Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Memahami Teori-Teori Warna: Panduan Mudah Untuk Fotografer

2020-05-22

Ditemukan oleh Sir Isaac Newton, teori dan roda warna sudah digunakan pada semua aspek kehidupan, seperti pada pakaian, desain dan fotografi, untuk memperkuat daya tarik dan estetika visualnya. Persiapkan diri anda dalam perjalanan kaleidoskopik harmoni dimana kami akan menjelaskan mengenai harmoni lima warna paling umum dari kombinasi warna komplementer, analog, triad, split komplementer dan tetrad, dengan beragam pengiriman hasil foto dari komunitas Canon kami!

 

Warna-Warna Komplementer


Kredit: Jushen Lee
EOS-1D X Mark II, EF16-35mm f/2.8L II USM, f/6.3, ISO 125, 1/400s, 30mm

Salah satu harmoni warna yang paling banyak digunakan adalah kombinasi warna komplementer. Dalam spektrum warna, warna-warna komplementer ditentukan dari warna yang saling berlawanan satu sama lain. Sebagai contoh, hijau dan merah, ungu dan kuning, dan seperti yang digambarkan di atas, warna biru (langit dan laut) dan oranye (subyek manusia). Kombinasi warna ini memunculkan kontras dari nada warna yang hangat dan sejuk serta sering digunakan untuk memperlihatkan titik fokal atau untuk menambahkan daya tarik/tegangan terhadap foto. Karena hanya memerlukan dua warna saja, kombinasi ini sangat mudah dipakai untuk menghasilkan ambilan foto yang dinamis.

 

Warna-Warna Analog


Kredit: Vincent
EOS-1D X Mark II, EF600mm f4L IS II + 1.4 x III, f/5.6, ISO 1600, 1/400s, 840mm

Tidak seperti harmoni warna lain, warna-warna analog terlihat paling halus dalam kontras. Tetapi, hasil akhir dari foto yang memakai kombinasi warna ini dianggap memiliki suatu aura kuat yang penuh ketenangan. Hal ini karena transisi yang mulus dari tiga warna yang saling berdampingan dalam roda warna seperti selayaknya dikenali mata manusia. Contoh di atas memperlihatkan penggunaan warna kuning (burung), kuning-kehijauan (latar belakang) dan hijau (dedaunan). Warna-warna analog bukanlah warna yang paling mudah didapatkan dan seringnya membutuhkan sedikit perbaikan pasca-produksi untuk mencapai efek yang diharapkan.

 

Warna Triad


Kredit: Naveen
EOS 600D, EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS II, f/7.1, ISO 100, 1/160s, 55mm

Kombinasi warna triad menggunakan setiap warna keempat pada roda warna. Sebagai sebuah pengukur, kombinasi ini harus menciptakan sebuah segitiga sama sisi ketika warnanya diberi tanda dengan sebuah garis penghubung. Hal ini akan menghasilkan sebuah ketidakseimbangan rasio warna 2:1, dan seperti yang ditunjukkan oleh contoh di atas, ada 2 warna hangat kuning-oranye (bunga) dan merah-ungu (cabang pohon) melawan satu warna sejuk (latar belakang langit). Seperti Aturan Sepertiga, kombinasi warna triad membawakan daya tarik visual dan adanya persepsi susunan melalui kualitas dari ketidakseimbangan yang mengejutkan. Untuk menggunakan kombinasi warna triad berarti menyoroti satu warna dominan sementara dua warna lainnya berperan sebagai warna pelengkap.

 

Warna-Warna Split Komplementer


Kredit: Harshima
Digital IXUS 185, f/2.8, ISO 100, 1/400s, 62mm

Warna-warna split komplementer, atau harmoni campuran, menggunakan dua warna yang bergantian ditambah dengan satu warna tambahan yang berlawanan dengan warna yang diloncatinya (mengacu pada diagram di atas). Melalui ketidakseimbangan rasio warna 2:1, perbedaan warna split komplementer terletak pada penggunaan barisan warna yang lebih dekat, dan terlihat lebih selaras antara warna hangat dan sejuk. Perubahan kecil ini menghasilkan kontras visual yang lebih kuat dibandingkan dengan kombinasi triad tetapi dengan tegangan yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan kombinasi komplementer. Pada contoh di atas, warna-warna yang digunakan adalah merah, oranye-kuning dan biru-kehijauan.

 

Warna-Warna Tetrad


Kredit: Michal Kokot
EOS 50D, f/4.0, ISO 400, 1/600s, 100mm

Kombinasi warna tetrad menggunakan empat warna dan meliputi dua kombinasi komplementer yang membentuk sebuah persegi panjang ketika ditarik dengan sebuah garis penghubung. Akhir persegi panjang yang lebih pendek selalu merupakan satu warna yang berjarak terpisah. Walaupun warna komplementer semua meliputi adanya tegangan (dan kami akan berharap memiliki lebih banyak lagi ketika menggunakan dua set warna), kombinasi warna tetrad masih bekerja. Kontras yang kuat ini sering dipencarkan melalui variasi warna yang ada di lokasi sehingga menghasilkan sebuah aliran yang selaras dan tidak saling bersaing tanpa terdapat satu warna spesifik yang bersaing untuk mendominasi. Bahkan dalam distribusi warna yang berbeda-beda seperti foto di atas, warna sejuk biru yang dominan (langit) dan hijau (tanaman) dengan warna hangat kuning yang lembut (tanah) dan oranye (pintu perahu) hasilnya masih akan tetap terlihat cukup seimbang dan indah dipandang.

 

Memahami teori warna hanyalah salah satu dari sekian banyak area yang harus dipelajari seorang fotografer sepanjang karirnya. Anda bisa mencari skema warna mana yang bekerja pada anda sebagai sebuah panduan atau menggunakannya sebagai keuntungan untuk membuat pengamat foto anda terkagum, tetapi anda tidak boleh mengabaikan kreativitas anda dan membatasi diri anda dalam memilih palet warna anda. Jelajahi, selalu mencoba dan langgarlah aturan!

 

Berikut ini beberapa artikel lain yang bisa and abaca mengenai penggunaan warna dalam fotografi:

 

Fotografi Abstrak: Menggunakan Warna

5 Cara Memanfaatkan Warna dalam OOTD Anda

Bagaimana Cara Saya Menggunakan Aksen Warna dalam Menarik Perhatian ke arah Subyek?