menggunakan pengaturan white balance yang berbeda. Memilih [Daylight] akan meningkatkan nada jingga serta menambah kehangatan pada gambar, sedangkan [Tungsten light] dianjurkan jika Anda ingin menonjolkan suasana sejuk nada biru dan putih.

Pengaturan [Auto] akan menghilangkan keceriaan

[Auto] mereproduksi warna asli, tetapi tidak dapat mengungkapkan kehidupan jalanan yang ramai.

Gunakan [Mirror lockup] apabila Anda tidak menggunakan fungsi Live view

Meskipun Anda menggunakan tripod, getaran cermin dapat menyebabkan kamera bergoyang. Tetapkan fitur [Mirror lockup] ke [Enable] apabila Anda memotret suasana malam (nightscape) melalui viewfinder. Jika fitur ini diaktifkan, Anda harus menekan tombol shutter dua kali untuk menangkap gambarnya.

Efek pemampatan perspektif

Saya menggunakan lensa telefoto untuk memampatkan perspektif agar sumber cahaya akan tampak lebih terkonsentrasi.

Yurika Kadoi

Lahir di Toyama dan lulusan dari Fakultas Teknik, Kanazawa University, Kadoi telah bekerja untuk produsen perlengkapan listrik sebelum menjadi asisten di studio foto. Setelah itu, ia menjadi fotografer freelance, dan sekarang sedang aktif mengerjakan beragam luas karyanya dari potret hingga foto diam (still photo) untuk film.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Win an EOS M100

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.