Tips & Tutorials

Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Memutuskan, Apakan Menyertakan atau Tidak Menyertakan Matahari dalam Bingkai

Untuk menyertakan, atau tidak menyertakan matahari dalam gambar—itulah pertanyaan yang sering diajukan para fotografer dan mereka risaukan, ketika memotret lanskap. Ini keputusan lain yang bisa memengaruhi gaya khas seorang fotografer. Mari kita cermati, bagaimana kedua fotografer yang berbeda ini memanfaatkan keterampilan mereka menggunakan matahari. (Dilaporkan oleh: Yoshio Shinkai, Minefuyu Yamashita)

 

Menyertakan matahari: Apabila dilakukan dengan baik, langit akan berkilau

EOS 5DS R/ EF24-70mm f/4L IS USM/ FL: 28mm/ Aperture-priority AE (f/22, 1/500 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Daylight
Foto oleh Yoshio Shinkai

Yoshio Shinkai mengatakan:

"Banyak orang yang ingin mengambil foto lanskap yang menampilkan langit biru, pada akhirnya menyerah, karena ini melibatkan pengambilan bidikan dalam cahaya latar. Tapi jangan lupa, bahwa dengan menyertakan matahari dalam foto Anda akan menyampaikan kilauan indah langit, menciptakan gambar yang lebih berdampak serta memikat.

Apabila memang menyertakan matahari dalam bingkai, berhati-hatilah akan silau lensa, dan menahan diri agar tidak secara langsung menatap matahari melalui viewfinder. Anda dapat mempertimbangkan untuk beralih ke mode Live View, atau mengambil cara lain untuk melindungi mata Anda."

 

Saran: Untuk menciptakan efek lembut, lakukan defokus pada aperture maksimum

EOS 5DS R/ EF16-35mm f/4L IS USM/ FL: 21mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/6000 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Manual
Foto oleh Yoshio Shinkai

Untuk membuat matahari terlihat lebih benderang dan cerah, sempitkan aperture, dan ciptakan efek starburst (semburat cahaya), seperti yang saya lakukan pada contoh bidikan pertama, pada f/22.

Untuk membuat matahari terlihat lebih lembut dalam foto Anda, perlebar aperture yang mendekati maksimum. Inilah yang saya lakukan untuk contoh kedua, yang dibidik pada aperture maksimum lensa f/4 untuk memoles kesan lembut cahaya matahari musim gugur.

 

Mengecualikan matahari: Menonjolkan warna-warni pemandangan apabila dilakukan dengan tepat

EOS 5D Mark IV/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 17mm/ Aperture-priority AE (f/18, 1/125 det., EV+0,3)/ ISO 200/ WB: Auto
Foto oleh Minefuyu Yamashita

Minefuyu Yamashita mengatakan:

"Apabila memotret lanskap, saya cenderung lebih sering menggunakan pencahayaan langsung atau pencahayaan samping, karena keduanya menggambarkan warna-warni lebih jelas, dan saya jarang menyertakan matahari dalam gambar.

Untuk membidik dalam cahaya latar, namun mengecualikan matahari dari gambar, saya sering menyembunyikan matahari di balik cabang pepohonan atau benda lain, dan hanya menampilkan cahaya secukupnya untuk berfungsi sebagai aksen. Anda bisa mendapatkan cukup cahaya matahari untuk merapikan gambar, dan warna-warni pemandangan tetap akan digambarkan dengan baik.

Seberapa banyak matahari yang Anda tentukan untuk ditampilkan, dan cara Anda menyembunyikan/menampilkannya, memengaruhi keseluruhan penampilan foto Anda, jadi sangatlah penting untuk menala halus gambarnya."

 

Saran: Bidik dengan pencahayaan yang ditentukan kamera untuk menambahkan warna ke lanskap

EOS 5D Mark IV/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 18mm/ Aperture-priority AE (f/18, 1/320 det., EV-0,7)/ ISO 200/ WB: Auto
Foto oleh Minefuyu Yamashita

Kalau memang menyertakan matahari dalam bidikan saya (seperti gambar di atas), saya cukup waspada mengenai blowout dan karena itu, akan sedikit mengurangi pencahayaan pada gambar. Dengan menyembunyikan matahari di balik dedaunan (seperti di foto sebelumnya), maka tidak perlu mengurangi pencahayaan dan membuatnya lebih mudah untuk mereproduksi warna dalam pemandangan tanpa harus menyetel pencahayaan yang ditentukan kamera.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

 

 

 

 

EF16-35mm f/2.8L III USM

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

Yoshio Shinkai

 

Lahir di Nagano tahun 1953, Shinkai mulai melakukan perjalanan menelusuri Jepang dengan kamera format-besar untuk memotret fotografi pemandangan pada tahun 1979. Saat ini, ia memotret untuk kisaran media yang luas, mulai dari poster dan kalender sampai brosur perjalanan dan majalah fotografi.

 

Minefuyu Yamashita

 

Lahir pada tahun 1979 di Aichi. Setelah mendapatkan pengalaman kerja sebagai perancang interior dan grafis, Yamashita menjadi fotografer independen pada tahun 2011. Karyanya sudah digunakan di banyak kalender.

http://www.minefuyu-yamashita.com

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.