Produk

Teknik Pemotretan EOS M5: Fotografi Makro

Memotret tetesan air dalam makro, memerlukan banyak kesabaran. Memang sukar mendapatkan gambar tetesan air seperti yang Anda inginkan, namun, EOS M5 menawarkan banyak fungsi yang berguna untuk membantu Anda melakukannya. Mari kita cermati sebagian rahasia untuk menangkap pantulan bunga di dalam tetesan air, serta teknik untuk menciptakan efek starburst di sekelilingnya. (Dilaporkan oleh: Miki Asai)

EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/25 det., EV±0)/ ISO 640/ WB: Daylight

Saya mengambil bidikan ini sambil memegang remote control dan pencahayaan eksternal di tangan kanan. Jika kecepatan rana tidak cukup cepat, latar belakang tidak akan tertangkap dengan sesuai, jadi saya menetapkan kamera pada kecepatan ISO tinggi, memasangnya pada tripod dan menggunakan kecepatan rana lambat 1/25 det. untuk menggambarkan pergerakan ombak. Selama membidik, hujan turun cukup deras, jadi saya memanfaatkan shower cap (topi pelindung) untuk mencegah kamera terkena basah.

 

Pemandangan 1: Menangkap bunga yang dipantulkan dalam tetesan air secara jelas

Teknik 1: Sempitkan aperture ke f/9

Semakin dekat Anda ke subjeknya, semakin dangkal depth of field, yang membuatnya mudah untuk lebih memburamkan gambar. Namun demikian, jika Anda fokus pada bunga yang dipantulkan di dalam, kemudian membidik pada aperture maksimum, depth of field menjadi sangat dangkal. Oleh karena itu, walaupun bunga tampak jelas, namun sketsa tetesan air akan tampak buram. Karenanya, saya sempitkan aperture ke f/9, menggunakan mode Aperture-priority AE untuk mendapatkan depth of field yang lebih dalam, dan menyesuaikan kamera sampai pinggiran tetesan air tertangkap secara tajam. Dalam fotografi makro, meskipun Anda menyempitkan sedikit aperture-nya, latar belakang akan tetap terdefokus, dan tetesan air akan tetap menonjol.

EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/9, 1/40 det., EV-0,7)/ ISO 500/ WB: Daylight

Untuk memfokus pada dua tetesan air, Anda harus memposisikan lensa pada jarak yang persis sama dari kedua tetesan air itu. Saya mencoba menahan nafas saat mengambil gambar, karena tetesan air akan langsung jatuh jika kelopak bunga bergerak, meskipun hanya satu milimeter.

 

Saran 1: Jika f-number kecil, tetesan air tidak akan menonjol

f/3.5
EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/200 det., EV±0)/ ISO 320/ WB: Manual

f/11
EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/11, 1/25 det., EV±0)/ ISO 320/ WB: Manual

Walaupun Anda mendapatkan bokeh latar belakang yang indah dengan fokus halus pada pengaturan aperture maksimum, namun subjek utamanya, tetesan air, juga menjadi buram. Jika itu terjadi, cobalah menggunakan aperture yang lebih sempit.

 

Prosedur pemotretan

1. Tetapkan Mode Dial ke Aperture-priority AE.

 

2. Putar Main dial untuk menetapkan f-number ke f/9.

 

Teknik 2: Gunakan Touch Shutter (Rana Sentuh)

Dalam fotografi makro, pemfokusan sering dilakukan secara manual, dan di sinilah fungsi Touch Shutter EOS M5 menjadi praktis. Pada layar Live View, ini memungkinkan gambar ditangkap saat kamera melakukan fokus secara seketika pada posisi yang Anda sentuh. Lebih jauh lagi, apabila memfokuskan pada subjek kecil, seperti pantulan dalam tetesan air, yang terpenting adalah menetapkan [AF Frame Size] ke [Small]. Dengan melakukan itu, Anda bisa menentukan untuk memfokus hanya pada bunga yang dipantulkan dalam tetesan air.

EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/7.1, 1/6 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight

Kondisi bunga tidak bagus, jadi perlu upaya untuk menyusun gambarnya. Karena tidak mungkin mengubah sudut kelopak bunga, saya menetapkan kamera pada kemiringan setelah memasangkannya pada tripod. Panjang fokus 28mm menciptakan sejumlah ruang di latar belakang, oleh karena itu, saya memutuskan untuk menaruh dua bunga di sana.

 

Saran 2: Jika Anda fokus pada tetesan air, kelopak bunga tidak akan terlihat tajam

EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/7.1, 1/6 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight

Jika [AF Frame Size] ditetapkan ke [Normal], bingkai akan menjadi terlalu besar, dan Anda tidak akan dapat memfokuskan hanya pada pantulan bunga. Akibatnya, kamera memfokuskan pada pinggiran tetesan air dan pantulan bunga tampak buram dalam gambar. Namun demikian, Anda bisa mengatasi ini dengan menetapkan [AF Frame Size] ke [Small].

 

Prosedur pemotretan

1. Tekan tombol MENU.
2. Tetapkan [Touch Shutter] ke [Enable].
3. Tetapkan [AF Frame Size] ke [Small].

Apabila memotret, tetapkan kamera pada jarak pemfokusannya yang terdekat. Hati-hati saat melakukannya, karena jika lensa bersinggungan dengan bunga atau tetesan air, Anda harus mengulang semua pengaturan.

 

4. Perbesar gambar dalam Live View dan sentuh layar untuk mengambil gambar.

 

Pemandangan 2: Menangkap starburst yang cemerlang pada beberapa tetesan air

Teknik: Gunakan MF Peaking

Gunakan fokus manual apabila Anda ingin menangkap beberapa tetesan air secara jelas. Apabila menggunakan fokus manual pada subjek yang sangat kecil, fungsi MF Peaking akan praktis untuk menambahkan warna ke bagian pinggir subjek yang sudah Anda fokuskan.

Anda hanya perlu mengingat saat melakukan pemfokusan, yaitu jangan fokuskan pada satu titik, tetapi fokuskan pada permukaan. Karena Anda hanya bisa fokus pada benda yang berjarak sama dari kamera, dan jika Anda ingin memfokuskan pada beberapa tetesan air, Anda harus menyejajarkan semuanya pada satu garis lurus. Setelah tetesan air berada dalam fokus, tempatkan sumber cahaya secara diagonal di baliknya dan tetapkan kamera ke aperture lebar, misalnya f/11. Dengan cara ini, saat kamera menangkap sinar cahaya yang dipantulkan dari tetesan air, starburst akan muncul pada sketsa.

EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/11, 1/25 det., EV+0,3)/ ISO 400/ WB: Daylight

Untuk bidikan ini, saya sempitkan aperture ke f/11 dan menempatkan sumber cahaya secara diagonal di balik tetesan air agar dapat menangkap starburst. Walaupun pada akhirnya Anda mendapatkan cahaya latar, harap perhatikan, bahwa variasi sekecil apa pun pada arah atau sudut cahaya, akan menghasilkan warna bunga yang indah. Untuk menerapkan cahaya secara merata pada subjek Anda, cobalah menggunakan kertas putih sebagai pengganti papan reflektor.

 

Saran: Starburst hanya akan dihasilkan jika Anda menggunakan pencahayaan eksternal pada bidikan Anda

EOS M5/ EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM/ FL: 28mm (setara 45mm)/ Aperture-priority AE (f/11, 1/15 det., EV+0,3)/ ISO 400/ WB: Daylight

Gambar dengan cahaya yang terdistribusi merata, diambil dengan hanya menggunakan papan reflektor. Tanpa sumber cahaya yang kuat, starburst tidak akan dihasilkan dan foto Anda akan tampak hambar.

 

Prosedur pemotretan

1. Tetapkan focus mode ke MF.
2. Tekan tombol MENU.
3. Pada tab [4] menu pemotretan, pilih [MF Peaking Settings], kemudian tetapkan [Peaking] ke [On].

 

Fokuskan dari posisi di mana lensa paralel dengan semua tetesan air. Sesuaikan secara halus fokus pada MF Peaking sampai warnanya tampak pada bagian pinggir tetesan air.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Miki Asai

Lahir di Obihiro, Hokkaido. Ia bekerja sebagai karyawan perusahaan, dan setelah selesai bekerja dan pada hari libur, ia akan mengambil kamera untuk membidik benda-benda kecil. Pada tahun 2013, ia membeli DSLR yang telah lama didambakannya, dan mulai memotret. Suatu hari, ia tergugah oleh embun pagi yang dilihatnya pada sehelai daun melalui lensa makro. Pemandangan itu "jauh lebih indah dari permata apa pun". Hal itu meyadarkannya, bahwa ia ingin melakukan memotret dunia kecil dan indah, yang ada di mana saja, namun mudah terluputkan, dan sulit dilihat secara kasat mata. Semenjak itu, ia terus melanjutkan gaya fotografinya dalam mengejar tujuannya.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.