Tips & Tutorials

Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Pagi atau Larut Senja?

Pagi-pagi, saat embun pagi berkilauan tertimpa sinar matahari, atau senja yang sahdu saat matahari bersiap berangkat ke peraduan? Kedua skenario itu akan menghadirkan pemandangan yang sangat menarik dalam fotografi lanskap. Berikut ini, kami perkenalkan dua orang fotografer dan karya mereka serta berbagi dengan kita mengenai waktu favorit mereka untuk membidik dan teknik untuk menangkap bidikan indah pemandangan yang senantiasa berubah-ubah. (Dilaporkan oleh: Yoshio Shinkai, Minefuyu Yamashita)

 

Pagi: Memotret embun pagi yang berkilauan pada tetumbuhan

Waktu penangkapan/ 06:30

EOS 5D Mark II/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 200mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/500 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Daylight
Foto oleh Yoshio Shinkai

Yoshio Shinkai mengatakan:

“Pada pagi berembun, tetesan embun mengumpul pada daun tumbuhan dan berkilauan ditimpa sinar matahari pagi. Pemandangan nan cemerlang ini, yang hanya bisa Anda dapatkan di pagi hari, penuh kehidupan dan memancarkan udara segar. Tetapi, ini juga merupakan momen sekilas, karena embun cepat menguap saat sinar matahari semakin benderang. Jika tidak menggunakan aperture lebar saat Anda membidik, Anda tidak akan dapat menangkap efek cahaya yang menyinari embun. Anda mungkin ingin menarik perhatian ke sejumlah lingkaran bokeh yang berkilauan di antara buram latar belakang nan lembut.”

 

Untuk berbagai gagasan lainnya tentang pemotretan di pagi hari dan saat matahari terbit, bacalah artikel berikut ini:
Menangkap Warna Cemerlang dan Benderang Matahari Terbit
Pengaturan Kamera untuk Menangkap Halimun di Awal Pagi
Langkah demi langkah: Menangkap Bidikan Lanskap Awal Pagi Nan Sejuk


 

Larut senja: Memotret suasana senja yang menghilang secara bertahap

Waktu penangkapan/ 18:30

EOS 5D Mark IV/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 35mm/ Aperture-priority AE (f/18, 15 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Shade
Foto oleh Minefuyu Yamashita

Minefuyu Yamashita mengatakan:

“Saat cahaya matahari di langit tinggi berwarna lembayung di penghujung hari, kemudian tenggelam di cakrawala, dan suasana secara perlahan menjadi temaram, Anda merasakan waktu yang terus mengalir dan getaran melankolis yang indah. Itulah sebabnya saya sangat menyukai suasana larut senja. Sambil memikirkan waktu malam yang segera menjelang, hal ini membantu saya membayangkan subjek yang tersusun dalam benak saya. Selama waktu tersebut, perubahan warna tidak kentara, sehingga setiap tekanan tombol rana seakan menangkap wajah alam yang berbeda pada pemandangan yang sama. Untuk menyampaikan hal ini, saya mengendalikan kecepatan rana saat membidik.”

 

Saran: Mengilustrasikan perubahan dramatis cahaya matahari dengan memvariasikan kecepatan rana

Shutter Speed (Kecepatan Rana): 0,6 det.

EOS 5D Mark IV/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 14mm/ Aperture-priority AE (f/8, 0,6 det., EV+0,7)/ ISO 800/ WB: Manual
Foto oleh Minefuyu Yamashita

 

Shutter Speed (Kecepatan Rana): 30 det.

EOS 5D Mark IV/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 15mm/ Aperture-priority AE (f/8, 30 det., EV±0)/ ISO 1000/ WB: Manual
Foto oleh Minefuyu Yamashita

Minefuyu Yamashita mengatakan:

“Selama keadaan langit sedang membara lantaran matahari yang sedang tenggelam, Anda bisa menangkap gambar yang dramatis dengan menggunakan kecepatan rana yang cukup pesat untuk menggambarkan pergerakan ombak. Jika malam tengah menjelang, Anda bisa lebih berani dan menggunakan rana lambat 30-detik untuk menghasilkan potret pemandangan yang sangat lembut dan hening. Perubahan yang akurat dalam pengaturan kecepatan rana diperlukan untuk menggambarkan setiap momen yang berlalu dalam aliran waktu.”

Juga baca artikel ini mengenai cara Menangkap Lanskap yang Mencengangkan di Bawah Kondisi Cahaya yang Selalu Berubah

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yoshio Shinkai

Lahir di Nagano tahun 1953, Shinkai mulai melakukan perjalanan menelusuri Jepang dengan kamera format-besar untuk memotret fotografi pemandangan pada tahun 1979. Saat ini, ia memotret untuk kisaran media yang luas, mulai dari poster dan kalender sampai brosur perjalanan dan majalah fotografi.

Minefuyu Yamashita

Lahir pada tahun 1979 di Aichi. Setelah mendapatkan pengalaman kerja sebagai perancang interior dan grafis, Yamashita menjadi fotografer independen pada tahun 2011. Karyanya sudah digunakan di banyak kalender.

http://www.minefuyu-yamashita.com

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.