Tips & Tutorials

Teori Gestalt Pada Fotografi Jalanan

Teori Gestalt dikembangkan oleh psikologi pada tahun 1920an setelah mengikuti paham Max  Wertheier yang percaya bahwa pikiran menggunakan kecenderungan mengorganisasi diri untuk membentuk "keseluruhan pandangan secara global". Teori-teori ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana kita melihat hal-hal yang kita lihat dan atur dalam pikiran kita untuk menciptakan sebuah 'pemahaman gambar'. Ide dasarnya adalah, ketika kita dihadapkan pada pemandangan yang kacau secara visual, pikiran kita menyederhanakannya menjadi pola dan bentuk yang lebih dikenali. Teori-teori ini dikenal sebagai Prinsip Gestalt. Asal kata Gestalt itu sendiri berarti bentuk / gambar / struktur yang disatukan secara keseluruhan. Jadi, teori yang sering dinyatakan sebagai "Keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagiannya" adalah karena pikiran kita merasakan sebuah gambar dalam keseluruhan bentuknya, dibanding bagiannya masing-masing. Hal ini yang menjadi mekanisme bagi pikiran untuk tidak menjadi gila saat melihat sebuah gambar.

street photography, black and white

EOS 1000D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 15mm; f/4; 1/180 sec; ISO 400 (Cold to Work)

Karena fotografi merupakan tindakan yang menghadirkan gambar ke penontonnya, kita bisa menggunakan Prinsip Gestalt saat kita berfoto untuk memberi dampak yang tepat ke dalam pikiran para penontonnya. Dengan cara ini, kita bisa menyampaikan gagasan tentang gambar dengan cara yang lebih baik. Prinsip Gestalt (hukum) dapat membantu untuk mengetahui bagaimana persepsi visual bekerja dan mengapa beberapa gambar bekerja lebih baik daripada yang lain. Berikut adalah Prinsip Gestalt untuk fotografi jalanan:

Kesederhanaan

Pikiran kita menerima gambar dalam bentuknya yang paling sederhana. Hukum kesederhanaan itu sendiri menjelaskan bagaimana pentingnya untuk menyederhanakan sebuah gambar agar membantu mata dan pikiran merasa nyaman dalam memicu interpretasi dari apa yang ingin kita tunjukkan. Jadi ketika kita mengambil gambar dari sebuah adegan, cobalah untuk menemukan bentuk yang paling sederhana dan menarik sehingga "mudah dicerna" untuk pikiran. Setelah beberapa lama, pikiran akan menyelami semakin dalam dan menyadari arti sebenarnya dari gambar itu.

street photography, black and white

EOS 100D; EF-S55-250mm f/4-5.6 IS STM; 194mm; f/5.6; 1/2000 sec; ISO 400 (Alien Robot)

Simetris

Unsur simetris dalam gambar dianggap sebagai bagian dari kelompok yang sama. Hubungan kedua belah pihak membantu kita untuk memahami unsur-unsur itu sebagai sosok yang bersatu. Saat kita berfoto kita bisa menggunakan hukum ini untuk menciptakan persepsi keseluruhan citra yang sebenarnya terdiri dari dua elemen atau lebih. Simetri dapat diciptakan dengan menyeimbangkan elemen atau mencerminkannya. Namun, terkadang komposisi simetris bisa sangat membosankan, jadi tergantung kreativitas kita agar dapat mengambil gambar yang menarik dan menyenangkan.

street photography

 EOS 60D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 22mm; f/8; 1/100 sec; ISO 800 (Balloon Seller)

street photography

EOS 60D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 10mm; f/8; 1/1000 sec; ISO 400 (Frozen Path)

Figur ke Latar

Dalam satu gambar, terkadang kita perlu menunjukkan objek (minat utama) tapi mata tidak bisa melihatnya dengan jelas karena objeknya digabung dengan latar belakangnya. Hukum figure-to-ground membantu kita untuk menjelaskan elemen mana yang dianggap sebagai sosok dan elemen mana yang akan menjadi latarnya. Figur tersebut adalah objek atau minat utama dan latarnya adalah latar belakang atau sekitar figur. Terkadang hal itu tidak selalu menjadi objek, tapi juga menjadi sebuah daerah. Pikiran kita akan melihat area terkecil atau paling kontras seperti figur dan area yang lebih luas sebagai latarnya.

street photography

EOS 60D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 22mm; f/4.5; 1/800 sec; ISO 400 (After the Rain)

street photography

EOS 1000D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 10mm; f/11; 1/500 sec; ISO 200 (Working Early)

Takdir

Hukum takdir menjelaskan bahwa elemen visual yang bergerak bersama dalam arah yang sama akan dianggap sebagai bagian dari kelompok kesatuan. Jadi, ketika kita melihat sebuah adegan dengan sekelompok elemen yang bergerak bersamaan, pikiran kita akan melihatnya sebagai sebuah kelompok, dan elemen lain yang tetap diam atau bergerak dengan cara yang berbeda akan dianggap berada di luar kelompok. Dengan memahami hukum ini, kita bisa membuat citra kelompok yang sebenarnya terdiri dari unsur yang berbeda atau kita juga bisa membuang unsur-unsur dari kelompok.

street photography

EOS 60D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 10mm; f/11; 1/1600 sec; ISO 800 (In a Hurry)

Jarak

Sekelompok elemen yang saling berdekatan lebih mungkin dianggap sebagai milik bersama, daripada jika mereka berjauhan. Jadi, jika kita ingin membuat koneksi antar elemen dalam sebuah gambar, kita perlu mendekatkannya satu sama lain.

street photography

 EOS 1000D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 12mm; f/8; 1/60 sec; ISO 400 (Friends)

street photography

EOS 1000D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 116mm; f/11; 1/60 sec; ISO 400 (Who is She)

Kemiripan

Pikiran kita merasakan unsur-unsur sebagai bagian dari kelompok yang sama jika mereka terlihat mirip. Hukum kemiripan dapat dipicu dengan menggunakan warna, bentuk, ukuran, tekstur atau atribut lainnya. Elemen yang tidak terhubung namun memiliki atribut yang sama, akan dianggap sebagai kelompok yang sama. Dengan memahami hukum kemiripan, kita dapat membuat hubungan antara elemen yang tidak terhubung dengan menggunakan warna, bentuk, ukuran atau teksturnya. Pengulangan berada di bawah hukum ini.

street photography 

EOS 100D; EF-S55-250mm f/4-5.6 IS STM; 65mm; f/4; 1/50 sec; ISO 100 (Friends in Silence)

street photography

EOS 60D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 22mm; f/11; 1/200 sec; ISO 100 (No Sweat)

Kontinuitas

Hukum kontinuitas menjelaskan bahwa pikiran kita cenderung untuk melanjutkan bentuk atau garis di luar titik akhirnya. Objek akan dikelompokkan secara keseluruhan jika mereka segaris atau mengikuti garis arah. Bentuk atau garis akan dianggap sebagai satu elemen selama mereka terus menerus meski tersegmentasi. Dan semakin halus kita akan semakin melihatnya sebagai bentuk atau garis yang menyatu. Kontinuitas seperti garis terdepan juga bisa dijadikan petunjuk bagi mata penonton terhadap objek utama yang ingin mereka lihat

street photography

EOS 1000D; EF-S55-250mm f/4-5.6 IS STM; 250mm; f/5.6; 1/320 sec; ISO 400 (Out of Reach)

street photography

EOS 60D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 13mm; f/13; 1/8 sec; ISO 400 (The Journey)

Penutupan

Salah satu hal hebat yang bisa dilakukan pikiran kita adalah kemampuan untuk melengkapi bentuk yang tidak ada. Pikiran kita memiliki kecenderungan untuk menyelesaikan benda yang belum selesai. Hal ini adalah hukum penutupan yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana pikiran kita bisa mengisi celah antara objek atau garis yang tidak lengkap. Pikiran kita memiliki keterampilan mengenali elemen gambar meski elemen itu hanya bagian dari objek yang lebih besar. Dalam sebuah gambar, bentuk yang lengkap bisa jadi membosankan. Oleh karena itu, kita bisa memberikan informasi yang cukup kepada akal sehingga bisa membentuk tokoh, tapi masih memiliki sedikit imajinasi. Dengan memahami teori Gestalt saat melakukan fotografi jalanan, kita bisa menciptakan citra dengan kekuatan untuk menuntun pikiran para penonton sesuai dengan keinginan kita untuk melihat dengan menyusun elemen-elemennya secara efektif.

street photography 

EOS 100D; EF50mm f/1.8 STM; 50mm; f/2; 1/50 sec; ISO 200 (Can't Find My Book)

street photography

EOS 550D; EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM; 10mm; f/3.5; 1/100 sec; ISO 200 (Your Order, Please)

Sekali lagi, teori Gestalt adalah tentang persepsi dan kenyataan.

Pelajari lebih  lanjut tentang komposisi dari artikel di bawah ini

Dasar-dasar Kamera #14: Posisi dan Sudut

Saran untuk Komposisi: Membuat Foto Bangunan dan Pabrik Terlihat Lebih Hidup

Untuk informasi lebih lanjut tentang fotografi abstrak, silakan baca artikel di bawah ini

Fotografi Abstrak: Penggunaan Warna

Untuk informasi lebih lanjut tentang fotografi konseptual, silakan baca artikel di bawah ini

Memulai Dengan Fotografi Konseptual

Fotografi Konseptual: Menggunakan Emosi dan Elemen Lain

Fotografi Konseptual: Kiat dan Trik

Dapatkan berita dan trik fotografi terbaru dengan mendaftar dan mengikuti Canon SnapShot!

Agus Nonot Supriyanto

Pekerja kantor yang menyukai fotografi. Selalu dengan kameranya kemana pun dia pergi. Merekam setiap sisi kehidupan manusia, tempat, alam, ruang, dan bentuk. Berharap bisa menyebarkan kebahagiaan dan keindahan fotografi, juga cerita melalui foto.

www.instagram.com/mynonot

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.