Produk

Wawancara dengan Para Pengembang: PowerShot G7 X Mark II (Bagian 1)

Pada tanggal 18 Februari 2016, Canon mengumumkan PowerShot G7 X Mark II, penerus PowerShot G7 X, kamera saku premiumnya yang memiliki sensor tipe 1,0 inci, yang katanya merupakan kamera terlaris di Jepang pada tahun 2015. Mengapa ”Mark II” dikatakan sebagai versi baru dari kamera terlaris? Dalam Bagian 1 wawancara ini, kami menanyakan kepada para pengembangnya mengenai hal ini, dan juga ingin mengetahui lebih jauh tentang konsep pengembangan dan kesertaan prosesor gambar DIGIC 7.

 

(dari kiri)

Kepala Desain
Hideaki Yamaki
Manajer Pusat Pengembangan ICP 3, Operasi Produk Komunikasi Gambar

 

Kualitas Gambar
Kota Terayama
ICP R&D Pusat 2, Operasi Produk Komunikasi Gambar

 
 

IS
Shimpei Miyahara
ICP R&D Pusat 2, ICP R&D Pusat 2, Operasi Produk Komunikasi Gambar

 

Perencanaan Produk
Yoshikazu Sakagami
Grup ICP 3, ICP R&D Pusat 2, Operasi Produk Komunikasi Gambar

 
 

PowerShot G7 X –Unggulan keseimbangan kualitas gambar istimewa dan bentuk yang ringkas

- Apa posisi PowerShot G7 X Mark II dalam seri G?

Sakagami: Selama ini, PowerShot seri G selalu mengejar kualitas dan kontrol gambar yang terbaik. Untuk memastikan pemotretan yang menggembirakan dan kebahagiaan memiliki model seri G, semua fitur terbaik Canon disatukan ke dalam desain, dari sensor tipe 1,0 inci yang besar hingga lensa, prosesor gambar, dan desain eksterior. Jajaran PowerShot G7 X dibuat berdasarkan konsep kualitas gambar yang istimewa dalam kamera saku, memberikan keseimbangan sempurna antara kamera saku digital, kualitas gambar istimewa, dan performa yang tinggi. Jajaran ini adalah inti seri G, dan para penggunanya dapat merasakan kegembiraan sesungguhnya dari kamera saku premium dengan kualitas gambar istimewa dalam kemasan mungil.

Yamaki: PowerShot G7 X Mark II adalah langkah berikutnya dalam evolusi seri ini. Konstruksi lensa terpadu yang unik untuk kamera saku dimanfaatkan seiring dengan sensor serta lensa yang dioptimalkan untuk menciptakan level keseimbangan sempurna berikutnya, antara kualitas gambar yang menandingi EOS serta ukurannya yang terasa seperti kamera saku.

Konsep di balik setiap kamera PowerShot seri G adalah sebagai berikut:

  • Powershot G1 X Mark II: FLAGSHIP
  • Powershot G3 X: HIGH ZOOM
  • Powershot G5 X: EVF
  • Powershot G7 X Mark II: Ringkas & Performa Tinggi
  • Powershot G9 X: RAMPING

Kemajuan dalam segala arah difokuskan pada DIGIC 7

- Apa saja kemajuan yang sudah dibuat sejak PowerShot G7 X?

Sakagami: Sejumlah kemajuan telah dilakukan berdasarkan umpan-balik pengguna, tapi kemajuan terbesar adalah peralihan ke DIGIC 7 baru. Peralihan ini tidak saja memperbaiki kualitas gambar, tapi juga memperbaiki performa pendeteksian dan pelacakan serta stabilisasi gambar. Fitur pemotretan baru, seperti panning, juga sudah ditambahkan.

Yamaki: Ya, itu benar, dan daya lensa serta sensor juga diperbaiki secara signifikan. PowerShot G7 X dan G5 X diperlengkapi dengan zoom optik 4,2x, f/1.8 (W) – f/2.8 (T) serta sensor tipe 1,0 inci, dan tiap model ini merupakan suatu mahakarya. Selain itu, akumulasi pengetahuan tentang tata-cara yang lebih tajam dari pengalaman kami, memungkinkan untuk memaksimalkan performa tinggi DIGIC 7 mencapai keseimbangan yang sempurna, antara bentuk yang ringkas dan kualitas gambar istimewa, sehingga membuatnya sebagai rancangan yang sebaik-baiknya.

Sakagami: Saya juga berpendapat bahwa dengan menyertakan Picture Style dan pemrosesan gambar RAW dalam kamera pada PowerShot G7 X Mark II, fitur yang sudah akrab dari EOS, merupakan kemajuan yang besar. Selain itu, terdapat juga kemajuan signifikan dalam aspek kontrol dan kenyamanan dengan pegangan yang baru, kemampuan beralih antara kontrol bertahap dan bersinambungan, serta pengisian USB.

DIGIC 7 memiliki kemampuan yang dahsyat untuk memproses data. Apabila digabungkan dengan lensa Canon performa tinggi dan sensor tipe 1,0 inci, tampak jelas peningkatan yang nyata dalam performa pemotretan.

 
 

Kamera serba bisa yang meluaskan peluang pengambilan foto setiap hari

- Apa saja kemajuan yang sudah dibuat sejak PowerShot G7 X?

Sakagami: Ukuran bodi kamera yang ringkas berarti dapat dibawa ke mana saja, setiap saat, dan model yang satu ini akan mencakup bermacam ragam pemandangan. Kemampuan serba bisa merupakan daya pikat paling signifikan dari kamera ini. Semakin banyak kesempatan Anda untuk membawa kamera, semakin besar kemungkinan peluang memotret yang Anda jumpai. Karena semua ini, kamera mampu memotret beragam luas situasi, dari menggunakan lensa cerah dan sensor tipe 1,0 inci hingga mencapai efek defokus yang indah dalam berbagai jepretan, sampai pemotretan yang sangat peka dalam pemandangan gelap, melakukan stop down aperture untuk bidikan lanskap, serta menghasilkan kualitas gambar yang bisa memuaskan para pengguna SLR.

Selain itu, sekadar memiliki kualitas gambar yang bagus, belum cukup. Tanpa masa pakai baterai yang lama, kontrol yang baik, dan respons cepat, Anda akan melewatkan peluang foto yang sangat bagus. Semua fitur ini adalah yang termutakhir pada PowerShot G7 X Mark II, sehingga mampu mencapai standar yang bahkan jauh lebih tinggi untuk kamera saku digital. Saya berpendapat, ini adalah backup yang bisa diandalkan bagi para pengguna EOS, dan merupakan model peningkatan yang bagus bagi pengguna ponsel cerdas atau kamera saku standar, serta merupakan kamera serba bisa dengan kualitas gambar dan mobilitas yang istimewa.

PowerShot G7 X Mark II mengemas daya pemotretan yang tinggi dalam ukuran bodinya yang ringkas dan portabel.

DIGIC 7 – Melambungkan gambar ke ketinggian yang baru

- Kemajuan apa saja yang dihadirkan DIGIC 7 ke kamera?

Yamaki: DIGIC 7 didasarkan pada DIGIC 6 dengan perbaikan secara menyeluruh. Fungsi pemotretan mencakup perbaikan pada pendeteksian dan pelacakan subjek, serta perbaikan yang signifikan pada performa stabilisasi gambar. Pengurangan noise sudah lebih maju dan resolusinya pun lebih baik* sewaktu pemotretan yang sangat sensitif untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih bagus. Selain itu, resolusi juga menjadi lebih baik untuk pemotretan aperture kecil dan kompensasi untuk keburaman difraktif juga sudah lebih maju.

* PowerShot G7 X Mark II, memiliki lensa dan sensor yang sama untuk DIGIC 6. Perbandingan dengan model lainnya mencakup fitur ini (ISO 3200 dan yang lebih rendah)

- Dapatkah Anda memberikan sebagian detail mengenai perbaikan pada pendeteksian dan pelacakan subjek?

Terayama: DIGIC 7 menampilkan teknologi analisis gambar termutakhir, menggunakan informasi subjek. Hal ini memungkinkan peningkatan performa pendeteksian dan pelacakan yang signifikan. Performa pendeteksian sudah lebih baik untuk subjek yang sulit dideteksi, seperti subjek dengan saturasi warna rendah, dan subjek yang latar belakangnya memiliki kisaran warna yang sama. Hal ini memungkinkan untuk pelacakan presisi tinggi, bahkan dalam pemandangan di mana subjek berubah posisi dan bergerak-gerak. Kekeliruan pelacakan subjek manusia sudah berkurang dalam situasi seperti saat orang menyeberang di depan orang lain, atau bergerak keluar bingkai untuk sementara.

Yamaki: Aspek besar lainnya yaitu, jeda waktu tampilan LCD berkurang secara signifikan. Dibandingkan dengan PowerShot G7 X, fitur ini telah terperbaiki kira-kira 50% sehingga subjek yang bergerak cepat dapat ditampilkan dalam waktu nyata, memastikan Anda tidak sekalipun melewatkan peluang foto.

1/250 det., f/8, ISO 125

DIGIC 7 membantu mencegah terjadinya keburaman difraktif, bahkan sewaktu pemotretan pada aperture lebar. Sebagai hasilnya, Anda mendapatkan gambar yang lebih tajam.

 
 

Kompensasi 4-stop*, sempurna untuk goyangan bodi kamera yang kuat

- Perbaikan apa saja yang sudah dilakukan pada image stabilization (IS)?

Miyahara: Pada IS versi terdahulu, unit IS optik dikendalikan berdasarkan informasi goyangan siku yang terdeteksi oleh sensor gyro. Model ini menambah informasi keburaman gambar dari sensor pemotretan untuk mengontrol unit IS. Karena dapat menganalisis keburaman gambar dalam waktu nyata berdasarkan informasi gambar dari DIGIC 7, hal ini dapat dimanfaatkan untuk stabilisasi gambar. Selain itu, algoritme baru telah dikembangkan yang menggabungkan informasi keburaman siku dari sensor gyro dan informasi gambar, serta kontrol unit IS presisi tinggi, memungkinkan dilakukannya stabilisasi gambar 4-stop. Ini adalah 1 full stop* lebih tinggi daripada 3 stop pada PowerShot G7 X.

* Hanya gambar diam. Sesuai standar CIPA

- Di samping peningkatan dalam IS stop, apa keunggulan IS lainnya yang dihasilkan dari peningkatan dalam informasi gambar yang tersedia?

Miyahara: Penggunaan informasi keburaman siku dari sensor gyro membantu IS mengoreksi dengan halus goyangan yang sangat sering, misalnya goyangan kamera. Namun demikian, informasi tersebut tidak terlalu berguna untuk goyangan yang jarang, seperti goyangan tubuh yang lambat. Apabila memegang kamera, tubuh Anda bergoyang perlahan tanpa Anda sadari, bahkan ketika Anda mencoba untuk menghentikan gerakan. Jenis goyangan ini sulit ditanggulangi. Sebaliknya, IS yang didasarkan pada informasi gambar, sungguh berguna untuk goyangan yang tidak terlalu sering. Dengan memanfaatkan kedua sifat ini secara bersama, membuat IS ampuh di setiap arah, entah itu mengatasi goyangan halus kamera yang sering terjadi, atau goyangan yang lambat dan jarang.

A: Unit IS/ B: Sensor Gyro/ C: Sensor gambar/D: DIGIC 7
1) Panah merah: Informasi gambar diproses.
2) Panah hitam: Informasi dari sensor gyro yang mendeteksi goyangan, akan tetap bisa digunakan dan diproses.

DIGIC 7 memproses dua jenis informasi, dan ini memungkinkan perbaikan yang signifikan dalam performa IS, memfungsikan stabilisasi, tidak hanya goyangan kamera hingga kecepatan rana 4 stop, tetapi juga efek goyangan lambat yang nyata karena gerakan tubuh.

Dengan kira-kira 14x lipat lebih banyak data yang diproses, resolusi dipertahankan*, bahkan pada kecepatan ISO tinggi

- Bagaimana performanya pada kecepatan ISO tinggi?

Terayama: Pemrosesan telah dikerjakan ulang untuk memperbaiki performa pengurangan noise. Masalah pada jumlah informasi yang ditangani sewaktu pemrosesan pengurangan noise pada DIGIC 6, membuatnya sulit untuk membedakan antara noise dan tekstur, sehingga menyebabkan tekstur hilang dan pengurangan noise tidak memadai.

Namun demikian, karena DIGIC 7 mampu menangani kira-kira 14 kali lipat lebih banyak data daripada DIGIC 6, maka presisi yang lebih tinggi bisa dilakukan. Noise yang terjadi di sekitar tepi gambar dikurangi, dan mempertahankan resolusi tinggi, bahkan pada pengaturan kecepatan ISO tinggi*.

Pada PowerShot G7 X Mark II, kecepatan ISO 1600 memungkinkan Anda untuk melakukan lebih banyak lagi daripada sebelumnya. Pengurangan noise pada tepi gambar hampir sebagus ISO 800 pada PowerShot G7 X, dan itu adalah salah satu faktor di balik perbaikan resolusi gambar.

* PowerShot G7 X Mark II, memiliki lensa dan sensor yang sama untuk DIGIC 6. Perbandingan dengan model lainnya mencakup fitur ini (ISO 3200 dan yang lebih rendah)

- Apakah ada kemajuan lainnya dalam kualitas gambar?

Terayama: Koreksi pemburaman difraksi, bahkan pada aperture kecil, sudah ditambahkan. Hal ini dimungkinkan, karena performa pemrosesan kecepatan tinggi DIGIC 7 digunakan berikut informasi optik. Pastikan Anda mencobanya sendiri dan mengalami bidikan lanskap dinamis serta performa pemotretannya yang bagus.

Yamaki: Selain itu, EOS Auto Lighting Optimizer (ALO) yang disertakan pada model ini untuk pertama kalinya, juga pada kamera saku digital. Sebagai model pertama yang diperlengkapi dengan DIGIC 7, kamera ini menampilkan lebih banyak performa ALO yang lebih maju daripada EOS M3. Hal ini memungkinkannya untuk mengompensasi kecerahan sekaligus mempertahankan kontras, sehingga merupakan fitur sempurna yang dapat Anda gunakan secara aktif untuk memotret orang dalam pemandangan yang memiliki cahaya latar.

1/80det., f/2.8, ISO 1600

Apabila Anda membidik pada kecepatan ISO tinggi, seperti ISO 1600, penekanan noise-nya hampir sebagus ISO 800 pada PowerShot G7 X.

Auto Lighting Optimizer ON (Standard)

Auto Lighting Optimizer OFF

 
 

Performa penghematan daya untuk pemotretan yang meyakinkan

- Apakah perbaikan pada pelacakan, IS, fungsi pemotretan, dan kualitas gambar, semua ini berkat DIGIC 7?

Yamaki: Selain semua ini, fitur utamanya adalah performa penghematan daya. Apabila dibandingkan dengan PowerShotG7 X, banyak bagian yang dikerjakan ulang, dan DIGIC 7 sudah ditambahkan, yang berkontribusi secara signifikan pada penghematan energi. Hal ini memfungsikan kira-kira 265* bidikan pada PowerShot G7 X Mark II dibandingkan 210* bidikan pada PowerShot G7 X.

*Apabila menggunakan tampilan monitor LCD (menurut standar CIPA).

Pengoperasian baterai berkelanjutan merupakan hal yang penting apabila membawa kamera Anda untuk sesi pemotretan. Saya yakin bahwa perbaikan ini akan memungkinkan para penggunanya menikmati pemotretan sepenuhnya, tanpa mencemaskan masa pakai baterai.

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.