Tips & Tutorials

Dasar-Dasar Kamera #2: Kecepatan Rana

Ketika memotret, Anda tentu ingin memahami tentang kecepatan rana serta efeknya yang baik pada foto Anda. Efek semacam apakah yang bisa Anda ciptakan pada kecepatan rana yang lebih pesat atau lebih lambat? Mari kita cermati efek dari kecepatan rana yang berbeda-beda dengan bantuan contoh berikut ini. (Dilaporkan oleh: Tomoko Suzuki)

 

Kecepatan rana membantu Anda "mengontrol" pergerakan subjek dalam foto Anda

Hal yang perlu dicatat

- Kecepatan rana yang lebih pesat, membekukan subjek yang sedang bergerak.
- Kecepatan rana yang lebih lambat menciptakan efek buram gerakan dari pergerakan subjek.
- Anda bisa menyesuaikan jumlah cahaya, dengan membuka/menutup rana.
 

Kecepatan rana (juga: waktu pencahayaan) adalah lama waktu ketika rana terbuka dan cahaya memasuki sensor gambar di dalam kamera. Kecepatan rana ditunjukkan sebagai 1 det., 1/2 det., 1/4 det. ... 1/125 det. hingga 1/250 det., dll.

Kecepatan rana yang lebih pesat mengurangi lama waktu di mana cahaya bisa masuk, sedangkan kecepatan rana yang lebih lambat, menambah panjang waktu ini. Oleh karena itu, semakin lambat kecepatan rana, semakin besar jumlah cahaya yang bisa masuk ke kamera.

Kecepatan rana tidak hanya memungkinkan Anda mengubah jumlah cahaya, tapi juga bisa mengubah cara pergerakan subjek yang ditangkap. Pada kecepatan rana yang lebih pesat, Anda bisa membekukan sepenuhnya gerakan subjek yang sedang bergerak. Sebaliknya, apabila menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat, Anda bisa memburamkan subjek pada arah gerakan, dan menangkap gerakan subjek, seperti air yang mengalir. Dengan kata lain, kecepatan rana memungkinkan Anda mengontrol cara pergerakan subjek fotografis yang diambil.

 

Gunakan pengaturan kecepatan rana untuk mengubah cara pergerakan subjek fotografis ditangkap

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 105mm/ Shutter-priority AE (f/14, 1/10 det., EV+1,3)/ ISO 100
1/10 det.

 

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 105mm/ Shutter-priority AE (f/8, 1/160 det., EV+1,3)/ ISO 100
1/160 det.

 

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 105mm/ Shutter-priority AE (f/4, 1/2500 det., EV+1,3)/ ISO 400
1/2500 det.

 

Tergantung pada pergerakan subjek, menyesuaikan kecepatan rana memungkinkan Anda mengontrol cara pergerakan subjek ditangkap - entah Anda menggunakan kecepatan rana yang lebih pesat untuk membekukan aksi subjek, atau memilih untuk menangkap pergerakannya dengan menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat.

 

 

Konsep 1: Buram gerakan dan goyangan kamera

Ada dua jenis buram, 'buram gerakan' dan 'goyangan kamera', yang berasal dari sumber yang berbeda. Buram gerakan terjadi apabila pergerakan subjek lebih pesat daripada kecepatan rana. Latar belakang tidak bergerak, jadi hanya subjek yang diburamkan. Goyangan kamera terjadi apabila tangan yang memegang kamera, bergoyang saat rana dilepaskan, sehingga menyebabkan seluruh gambar menjadi buram. Pada keduanya, keburaman bisa dicegah dengan meningkatkan kecepatan rana.

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/22, 1/2 det., EV+0,7)/ ISO 100
Buram gerakan: Hanya subjek di tengah yang buram.

 

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/6 det., EV+1,0)/ ISO 100
Goyangan kamera: Seluruh foto buram.

 

 

Konsep 2: Hubungan antara kecepatan rana dan jumlah stop

Apabila meningkatkan kecepatan rana dari 1/30 det. ke 1/60 det., misalnya, ini memotong separuh panjang waktu ketika rana sedang terbuka, dan hal ini dirujuk sebagai "membuat kecepatan rana 1 stop lebih pesat". Sebaliknya, apabila mengurangi kecepatan rana dari 1/60 det., ke 1/30 det., maka, panjang waktu digandakan ketika rana sedang terbuka, dan karenanya "memperlambat kecepatan rana 1 stop".

Pada umumnya, kecepatan rana kamera DSLR bisa disesuaikan pada interval 1/2 dan 1/3 stop selain 1 stop. Misalnya, dengan menggunakan 1/2 stop, 1 stop bisa dibagi menjadi dua interval untuk kecepatan rana 1/30 det., 1/45 det., dan 1/60 det., dengan kecepatan tambahan di antaranya. Jumlah cahaya yang memasuki kamera bisa disesuaikan lebih halus dengan menggunakan interval yang lebih singkat seperti separuh stop (1/2 stop) ini.

 

 

Fakta yang berguna: Kisaran kecepatan rana berbeda-beda di antara sejumlah kamera

Tiap model kamera memiliki batas kecepatan rana yang lebih tinggi dan lebih rendah yang sudah ditentukan sebelumnya, dan Anda bisa secara bebas menyesuaikan kecepatan rana dalam kisarn nilai itu. Pada kamera yang memiliki rana berkecepatan tinggi dengan batas atas sepesat 1/8000 detik, tidak saja Anda dapat membekukan aksi subjek yang bergerak cepat dalam foto, Anda juga dapat memperlebar aperture (yaitu, menurunkan f-number), bahkan dalam pengaturan cerah, dan hal ini bisa Anda manfaatkan sewaktu mengambil bidikan dengan bokeh. Selain itu, dalam auto exposure (pencahayaan otomatis), banyak kamera yang memiliki batas kecepatan rana yang lebih rendah, selambat 30 detik. Jika Anda ingin memperlambat kecepatan rana lebih jauh lagi, gunakan fungsi "BULB".

 

Untuk mengetahui apa yang bisa Anda lakukan dengan kecepatan rana yang berbeda-beda, bacalah artikel berikut ini:
[Pelajaran 2] Menyesuaikan Shutter Speed untuk Efek Lebih Dinamis
[Pelajaran 4] Memahami Shutter Speed
Kedua artikel ini memberikan lebih banyak contoh efek yang berbeda dari kecepatan rana pesat dan lambat.

Kamera FAQ #10: Berapa shutter speed (kecepatan rana) yang optimal untuk memotret nightscape (bentangan malam)?
Saran tentang memotret jejak cahaya kendaraan dan bentangan malam kota.

[Bagian 1] Teknik Standar Menggunakan Jejak Cahaya
Uraian lebih lanjut mengenai jejak cahaya yang menggunakan fotografi pencahayaan lama, yang merupakan cara mengurangi kecepatan rana untuk meningkatkan waktu pencahayaan.

Kamera FAQ #14 : Bagaimana Mengambil Bidikan Panning?
Menangkap gerakan kereta yang melaju dan subjek yang sedang ngebut dengan seni panning. Bagi mereka yang menginginkan tantangan!

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

 

 

Tomoko Suzuki

 

Setelah lulus dari Tokyo Polytechnic University Junior College, Suzuki bergabung dengan perusahaan periklanan. Dia juga bekerja sebagai asisten fotografer, termasuk Kirito Yanase, dan mengkhususkan diri dalam bidikan komersial untuk produk perlengkapan busana dan kosmetik. Sekarang, dia bekerja sebagai fotografer studio untuk produsen perlengkapan busana.

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.