Tips & Tutorials

Teknik Aperture-Priority #8: Aperture Ideal untuk Penggambaran Lanskap Alam yang Tajam dengan Kedalaman

Apabila memotret lanskap alam yang megah, biasanya Anda pasti ingin memastikan, bahwa setidak-tidaknya detail yang halus ditangkap dengan baik dan kontras terang/bayangan digambarkan secara memadai. Para fotografer profesional kerap kali akan merekomendasikan pengaturan aperture f/11 untuk pemandangan semacam itu, karena akan menonjolkan subjek dengan cara yang tajam dan sangat dahsyat—khususnya efektif untuk lanskap alam yang membentang hingga jauh. (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

f/11/ 1/160det/ ISO 400

 

Untuk pemandangan dengan depth of field yang dalam, gunakan f/11

Jika pemandangan jauh yang Anda ingin ambil memiliki depth of field yang dangkal, Anda bisa mengambil gambar yang tajam jika menggunakan aperture yang lebih lebar. Namun demikian, jika pemandangan yang ingin Anda tangkap mencakup lanskap alam yang megah dengan banyak kedalaman, maka, menggunakan aperture yang terlalu lebar akan menghalangi Anda mendapatkan penggambaran yang jernih secara keseluruhan, karena kisaran fokus sempit akan menghasilkan sebagian area di luar fokus.

Karena itu, jika pemandangan yang ingin Anda tangkap mencakup pemandangan di kaki gunung, atau pegunungan dengan anak sungai yang mengalir di latar belakang, misalnya, Anda bisa mencoba menetapkan aperture ke f/11. Hal ini seyogianya akan memastikan bahwa elemen dari bumi bagian tengah hingga ke latar belakang gambar akan tetap dalam fokus. 

Harap diperhatikan, bahwa dalam mode Aperture-priority AE, menggunakan pengaturan aperture yang begitu sempit dalam kondisi rendah cahaya dapat menyebabkan kecepatan rana melambat. Untuk mencegah hal ini memengaruhi ketajaman gambar, tingkatkan kecepatan ISO supaya kecepatan rana tidak melambat, dan gunakan dudukan tripod bilamana memungkinkan.

Pengaturan aperture f/11 bekerja paling baik apabila dikombinasikan dengan teknik komposisi yang membantu menonjolkan kedalaman, seperti yang dijelaskan dalam artikel ini:
Komposisi yang Memancarkan Indera Dimensi dan Kedalaman

f/11, 1/400det/ ISO 400
Dibidik pada f/11. Gambar tampak jernih dan dalam fokus, dari bebatuan di latar depan hingga ke puncak di latar belakang.

 

f/4, 1/4000det/ ISO 400
Dibidik pada f/4. Bebatuan tampak buram apabila diperbesar, dan penggambarannya kurang memadai.
 

Anda ingin mengambilnya lebih jauh dengan f/11? Berikut ini ada beberapa lagi Menangkap Bidikan Lanskap yang Mengesankan!


Poin Penting

Tetapkan white balance ke "Daylight" untuk membidik pemandangan yang memukau di larut senja

Menangkap warna-warni langit larut senja dengan white balance yang ditetapkan ke "Daylight". Hal ini menegaskan warna kekuningan matahari, sekaligus menciptakan polesan akhir yang dramatis pada gambar.

Untuk informasi selengkapnya mengenai cara menggunakan white balance, bacalah artikel berikut ini:
Dasar-Dasar White Balance untuk Menghasilkan Nada Warna Dambaan!
 

f/8/ 1/40det/ ISO 400
WB "Auto": Dibidik dengan WB yang ditetapkan ke "Auto". Pemolesan foto dengan menekan nada kuning. Nada biru tampak agak kuat.

 

f/8/ 1/40det/ ISO 400
WB "Daylight": Dibidik dengan WB yang ditetapkan ke "Daylight". Warna langit yang kemerahan tampak mengandung agak banyak warna kuning. Efek ini mendekati pemandangan aslinya yang terlihat.

 

Menetapkan ke f/11 pada Aperture-priority AE Mode *Untuk EOS 700D

1. Tetapkan kamera ke mode [Av]

Atur power supply (catu daya) ke "ON" dan sesuaikan Mode Dial ke mode [Av].

 

2. Putar Main Dial

Putar Main Dial untuk mengubah f-number.

 

3. Periksa, apakah f-number dapat ditetapkan ke “F11”

Periksa, apakah “F11” muncul di area yang dilingkari seperti ditunjukkan pada layar LCD belakang. Ambil gambar setelah konfirmasi.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Teppei Kohno

 

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2003. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.