Tips & Tutorials

Fotografi Lanskap: Teknik Memotret Badai yang Menjelang

Pengaturan apa yang harus kita gunakan untuk menangkap awan gelap menjelang hujan badai yang mendekat tanpa kehilangan detailnya? Dalam artikel ini, mari kita belajar cara seorang fotografer profesional memperoleh bidikan badai yang mendekati kota. (Dilaporkan oleh: Rika Takemoto)

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/80 det., EV+0,7)/ ISO 200/ WB: Daylight
Untuk foto ini, saya hendak menarik perhatian ke pergeseran dan perubahan dinamis pada awan dan kolom hujan. Lebih lanjut, saya menggunakan komposisi horizontal untuk menggambarkan bentangan langit luas agar dapat menunjukkan sejauh mana badai itu terlokalisir. Saya juga mencurahkan perhatian ke pencahayaan untuk memastikan bahwa detail awannya tidak hilang.

 

Pemandangan dan pendekatan saya

Tempat bidikan diambil:
Anjungan pengamatan tempat saya dapat memperoleh pemandangan kota dari udara.

Kondisi cuaca:
Cuaca bagus. Ada banyak awan di sekitarnya, namun tampak langit biru pada latar belakang di kejauhan.

Yang ingin saya tunjukkan:
Kondisi dinamis badai tersebut. Ini dapat dicapai dengan menunjukkan bahwa hujan turun di dalam daerah yang terlokalisir sedemikian rupa sehingga mengapit badai tadi dengan wilayah yang tenang di sekelilingnya.

Komposisi:
Saya memutuskan untuk menggunakan orientasi horizontal untuk menunjukkan wilayah yang tidak terpengaruh oleh badai. Menggunakan aturan komposisi aturan segitiga, saya menempatkan kota di sepertiga bagian bawah layar, dan langit yang besar dan luas di dua per tiga layar paling atas. Untuk menekankan intensitas hujan lebat dan kehadiran awan kumulonimbus, saya menempatkan awan kumulonimbus yang membawa hujan, berikut dengan kolom hujan, di bagian tengah foto, dan menyesuaikan fokusnya.

Sumber cahaya dan pencahayaan:
Karena cahaya dari dalam anjungan pengamatan akan dipantulkan oleh kaca, saya mendekati kaca jendela dan menggunakan filter polarisasi (juga dikenal sebagai filter PL) untuk menyingkirkan silau, dan agar lebih jelas menangkap hijaunya kota dan birunya langit.
Ketika saya menggunakan pencahayaan tepat yang ditentukan oleh kamera, gambarnya ternyata sedikit lebih gelap dan agak seram, maka saya menyesuaikan pencahayaan ke EV+0,7 untuk mempercerah gambarnya.

 

Saran 1: Untuk mendapatkan depth of field dan kecepatan rana yang lebih tinggi, gunakan f/8

Untuk pemandangan ini, saya memerlukan f-number dengan depth of field (ketajaman ruang) yang dalam, karena saya ingin sebanyak mungkin menegaskan detail dan kesan tiga dimensi awannya. Dan, karena saya tidak bisa menggunakan tripod di anjungan pengamatan, f-number yang saya gunakan juga harus memungkinkan saya membidik dengan tangan pada kecepatan rana yang tinggi tanpa goyangan kamera sedikit pun. f/8 menjadi penyeimbang kedua persyaratan ini.

 

Saran 2: Titik fokus yang menjadikan subjek utamanya menonjol – Awan

Saya fokuskan pada subjek utama – awan kumulonimbus yang membawa serta hujan yang lebat. Namun demikian, untuk subjek dengan kontras rendah antara terang dan gelap, memang sulit untuk memfokuskan pada keduanya dengan menggunakan autofocus. Karena itulah, saya fokuskan pada batas awan kelabu. Di samping itu, memang sebaiknya ujung-ujung awan itu masuk ke dalam fokus. Ini akan memungkinkan Anda untuk membidik secara mulus meskipun kondisi pencahayaan maupun bentuk awan senantiasa berubah.

 

Saran 3: Hindari cahaya berlebih dengan menggunakan kompensasi pencahayaan – EV+0,7

Apabila menggunakan pencahayaan yang ditentukan oleh kamera, warna putih awan membuat gambar terlihat agak kurang cahayanya (underexposed). Karena itulah, saya menggunakan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) untuk membuat gambar lebih cerah. Namun demikian, jika gambarnya menjadi terlalu cerah, tekstur dan karakteristik tiga dimensi awan berat itu akan hilang, maka untuk bidikan ini saya memakai EV+0,7.

 

Saran bonus: Foto dari tempat tinggi seperti anjungan pengamatan

Hujan lebat yang terlokalisir di perkotaan, konon disebabkan oleh fenomena pulau panas yang terjadi di daerah semacam itu. Panas buangan dari unit pengatur suhu di luar ruangan dan kendaraan, serta panas dari aspal, naik dan membentuk awan kumulonimbus yang menghasilkan pola curah hujan yang tidak biasa seperti hujan lebat terlokalisir. Karena fenomena ini unik hanya di daerah kota, agak sulit untuk membidik awan semacam itu, kecuali jika Anda berada pada posisi yang dapat melihat pemandangan dari tempat tinggi, seperti anjungan pengamatan. Jika refleksi dari jendela kaca di dek kekhawatiran Anda, menggunakan filter PL dapat membantu untuk mencegahnya.

Untuk saran memotret badai di luar ruangan, bacalah artikel:
Fotografi Lanskap: Memotret Badai (Versi Inggris)

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

 

Rika Takemoto

 

Sebagai seorang fotografer lanskap, Takemoto mengawali fotografi sebagai hobi sejak tahun 2004. Pada tahun 2007, ia terlibat dalam mengelola situs web berbagi foto. Ia belajar di bawah asuhan seorang fotografer lanskap alam, Yoshiteru Takahashi, dan kemudian menjadi seorang fotografer freelancer. Semenjak itu, ia telah memotret sekian banyak lanskap di seluruh Jepang (sesekali di luar negeri), mencakup beragam luas tema.

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.