Tips & Tutorials

Dasar-Dasar Kamera #4: Exposure Compensation

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan) adalah suatu fungsi yang bisa Anda gunakan untuk mengubah pencahayaan yang ditetapkan kamera (kamera menentukan pencahayaan yang tepat) menjadi sesuatu yang merupakan preferensi Anda sendiri. Di sini, kita akan mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi ini, sambil belajar cara mengenali subjek yang memerlukan kompensasi pencahayaan positif atau negatif. (Dilaporkan oleh: Tomoko Suzuki)

 

Kompensasi pencahayaan digunakan untuk mengubah kecerahan gambar ("correct exposure") yang ditetapkan oleh kamera

Hal yang perlu dicatat

- Pencahayaan bergantung pada daya pantul subjek.
- Gunakan kompensasi pencahayaan positif apabila subjek memantulkan cahaya dengan sangat baik, dan kompensasi pencahayaan negatif apabila tidak memantulkan cahayanya dengan baik.
 

Exposure compensation, atau kompensasi pencahayaan, adalah suatu fungsi yang memungkinkan Anda mengubah kecerahan dari pencahayaan tepat yang ditentukan kamera. (Untuk informasi selengkapnya mengenai ini, bacalah Dasar-dasar Kamera #3: Pencahayaan). Untuk lebih memahaminya, mari kita cermati, bagaimana kamera mengukur pencahayaan.

Kamera memiliki meteran pencahayaan built-in yang menentukan pencahayaan yang "correct" (tepat) berdasarkan pada jumlah cahaya yang dipantulkan oleh subjek (yaitu "subject reflectivity"). Proses ini disebut "metering". Ada beberapa cara berbeda untuk bisa mencapai ini, tetapi metering mode (mode pengukuran) yang paling umum digunakan disebut “evaluative metering” (pengukuran evaluatif). Dalam mode ini, metering system (sistem pengukuran) membagi seluruh area gambar ke dalam sejumlah zona dan mengukur kecerahan di tiap zona untuk menemukan nilai rata-rata. Evaluative metering efektif untuk menemukan pencahayaan tepat yang ditentukan kamera dalam sebagian besar pemandangan.

Namun demikian, pencahayaan tepat yang ditentukan kamera tidak selalu menghasilkan kecerahan optimal untuk pemandangannya. Jika subjeknya berwarna hitam (atau mendekati hitam), sebagian besar kamera akan cenderung memberikan pencahayaan yang berlebihan sehingga menghasilkan gambar yang sangat terang. Sebaliknya, jika subjeknya berwarna putih (atau mendekati putih), sebagian besar kamera akan cenderung kurang memberikan pencahayaan sehingga menghasilkan gambar yang gelap. Hal ini disebabkan karena warna putih memiliki daya pantul tinggi (memantulkan banyak cahaya), sedangkan warna hitam memiliki daya pantul rendah (memantulkan sedikit cahaya).

Di sinilah Anda bisa menggunakan kompensasi pencahayaan untuk secara manual menyesuaikan kecerahan sehingga lebih ideal. Biasanya, kompensasi pencahayaan ditetapkan ke posisi "0", tetapi Anda bisa menyesuaikan itu dengan dial atau tombol kompensasi pencahayaan. Kita biasanya mengompensasi ke arah kisaran "+" untuk subjek dengan daya pantul tinggi, dan ke arah kisaran "-" untuk subjek dengan daya pantul rendah. Nah, dengan begitu, tidak ada yang benar atau salah apabila menyangkut soal kompensasi pencahayaan, jadi Anda juga bisa menggunakannya untuk menyetel kecerahan gambar hingga sesuai dengan maksud kreativitas atau preferensi Anda.

 

Pemandangan yang memerlukan kompensasi pencahayaan

Kompensasi pencahayaan Positif (+)
Subjek yang dibidik dalam sinar latar, yang memiliki daya pantul tinggi (warna putih atau mendekati putih), dan pemandangan yang cerah, akan menghasilkan foto yang terlihat lebih gelap daripada yang sesungguhnya terlihat secara kasat mata. Dalam kasus semacam itu, gunakan kompensasi pencahayaan positif.

 

Kompensasi pencahayaan Negatif (-)
Subjek yang memiliki daya pantul buruk (warna hitam atau mendekati hitam), dan pemandangan yang gelap, akan menghasilkan foto yang terlihat lebih cerah daripada yang sesungguhnya terlihat secara kasat mata. Hal ini bisa menyebabkan detail warna meledak, khususnya apabila Anda menangkap pemandangan yang keadaan sekelilingnya remang-remang, misalnya saat senja hari. Dengan menggunakan kompensasi pencahayaan negatif, akan membantu memulihkan warnanya.

 

Pencahayaan biasanya dinyatakan dalam istilah unit EV
Kisaran kompensasi pencahayaan berbeda-beda di antara kamera, tetapi biasanya berkisar antara EV-5,0 hingga EV+5,0. Menetapkan kompensasi pencahayaan sebesar 1 EV pada arah positif (EV+1,0) akan meningkatkan kecerahan hingga dua kali jumlah semula, sedangkan menetapkannya sebesar 1 EV pada arah negatif (EV-1,0) akan menghasilkan separuhnya dari kecerahan semula. 1 EV setara dengan 1 f-stop.

 

 

Konsep 1: “+” untuk putih, “-” untuk hitam

Subjek warna putih atau keputih-putihan, misalnya pantai pasir yang warnanya pucat, atau pemandangan salju, memiliki daya pantul tinggi, yang berarti, fotonya akan tampak gelap jika Anda membidik dalam mode auto-exposure (pencahayaan otomatis). Untuk subjek semacam itu, gunakan kompensasi pencahayaan positif (+). Jika area putih menutupi sebagian besar area gambar, Anda mungkin harus menetapkan nilai kompensasi pencahayaan positif yang ekstrem.

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan): EV±0

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan): EV+1,0

Kiri: EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.4 USM/FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/1.4, 1/200 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Manual
Kanan: EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.4 USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/1.4, 1/100 det., EV+1,0)/ ISO 100/ WB: Manual

Sebaliknya, subjek yang berwarna hitam atau mendekati hitam, seperti bentangan malam yang banyak terdapat area teduh/berbayangan, cenderung ditangkap sebagai gambar yang terlihat lebih cerah dan terang daripada yang sesungguhnya terlihat secara kasat mata. Jika ingin agar pemandangannya terlihat lebih temaram, gunakan saja kompensasi pencahayaan negatif (-) yang cukup supaya bagian gambar yang paling terang agak sedikit dipergelap. Kompensasi pencahayaan negatif pun juga bagus untuk membuat warna terlihat lebih intens—cobalah pada waktu berikutnya Anda mengambil gambar matahari terbenam.

 

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan): EV±0

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan): EV-1,0

Kiri: EOS M/ EF-M22mm f/2 STM/ FL: 22mm (setara 35mm)/ Aperture-priority AE (f/2, 1/50 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Daylight
Kanan: EOS M/ EF-M22mm f/2 STM/ FL: 22mm (setara 35mm)/ Aperture-priority AE (f/2, 1/100 det., EV-1,0)/ ISO 100/ WB: Daylight

 

 

Konsep 2: Auto Exposure Bracketing

Untuk pemandangan yang sulit menentukan pencahayaannya, gunakan fungsi Auto Exposure Bracketing (AEB). Dengan fungsi ini, Anda bisa secara otomatis mengambil 3 (atau lebih) bidikan dari pemandangan yang sama, masing-masing pada pencahayaan yang berbeda. Besarnya perbedaan dalam pencahayaan antara masing-masing bidikan bergantung pada kameranya, tetapi Anda dapat mengambil bidikan yang bervariasi sedikitnya 1/3 f-stop antara satu dan lainnya. Apabila melakukan pemotretan, Anda bisa memilih bidikan yang memiliki pencahayaan ideal.

Dengan pengaturan ini, Anda dapat mengambil 2 bidikan pada interval EV±2,0 antara satu dan lainnya.

 

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan): EV+1,0
EOS 5D Mark III/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 200mm/ Program AE (f/8, 1/320 det., EV+1,0)/ ISO 400/ WB: Daylight

 

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan): EV±0
EOS 5D Mark III/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 200mm/ Program AE (f/8, 1/640 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight

 

Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan): EV-1,0
EOS 5D Mark III/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 200mm/ Program AE (f/8, 1/1250 det., EV-1,0)/ ISO 400/ WB: Daylight
Saya membidik pemandangan cahaya latar menggunakan AEB pada interval EV±1,0. Pencahayaan optimal untuk bidikan ini EV+1,0. Dengan menetapkan interval AEB ke 1/3 atau 1/2 stop, saya dapat menangkap bidikan yang memiliki perbedaan yang sedikit lebih kecil dalam pencahayaan, kemudian memilih foto yang paling sesuai.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

EOS 5D Mark III (Body)

Produksi EOS 5D Mark III (Body) sudah dihentikan. Sekarang, tersedia EOS 5D Mark IV.
Klik di sini untuk detail selengkapnya (akan diarahkan ke halaman EOS 5D Mark IV)

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tomoko Suzuki

Setelah lulus dari Tokyo Polytechnic University Junior College, Suzuki bergabung dengan perusahaan periklanan. Dia juga bekerja sebagai asisten fotografer, termasuk Kirito Yanase, dan mengkhususkan diri dalam bidikan komersial untuk produk perlengkapan busana dan kosmetik. Sekarang, dia bekerja sebagai fotografer studio untuk produsen perlengkapan busana.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Comments (1)

Seems the exposure details mentioned are incorrect for all the images. Images with 0 Ev or +1 Ev have the same Aperture, Shutter speed and ISO setting mentioned in the article which seems incorrect. In Av applying +1Ev should slower the shutter speed or increase the ISO..

Hi Bhavik, Thanks for pointing it out. We have corrected it accordingly :)

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.