Tips & Tutorials

Kamera FAQ #22: Bagaimana Membuat Foto Olahraga Terlihat Lebih Dinamis?

Pernahkah Anda mencoba “membekukan” waktu sesaat ketika mengambil foto olahraga, tapi ternyata bidikan itu kurang berdampak? Untuk menambah kesan dinamis, mungkin, menggunakan rana lambat adalah kuncinya. Artikel ini menunjukkan kepada Anda cara mengambil foto olahraga yang Anda cintai, pada tingkat yang sama sekali baru. (Dilaporkan oleh: Shugo Takemi)

EOS-1D X/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 40mm/ Manual exposure (f/5.6, 1/15 det.)/ ISO 100/ WB: Daylight

 

Putar kamera sewaktu menggunakan rana lambat

Memutar kamera sewaktu menggunakan rana lambat akan menghasilkan efek buram radial yang membuat pemandangan seakan berputar di depan Anda.

Cara melakukannya:

Gunakan bagian tengah lensa sebagai titik acuan, dan cobalah memutar hanya kamera sambil mempertahankan bagian tengah lensa tidak berubah.

Hal yang perlu dicatat: 

- Putar kamera ke arah yang paling mudah bagi Anda. Ke mana pun Anda memutarnya, entah searah atau berlawanan arah jarum jam, efeknya akan sama.
- Semakin lambat kecepatan rana, semakin nyata efeknya untuk sekitarnya. Hal ini memungkinkan Anda mengarahkan pandangan pemirsa ke arah titik fokus di bagian tengah.
- Namun demikian, pastikan bahwa subjek di tengah tetap bisa dikenali. Jika tidak, hasil fotonya akan terlihat biasa-biasa saja (lihat contoh di bawah).
- Kuncinya, bukan pada pemutaran kamera secara perlahan-lahan, tetapi memutarnya secepat mungkin.

Contoh negatif. Kamera diputar di luar poros tengah sewaktu membidik, menyebabkan bagian tengah menjadi buram juga. Jika atlet tidak "dibekukan", maka tidak akan jelas, apa yang ditangkap dalam bidikan Anda. Dan, jika aksi atlet tidak tertangkap, bidikan Anda dapat terlihat biasa-biasa saja.

 

Saran Teknik #1: Jaga agar siku dijauhkan dari tubuh Anda untuk memutar kamera secara mulus

Apabila mengambil foto biasa, Anda akan menempatkan siku dekat tubuh untuk meminimalkan goyangan kamera. Namun, apabila memutar kamera untuk bidikan ini, Anda harus menjauhkan siku dari tubuh Anda. Ternyata, menjauhkan siku dari tubuh akan lebih memudahkan Anda memutar kamera jika Anda memegangnya dengan cara yang sama Anda memegang kemudi mobil. Apabila memutar kamera, hati-hati, jangan sampai menyentuh cincin zoom dan cincin fokus lensa.

Temukan lokasi di mana Anda bisa bergerak dengan leluasa dan membidik pada sudut yang dikehendaki

Apabila memotret acara olahraga, adalah hal yang normal jika membidik dari tempat pijakan atau di pinggir arena tinju. Jikalau terdapat lorong di lantai kedua, biasanya di tempat penggantungan spanduk, serta dari tempat Anda berdiri dan menonton. Saya ingin membidik pada sudut yang mengarah ke bawah, jadi saya melakukan bidikan sambil menggenggam kamera dari lantai kedua.

 

Saran Teknik #2: Terus menekan dan menahan tombol rana sampai Anda selesai memutar kamera

Gunakan AI Servo AF untuk menetapkan fokus. Setelah Anda menekan tombol rana, tahan sampai Anda sudah selesai memutar kamera. Untuk membentuk lingkaran yang indah, yang penting, Anda tidak melepaskan tombol rana saat Anda sudah separuh jalan memutar kamera. Segalanya, kecuali subjek diputar mengelilingi poros tengah untuk bidikan Anda, jadi cobalah menyusun bidikan sedemikian rupa supaya subjek Anda ditampilkan di bagian tengah bingkai.

 

Gagasan bonus: Gunakan efek zoom burst untuk menciptakan garis fokus seperti manga (gaya komik Jepang)

Lakukan zoom lensa dari sudut lebar ke telefoto pada kecepatan rana lambat tanpa menggerakkan kamera. Ini disebut sebagai teknik zoom burst, dan Anda bisa menggunakannya untuk menciptakan garis fokus seperti yang Anda lihat di manga.

 

Anda bisa menggunakan teknik yang sama untuk menciptakan foto jalanan abstrak dan bidikan lanskap. Bacalah artikel ini untuk keterangan selengkapnya.
Seni Shutter Lambat: Menciptakan Lingkaran Buram Surealis

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

 

Shugo Takemi

 

Lahir pada tahun 1985, Takemi lulus dari Department of Photography di Nihon University’s College of Art. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia direlokasi ke Vancouver di Canada, dan di sana ia bekerja untuk surat kabar lokal, MINKEI NEWS VANCOUVER. Setelah kembali ke Jepang, ia terlibat dalam berbagai aktivitas fotografi berbagai genre. Karyanya termasuk fotografi untuk majalah, poster untuk peristiwa olahraga dan aneka program. Ia juga seorang fotografer untuk komite aplikasi, Tokyo 2020 Olympic Games dan Paralympic Games. Pada saat ini, ia aktif sebagai fotografer freelance.

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.