Tips & Tutorials

Menjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 1: Efek Foto Lensa Sudut Lebar

Lensa sudut ultra lebar dianggap sebagai salah satu lensa yang dapat dipertukarkan, yang paling sulit dikuasai. Meskipun lensa tersebut dapat menangkap kisaran yang lebih lebar daripada lensa standar, namun lensa ini memiliki karakteristik yang agak unik, yang menyebabkan distorsi sudut pandang dengan cara melebih-lebihkannya. Di Bagian 1 serial ini, saya akan menjelaskan karakteristik lensa sudut ultra lebar dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya.  (Diedit oleh studio9)

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f13/ 1/80/ ISO 640

 

Apakah lensa sudut lebar itu?

Keluhan umum para fotografer yaitu, sulitnya menggunakan lensa sudut lebar.

Lensa sudut lebar pada umumnya memiliki panjang fokus setara (full frame) dengan sekitar 35mm atau kurang. Lensa sudut lebar dengan panjang fokus setara 24mm atau kurang, kadang disebut lensa sudut ultra lebar. Pada DSLR APS-C, lensa dengan panjang fokus sekitar 24mm atau kurang, dianggap sebagai sudut lebar, dan panjang fokus pada 16mm atau kurang, adalah sudut ultra lebar.

Bagi mereka yang menganggap sudut lebar sebagai hal yang sulit, Anda sering mendengar mereka mengatakan bahwa kesulitannya terletak dalam komposisi, akibat banyak objek yang disertakan dalam bidang pandang. Namun demikian, saya berpendapat bahwa ini mungkin karena mereka telah menyamakan lensa sudut lebar dengan lensa yang menangkap kisaran lebar. Namun demikian, itu adalah salah satu aspek lensa sudut lebar.

Karakteristik lain dari lensa sudut lebar adalah efek distorsi sudut pandang (perspektif)-nya yang unik, di mana ukuran dan jarak relatif antara objek dan kamera dilebih-lebihkan, sehingga menyebabkan objek di sekitarnya tampak jauh lebih dekat dan lebih besar serta objek yang jauh tampak semakin kecil dan semakin jauh. Setelah Anda dapat menguasai karakteristik sudut pandang yang dilebih-lebihkan ini, Anda mungkin terkesima oleh lensa sudut lebar yang begitu memikat.

 

Untuk lensa sudut lebar, semua garis akan bertemu di satu tempat.

Untuk memahami sudut pandang atau perspektif yang dilebih-lebihkan, Anda harus belajar tentang perspektif visual. Namun demikian, apabila menggunakan lensa sudut lebar untuk mengambil foto, Anda tidak perlu harus langsung memahami lensa secara detail. Alih-alih, hal pertama yang harus Anda sadari yaitu, tempat di mana garis-garis dalam foto bertemu. Contohnya, dalam foto di bawah, saya mencoba menangkap bidikan lorong sederhana dengan lensa sudut ultra lebar (FL: 16mm). Anda bisa melihat bahwa garis-garis bertemu dalam cara yang membuat ujung lorong menghilang ke dalam satu pusat.

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/4.5/ 1/20/ ISO 1600

Meskipun pertemuan semacam ini bisa dilihat, bahkan dengan lensa standar, non-wide-angle, namun, semakin lebar sudutnya, semakin memukau efek pertemuannya. Menguasai efek pertemuan ini adalah langkah pertama untuk menguasai lensa sudut lebar.

 

2 aturan untuk akrab dengan karakteristik lensa sudut lebar

Jadi, di manakah garis-garis bertemu apabila menggunakan lensa sudut lebar?

Titik pertemuan ini kadang diistilahkan sebagai "vanishing point" (titik hilang). Hal ini tampak jelas dalam foto lorong, di mana garis-garis menyatu ke dalam satu titik di tengah. 

Namun demikian, titik pertemuan (atau titik hilang) tidak terbatas di tengah. Ini juga bisa di sisi kiri atau kanan foto, atau bahkan, di luar foto. Meskipun begitu, tidak perlu memikirkannya sebagai sesuatu yang rumit. Anda hanya memerlukan dua panduan berikut ini untuk dipertimbangkan apabila Anda mulai mengambil bidikan!

- Garis-garis subjek dari tepi gambar akan bertemu saling berhadapan. 
- Pertemuan membuat objek pada tepi gambar tampak lebih besar, sedangkan objek di bagian tengah tampak lebih kecil.

Mari kita melihat masing-masing contoh spesifik untuk memahami karakteristik sudut lebar.

 

Dapatkan naluri yang bisa merasakan karakteristik sudut lebar

Bahkan, jika Anda tidak memiliki lensa sudut ultra lebar, ujung sudut lebar lensa zoom standar sudah memadai untuk memberi Anda naluri yang bisa merasakan karakteristik sudut lebar. Ujung sudut lebar lensa zoom standar yang pada umumnya setara dengan 24 hingga 28mm, sudah lebih dari cukup sebagai sudut lebar untuk lebih dulu mengalami keasyikan penggunaannya. Tentu saja, efek distorsi perspektif pada 24mm dan dalam kisaran sudut ultra lebar 16mm, sama sekali berbeda. Untuk mendapatkan manfaat lebih banyak dari karakteristik sudut lebar, saya akan menyarankan untuk selanjutnya menggunakan lensa sudut ultra lebar.

 

1. Garis-garis subjek dari tepi gambar akan bertemu saling berhadapan

Ini adalah hal paling penting untuk diingat. Apabila menggunakan lensa sudut lebar, garis-garis subjek dari tepi gambar akan bertemu saling berhadapan. (Pertemuan terjadi, bahkan pada lensa standar, tetapi kadarnya lebih berkurang)

 

Garis-garis subjek dari tepi gambar akan bertemu saling berhadapan

Apabila subjek muncul dari bawah

 

Apabila subjek muncul dari kiri

 

Apabila subjek muncul dari satu sudut

 

Subjek yang muncul dari bawah gambar, bertemu di atas. Jika kemunculannya dari kiri, pertemuan terjadi ke arah kanan, dan begitu juga untuk subjek yang muncul dari salah satu sudut.

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ f/8/ 1/800/ ISO 200

Menggunakan foto ini sebagai contoh, menara "mencuat" ke atas dari bawah, jadi garisnya bertemu di atas. Sebagian dari Anda mungkin berpendapat, "Itu sih jelas!", tetapi ini bukan sesuatu yang biasanya kami pikirkan apabila melihat melalui viewfinder. Alih-alih hanya mengamati bahwa subjek bertemu apabila Anda melihatnya melalui viewfinder, bukankah akan lebih baik jika Anda memikirkan tentang bagaimana memposisikan subjek dengan cara tertentu yang akan membuatnya bertemu dengan saling terhubung?

Berikutnya, kereta api dalam foto di bawah muncul dari sisi kiri gambar, jadi garis-garis bertemu mengarah ke kanan.

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/5.6/ 1/320/ ISO 3200

A: Sudut atas dan bawah gambar (hampir di ujung)
Jika Anda membidik sambil memikirkan tentang komposisi, Anda harus ingat bahwa garis-garis objek yang muncul dari sudut gambar, akan bertemu saling berhadapan.

 

2. Pertemuan membuat objek pada tepi gambar tampak lebih besar, sedangkan objek di bagian tengah tampak lebih kecil

Menurut saya, kebanyakan orang mengalami panduan pertama tanpa menyadarinya, tetapi bagaimana dengan yang berikut ini? Apabila menggunakan lensa sudut lebar, objek pada tepi gambar tampak lebih besar akibat perspektif yang berlebihan, sedangkan objek di bagian tengah tidak terlalu terpengaruh.

Objek pada tepi gambar lebih bertemu, sedangkan objek di bagian tengah tampak kurang bertemu

Objek di bagian pinggir lebih bertemu

 

Objek di bagian tengah kurang bertemu

 

Contohnya, foto ini yang diambil di antara gedung pencakar langit di Manhattan. Karena saya mengambil bidikan ini sambil melihat ke atas dari tempat sekitar, gedung-gedung muncul dari bawah gambar. Oleh karena itu, melihat dari bawah ke atas, memberikan efek perspektif berlebihan yang kuat. Ini jelas merupakan foto yang seakan berteriak "sudut lebar!".

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/16/ 1/125/ ISO 500

 

Sebaliknya, foto berikutnya adalah tentang Manhattan yang diambil dari jauh di atas air. Walaupun semua itu adalah gedung yang sama, efek perspektif yang berlebihan tidak sekuat foto sebelumnya, karena gedung-gedung berada dekat bagian tengah gambar.

Namun demikian, jika Anda lihat lebih dekat, laut dan langit di latar depan berada di tepi atas dan bawah gambar, dan efek perspektif yang berlebihan agak terlalu kuat untuk gedung-gedung tersebut.

Dari sudut pandang seseorang yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang perspektif visual, hal ini bisa tampak seakan panduan yang penuh pengecualian. Namun demikian, jika Anda mampu menyusun bidikan Anda dengan memahami kedua panduan ini untuk sementara waktu, Anda tidak perlu cemas tentang karakteristik lensa sudut lebar.

Lensa yang saya gunakan biasanya EF16-35mm f/2.8L II USM. Saya sungguh menyukai lensa ini karena berkas cahaya indah yang muncul dari matahari atau lampu jalanan bentangan malam apabila saya menyempitkan aperture. Karena lensa ini cerah, meskipun pada aperture maksimum, lensa ini juga dapat digunakan untuk mengambil bidikan bintang.

 


EF16-35mm f/2.8L II USM

 

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 


 

Jika Anda menggunakan kamera APS-C, saya akan merekomendasikan untuk memilih lensa EF-S. Sudut pandang aktual kamera APS-C setara dengan 1,6 kali lipat sudut pandang panjang fokus yang diuraikan mengenai lensa. Jadi, untuk ujung sudut lebar dengan panjang fokus 10mm, sudut pandang aktual akan setara dengan 16mm.

 


EF-S10-18mm f/4.5-5.6 IS STM

 

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 


 

 

studio9

Situs web fotografi yang didirikan di Jepang pada tahun 2011. Dengan slogan "Menghadirkan fotografi lebih dekat ke Anda", situs ini menyediakan konten yang bermanfaat bagi setiap orang yang menyukai fotografi. Di samping konten web, studio9 juga mengadakan berbagai seminar dan lokakarya.

http://photo-studio9.com/

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.