Tips & Tutorials

Bunga – Komposisi dan Fitur Kamera untuk Menangkap Ekspresi Terbaik

Mari kita simak, bagaimana “bunga“ dibidik oleh fotografer profesional. Berikut ini ada beberapa teknik unik menggunakan EOS 5D Mark III yang diperlengkapi dengan fungsi penggambaran yang termutakhir dan beragam fungsi pemotretan. (Dilaporkan oleh: Tatsuya Tanaka)

EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ Aperture-priority AE (1/125 det., f/4.5, -0.3EV)/ ISO 100/ WB: Daylight/ Multiple exposure: [Additive]

Fitur multiple-exposure berguna untuk ekspresi unik pada gambar. Dalam bidikan ini dengan beberapa bunga yang ditonjolkan, saya memilih [Additive] untuk menggabungkan empat pencahayaan.

Tiga Pendekatan untuk Menangkap Fotografi Bunga yang Mengesankan

Komposisi: Ubah menurut bentuknya

Dalam fotografi bunga, Anda hanya perlu menciptakan komposisi stabil, dan kamera menghadap ke subjeknya. Namun, menyusun bidikan bunga yang berorientasi vertikal dengan tangkainya yang panjang dapat menghasilkan kesan tak stabil, karena kemekaran bunga akan tampak di tepi atas gambar. Dalam kasus ini, Anda dapat menyesuaikan keseimbangan komposisi, seperti dengan cara menekankan tangkai di sekeliling atau latar belakang, atau menumpang-tindihkan keburaman latar depan dan latar belakang. Meskipun Anda juga dapat menghasilkan bidikan unik dengan komposisi tak stabil, tapi ini memerlukan keterampilan yang sudah sangat mahir.

Cahaya: Pencahayaan rata pada hari berawan

Tipe pencahayaan yang dipilih untuk subjek bunga beragam dengan lingkungan pemotretannya. Apabila terdapat cahaya matahari yang benderang pada hari cerah, misalnya, besar kemungkinan bayangan akan menerpa bunga sehingga menciptakan ekspresi kaku yang sangat kontras. Untuk mengatasi masalah ini, gunakan cahaya latar secara efektif untuk menangkap garis luar bunga yang mekar, atau cahaya yang menembus kelopak untuk menciptakan ekspresi unik, sebening kristal. Jika ingin menghasilkan gradasi lembut atau mereproduksi warna bunga seperti aslinya, mungkin hari berawan akan ideal, karena cahaya akan jatuh merata pada seluruh bunga. Cahaya lembut juga dapat diperoleh apabila Anda memotret di lokasi dalam ruangan pada hari cerah atau di rumah kaca. Cara lainnya, Anda dapat mengendalikan cahaya dengan menggunakan reflektor kecil atau parasol.

Pengaturan: Dapatkan warna yang diinginkan dengan Picture Style

Pendekatan dasar dalam fotografi bunga adalah menyesuaikan exposure compensation dalam mode Aperture-priority AE. Pengaturan yang paling sering berubah sewaktu pemotretan, adalah Picture Style. Saya akan menerapkan efek [Landscape], [Standard], atau [Faithful] menurut warna bunganya. Untuk bunga dengan nada gelap, khususnya, saya akan menggunakan [Faithful], karena jika menerapkan [Landscape] ini kemungkinan menyebabkan warna subjek tampak jenuh. Selain itu, opsi [Sharpness] untuk [Faithful] Picture Style ditetapkan ke [0] secara default, tetapi saya sudah menyesuaikannya ke [+3], level yang sama seperti untuk efek [Standard].

Fitur EOS 5D Mark III yang Direkomendasikan

Peringatan Sorotan

Terdapat kontras yang kuat apabila Anda memotret bunga pada hari cerah. Ini menyebabkan perbedaan tajam dalam kecerahan antara sorotan dan bayangan, dan kemungkinan sorotan akan tampak meledak jika kompensasi pencahayaan tidak dilakukan. Fitur peringatan sorotan ini praktis sebagai panduan untuk membantu Anda melakukan kompensasi pencahayaan secara akurat.

Lensa yang Direkomendasikan

EF100mm f/2.8L Macro IS USM

Kinerja penggambaran lensa tipe-L ini sungguh sangat dahsyat. Selain efek bokeh lembut dengan fokus yang bersih ketika aperture terbuka sepenuhnya, ini juga meningkatkan daya penyelesaian yang tinggi apabila aperture diturunkan.

EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ Aperture-priority AE (1/10 det., f/14)/ ISO 100/ WB: Auto/ HDR: [Natural]

Foto mawar ini diambil di dalam rumah kaca. Terdapat perbedaan tajam dalam kecerahan antara sorotan pada kelopak bunga dan dedaunan di bawah keteduhan. Latar belakang akan tampak membesar seandainya saya menyesuaikan pencahayaan berdasarkan pada bunganya. Di sini, saya menggunakan fitur HDR untuk menyelesaikan masalah.

EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ Aperture-priority AE (1/30 det., f/9, -1EV)/ ISO 100/ WB: Auto

Bunga yang diperbesar, tampak terkulai menyedihkan. Akibat terpaan angin, putik bunga terayunkan sedikit. Memang sulit memfokuskan pada putik dalam kasus ini, jadi saya memilih Single-point Spot AF untuk membantu memperoleh fokus dalam sekejap.

Tatsuya Tanaka

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga mengembangkan pendekatannya sendiri dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.