Produk

EOS-1D X Mark II Canon - Pemotretan Beruntun Hingga 14 fps; Kamera Full-frame Pertama dengan Dual Pixel CMOS AF

Penjualan kamera EOS-1D X Mark II DSLR Canon akan mulai pada bulan April. Model di bawah bendera Canon ini diposisikan sebagai penerus EOS-1D X. Berikut adalah laporan pertama kami mengenai produk baru yang mencengangkan ini, yang akan diumumkan pertama kali pada 2 Februari 2016. (Dilaporkan oleh: Makoto Suzuki (Digital Camera Watch))

 

Penerus EOS-1D X full-frame di bawah bendera Canon

Penjualan EOS-1D X pertama pada bulan Juni 2012, menggabungkan lini EOS-1D yang dilengkapi sensor APS-H dengan lini EOS-1DS full-frame dari kamera profesional. Demikian juga penerusnya, Mark II, menggunakan sensor CMOS setara full-frame 35mm—diperbarui dengan 20,2 megapiksel efektif dan dilengkapi dengan teknologi Dual Pixel CMOS AF. Kecepatan pemotretan beruntun juga sudah ditingkatkan hingga 14 fps (sewaktu pemotretan viewfinder), dan hingga 16 fps (sewaktu pemotretan Live View).

Fitur baru lainnya termasuk fungsi AF/AE yang sudah terperbarui, kompatibilitas dengan perekaman film 4K, unit GPS built-in dan fungsi koreksi aberasi lensa dalam kamera tambahan.

Sensor 20,2 megapiksel efektif dan Dual DIGIC 6+

Jumlah piksel efektif sudah ditingkatkan menjadi 20,2 megapiksel dari 18,1 pada EOS-1D X. Kisaran kecepatan ISO, yaitu ISO 100 – 51200 (normal) dan ISO 50 – 409600 (diperluas). Prosesor gambar sudah pula mengalami peningkatan dari Dual DIGIC 5+ pada EOS-1D X ke Dual DIGIC 6+, dan perbaikan dalam daya pemrosesan dibarengi oleh penyertaan koreksi difraksi waktu nyata untuk pertama kali pada kamera EOS.

Dual DIGIC 6+

Yang juga tersedia untuk pertama kali (pada kamera full-frame 35mm) adalah Dual Pixel CMOS AF. Fitur ini pertama kali digunakan pada jajaran EOS, yaitu pada EOS 70D yang penjualannya diluncurkan bulan Agustus 2013. Fitur ini membantu meningkatkan kecepatan AF, dan bermanfaat sewaktu pemotretan Live View dan pembuatan film.

Yang juga merupakan pertama kali, adalah penyertaan monitor layar sentuh pada kamera dalam seri EOS-1D. Ini berguna untuk pemilihan titik AF dan menampilkan pembesaran gambar sewaktu pemotretan Live View.

Kecepatan pemotretan beruntun hingga 14 fps. Hingga 16 fps sewaktu pemotretan Live View

Dari segi kecepatan pemotretan beruntun, Mark II dapat membidik hingga 14 fps, yaitu 2 bidikan per detik lebih banyak daripada bidikan maksimum 12 fps pada EOS-1D X. Kamera ini juga memiliki ketahanan rana sebanyak 400.000 siklus.

Unit rana

Untuk membantu pemotretan beruntun kecepatan tinggi, sistem dorong cermin utama yang baru, juga sudah diterapkan dalam EOS-1D Mark II. Pada EOS-1D X, gerakan ke naik/turun ("bound") cermin utama dikendalikan oleh mekanisme pegas, yang membuatnya sulit untuk mengurangi kecepatan gerakan (yaitu, waktu terikat cermin). Namun, pada Mark II, mekanisme pencegahan ikatan cermin gerakan motor sudah ditambahkan, yang menggunakan cam (tumpuan) untuk "mengerem" cermin, tepat sebelum cermin membalik naik/turun, sehingga melunakkan dampak guncangan cermin. Untuk membantu fungsi AF/AE, mekanisme baru lainnya juga sudah disatukan untuk menyerap energi dari ikatan cermin kedua.

Mekanisme kotak cahaya dan penguncian rana

Mode pemotretan senyap yaitu mode gerakan naik/turun cermin dan penguncian rana dilaksanakan pada kecepatan yang lebih lambat daripada pemotretan normal, supaya menurunkan kebisingan suara pergerakan mekanis. Pemotretan beruntun senyap tersedia hingga 5 fps. Untuk bidikan tunggal, ada mode 'Pemotretan tunggal senyap', di mana rana mengunci dan cermin turun setelah Anda melepaskan tombol rana.

Sensor AF 61-titik baru, di mana semua fokus titik pada f/8

Sementara Mark II memiliki AF 61-titik (hingga 41 tipe silang) seperti EOS-1D X, secara vertikal, area AF-nya lebih besar. Batas yang lebih rendah pada kisaran kecerahan pemfokusan di bagian tengah yaitu EV-3, sedangkan pada EOS-1D X adalah EV-2.

Sensor AF

Semua titik AF sekarang dapat bekerja pada aperture maksimum f/8 (yang mana terdapat tipe silang hingga 21 titik. Pada EOS-1D X, hanya titik AF tengah dan 4 titik di sekitarnya yang dapat melakukan hal itu). Dengan begitu, meskipun seandainya aperture maksimum Anda menjadi f/8 karena menggunakan extender, Anda tetapi masih bisa lebih leluasa melakukan pemotretan dengan menggunakan AF.

Apabila menyangkut soal mode pemilihan area AF, mode Large Zone AF (dengan 3 area yang dapat dipilih), yang tersedia pada EOS 7D Mark II, sudah pula disertakan pada kamera seri EOS-1D untuk pertama kali. Mode face priority (prioritas wajah) sudah pula ditambahkan ke EOS iTR (Intelligent Tracking and Recognition) AF. Bilamana menyangkut soal Al Servo AF, pada kamera masa kini, performa pelacakan sudah lebih baik untuk subjek yang bergerak ke arah kamera serta untuk subjek yang bergerak tak tentu arah. Malahan, AI Servo AF III+ pada EOS-1D X Mark II telah mengatasi sejumlah permasalahan yang sebelumnya dialami EOS-1D X pada subjek yang bergegas menuju ke kamera dan tiba-tiba berputar arah menjauhi kamera (seperti pada motorsport).

Unit AF 61 titik semua tipe silang

Sensor pengukuran yang sudah lebih baik tersedia bersama fitur anti kerlip

Untuk pertama kali pada kamera di lini EOS-1D, fitur anti kerlip disertakan. Fitur ini mengurangi efek kerlipan dari sumber cahaya artifisial untuk mengatur ketidakselarasan dalam pencahayaan dan warna sewaktu pemotretan beruntun. Apabila kerlipan terdeteksi, akan muncul ikon peringatan "Flicker!" (Kerlipan) di kanan bawah tampilan viewfinder.
Pengenalan subjek dan akurasi pencahayaan telah lebih baik karena ada peningkatan dalam jumlah piksel pada sensor pengukuran RGB+IR 360.000 piksel yang baru saja dikembangkan (pada model terdahulu RGB 100.000 piksel). Perbaikan ini juga berlaku pada akurasi pelacakan EOS iTR AF.

Sensor pengukuran RGB+IR 360.000 piksel

Tampilan informasi viewfinder yang berlimpah. Selain itu, juga terdapat penyalaan kembali tampilan titik AF merah

Terdapat lebih banyak informasi yang ditampilkan di area gambar viewfinder pada EOS-1D X Mark II dibandingkan model terdahulu. Timbangan datar elektronik dua sumbu (yang juga dapat ditampilkan dalam mode AF) berada di area tengah atas, sedangkan beragam indikator pengaturan mode menempati bagian tengah bawah. Indikator level pencahayaan yang tadinya hanya berada di kanan luar area gambar, sekarang pada EOS-1D Mark II terdapat indikator lainnya di bawah area gambar.
Selain tambahan itu, tampilan titik AF warna merah, yang terakhir kali terlihat pada EOS-1D Mark IV, sekarang sudah dihadirkan kembali pada EOS-1D Mark II. Hal ini menautkan Sistem EOS iSA secara apik dengan tampilan optik merah yang ditumpangkan—sekarang Anda dapat melihat titik AF yang dipilih serta titik yang tersedia untuk diseleksi, bahkan dalam gelap, yang menambah kemudahan penentuan titik AF dalam kondisi intensitas rendah cahaya.
Organic LED (OLED) digunakan untuk tampilan informasi di luar area gambar viewfinder, untuk menyempurnakan respons tampilan pada suhu rendah, dan keterbacaannya pada kontras tinggi.

Mendukung pembuatan film 4K 60p/50p, dan juga dapat merekam dalam Full HD pada 120p/100p

EOS 1D-X Mark II adalah EOS pertama yang mendukung perekaman film 4K 60p/50p. Sekarang, dapat juga merekam dalam resolusi Full HD pada 120p/100p. Kombinasi Dual Pixel CMOS AF dan monitor layar sentuh 1,62 juta dot, memungkinkan Anda untuk menggunakan layar sentuh melakukan pemfokusan, bahkan sewaktu perekaman film.

Terdapat 10 tingkat kecepatan AF yang dapat dipilih untuk Movie Servo AF, dan pelacakan AF ternyata mencakup seluruh bingkai, bahkan sewaktu perekaman film High Frame Rate pada Full HD 120p/100p. Anda juga dapat memulai dan menghentikan perekaman film dengan perangkat cerdas melalui bantuan transmitter file nirkabel (dijual terpisah). Hal ini khususnya efektif untuk fotografi yang menggunakan drone, karena tahan terhadap gangguan Wi-Fi, dan bahkan, jika koneksinya hilang akibat jarak terlalu jauh, akan terkoneksi lagi setelah jaraknya lebih dekat.

Masih ada lagi yang pertama pada EOS, yaitu fungsi Frame Grab baru yang memungkinkan Anda mencuplik satu bingkai dari sekitar 60 bingkai (50 bingkai dengan sistem PAL) untuk setiap detik film 4K yang direkam, dan menyimpannya sebagai foto diam dalam format JPEG, sekitar 8,8 juta piksel.

GPS built-in. Juga kompatibel dengan komunikasi kecepatan tinggi, menggunakan jalur 5GHz

Dengan menyertakan GPS built-in, waktu sinkronisasi dan informasi lokasi geotagging ke dalam data EXIF gambar, sekarang dapat dilakukan, bahkan tanpa aksesori tersendiri. GPS pada EOS-1DX Mark II juga kompatibel dengan GLONASS dan sistem navigasi satelit Michibiki. Ketepatan posisi lebih baik daripada yang terdapat pada unit GP-E1/GP-E2 GPS terdahulu, dan juga terdapat fungsi logging in-device.

Wireless File Transmitter WFT-E8 yang dijual tersendiri, mendukung IEEE802.11ac yang baru, dan karenanya memiliki kecepatan komunikasi yang lebih baik. Dengan Wireless File Transmitter, kamera dapat ditautkan dengan aplikasi Camera Connect, yang memungkinkan koneksi ke perangkat cerdas.

Terpasang pada Wireless File Transmitter WFT‒E8

Koreksi aberasi lensa dalam kamera yang baru dan Digital Lens Optimizer

EOS‒1D X melakukan koreksi pencahayaan perifer dan koreksi aberasi kromatik sewaktu pemotretan JPEG serta EOS-1D X Mark II, dan selain itu, juga dapat melakukan koreksi distorsi (tersedia pada EOS 7D Mark II) dan koreksi difraksi. Ini membuatnya jauh lebih mudah daripada sebelumnya untuk membidik pada aperture (bukaan diafragma) kecil, dan berkat pemrosesan gambar yang cepat oleh Dual DIGIC 6+, koreksi tidak memiliki efek buruk pada kecepatan pemotretan beruntun.

Sampai sekarang, data koreksi aberasi lensa harus didaftarkan ke kamera dengan menggunakan aplikasi komputer EOS Utility. Namun demikian, EOS-1D X Mark II dilengkapi dengan pencahayaan perifer, aberasi kromatik dan data koreksi distorsi built-in, yang seyogianya membantu untuk menanggulangi sejumlah besar masalah yang signifikan. Lensa baru akan memiliki data koreksi aberasi lensa yang terpasang, dan kamera akan membaca data secara langsung dari lensa.

Lebih jauh lagi, Digital Lens Optimizer, yang saat ini hanya dapat diakses dengan aplikasi komputer Digital Photo Professional (DPP), sekarang sudah diinstal ke dalam kamera dan dapat digunakan sewaktu pemrosesan gambar RAW dalam kamera. Ini juga merupakan yang pertama pada EOS.

Dua slot kartu—satu untuk CF, satu lagi untuk CFast. Dapat menggunakan baterai yang sama seperti baterai pada EOS-1D X

Terdapat dua slot untuk media perekaman, satu untuk kartu CFast 2.0 dan satu lagi untuk kartu CF. Keduanya, CFast dan CF mendukung jumlah bidikan beruntun dalam JPEG yang tidak terbatas. Untuk gambar RAW, Anda dapat memperoleh 170 bidikan dengan kartu CFast 2.0, dan 73 bidikan dengan kartu UDMA 7 CF. Sebagai perbandingan, EOS-1D X (hanya kartu CF) mendukung 100 bidikan JPEG dan 35 bidikan RAW.

Mark II juga mendukung exFAT, yang menghilangkan batas 4GB pada ukuran file film sehingga kita tidak perlu repot merangkai file film untuk disatukan. Namun demikian, batas ukuran file masih berlaku untuk kartu CF dengan kapasitas 128GB atau kurang, karena kartu akan diformat dalam FAT32.

Kamera dilengkapi dengan baterai LP-E19. LP-E4/E4N, yang digunakan oleh EOS-1D X dan sebagian kamera lainnya, dapat juga digunakan pada Mark II. Pengisi baterai, atau charger LC-E19 yang baru ini ternyata dapat juga digunakan untuk mengisi baterai LP-E4/E4N.

Pegangan yang dimodifikasi dan kontrol yang terperbaiki

“Penggunaan profesional” sering kali menyiratkan pemotretan berjam-jam lamanya, dan dengan mempertimbangkan hal itu, telah dilakukan modifikasi pada kontrol kamera. Pegangannya pun sudah dibuat lebih kecil supaya pengguna yang memiliki tangan kecil akan mudah memegangnya.

Pegangan vertikal pun sudah dimodifikasi supaya bisa lebih baik disesuaikan dengan dengan tangan pengguna dari jari tengah ke jari kelingking. Posisi tombol pada pegangan vertikal sudah diubah untuk memastikan perabaan operasional yang sama seperti tombol biasa.

Kamera sangat dapat disesuaikan; Anda dapat menentukan fungsi tombol ke berbagai fitur, seperti “Playback” (Putar ulang), “ Magnify/Reduce” (Perbesar/Perkecil), atau “Erase” (Hapus) ke salah satu tombol, dekat dudukan lensa, atau tombol Exposure compensation/Aperture (Kompensasi pencahayaan/Bukaan diafragma).

Dimensinya kira-kira 158 × 167,6 × 82,6mm (L × P × T), dan bobotnya kira-kira 1.340g (khusus bodi; sesuai dengan panduan CIPA).

*Tanggal rilis yang dirujuk dalam artikel ini, semuanya berdasarkan pada pasar Jepang.
*Informasi dalam artikel ini, benar adanya pada saat penulisan, dan dapat berbeda dari situasi saat ini.

Digital Camera Watch

Menyampaikan berita harian yang terkait topik,misalnya tentang kamera digital dan perangkat periferal, serta perangkat lunak imaging. Juga menerbitkan berbagai artikel, seperti ulasan tentang penggunaan model kamera digital yang sesungguhnya, dan sampel foto yang diambil dengan menggunakan model baru.

http://dc.watch.impress.co.jp/

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.