Produk

[Bagian 1] EOS 70D – Performa AF Revolusioner

Movie yang direkam dengan kamera DSLR telah mendapatkan peringkat yang tinggi untuk kualitas gambar yang dihasilkannya. Namun demikian, dikatakan bahwa sebagai kamera video, kamera DSLR kurang memuaskan dari segi performa AF. Berikut ini, mari kita coba merekam movie dengan menggunakan EOS 70D dan menilai kegunaan performa AF-nya. (Diedit oleh: Video Salon, Dilaporkan oleh: Kazuhiko Saika)

Halaman: 1 2

Perbedaan antara camcorder dan DSLR

Sebelum merilis EOS 5D Mark II, camcorder merupakan alat utama untuk merekam movie. Selama era ini, produsen camcorder saling bersaing dalam aspek seperti, kecepatan dan akurasi pemfokusan otomatis, stabilisasi gambar, dan rasio zoom. Namun demikian, saat kamera DSLR masuk ke dalam dunia pembuatan movie, tren baru tercipta, misalnya, penggambaran seperti film yang indah dan gambar dengan depth of field yang dangkal. Ini menandai awal masa sinema digital, dan kamera DSLR dengan sensor CMOS besar digunakan.

Walaupun kamera DSLR telah menarik perhatian banyak produser movie, namun sejumlah aspek selain dari kualitas gambarnya masih kurang memuaskan dibandingkan camcorder video. Salah satunya adalah fungsi (AF) autofocus. Sementara camcorder dapat melakukan sendiri pemfokusannya, tapi performa AF kamera DSLR untuk pembuatan movie masih jauh di bawah level yang bisa dikatakan cukup praktis. Oleh karena itu, fokus pada dasarnya disesuaikan secara manual pada kamera DSLR. Dengan kata lain, pembuatan film dengan menggenggam kamera DSLR nyaris tidak memungkinkan, sehingga kemudian menjadi hal yang umum untuk merekam movie dengan kamera DSLR yang dipasang pada tripod dengan cara yang sama seperti yang dilakukan untuk kamera movie profesional.

Tentu saja, dengan memasang kamera DSLR pada tripod, maka gambar yang stabil dapat ditangkap, tetapi tidak memiliki mobilitas dan kenyamanan yang ditawarkan oleh camcorder video. Inilah alasannya, mengapa menggunakan kamera DSLR untuk perekaman film tidak menjadi tren yang menyebar luas di antara para pengguna umum.

MOVIE SAMPEL

Movie sampel ini diambil dengan menggunakan EOS 70D. Ada tiga mode AF pada EOS 70D, yaitu [Face + Tracking], [FlexiZone – Multi], dan [FlexiZone – Single]. Di sini, saya memilih [Face + Tracking] untuk perekaman ini. Dengan memegang kamera di tangan, saya mengubah jarak saya dari subjek, dan sesekali melakukan zoom in dan zoom out. Pendeteksian wajah dan performa pelacakan sungguh istimewa. Meskipun depth of field-nya secara relatif dangkal (f/4.5-5.6), tapi kamera ini mampu menangkap ekspresi wajah subjek setiap saat tanpa keluar fokus. Hal ini memungkinkan para fotografer menghasilkan movie berkualitas tinggi dengan memusatkan perhatian pada komposisi dan pengoperasian kamera dan menyerahkan pemfokusan ke kamera.

Evolusi Dramatis dalam Performa AF

Kamera DSLR, didefinisikan oleh berbagai fitur, seperti optical viewfinder, yang selama ini ditujukan untuk menangkap foto tak-gerak (still photo). Pemfokusan otomatis kecepatan tinggi dan presisi tinggi dimungkinkan karena memanfaatkan sensor khusus untuk phase-difference detection (pendeteksian berbeda-fase). Namun demikian sensor AF khusus ini tidak dapat digunakan selama pemotretan Live View dan perekaman movie, karena sensor gambar selalu menangkap gambar dengan mirror (cermin) terkunci dalam kedua kasus ini. Oleh karena itu, AF akan dilakukan dengan mendeteksi kontras dalam gambar yang ditangkap (“contrast AF”).

Walaupun AF kontras mengaktifkan pemfokusan yang sangat akurat, namun, salah satu kelemahannya adalah kesulitan dalam mencapai high-speed AF (AF kecepatan tinggi). Berdasarkan pertimbangan ini, Canon mengembangkan Dual Pixel CMOS AF, yang memungkinkan teknologi phase detection AF (AF pendeteksian fase) untuk diterapkan pada bidang gambar. Karena semua pixel pada bidang gambar dapat melakukan kedua fungsi, phase-difference detection (pendeteksian berbeda fase) serta imaging (pembuatan gambar), hal ini memungkinkan phase detection AF (AF pendeteksian fase) yang cepat dan sangat tepat pada area yang lebar tanpa mengorbankan kualitas gambar. Hal ini juga merupakan teknologi yang sangat efektif untuk AF selama pembuatan movie.

Tidaklah berlebihan jika menyatakan bahwa metode AF baru ini, berikut dengan mekanisme dorongan lensa STM yang tepat, meningkatkan pengalaman pembuatan DSLR movie ke level baru. Dengan dirilisnya EOS 70D, kemungkinan besar kita akan melihat titik balik yang besar dalam sejarah perekaman movie dalam waktu dekat.

Mode AF beralih secara otomatis ketika kamera kehilangan jejak pelacakan wajah

Ketiga mode AF , [Face + Tracking], [FlexiZone – Multi], dan [FlexiZone – Single] merupakan mode independen. Nah, dengan begitu, ketika kamera kehilangan jejak pelacakan wajah subjek sewaktu merekam dalam mode [Face + Tracking], kamera akan beralih ke [FlexiZone – Multi] untuk sementara waktu dan menetapkan fokus pada titik AF paling sesuai di luar wajah. Setelah wajah terdeteksi lagi, mode akan secara otomatis dikembalikan ke [Face + Tracking].

Di sini, saya merekam movie seorang anak yang sedang bermain dengan playset di luar ruangan. Fokus ditetapkan terlebih dulu dalam mode [Face + Tracking].

Namun demikian kamera kehilangan jejak pelacakan subjek ketika si anak mulai menundukkan wajahnya. Di sini, kamera beralih secara otomatis ke mode [FlexiZone – Multi].

Kamera akan mempertahankan fokus pada subjek (anak mendekati kamera), bahkan jika wajahnya tidak dapat dideteksi.

Terakhir, setelah wajah subjek terlihat lagi, fokus masih ditetapkan pada anak, berkat pengalihan mode AF otomatis oleh kamera.

* Kecuali dinyatakan lain, EOS 70D Kit II (EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS STM) digunakan untuk pengujian ini.

EOS 70D

Sensor gambar: Kira-kira 22.5mm x 15.0mm (APS-C) CMOS
Pixel count: Kira-kira 20.2 megapixel
Bantalan lensa: EF
Lensa yang didukung: EF (termasuk EF-S)
Format Perekaman: MOV
Kompresi Movie: MPEG4 AVC/ H.264
Metode kompresi: ALL-I/IPB
Ukuran dan frame rate perekaman:
1920 x 1080 (Full HD) – 30p/ 25p/ 24p
1280 x 720 (HD) – 60p/ 50p
640 x 480 (SD) – 30p/ 25p
Media perekaman: SD/SDHC/SDXC
Monitor: Lebar 3,0 inci (kira-kira 1,04 juta bintik)
Baterai: LP-E6
Bobot: Kira-kira 755g (standar CIPA)/ kira-kira 675g (bodi saja)

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

Kazuhiko Saika

Pada saat ini Mr. Saika adalah profesor di Faculty of Media and Information Resource di Surugadai University, dan sebelumnya menjabat sebagai produser perencanaan pada sebuah perusahaan periklanan serta pelatih bersertifikat untuk sistem penyuntingan high-end. Aktivitas artistiknya baru-baru ini berpusat pada videografi dengan kamera DSLR, dan sekarang tengah bereksperimen dengan video 4K.

http://mono-logue.air-nifty.com

Video Salon

Video Salon memulai publikasinya pada tahun 1980, dan merupakan satu-satunya majalah mengenai perlengkapan videografi di Jepang. Dengan menargetkan ke para pembaca yang berkisar dari para amatir yang serius hingga tingkat profesional, majalah ini meraih reputasi yang mantap, bukan hanya karena informasi yang disajikannya mengenai kamera video dan perangkat lunak penyuntingan, tetapi juga tentang ulasannya mengenai videografi dengan kamera DSLR terbaru, serta saran dan tutorial dari sang pakar.

http://www.genkosha.co.jp/vs/

Diterbitkan oleh GENKOSHA Co., Ltd

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.