Tips & Tutorials

Astrofotografi: Menangkap Langit Berbintang yang Jernih dengan Lensa f/1.4

Astrofotografi sering kali menyangkut soal cara Anda menangkap bintang gemintang. Dalam artikel ini, mari kita mencermati sejumlah poin penting untuk menangkap langit berbintang dengan menggunakan lensa cerah dengan aperture maksimum f/1.4. Cakupan ekspresi fotografis Anda akan diperluas dan pengalaman fotografi Anda, bahkan bisa lebih menyenangkan jika Anda dapat menyesuaikan f-number dengan pemahaman yang baik tentang efeknya! (Dilaporkan oleh: Shigemi Numazawa)

EOS-1D X/ EF24mm f/1.4L II USM/ FL: 24mm/ Manual exposure (f/1.4, 30 det.)/ISO 1250/ WB: Auto
Keluar dari mobil di daerah pegunungan dan menengadah ke atas, melihat langit bagian selatan, saya menemukan Bimasakti dan konstelasi bintang Scorpius (Skorpio/kalajengking) tinggi di angkasa, keduanya bersinar cemerlang dalam suasana udara dingin malam hari. Gambar ditangkap dengan menggunakan lensa aperture besar f/1.4. Karena langit pada saat itu tampak jernih, saya meninggikan sedikit pengaturan ISO dan memilih pencahayaan yang lama, 30 detik, menangkap foto dengan bantuan pelacakan gunung khatulistiwa.

 

Menciptakan kesan yang lebih dramatis dari yang sesungguhnya Anda lihat

Cahaya remang-remang, bintang gemintang yang muncul, yang selalu bergerak, karena Bumi yang senantiasa berputar...Dalam astrofotografi, Anda akan menjumpai banyak hambatan yang tidak berlaku untuk fotografi siang hari. Namun, dengan performa ISO tinggi yang unggul dari kamera digital dan lensa diameter besar yang cerah, Anda dapat menangkap gambar langit malam secara jelas dan rinci.

Lensa dengan aperture maksimum sekitar f/2.8 dapat dianggap sebagai "aperture besar". Namun demikian, bilamana menyangkut soal fotografi bintang, perbedaan dalam kemampuan ekspresif antara f/1.4 dan f/2.8 atau f/2.0, lebih besar dari yang mungkin Anda perkirakan. 

Untuk menangkap bintang gemintang sebagai titik-titik dari posisi tetap, Anda memerlukan lensa sudut lebar dengan durasi pencahayaan ditetapkan ke 20 detik atau lebih singkat. Pada malam tanpa bulan di pedesaan, pengaturan ISO standar untuk lensa f/1.4 harus sekitar ISO 800 untuk mendapatkan level pencahayaan yang memadai selama 20 detik. Pada lensa f/2 dan f/2.8, pengaturan standar ini, masing-masing sekitar ISO 1600 dan ISO 3200, untuk menghasilkan gambar yang kaya dalam gradasi dengan sedikit noise.

Dan ini, belum mencakup semuanya. Lensa f/1.4 mampu mereproduksi langit berbintang dengan cara yang tidak akan pernah dialami dengan lensa f/2. Yang ditawarkan lensa ini bukan hanya perasaan yang bergetar saat kita berdiri pada pemandangan ini, tetapi juga bonus lainnya dari segi hue, detail atau elemen lain yang di luar perkiraan kita.

 

Saran 1: Gunakan bintang yang gelap untuk menetapkan fokus

Memang sulit menemukan puncak fokus untuk bintang yang terang apabila Anda menggunakan lensa aperture besar f/1.4, karena bintang tersebut terlihat lebih besar dan lebih jenuh. Untuk menetapkan fokus, Anda dianjurkan menggunakan bintang yang gelap. Untuk lebih jauh meningkatkan akurasi, Anda bisa mencoba menggunakan beberapa bintang.

 

Saran 2: Menala halus fokus pada layar LCD dengan lensa pembesar

Anda pasti harus memperbesar tampilan Live View apabila akan menggunakannya untuk menetapkan fokus pada bintang, tetapi kegelapan malam akan membuatnya sulit untuk melakukan pengecekan, khususnya bagi mereka yang penglihatannya menurun seiring usia. Lensa pembesaran 5x akan menjadi benda yang sangat penting dalam kasus ini.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Lensa f/1.4 yang direkomendasikan

EF24mm f/1.4L II USM

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

Ini adalah lensa yang menawarkan kecerahan yang penting untuk menangkap langit berbintang. Saya sudah memanfaatkan penggunaan lensa ini secara aktif pada aperture maksimum meskipun ada aberasi koma pada bagian tepi, karena ini bisa diminimalkan dengan soft filter.

 

 

Shigemi Numazawa

 

Lahir di Niigata pada tahun 1958, Numazawa selama ini sudah aktif dalam bidang astrofotografi dan lukisan astronomis. Ia juga berperan-serta di sekian banyak proyek program ilmiah yang diselenggarakan oleh NHK. Ia telah dianugerahi penghargaan oleh Menteri Lingkungan Hidup, dan pada saat ini menjadi fotografer National Geographic Tour.

http://www.jplnet.com/

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.