Tips & Tutorials

Teknik Aperture-Priority AE #4: Membuat Foto Ekspresi Wajah

Wajah manusia adalah tiga dimensi. Apabila membuat foto wajah manusia pada jarak dekat, jika aperture terlalu besar, bagian lain dari wajah yang tidak difokus dapat menjadi terlalu buram. Mari kita belajar mengenai f-number yang nyaman untuk mengambil bidikan close-up dalam fotografi potret wajah. (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

 

f/2.8 adalah f-number optimal untuk menangkap ekspresi wajah

Apabila memotret subjek manusia secara dekat dengan lensa yang memiliki aperture maksimum kecil, harap berhati-hati, jangan sampai membuka aperture terlalu banyak. Hal ini khususnya berlaku apabila memotret dari sudut miring, di mana wajah tiga dimensi akan dipertegas dan efek bokeh diperbesar. Jika aperture besar, misalnya f/1.4 digunakan, hanya bagian tertentu dari wajah yang berada dalam fokus, yang bisa memburamkan ekspresi wajah dan membuatnya terlihat sangsi atau tidak jelas. Untuk sepenuhnya menangkap ekspresi wajah sewaktu mereproduksi efek bokeh latar belakang, f/2.8 adalah f-number yang bagus untuk digunakan. Kisaran pemfokusan meluas hingga bagian belakang mata, hidung dan mulut, memungkinkan ekspresi wajah subjek manusia sepenuhnya ditangkap, karena ketajaman penggambaran lebih tinggi dibandingkan aperture maksimum.
 

FL: 85mm/ f/2.8/ 1/25det/ ISO 400
Dibidik pada f/2.8: Mata, hidung dan mulut, semuanya dalam fokus yang tepat. Karena seluruh wajah digambarkan secara jernih, ekspresi wajah terlihat pasti.

 

 

FL: 85mm/ f/1.2/ 1/125det/ ISO 400
Dibidik pada f/1.2: Efek bokeh terlalu besar hanya dengan hidung dalam fokus dan mata di depan terlihat buram, yang membuatnya sulit untuk memastikan ekspresi wajah.

 

Saran untuk menggunakan f/2.8 yang bahkan lebih efektif dalam fotografi potret wajah

Pemandangan 1: Jika foto Anda hasilnya dibanjiri warna putih…

Dalam pemandangan yang cukup terang, seperti di luar ruangan pada siang hari, f-number f/2.8 bisa membiarkan terlalu banyak cahaya memasuki lensa, sehingga terjadi overexposure (cahaya berlebihan). Cobalah memotret di suatu tempat yang terdapat banyak keteduhan, atau meningkatkan f-number. Anda juga dapat menggunakan filter ND, yang dipasang ke lensa untuk membatasi jumlah cahaya yang memasukinya.

Untuk belajar selengkapnya tentang filter ND, bacalah artikel ini: Lensa FAQ #5: Apa saja Pro dan Kontra ND Filter?

Pemandangan 2: Jika ingin mendapatkan bokeh yang agak besar…

Setelah meninjau kembali bidikan Anda, dan jika Anda berpendapat bahwa dibutuhkan bokeh yang lebih besar, cobalah memotret dengan f-number lebih kecil, misalnya f/2.5, atau bahkan f/2. Ini akan mengurangi area dalam fokus dari gambarnya (yaitu, depth-of-field yang lebih dangkal). Namun demikian, hal ini berisiko, karena, sekecil apa pun yang di luar fokus akan menghasilkan bidikan yang sama sekali tidak fokus. Pastikan kamera Anda dipegang stabil dan mantap, lalu tingkatkan kecepatan rana. Untuk menyeimbangkannya, tingkatkan juga kecepatan ISO.

 

Poin Penting

Fokuskan pada mata di depan untuk potret wajah

Apabila memotret subjek manusia dari jarak dekat, dari sudut miring, ingatlah untuk memfokuskan pada mata di depan. Jika fokus pada mata depan, ekspresi wajah terlihat bagus dalam foto jadi, meskipun mata di belakang sedikit buram.

FL: 50mm/ f/1.8/ 1/125sec/ ISO 250
Bidikan diambil dengan fokus pada mata depan. Gambar terlihat hidup, meskipun latar belakang sedikit buram.

 

FL: 50mm/ f/1.8/ 1/125sec/ ISO 250
Bidikan diambil dengan fokus pada mata belakang. Keburaman di area depan terlihat begitu nyata, sehingga menyebabkan keseluruhan gambar tampak tidak jelas.

 

Menetapkan ke f/2.8 pada Aperture-priority AE Mode Untuk EOS 700D

1. Tetapkan kamera ke mode [Av]

Hidupkan [ON] power supply (catu daya) dan sesuaikan Mode Dial ke mode [Av].

 

2. Putar Main Dial

Putar Main Dial untuk mengubah f-number.

 

3. Periksa, apakah f-number sudah ditetapkan ke f/2.8

Periksa, apakah "F2.8" muncul pada layar LCD belakang di area yang dilingkari pada gambar. Ambil gambar setelah konfirmasi.

 

 

Teppei Kohno

 

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2013. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.