Tips & Tutorials

Kamera FAQ #11: Pengaturan WB manakah yang harus saya gunakan, Auto atau Daylight?

Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana seharusnya Anda menetapkan white balance (WB) sewaktu pemotretan? Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan cara menggunakan white balance dengan cara membandingkan foto yang diambil dengan WB yang ditetapkan ke Auto dan Daylight. (Foto dan teks oleh: Kazuo Nakahara)

 

Tetapkan WB menurut nada warna yang dikehendaki alih-alih cuacanya

Jika ingin memperoleh hasil akhir foto yang mereproduksi nada warna sesuai aslinya yang Anda lihat, Anda harus menetapkan white balance (WB) untuk menyesuaikan warna cahaya sekitarnya. Cahaya matahari berubah dalam warna seiring waktu yang berlalu. Warnanya kebiruan saat matahari terbit, tetapi tampak hangat di awal pagi dan larut senja. Terlebih lagi, apabila memotret dalam bayangan tanpa terpaparkan secara langsung ke cahaya matahari, maka cahaya biru yang bertebaran di langit biru akan menyinari subjek, sehingga membuat warnanya tampak lebih sejuk.

Karena alasan inilah, maka sewaktu memotret dalam mode Daylight, warna yang dihasilkannya mungkin tidak seperti yang Anda inginkan apabila memotret pada pagi hari atau larut senja, atau dalam bayangan, walaupun polesan akhir warna secara kasar tampak seperti yang terlihat pada matahari selama siang hari. Oleh karena itu, apabila mengambil gambar dengan preset WB, perhatikan bagaimana cahaya menyinari subjek, alih-alih kondisi cuacanya.

Sementara itu, Auto White Balance (AWB) lebih akurat dan stabil daripada mode Daylight, dan kerap mereproduksi warna lebih seperti aslinya. Namun demikian, foto tidak selalu harus menangkap nada warna sesuai aslinya. Contohnya, apabila memotret dalam bayangan di hari cerah, meskipun AWB dapat membuahkan hasil yang bagus dengan membatalkan nada kebiruan subjek, namun jika pemandangan larut senja dibidik dalam mode Auto, nada kemerahan mungkin ditekan sehingga menghasilkan kesan yang lebih lemah.

Untuk mendapatkan nada warna yang memuaskan, sebaiknya menggunakan fungsi kompensasi WB pada saat yang sama ketika memotret, atau terlebih dulu memotret gambar dalam format RAW. Anda mungkin ingin mengekspresikan emosi yang Anda rasakan pada pemandangan fotografis melalui variasi nada warna, dengan cara mengubah WB sewaktu pasca-pemrosesan RAW setelah memotret.

 

PEMANDANGAN 1: Daylight

Apabila memotret di luar ruangan pada hari cerah, suhu warna cahaya matahari sekitar 5.500K, yang hampir sama seperti mode Daylight (sekitar 5.200K). Sebagai hasilnya, jika Anda menetapkan mode WB ke Daylight, nada warna akan tampak mendekati warna yang Anda lihat. Meskipun seandainya Anda menetapkannya ke Auto, nada warna hampir sama untuk kedua mode, Auto dan Daylight, karena kamera akan mengenali pemandangan secara tepat.

[Common Data] EOS 5D Mark III / FL: 45mm/ Aperture Priority AE (f/1.8, 1/8,000det, EV-1,0)/ ISO 200

Auto

 

Daylight

 

PEMANDANGAN 2: Shade (Teduh)

Karena tidak terpaparkan ke cahaya matahari langsung dalam bayangan, dan cahaya (natural) menyinarinya dari langit biru, subjek akan bermandikan cahaya biru. Jika WB ditetapkan ke Daylight dalam keadaan ini, foto pun akan menjadi biru. Dalam mode Auto, kamera akan secara efektif membatalkan nada kebiruan, seperti terlihat dalam contoh di bawah ini.

[Common Data] EOS 5D Mark III/ FL: 45mm/ Aperture Priority AE (f/1.8, 1/1,000det, EV+0,7)/ ISO 200 

Auto

 

Daylight

 

PEMANDANGAN 3: Twilight (Senja)

Karena cahaya di pagi hari dan larut senja memiliki nada jingga dengan suhu warna rendah, warna jingga akan tampak pekat jika Anda mempertahankan WB dalam mode Daylight, yang memang cantik jika Anda ingin menangkap suasana senja yang mengesankan. Jika WB ditetapkan ke Auto, warna jingga akan dibatalkan, sehingga warna tampak hambar.

[Common Data] EOS 5D Mark III/FL: 155mm/ Aperture Priority AE (f/8, 4det, EV-1,0)/ ISO 200

Auto

 

Daylight

 

 

Kazuo Nakahara

Lahir di Hokkaido pada tahun 1982, Nakahara berpaling ke fotografi setelah bekerja di perusahaan manufaktur bahan kimia. Ia mengambil jurusan fotografi di Vantan Design Institute dan ia juga berprofesi sebagai penceramah untuk lokakarya serta seminar fotografi, selain bekerja dalam bidang fotografi komersial. Ia juga merupakan perwakilan dari situs web informasi fotografi, studio9.

http://photo-studio9.com/

 

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.

Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.