Tips & Tutorials

Kamera FAQ #20: Bagaimana Memotret Bunga yang Lebih Dramatis?

Apabila memotret bunga, apakah Anda mendapatkan bahwa, entah bagaimana, semua gambar terlihat sama? Berikut ini dua teknik untuk menggunakan latar belakang secara kreatif sehingga foto bunga Anda tampak menonjol. (Dilaporkan oleh: Kazuo Nakahara, Takashi Namiki)

 

Pemandangan 1: Memotret bunga sebagai siluet dengan menggunakan cahaya lampu dekoratif di latar belakang

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 80mm/ Manual exposure (f/4, 1/160 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: Lampu Pijar
Saya menemukan beberapa bunga dekat cahaya lampu dekoratif keemasan yang bersinar terang. Memang sulit untuk menangkap bunga secara cerah dalam kondisi gelap, jadi saya menerapkan cara yang tidak umum, dan mengambil bidikan underexpose (kurang cahaya) untuk menangkap bunga sebagai siluet.

 

Saran 1: Fokuskan secara akurat pada bunga yang gelap untuk menggambarkannya secara tajam

Saya ingin menggambarkan sketsa yang tajam dari siluet bunga, di tengah lingkaran bokeh cahaya di latar belakang. Namun demikian, kamera saya tidak dapat memfokuskan juga pada bunga apabila menggunakan AF. Oleh karenanya, setelah melakukan pemfokusan secara kasar dalam AF, saya menyesuaikannya lebih halus dengan menggunakan pemfokusan manual penuh. Harap diperhatikan, bahwa jika titik fokus tidak sejajar dengan siluet, maka sketsa siluet akan menjadi buram, yang melemahkan dampaknya.

Apabila fokus melewati siluet
EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 105mm/ Manual exposure (f/4, 1/160 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: Tungsten Light (Cahaya Wolfram)

 

Saran 2: Gunakan pengaturan aperture yang memungkinkan Anda menciptakan lingkaran bokeh besar

Saya ingin menegaskan kontras antara sinar di latar belakang dan bunga untuk menggambarkan siluet bunga. Oleh karenanya, saya arahkan untuk membentuk lingkaran bokeh dengan seluruh sinar agar menciptakan latar belakang yang cerah secara menyeluruh untuk bunga tersebut. Untuk alasan itulah saya menetapkan lensa ke aperture maksimum agar dapat menciptakan lingkaran bokeh yang sebesar mungkin.

 

Pemandangan 2: Menggunakan komposisi diagonal untuk menangkap dua kuntum bunga

EOS 6D/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ FL: 100mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/320 det., EV+1,0)/ ISO 100/ WB: Daylight
Saya hanya menangkap dua kuntum bunga yang sedang mekar dengan menggunakan komposisi diagonal (Pelajari selengkapnya tentang ini dalam artikel ini mengenai Komposisi Sederhana Tapi Penting). Di sini, saya menyesuaikan sudutnya supaya menghasilkan garis pandang yang merentang dari subjek ke ara bunga yang buram di latar belakang.

 

Saran 1: Bidik dalam aperture maksimum untuk menghasilkan keseimbangan antara bunga yang merupakan subjek sekunder dan efek bokeh di latar belakang

Saya sebenarnya bisa menyempitkan aperture sedikit lagi untuk lebih menonjolkan bentuk bunga. Namun, karena latar belakangnya dekat ke subjek dalam pemandangan ini, maka hal ini akan terlalu banyak menonjolkan latar belakang, jadi saya menggunakan aperture maksimum f/2.8.

 

Saran 2: Ciptakan ruang untuk kontras antara kedua kuntum bunga

Untuk menciptakan komposisi diagonal, yang penting yaitu menyusun subjek utama sehingga tampak lebih kecil dalam frame. Jika subjek utama terlalu besar, maka tidak cukup ruang untuk menempatkan bunga lainnya dalam frame, sehingga sulit untuk menciptakan kontras apa pun.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

EF100mm f/2.8L Macro IS USM

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

EOS 5D Mark III (Body)

Produksi EOS 5D Mark III (Body) sudah dihentikan. Sekarang, tersedia EOS 5D Mark IV.
Klik di sini untuk detail selengkapnya (akan diarahkan ke halaman EOS 5D Mark IV)

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Kazuo Nakahara

Lahir di Hokkaido pada tahun 1982, Nakahara berpaling ke fotografi setelah bekerja di perusahaan manufaktur bahan kimia. Ia mengambil jurusan fotografi di Vantan Design Institute dan ia juga berprofesi sebagai penceramah untuk lokakarya serta seminar fotografi, selain bekerja dalam bidang fotografi komersial. Ia juga merupakan perwakilan dari situs web informasi fotografi, studio9.

http://photo-studio9.com/

Takashi Namiki

Lahir di Tokyo tahun 1971. Setelah mengikuti pendidikan di Tokyo School of Photography (sekarang bernama: Tokyo Visual Arts), ia menjadi freelancer. Pada saat ini ia menerbitkan sejumlah karyanya untuk berbagai majalah. Ia terus menghasilkan karyanya, terutama karya bunga sebagai motif. Ia juga seorang dosen di EOS Gakuen School.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.