Tips & Tutorials

Fotografi Makro: Menciptakan Latar Belakang Ombre yang Elegan dengan Lensa f/2.8

Dengan menggunakan aperture maksimum lensa makro, kita dapat menangkap dunia yang tidak bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel berikut ini, saya akan memperkenalkan sejumlah saran fotografi untuk memburamkan latar belakang dengan gradasi warna ombre (nada warna yang saling membayangi) indah, yang akan membantu menonjolkan tetesan hujan. (Dilaporkan oleh: Shirou Hagihara)

EOS 5D Mark III/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ FL: 100mm/ Aperture-priority AE (f/2,8, 1/250 det., EV+0.7)/ ISO 800/ WB: Auto
Saya menetapkan pencahayaan agak ke sisi yang lebih cerah supaya memastikan bahwa warna merah muda di latar belakang tidak akan menjadi terlalu hambar. Bidikan yang dihasilkan menonjolkan warna berkilauan sekaligus menyampaikan keindahan di awal musim panas.

 

Lensa makro dan aperture maksimum dapat menangkap dunia yang tidak bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari

Secara pribadi, saya senang menciptakan efek bokeh dalam karya saya, jadi, saya cenderung menetapkan aperture ke maksimum, bahkan ketika saya sedang memotret lanskap. Apabila menggunakan lensa makro, saya akan menggunakan aperture maksimum, hampir sepanjang waktu. Hal ini karena saya senang menangkap latar depan dan latar belakang yang buram, sekadar sebagai gradasi warna ketika memotret dalam kisaran makro.

Efek semacam itu bukanlah sesuatu yang bisa Anda lihat secara kasat mata. Memang, kemampuan inilah yang dapat menangkap dunia yang tidak bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, yang membuat kombinasi lensa makro dan aperture maksimum adalah mutlak diperlukan bagi saya dalam pemotretan saya.

Bagaimana saya menangkap pemandangan: 
Untuk menangkap bidikan di atas, saya segera menghampiri hamparan bunga setelah hujan reda. Saya menemukan banyak tetesan air hujan pada dedaunan yang menyempit. Di latar belakang tampak bunga azalea merah muda cerah sedang mekar penuh. Saya memutuskan untuk membuat tetesan air hujan sebagai subjek utama untuk menggambarkan dunia warna yang hanya lensa makro, yang mampu menonjolkannya.

Dengan menempati latar belakang hanya dengan mekaran bunga azalea, saya menetapkan aperture ke maksimum, supaya bentuk dan tekstur bunga tidak lagi dapat dikenali dan hanya tampak sebagai gradasi warna.

Jika saya menggunakan aperture yang sempit, saya akan mampu mereproduksi tekstur tetesan air hujan secara lebih jelas. Namun demikian, tujuan saya adalah mendapatkan efek ombre dan aperture sempit akan menghasilkan sebaliknya - batasan yang jelas antara nada warna yang berbeda-beda.

 

Saran: Warna latar belakang yang berbeda-beda memberikan efek visual yang berlainan

Apabila menyangkut soal menggunakan gradasi warna sebagai bentuk ekspresi fotografis, efek diciptakan oleh warna pilihan akan sangat memengaruhi pada karya yang dihasilkan. Nada sejuk dan nada hangat menciptakan efek yang sama sekali berlawanan, jadi saya merekomendasikan agar Anda memilih warna latar belakang yang secara akurat mencerminkan maksud yang ingin Anda sampaikan melalui subjek utama. Mari kita lihat bagaimana perubahan penampilan subjek utama dengan warna latar belakang yang sama.

EOS 5D Mark III/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ f/2.8/ 1/500 det./ ISO 400
Di sini, saya menggunakan warna merah muda yang terpantulkan pada tetesan air sebagai aksen pada warna hijau yang menempati seluruh gambar. Bandingkan dengan gambar yang pertama, bidikan ini tidak terlihat berwarna-warni seperti gambar pertama.

 

EOS 5D Mark III/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ f/2.8/ 1/320det/ ISO 800
Gambar dibagi menjadi bagian hijau dan merah muda. Warna merah muda tampak menonjol apabila warna hijau digunakan sebagai latar belakang.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

EOS 5D Mark III (Body)

Produksi EOS 5D Mark III (Body) sudah dihentikan. Sekarang, tersedia EOS 5D Mark IV.
Klik di sini untuk detail selengkapnya (akan diarahkan ke halaman EOS 5D Mark IV)

EF100mm f/2.8L Macro IS USM

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

Shirou Hagihara

Lahir pada tahun 1959 di Yamanashi. Setelah lulus dari Nihon University, Hagihara ikut dalam peluncuran majalah fotografi, “Fukei Shashin”, tempat ia bekerja sebagai editor dan penerbit. Tak lama kemudian, ia berhenti bekerja dan menjadi fotografer freelance. Pada saat ini, Hagihara aktif dalam fotografi dan karya tulis yang berpusat pada lanskap alam. Ia adalah anggota Society of Scientific Photography (SSP).

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.