Tips & Tutorials

Menangkap Warna Cemerlang dan Benderang Matahari Terbit

Menangkap matahari terbit (dan terbenam) senantiasa merupakan tantangan. Mengubah kondisi cahaya, berarti Anda hanya memiliki waktu yang sangat singkat sebelum warnanya mulai memudar. Bagaimana cara Anda mengungguli berpacu dengan waktu ini? Inilah beberapa teknik yang digunakan oleh fotografer profesional untuk menangkap aneka warna matahari terbit yang jelas. (Dilaporkan oleh: Yoshio Shinkai)

EOS 5D Mark II/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 176mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/6 det, EV±0)/ ISO 100/ WB: 3.800K
Jika Anda tidak bertindak cepat, warna benderang matahari terbit akan memudar. Sebaiknya, Anda punya gagasan yang jelas mengenai bagaimana produk akhir Anda ingin terlihat sebelum mulai memotret. Merencanakan di depan memungkinkan Anda mampu untuk mengatur persiapan dan langsung menentukan posisi. Beginilah cara saya berhasil mengambil beberapa bidikan matahari terbit pada saat sang surya terlihat paling jelas!

Warna paling dramatis muncul 30 menit sebelum matahari terbit

Foto dalam gambar utama diambil pada hari musim panas di Tokyo, dari lokasi yang menghadirkan pemandangan kerumunan gedung pencakar langit di Shinjuku maupun di Tokyo Skytree. Saya memastikan segala persiapan selesai beberapa lama sebelum matahari diperkirakan terbit, lalu menunggu.

Tatkala nada warna langit berubah dengan cepat dari saat matahari mulai terbit, Anda mulai berpacu melawan waktu jika ingin menangkap momen yang tepat, saat warna sang surya terlihat paling jelas. Karena itu, penting untuk merencanakan sebelumnya dan menggunakan pengaturan yang benar. Untuk bidikan ini, saya memberi perhatian khusus pada 3 pengaturan: panjang fokus, f-number, dan white balance. 

(Lihat artikel ini untuk penjelasan lain mengenai cara menangkap lanskap yang mengesankan pada awal pagi hari)

 

Butir 1: Munculkan pemandangan kota dengan panjang fokus 176mm

Saya ingin dapat menunjukkan gradasi warna dalam nada matahari terbit, sekaligus mengungkapkan bentangan kota sebagai siluet. Untuk melakukan itu, saya menggunakan lensa telefoto 176mm yang memberikan efek kompresi perspektif yang "memunculkan" bentangan kota. Menghadirkan sekelompok kecil bangunan akan menonjolkan penampilan langit yang dinamis.

 

Butir 2: Hadirkan detail halus dengan f/11

Jika Anda menggunakan aperture yang terlalu sempit, fenomena yang dikenal sebagai difraksi akan terjadi dan menurunkan kualitas gambar. Pemandangan ini tidak memerlukan medan yang memiliki kedalaman besar karena menggambarkan pemandangan di kejauhan, bahkan f/8 pun akan bekerja dengan baik. Namun demikian, karena ada kontras yang jelas antara cahaya dan bayangan, saya memilih aperture yang bahkan lebih sempit dari f/11 supaya detailnya tidak menjadi buram.

 

Butir 3: Atur WB ke 3.800K untuk membuat awan tampak lebih biru

Alasan mengapa saya mengatur WB ke 3.800K adalah karena awan memiliki penampakan yang sedikit kebiruan, yang menurut saya adalah warna yang sangat menarik. Tentu saja, saya juga bertujuan untuk menegaskan nada warna merah matahari terbit. Berhati-hatilah jika menggunakan Auto WB karena detail di awan yang berlimpah dalam warna biru cenderung hilang dengan pengaturan ini.

 

Saran: Warna-warna biasanya paling jelas 30 menit sebelum matahari terbit

Timing adalah kunci dalam fotografi matahari terbit. Warna-warna biasanya paling jelas sekitar 30 menit sebelum waktu matahari terbit yang diperkirakan, maka lakukan pengaturan dan bersiap serta menunggu jauh sebelumnya. (Sementara itu, Anda dapat menikmati momen biru menjelang fajar, namun mungkin akan lebih baik melakukan bidikan momen biru fajar ini di lain waktu, karena memerlukan pengaturan kamera yang sangat berbeda).
Selain itu, cuaca dapat memengaruhi bagaimana hasil bidikan Anda. Matahari terbit akan terlihat bahkan lebih indah lagi apabila ada awan di sekitarnya, maka bagus untuk melakukan pemotretan pada hari saat cuaca cerah hendak berakhir. Jika Anda memotret di negara dengan 4 musim, musim panas pun merupakan waktu yang baik. 

 


EF70-200mm f/4L IS USM

 

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

 

EOS 5D Mark III (Body)

 

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 


 

Kini Anda mengetahui kunci menangkap matahari terbit yang terang benderang, lalu, bagaimana dengan menangkap beberapa bidikan malam yang dramatis?

 

 

Yoshio Shinkai

Lahir di Nagano tahun 1953, Shinkai mulai melakukan perjalanan menelusuri Jepang dengan kamera format-besar untuk memotret fotografi pemandangan pada tahun 1979. Saat ini, ia memotret untuk kisaran media yang luas, mulai dari poster dan kalender sampai brosur perjalanan dan majalah fotografi.

 

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.

Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.