Tips & Tutorials

[Pelajaran 3] Belajar tentang Aperture

“Aperture” mengacu ke kelompok bilah mungil yang dipasang ke dalam lensa. Walaupun ukurannya kecil, namun aperture memiliki peran vital dalam ekspresi fotografis. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Mekanisme & Efek Aperture

Mengatur jumlah cahaya yang melintas ke dalam kerangka kamera dan mengontrol keburaman latar belakang

Dipasang ke dalam lensa, aperture adalah komponen penting yang mengatur jumlah cahaya yang mencapai sensor gambar dengan lebar bukaannya. Jumlah cahaya yang besar akan masuk ketika ini terbuka, sementara intensitasnya dikurangi apabila bukaannya menyempit. Kisaran bukaan dirujuk sebagai "aperture value," dan hubungannya antara nilai ini dan pergerakan aperture diilustrasikan dalam bagan di bawah.

Di samping fungsinya sebagai katup kontrol cahaya, aperture juga dapat digunakan untuk menyesuaikan area yang ada dalam fokus. Ketika aperture terbuka lebar, aperture akan mengisolasi latar depan dari latar belakang yang membuat subjek latar depan menjadi tajam dan subjek latar belakang, buram. Sebaliknya, apabila aperture-nya kecil, ini akan menghadirkan semua subjek latar depan dan latar belakang di dalam fokus. Area di dalam fokus dikenal sebagai “depth of field.”

Aperture Besar

Apabila mengambil bidikan dengan aperture yang terbuka sepenuhnya, area yang berada di dalam fokus menjadi lebih sempit, akibatnya, latar belakang menjadi begitu buram.

Aperture-priority AE (f/1.8, 1/1000 det.)

Hubungan antara Aperture Opening & Aperture Value

f-number adalah nilai yang mengindikasikan ukuran bukaan yang dibentuk oleh bilah aperture. Semakin sempit bukaannya, f-number semakin besar. Menyesuaikan bukaan ini dirujuk sebagai "opening up the aperture" atau "stopping down the aperture."

Aperture Kecil

Mengambil bidikan dengan aperture kecil akan menghasilkan gambar tajam yang berada di dalam fokus, baik pada latar depan maupun latar belakang.

Aperture-priority AE (f/11, 1/320 det.)

Hati-hati, jangan melakukan stop-down aperture secara berlebihan

Perhatikan, bahwa kualitas gambar bisa memburuk jika aperture tidak digunakan dengan benar. Apabila Anda melakukan terlalu banyak stop down pada aperture, maka akan terjadi "diffraction" (difraksi) yang menghasilkan pantulan yang tidak beraturan di sekeliling bilah aperture. Ini akibat pembukaan sempit yang berlebihan untuk lintasan cahaya. Secara umum, nilai aperture f/8 hingga f/11 sudah cukup, bahkan apabila Anda ingin menghasilkan gambar yang tajam dengan area lebar di dalam fokus, seperti pada foto lanskap.

Setelah kamera berada di tempatnya yang aman, saya mengambil beberapa bidikan dari posisi yang sama sementara mengubah nilai aperture. Dua foto di sebelah kanan adalah gambar area yang diperbesar dan ditunjukkan oleh bingkai merah. Di sini, Anda dapat melihat bahwa gambar yang diambil pada f/8 muncul lebih tajam dibanding gambar yang diambil pada f/22.

Pada f/8.0

Pada f/22

Apa yang dimaksudkan dengan aperture maksimum lensa?

Aperture maksimum lensa adalah fungsi inversi (pembalikan) diameter lensa efektif dibagi focal length (panjang fokus). Nilai ini pada umumnya digunakan untuk menunjukkan kecerahan apabila aperture terbuka sepenuhnya, dengan nilai lebih kecil yang akan lebih efektif untuk pemotretan di lokasi cahaya redup. Selain itu, nilai aperture maksimum dapat bervariasi dengan focal length pada sebagian lensa zoom.

Jika aperture maksimum lensa adalah f/3.5, ini akan ditunjukkan sebagai "1:3.5" pada lensa. Jika tertera "1:3.5-5.6" pada lensa zoom, ini berarti bahwa aperture maksimum adalah f/3.5 pada ujung wide-angle, dan f/5.6 pada ujung telefoto.

Hal-hal kecil – Area di dalam fokus berubah dengan nilai aperture

f/2.8

f/4.0

f/5.6

f/8.0

f/11

f/16

f/22

Dalam contoh ini, saya menetapkan fokus pada tudung lampu dan mengambil beberapa bidikan dengan nilai aperture yang bervariasi. Seperti diilustrasikan, tatkala nilai aperture bertambah, area yang lebih lebar masuk ke dalam fokus dan efek bokeh di latar belang berkurang. Area ini yang berada di dalam fokus, dikenal sebagai "depth of field" (ketajaman ruang). Gambar dengan area besar di dalam fokus dijelaskan sebagai memiliki "deep focus," (fokus dalam) sementara area kecil di dalam fokus memiliki "shallow focus" (fokus dangkal).

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Comments (1)

เขียนอธิบายได้ชัดเจนและเข้าใจง่ายมากเลย ขอบคุณมากค่ะ

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.