Tips & Tutorials

[Hewan] Subjek di Kebun Binatang Tampak Berbeda di Malam Hari

Jika kamera yang Anda gunakan, bagus untuk pemotretan pada ISO speed tinggi, Anda akan dapat menghasilkan bidikan jernih dalam pemandangan rendah cahaya tanpa menyebabkan kamera bergoyang atau menghasilkan gambar di luar fokus. Dalam artikel ini, saya akan memperkenalkan sebagian teknik untuk membidik foto di kebun binatang pada waktu malam. (Dilaporkan oleh: Toyofumi Fukuda)

Halaman: 1 2

Bidikan Close-up Singa yang Disinari oleh Lampu Merkuri

Dengan kemajuan kamera yang mendukung pemotretan ISO speed tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini, Anda sekarang dapat menangkap foto di kebun binatang malam hari, yang tidak bisa dilakukan di masa lalu. Hewan yang muncul di waktu malam yang gelap dalam keadaan rendah cahaya tampak garang sekaligus memukau. Penampilannya yang gagah dan anggun adalah ekspresi yang hanya bisa dilihat pada malam hari. Di Jepang, kebun binatang pada umumnya memperpanjang jam buka di musim panas sampai pk. 20.00 atau 21.00. Karena kegelapan baru terjadi sekitar pk. 19.00, waktu yang tersisa untuk pemotretan malam hari sangat singkat. Walaupun terdapat banyak subjek bagus, mengambil bidikan bisa memakan waktu lebih lama daripada yang diperkirakan jika Anda menunggu kesempatan untuk mengambil foto yang tepat. Oleh karena itu, cara yang bijaksana adalah mempersempit subjek target Anda, dan luangkan waktu untuk memotret subjek berbeda setiap hari, misalnya serigala di hari pertama, dan macan di hari kedua.

ISO 12800

EOS-1D X/ EF300mm f/2.8L IS II USM/ FL: 300mm/ Aperture-priority AE (1/160 det., f/2.8, -1.7EV)/ ISO 12800/ WB: Auto

Keadaan di sekeliling diterangi oleh lampu merkuri yang menambahkan semburat warna hijau ke gambar. Di sini, saya menyesuaikan white balance sewaktu tahap pengembangan ke warna yang mendekati warna singa. Alat yang digunakan dalam contoh ini adalah Click White Balance yang tersedia dalam perangkat lunak Digital Photo Professional (DPP).

ISO 400

Menggunakan ISO speed rendah menyebabkan shutter speed melambat, sehingga gerakan sekecil apa pun pada subjek akan menghasilkan gambar buram. Untuk menjaga shutter speed cepat, diperlukan pengaturan ISO speed tinggi.

Teknik – Tetapkan ke exposure yang sudah dikurangi ketika menggunakan AE

±0EV

-1EV

-2EV

Seperti diilustrasikan pada contoh, mengambil foto tanpa exposure compensation menghasilkan gambar yang agak cerah, yang tidak menyampaikan kesan bidikan malam. Dalam kasus ini, pengaturan ke exposure yang dikurangi -1 hingga -2EV membantu meningkatkan suasana secara nyata.

Menambahkan Dimensi ke Pegunungan Kera dengan Cahaya dari Samping

ISO 10000

EOS-1D X/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 35mm/ Aperture-priority AE (1/10 det., f/3.5, -1.3EV)/ ISO 10000/ WB: Auto

Pegunungan kera buatan untuk kera Rhesus. Tidak seperti siang hari, kera-kera ini menyembunyikan diri di pegunungan pada malam hari, dan keadaan di sekeliling begitu senyap, sehingga nyaris sulit merasakan kehadiran mereka.

Menyesuaikan White Balance agar Langit Lebih Biru

ISO 10000

EOS-1D X/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 35mm/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/10 det., -1.3EV)/ ISO 10000/ WB: Cahaya neon

Burung Bangau di kebun binatang ini dibiarkan bergerak bebas tanpa jaring, sehingga memungkinkan untuk menangkap bidikan fantastis ini pada jam yang tepat.

ISO 800

Apabila white balance ditetapkan ke Auto, warna langit direproduksi dalam nada abu-abu tua, sementara sumber cahaya menambahkan semburat merah yang tidak mengimbangi kesan yang ditampilkan oleh burung bangau tersebut. Mengubah pengaturan white balance ke Tungsten Light (Cahaya Neon) membantu menciptakan suasana yang fantastis.

Penggunaan cahaya flash dilarang di kebun binatang malam, jadi kami hanya dapat mengandalkan pada cahaya di sekitar tempat. ISO speed tinggi wajib digunakan dalam kasus ini. Meskipun begitu, Anda mungkin tidak dapat memperoleh shutter speed yang cukup cepat. Walaupun shutter speed yang lebih lambat bisa dipilih jika Anda menggunakan tripod, tapi menyiapkan tripod akan membuat pengunjung lain merasa tidak nyaman, dan yang terpenting, shutter speed lambat akan menyebabkan subjek menjadi buram. Untuk mengatasi masalah ini, cobalah menggunakan tripod sebagai monopod, atau mencegah goyangan kamera dengan menempatkan kamera pada susuran/pagar, misalnya.

Toyofumi Fukuda

Fotografer hewan. Lahir di Saga pada tahun 1955, Fukuda mencurahkan segenap upayanya ke berbagai genre secara luas, dari hewan piaraan hingga hewan liar. Presiden UFP Photo Office dan anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

http://www.u-f-p.jp

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.